Kisah seorang gadis yang terpaksa menikah karena memenuhi keinginan terakhir dari orang tuanya dengan seorang pemuda yang tidak dia kenal dan tidak dia sukai ya.
Seorang CEO terpaksa menikah dengan seorang gadis SMA karena paksaan dari orang tuanya yang mempunyai hutang balas budi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 23
Mendengar ucapan Ema membuat Gunawan dan Gina sedikit khawatir dan kebingungan sebenarnya apa yang terjadi pada Ema .
"Ema sebenarnya ada apa ?. "Tanya Gina.
"Maksud Ema datang kemari Ema ingin memberitahu kalau Ema akan menggugat cerai Jonathan. "ucap Ema yang tentunya membuat Gunawan dan juga Gina terkejut. Mereka saling tatap lalu bertanya kembali apa ada masalah sehingga Ema menggugat cerai Jonathan .
"Ema sayang kenapa kamu ingin menceraikan Jonathan, apa kamu tidak bahagia menikah dengan Jonathan?. "Tanya Gunawan.
"Jika ditanya bahagia atau tidak, tentu saja pernikahan yang tak diinginkan kan ini pasti tidak akan pernah bahagia, terlebih lagi saat salah satu dari pasangan itu tidak mau menerima yang satunya. Dan justru dia secara terang-terangan memiliki hubungan dengan orang lain dan bahkan sampai mereka akan memiliki seorang anak dari hubungan mereka. "Ucap Ema.
"Ema tidak mau mengorbankan masa depan Ema dan kebahagiaan Ema Mah, Pah karena itu bukan yang diinginkan Ayah. Jadi Ema memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini dengan Jonathan karena merasa itu adalah jalan yang terbaik untuk kami. "Sambung Ema.
"Kenapa kamu tidak katakan ini semua dari dulu pada Papah nak, apa yang akan Papah katakan kalau nanti Ayahmu bertanya pada Papah saat Papah bertemu Ayahmu di akhirat nanti. "Ucap Gunawan.
"Tidak apa-apa Pah , Ema tidak sampai sesakit itu kok. "Jawab Ema yang tersenyum pada Gunawan.
Setelah cukup lama Ema dan orang tua Jonathan mengobrol, akhirnya Ema pun pamit undur diri. Gunawan dan Gina sudah berusaha untuk mencegah Ema pergi karena setahu mereka Ema tidak punya tempat tinggal lagi karena rumahnya sudah dijual.
Namun Ema menolaknya karena Ema masih punya pekerjaan yang harus dikerjakannya. Dan Ema pun harus benar-benar mempersiapkan surat perceraiannya dengan Jonathan.
Karena sudah terlanjur tidak masuk sekolah, Ema pun pergi ke kantornya untuk mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai. Ema merasa sedikit lega karena pada akhirnya bisa berpisah dengan Jonathan dengan begitu Ema tidak perlu berhubungan dengan Jonathan maupun dan Renata .
Tok tok tok
"Masuk ." Ucap Ema saat ada yang mengetuk pintu ruangannya.
"Permisi Nona Ema, saya sudah mengurus surat perceraian Nona dengan Tuan Jonathan . "Ucap Panji .
"Baiklah kalau begitu. "Ucap Ema " Terima kasih Pak Panji sudah mau membantuku. "Sambung Ema pada Panji.
"Tidak perlu sesungkan itu pada saya Nona, karena ini memang sudah tugas saya. "Jawab Panji.
Mendengar ucapan Panji Ema pun sangat senang dan lega karena masih ada banyak orang yang peduli padanya.
_
Keesokan harinya Gunawan dan Gina memutuskan untuk pergi ke apartemen Jonathan dan menanyakan persoalan perceraiannya dengan Ema.
Ting tong ting tong
CEKLEK
Pintu apartemen pun terbuka dan saat itu Gunawan juga Gina melihat seorang wanita yang memakai baju tidur dengan sangat seksi yang membuka pintu apartemen Jonathan.
"Maaf mau cari siapa ya?. "Tanya Renata.
"Di mana Jonathan?. "Tanya Gunawan.
"Ada , tapi ada apa ya mencari Jonathan?. "Jawab Renata yang bertanya kembali .
Tanpa menjawab pertanyaan dari Renata Gunawan dan Gina langsung masuk ke dalam apartemen Jonathan.
"Eh kok kalian nggak sopan banget sih main masuk masuk ke rumah orang. "Bentak Renata.
"Jonathan ." Teriak Gunawan .
Jonathan mendengar ada seseorang yang meneriaki namanya, Jonathan pun penasaran dan akhirnya Jonathan langsung turun untuk melihat siapa yang memanggilnya.
"Papah , Mamah ." Ucap Jonathan saat melihat Gunawan dan Gina berada di apartemennya .
Jonathan pun langsung mendekat pada Gunawan dan Gina .Jonathan langsung mencium tangan Gina namun saat Jonathan akan mencium tangan Gunawan, Jonathan langsung mendapat tamparan yang sangat kencang dari Papah nya dan tentu saja itu membuat Jonathan kaget.
"Dasar kurang ajar kamu ." Ucap Gunawan.
"Papah kenapa ? Kenapa Papah pukul Jo ."Tanya Jonathan yang memegangi pipinya .
"Kenapa memangnya kalau Papah pukul kamu Jo ? Papah berhak memukul mu karena itu pantas kamu dapatkan bahkan seharusnya kamu mendapatkan lebih dari sebuah pukulan Jonathan. "Teriak Gunawan yang sangat marah pada Jonathan.
"Tapi kenapa Papah tiba-tiba marah-marah seperti ini?. "Tanya Jonathan.
"Kamu masih bertanya kenapa? Ema mengatakan kalau dia akan menggugat cerai kamu Jonathan . "Jawab Gunawan.
"Jadi Ema benar benar akan menggugat cerai aku. "Ucap Jonathan yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Gunawan.
"Iya. Sekarang kamu bilang pada Papah apa kamu ingin bercerai dengan Ema atau tidak. "Ucap Gunawan.
"Tidak Pah aku nggak mau cerai dengan Ema. Tapi Ema juga tidak mau kalau aku menikah lagi. Tapi aku harus menikah lagi Pah , aku tidak punya pilihan . "Jawab Jonathan.
"Apa jangan-jangan yang dikatakan oleh Ema itu benar, kamu mempunyai kekasih dan kekasih kamu sedang hamil sekarang. "Ucap Gina. Meskipun Ema tidak mengatakan secara terus terang kepada Gunawan Dan Gina tapi mereka mengerti dengan apa yang di katakan oleh Ema .
Jonathan pun hanya mengangguk. Renata kini berjalan mendekat pada Jonathan , Renata pun merangkul lengan Jonathan untuk meminta perlindungan dari Jonathan.
"Lalu di mana Ema sekarang?. "Tanya Gunawan.
"Maaf Pah aku tidak tahu Ema di mana, karena sudah sangat lama Ema tidak tinggal di sini lagi . "Jawab Jonathan.
"Kamu itu punya otak atau tidak Jonathan. Ema tidak punya siapa-siapa lagi, bahkan rumahnya sudah dijual . Lalu tinggal di mana dan dengan siapa Ema sekarang ."Bentak Gunawan . "Kamu ingatkan Jonathan kalau kamu sudah berjanji pada almarhum Danu untuk menjaga Ema. Tapi kenapa kamu begini Jonathan ? Bukan hanya mengecewakan almarhum Danu tapi kamu pun sudah sangat mengecewakan Papah dan Mamah kamu yang sedari kamu kecil mengajarkan hal yang baik padamu. "Ucap Gunawan dengan sangat penuh amarah.
Ting tong ting tong
Tiba-tiba saja bel apartemen Jonathan kembali berbunyi. Renata pun akhirnya berjalan untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang .
Tak lama Renata pun kembali dengan membawa sebuah surat di tangannya.
"Jo ini ada surat dari pengadilan untuk mu."Ucap Renata.
Jonathan mengambil surat itu dari tangan Renata lalu membacanya . Tangan Jonathan bergetar saat membaca isi surat itu yang ternyata surat perceraian yang diajukan oleh Ema.
"Sekarang semuanya sudah terlambat Pah , Mah. Ema sudah benar-benar menceraikan aku. "Ucap Jonathan.
Dengan perasaan yang sangat marah dan sedih Gunawan dan Gina pun akhirnya langsung pergi dari apartemen Jonathan. Namun Gunawan tiba-tiba saja menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap ke arah Jonathan kembali.
"Kamu harus ingat satu hal Jonathan ! Walaupun kamu dan Ema sudah berpisah, tapi kamu tetap harus mencari Ema , kamu harus memberikan tempat tinggal untuk Ema yang layak dan nyaman. Kamu pun harus tetap membiayai hidup Ema jangan sampai Ema menjadi menderita apalagi sampai menjadi gelandang gara-gara kamu. "Ucap Gunawan yang kemudian langsung pergi meninggalkan Jonathan.
Sedangkan Jonathan hanya diam saja. Jonathan merasakan hatinya sakit terlebih lagi saat melihat surat perceraiannya dengan Ema .