Haniyah gadis berparas cantik di sebuah pesantren terkenal di kota C. Peraturan pondok nya yang membuat dirinya tak bisa memiliki status hubungan yang jelas harus menerima hubungannya dengan pria yang ia sukai hanya sebatas adik kakak.
Hingga suatu hari Abah nya meninggal dan terpaksa menikah pada saat itu juga di depan jenazah Abahnya.
Ig: @euisrossy_96
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Habeebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jatuh ke Selokan
Hari demi hari ujian akhir semester pun telah usai, kini semua santri tinggal menunggu hasil nya. Kegiatan belajar mengajar pun di liburkan. Dan para pengurus pun perinisiatif untik membuat kegiatan yaitu perlombaan.
Berbagai perlombaan seperti 17 agustusan di adakan untuk mengisi waktu luang seperti mengambil koin di dalam tepung, pukul kendi, dan lain nya.
Haniyah pun memilih ikut lomba pukul kendi, ia bersaing dengan Citra, Husna dan Alwiyah dan masing-masing peserta di dampingi 1 orang untuk mengarahkan, dan saat itu Lala menjadi orang untuk mengarahkan Haniyah.
Mata Haniyah mulai di tutupi dengan kain dan badan Haniyah mulai di putarkan sebanyak 3x sebelum berjalan. Namun ada kesalahan, ketika badan teman-temanya belum di putarkan tapi Haniyah sudah, jadilah Haniyah kembali mengulangi nya lagi yg seharus nya 3x putaran menjadi 6x putaran.
(kebayang kan pusing nya gimana, di tutupin kain di puterin 6x kali pula)
"Bersedia.. Siap.. Mulai.." seorang meneriakan perintah
Haniyah pun mulai berjalan dengan di arahkan Lala.
"Terus Niyah, lari lurus" teriak Lala dengan sorakan rame dari penonton
Gedebrugg..
Tiba-tiba tubuh Niyah terperosok ke dalam selokan kecil di pinggir aula mesjid, untunglah selokan tersebut kering karena guna nya hanya untuk mengalirkan air sewaktu hujan.
Tubuh Haniyah seketika lemas dan pandangan nya gelap, Haniyah pun pingsan karena kepala nya terbentur pot bunga yg terbuat dari semen.
(Jangan tanya bagaimana ko bisa sampe masuk selokan, kan ada pot bunga. Entahlah ini dari pengalaman pribadi autor kalau eps. jatoh ke selokan mah🤭 jangan di ketawain ya🙏 padahal aslinya author juga ngekek terus kalau inget kejadian itu🤣🤣 jadi kalau di jelasin mah gini, Haniyah lari tapi ternyata lari nya miring Lala yg jadi pengarah salah ngarahin jadilah kesandung pot buatan dan masuklah ke selokan)
Semua yg ada di sana berlarian ke arah Haniyah dan berusaha menolong nya. Terlihat tubuh Haniyah di bawah namun kaki nya di atas.
(Astagfirulloh author ngekek lagi nulis nya, sumpah posisi nya bikin ngakak yg liat🤣🤣🤣 Kepala di selokan kaki di pot bunga)
Syahira yg memang berada di sana berusaha mengangkat tubuh Haniyah di bantu oleh Lala.
"Ayo bantuin La, angkat badan nya" perintah Syahira
Setelah berusaha keras akhirnya tubuh Haniyah bisa di keluarkan dari selokan tersebut dan segera di bawa ke dalam asrama. Sementara perlombaan tersebut akhirnya tidak di lanjutkan.
*****
Zein yg tengah berada di lorong mendengar keributan dari arah aula berniat untuk melihat nya. Namun setelah melihat nya ternyata tidak ada apa-apa.
Zein berjalan terus ke arah mini market namun tiba-tiba ada yg memanggil nya.
"Zein, tolong" teriak Syahira dengan nafas ngos-ngosan nya
"Tolong apa?" tanya Zein heran
"Panggilin Bu Yus, tukang pijat" titah Syahira
"Tukang pijat? Buat mijat siapa?" Zein banyak tanya
"Buat mijat Haniyah, ayo buruan jangan banyak tanya" titah Syahira yg kesal
"Oke oke, tapi kenapa dulu Haniyah?" Zein penasaran campur hawatir
"Jatoh ke selokan" jelas Syahira "Ayo buruan tunggu apa lagi?" titah Syahira
Zein yang tadinya kaget namun sekaligus ingin tertawa juga mendengar Haniyah jatuh ke selokan akhirnya bergegas untuk menjemput Bu Yus yang letak rumahnya tak jauh dari pesantren.
Jujur saja saat Zein mendengar dari Syahira kalau Haniyah jatuh ke selokan ia ingin sekali tertawa, namun tak dapat di pungkiri ia juga merasa hawatir dengan kondisi Haniyah
haniyah yg jatuh diselokan,pingsan terus dipanggilin tukang pijat ma Zein,apa kabarnya??/Left Bah!//Left Bah!//Left Bah!/