NovelToon NovelToon
SELALU ADA TEMPAT BERSANDAR

SELALU ADA TEMPAT BERSANDAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Cahyanti

Via, gadis kelas 12, anak tunggal seorang pengusaha yang cukup sukses mengalami berbagai musibah beruntun. Setelah mamanya meninggal, tak lama kemudian papanya menyusul karena kecelakaan. Perusahaan papanya colaps dan rumah menjadi agunan. Akhirnya, ia tinggal bersama wali kelasnya yang baik hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian XXIII

Sejak memutuskan berhijab, Via berusaha untuk tetap konsisten. Di rumah pun ia mengenakan jilbab.

Perubahan penampilan Via didukung oleh seluruh anggota keluarga. Mereka bahagia dengan niat Via untuk terus memperbaiki diri.

Ya, Via memang kurang mendapat bekal agama dari mendiang papa mamanya. Namun, setelah tinggal bersama keluarga dr. Haris, perubahan Via begitu besar.

Teman-teman Via, kecuali Ratna, baru mengetahui perubahan penampilan Via saat pengumuman kelulusan sekaligus perpisahan.

Setelah Ujian Nasional, Via memang tidak pernah masuk sekolah. Pengembalian buku perpustakaan pun dititipkan kepada Ratna.

Anak itu memang sering mengunjungi Via untuk mengetahui perkembangan kondisi Via pasca kecelakaan.

Pagi ini Via mengenakan baju adat. Rambut panjangnya tidak disanggul. Ia mengenakan jilbab senada dengan bajunya.

Teman-teman Via bengong melihat Via berjilbab. Banyak juga yang memuji keanggunan Via.

"Doi tambah cantik, Don," bisik Dina sambil menyikut lengan Doni.

Doni diam saja. Ia masih terpana.

"Sstt...tembak aja, Don. Keburu disambar orang lain, kamu gigit jari," Toni menimpali.

Doni masih belum bereaksi. Ia tetap mematung.

"Don! Hoi...bangun!" teriak Toni sambil menepuk bahu Doni.

Doni kaget. Ia seperti orang linglung.

"Apaan, sih Ton? Kamu bikin orang kaget aja. Nggak usah teriak kenapa? Aku nggak budek, tahu?" protes Doni.

"Ya elah. Ngaku nggak budek diajak ngomong diem aja. Pikiran kamu konslet kali. Yuk, Din kita ke dekat panggung. Sebentar lagi acara dimulai."

Toni dan Dina meninggalkan Doni yang kembali melamun. Ia baru tersadar ketika Mita yang baru datang mencubit lengannya.

"Kamu kesambet, Don? Dari tadi bengong sendirian di pojok kelas. Yuk keluar! Yang lain sudah kumpul di sana."

Doni mengikuti langkah Mita. Hari ini pikiran Doni benar-benar kacau. Saat acara dimulai, pandangannya lebih sering ke arah Via yang duduk di deretan kursi depan.

Tibalah saat yang dinantikan sebagian siswa, terutama siswa berprestasi. Apalagi kalau bukan pengumuman peraih tiga besar hasil UN. Mereka mulai berdebar-debar saat Pak Herman tampil ke panggung membawa map berisi nama-nama peraih nilai tertinggi UN.

"Akan saya bacakan nama-nama siswa peraih nilai terbaik Ujian Nasional tahun ini. Saya mulai dari Program IPS.

.....

Berikutnya untuk Program IPA. Terbaik ketiga diraih oleh Ananda Doni Setya Nugraha kelas XII IPA-1 dengan jumlah nilai 525, 5. Peringkat kedua dengan jumlah nilai 533,0 diraih oleh Ananda Ranti Ekasari dari kelas XII IPA-2. Dan sekarang saya umumkan untuk peringkat pertama. Siapakah yang meraih nilai tertinggi?" Pak Herman diam sejenak.

Di deretan kursi anak-anak IPA-1 mulai ramai meneriakkan nama Via.

"Peringkat pertama dengan jumlah nilai 540,0 atau rata-rata 90,0 diraih oleh siswa dari Kelas XII IPA-1 atas nama Novia Anggraeni."

Baru saja selesai menyebutkan nama Via, tepuk tangan membahana bak suporter sepak bola.

"Ananda yang namanya tadi saya sebut dimohon ke atas panggung dengan didampingi orang tua atau walinya." Pak Herman melanjutkan.

Keenam siswa berjalan menuju panggung. Sementara orang tua mereka ikut ke panggung setelah putra putri mereka berdiri di atas panggung.

Bu Aisyah sempat lupa kalau harus mendampingi Via. Untunglah Bu Ratri yang duduk di sebelahnya mengingatkan. Bu Aisyah buru-buru ke panggung.

Via meneteskan air mata saat menerima penghargaan dari Kepala Sekolah. Dia tidak tahu kalau Bu Aisyah berdiri di belakangnya sambil berulang kali menyusut air mata yang terus menggenang.

"Seandainya papa mama masih ada, tentu mereka bangga. Pa, Ma, aku akan terus berusaha untuk menjadi anak yang dapat dibanggakan. Aku akan terus berusaha mewujudkan impian Papa dan Mama, menjadi orang yang sukses," desis Via dalam hati.

Hingga kembali ke tempat duduknya, pipi Via masih basah. Saat akan duduk, ia melihat bundanya masih berjalan ke tempat duduk sambil berulangkali mengusap matanya. Via terperangah.

" Bunda menangis? Sebegitu dalam rasa sayang Bunda padaku? Ah, kenapa aku bodoh? Kenapa aku tidak menyadarinya? Setelah papa mama tiada, Bunda yang menguatkan aku, yang membimbing aku, menolongku, dan menyemangati aku. Tanpa Bunda, mungkin aku tidak akan berdiri di panggung menerima penghargaan. Maafkan Via, Bunda. Kalau tidak banyak orang, aku tentu akan bersimpuh di kakimu." Air mata Via meleleh kembali.

Ratna yang duduk di kursi samping Via tahu persis kalau sahabatnya terus menangis tanpa suara. Namun, ia membiarkan saja. Ia tidak ingin mengganggu Via yang tengah terbawa oleh perasaan.

Saat acara inti selesai, beberapa anak naik ke panggung menyumbangkan suaranya. Sementara orang tua mereka dikumpulkan di kelas untuk menerima surat keterangan kelulusan dan hasil UN.

"Sekarang kita nikmati persembahan dari sang bintang sekolah, dari Kelas XII IPA-1, Novia Anggraeni. Via tolong naik ke panggung, " kata MC. Sontak kalimat itu disambut dengan tepuk tangan dan teriakan memanggil Via.

Via kaget. Ia sebenarnya tidak berniat bernyanyi di panggung. Namun, ia pun tidak ingin membuat teman-temannya kecewa.

Akhirnya, ia naik ke pentas dan duduk di belakang organ. Jemarinya mulai menari dengan lincah menekan tuts-tuts di depannya.

Kubuka album biru

Penuh debu dan usang

Kupandangi semua gambar diri

Kecil bersih belum ternoda

Pikirku pun melayang

Dahulu penuh kasih

Teringat semua cerita orang

Tentang riwayatku

Kata mereka diriku selalu dimanja

Kata mereka diriku selalu ditimang

Nada-nada yang indah

Selalu terurai darinya

Tangisan nakal dari bibirku

Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci

Telah mengangkat tubuh ini

Jiwa raga dan seluruh hidup

Rela dia berikan

Kata mereka diriku selalu dimanja

Kata mereka diriku selalu ditimang

Oh, bunda ada dan tiada

Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku…

(Bunda, Potret)

Suara yang merdu penuh penghayatan menyihir orang-orang di depan panggung. Banyak di antara mereka yang tidak dapat menahan air matanya.

Sementara Via pun bernyanyi sambil membayangkan jasa mama dan bundanya. Sesekali terdengar isak lirih di sela lagunya.

Setelah menyelesaikan lagunya, Via segera turun dari panggung. Ia kembali ke tempat duduknya. Wajahnya makin merah.

Ratna menyodorkan tisu dan disambar Via dengan cepat. Dalam sekejap berlembar-lembar tisu telah ia habiskan untuk mengeringkan wajahnya.

"Eh, habis. Maaf, Rat, aku nggak menyadarinya."

"Nggak apa-apa. Besok lagi kalau mau nyanyi lagu "Bunda", bawa handuk saja," jawab Ratna santai.

Via mencubit lengan Ratna gemas. Akhirnya, Via bisa tertawa lagi.

***

****Sttt... Doni kenapa kacau sih? Yakin kalau dia terpesona dengan penampilan Via? Doni jatuh cinta sama Via? 🤔

Jangan bosan, ya! Ikuti terus kisahnya.

Tinggalkan cap jempol dan bintang 5 ya! Syukur2 divote. 😘**😘😘**

1
Surya Hermawan
gatot dooong/Facepalm//Facepalm/
Surya Hermawan
waaj kiky suka salsa ya /Angry//Angry/
Surya Hermawan
nggak fulgar tp aku suks
Surya Hermawan
aku suka pas part ayah bunda /Heart//Heart/
Surya Hermawan
Luar biasa
Imma Juhamzah
baru ketemu nih novel
bagus
Sapna Anah
kasian Novia Thor mungkin ppanya kena pitna
Lina Wahyuni
waah thor berhasil bikin aku nangis sejadi2nya
Akhi Jemmy
andai didunia nyata ada teman kayak gitu,seneng banget sayang cuma dunia halu adanya
Tae Kim
bikin ketawa ngakak
Eli Maliani
bgs
Eli Maliani
baru juga baca sampe sini eeh udah mewek😭😭
Efa Sriasih Efa
Lumayan
Haetsuki
mampir
Isnay Maulani
maacih thor 🙏
sukses trs tuk karya2 berikutnya 💕💕💕💕
Isnay Maulani
Maacih thor...
farhan msh hidup biar via bahagia 💕💕💕
Isnay Maulani
mesraaanyaa bikin hati adem 💕💕
Chicik Lestary
ya allah aku baca part ini sampe sek sekan... author menebar banyak bawang
Erni Fitriana
like
Xianlun Ghifa
bom like untuk karya mu Thor. jangan lupa mampir di CS saya Tumbal Cinta Jalan Ke.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!