Albirri, seorang laki laki yang ta'at akan agama dan merantau ke kota untuk mencari pekerjaan. Namun Na'asnya Ia harus menghadapi fitnah yang di tujukan oleh bos nya sendiri.
Kehidupannya berubah drastis semenjak kejadian itu.ia harus menikahi gadis bernama Ansha, rekan sekantornya dan memutuskan kembali ke kampung halamannya.
Akankah Albirri mampu mengatasi romantika cinta yang tidak pernah Ia sangka sebelumnya?
Akankah Ia mampu bertahan dengan gadis yang resmi menjadi istrinya secara tiba tiba?
Bagaimana kisah mereka berdua selama menjalani kehidupan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DwiRahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Titik Terang....
Birri menatap punggung Ansha yang masih setia membelakanginya. Hatinya berkecamuk antara rasa bersalah pada Umai dan Rasa cintanya pada Ansha. dan itu bagai dua sisi mata uang yang berbeda yang tidak mungkin ia satukan.
"Kenapa lagi lagi...aku membuatnya terluka.."batin Birri
Ia meninggalkan Ansha, mencari sebuah ketenagna batin. Birri pun melangkahkan kakinya ke musholla rumah sakit, mengambil air Wudhu untuk mengadu kepada yang maha pemberi petunjuk tentang apa yang menjadi kegundahan hati manusia.
Di sana nampak seorang laki laki paruh baya juga sedang mengadu kepada sang pencipta. Birri melihat airmata laki laki itu yang terus mengalir tanpa ada suara yang terdengar.
Birri melaksanakan sholat dengan khusuk dan setelah selese sholat ia menengadahkan tangan ke atas memohon kepada sang maha Agung agar di tentramkan hatinya dan di beri petunjuk atas masalahnya.
“Ya Allah...Tuhan penguasa langit dan Bumi juga seisinya...
Aku memohon pengampunan pada Mu atas segala dosa yang
sengaja aku lakukan dan yang tidak sengaja aku lakukan...
Aku memohon petunjukmu atas segala masalah yang membelenggu
hatiku...menyuramkan pikiranku dan menghalangi langkahku untuk menuju ke jalan
Mu ya Allah...
“berikanlah aku petunjukmu ya Allah...bagaiamana aku harus
memutuskan...apa yang harus aku tentukan...aku takut menyakiti hati semuanya ya
Allah...
“dan untuk istriku...tolong selalu jaga dia...bahagiakanlah
dia...lindungilah dia selalu...kuatkan lah hatinya...agar dia dan aku mampu
melalui ujianMu ini...
“jika takdirku harus menikahi Umai karena perbuatan biadabku
kepadanya...maka berikanlah keikhlasan pada hati ku dan hati istriku untuk
menjalaninya...
“jika aku masih bisa memohon kepada Mu ya Allah...jangan putuskan
jodohku dengan Istriku...Andai Aku masih bisa memohon padamMu Ya Allah..tolong Jadikan
Istriku itu satu satunya wanita yang akan mendampingiku sampai akhir aku menutup
mataku...jika aku yang berdosa ini masih Engkai ijinkan untuk meminta ya Allah...ijinkan aku membahagiakan dan menjaganya...karena aku telah banyak melukai hatinya...
jika aku masih boleh memohon padaMu ya Allah...biarkan istriku itu yang menjadi jodoh dunia dan akhiratku....satukan kami berdua atas CintaMu ya Allah...Kuatkan kasih sayang kami dengan kasih sayangMu ya Allah...” Alfatihah....
Birri pun sama dengan laki laki paruh baya itu. ia mengadu kepada yang Maha Agung hanya
dengan tetesan airmatanya tanpa ada sepatah katapun yang keluar.
Sejenak ia menyandarkan tubuhnya di dinding musholla tersebut.
Rasa tenang mulai menjalar di hatinya itu.
“Apa kamu juga memohon kepada Nya untuk permasalahanmu Nak?”
tanya laki laki paruh baya yang juga menyandarkan dirinya disamping Birri.
“Bapak sudah hampir 20 tahun tidak menginjakkan kaki di
rumah tuhan ini...karena sibuk mencari uang dan bekerja keras jadi bapak upa
mengangkat tangan kepada Nya..”
“Hingga Bapak di beri sebuah ujian...ujian ini terasa berat
untuk Bapak jalani...” ucap Bapak itu dengan mata berkaca kaca.
“Memang setiap manusia pasti punya masalah masing masing..namun, terkadang keegoisan kita yang hanya
menyalahkan dan mengadu saja tanpa ada usaha memperbaiki..”
“Sama seperti bapak..ketika bapak menerima musibah ini
bapak hanya mengadu terus menerus kepada yang diatas mengapa bapak yang
mendapat musibah ini..!”
“Namun lama kelamaan bapak sadar...bahwa ujian ini membawa
bapak lebih dekat lagi dengannya..selalu Bersyukur serta ikhlas adalah obat hati yang paling mujarab...!” cerita lelaki tersebut.
“Kalau boleh tahu bapak ada masalah apa?”tanya Birri kemudian
“Istri dan anak Bapak koma selama hampir 3 tahun lamanya...mereka
hidup namun seperti mati...uang bapak yang melimpah seakan tidak ada harganya
sama sekali dengan keceriaan mereka ketika berada di rumah...setelah itu Bisnis bapak pun
jatuh...dan Bapak sudah tidak punya uang untuk membiayai mereka.. .uang yang
bapak hasilkan habis...dan akhirnya dokter meminta untuk mengikhlaskan kedua
orang yang bapak sayangi itu...!”
“bapak menyesal belum sempat meluangkan waktu dengan
mereka...bapak menyesal belum banyak ucapan cinta yang bapak berikan kepad
mereka...bapak menyesal karena ternyata apa yang bapak kira membahagiakan
mereka malah melukai mereka ...dan hari ini adalah hari peringatan kematian
mereka setahun lalu... di rumah sakit ini mereka menghembusakan nafas terakhir mereka....” Ucap Bapak tersebut dengan hati sedih.
“Tapi bapak bahagia..karena bapak tidak menyiksa mereka lagi
dengan pertengaran pertengkaran...dengan ucapan yang menyakitkan dan dengan
janji janji yang tidak pernah bapak tepati..!” ucap Bapak itu menatap langit
langit musholla tersebut.
“Kamu sudah punya istri Nak?” tanya Bapak tersebut.
Birri hanya mengangguk pelan.
“Cintailah dia..Bahagiakanlah dia...kita tidak tahu kapan
kita akan berpisah dengan mereka...jangan terlalu khawatir tentang hari
esok...lakukan yang terbaik hari ini... untuk menyayanginya dan membuatnya
tersenyum...karena dia nantinya yang akan mendampingi kita dikala susah maupun
senang...!” kata lelaki tersebut menepuk pundak Birri dan berlalu pergi
meninggalkannya.
Saat itu juga Birri tersentak kaget. Ternyata ada orang orang yang memikul beban lebih berat daripada dirinya..ada orang mengalami ujianyang lebih sakit dari dirinya..
Birri berlari menuju tempat Ansha. Saat ini yang ingin
ia lakukan adalah memeluk Istrinya itu dan tidak akan melpaskannya. Entah
besok akan seperti apa...tapi yang pasti ia tidak bisa kehilangan istrinya
untuk saat ini, detik ini. Birri berlari dan berlari seperti orang gila.
Melihat Wanita itu masih termenung sendiri di tempat itu, Ia berlari memeluknya
dengan erat. Mencium rambutnya yang beraroma wangi seperti biasanya.
“Aku mencintaimu Ansha...sangat mencintaimu..!” sangat
mencintaimu..!” ucap Birri mengeratkan pelukannya tidak mau melepaskannya lagi.
Tidak ada sahutan dari Ansha. Ia hanya tetap berdiri mematung disana. Hatinya sudah terlalu lelah dengan semua yang terjadi. Ia hanya mampu membalas pelukan Birri dengan erat. Hanya itu yang ingin dia lakukan saat ini.
Drrrt drrt drrt
Ponsel Ansha bordering.
“Mas..ponselku berbunyi...aku angkat dulu..!” kata Ansha.
Birri masih saja enggan melepaskan Ansha.
“Mas..siapa tahu ini penting..!” kata Ansha.
Akhirnya Birri pun merenggangkan pelukannya.
Ansha melihat layar ponselnya tertera panggilan dari Sonef.
“Sebentar Mas..!” kata Ansha menjauh dari suaminya.
“Sha...dimana?”tanya Sonef.
“Masih di rumah sakit..!” jawab Ansha.
“Ternyata tebakanmu benar...Laki laki itu datang menemui
Umai..!” kata Sonef.
“Ingat..! jangan sampai ketahuan..!” Ucap Ansha berbisik.
“Siap nyonya Albirri...!” jawab Sonef dari seberang sana.
Kemudian panggilan Sonef pun berakhir.
“Darimana kamu dapat nomer Sonef Sha..! perasan kemarin aku
belum memperkenalkannya padamu?” tanya Albirri curiga.
“Dan juga...aku ingat ingat lagi..kenapa Pak RT, Udin, Bu Fatimah
dan Sonef bisa berada di rumah sakit?” siapa yang menghubungi mereka?apa kamu?”
tanya Birri.
“eh..itu...anu..” ucap Ansha sambil cengengesan dan menggaruk kepalanya.
Albiri pun merasa curiga dengan sikap istriny itu.
“Itu...!” ucap Ansha kebingungan menjawab pertanyaan suaminya.
“Ansha..!!” Sapa laki laki di sudut ruangan tersebut.
“Dicari cari ternyata disini..! ayo kebawah...!” ucap Udin mengagetkan mereka.
“eh Iya...ayo mas... kita ke bawah..” kata Ansha sambil berlalu meninggalkan Biri.
"Alhamdulillah...selamaaaattt...." Ucap Ansha dalam Hati.
“O iya Din...apa Ansha pernah ketemu dengan Sonerf?” tanya Birri setelah Ansha menghilang dari pandanganya.
“Ehm...aku kurang tahu Al...tanya saja sama orangnya langsung ya..!” kata Udin pun segera berlalu pergi.
“kenapa tingkah mereka aneh sekali..!” Batin Birri menyusul mereka berdua.
Ketika menuju ruang perawatan Umaimah, mereka bertiga bertemu dengansosok orang yang sangat Ansha dan Birri kenal.
“Ansha..!” kata Miftah.
“Eh ..mas Miftah?” sapa Ansha kaget.
“Siapa yang sakit Sha..?” tanya Miftah.
“Itu teman Mas Birri..” jawab Ansha.
“Mas Miftah kok ada disini?” tanya Ansha kemudian.
“iya...Om aku kerja disini..aku butuh tanda tangannya untuk
hasil penelitianku..!” kata Miftah.
“Katanya si ada diruangan Anggrek..tapi aku tidak tahu tempatnya dimana..!” tambah Miftah.
“agggrek nomer berapa Mas?” tanya Ansha kemudian.
“Ruang anggrek no.7 katanya... beliau sedang memeriksa
gadis korban perkosaan..!” kata Mifatah lagi.
“Tunggu..bukankah itu ruangan Umai...!”batin Birri.
“Owh ..aku juga mau kesana... ayo sekalian...” ajak Ansha.
Mereka berempat pun menuju ke ruang perawatan Umai. didalam perjalanan ke sana Birri terus memperhatikan Miftah. Ia masih saja mencuri curi pandang dengan istrinya tersebut. tak terasa mereka sudah samapi di depan ruang rawat Umai. namun, Musuh yang kedua pun datang lagi. Ya..siapa lagi kalau bukan Angkasa.
"Ck..!kenapa pria itu masih disini juga ..!" decak Albirri
“Lho..Mas Miftah?” Sapa Angkasa.
“Angkasa...!!kamu juga disini...!” tanya Miftah.
“Iya...ada urusan sama Ansha..” jawab Angkasa.
“Kita jenguk Umai dulu ya..!” potong Ansha.
“Sha...Aku ada janji mau beli makan sama Sonef ..kalian
bertiga saja ya yang masuk...nanti aku menyusul..” kata Udin.
“Owh...oke..hati hati ya..!” Sahuit Ansha.
Mereka bertiga pun memasuki ruangan tersebut.
“Assalamualaikum..” ucap Ansha memasuki ruang rawat itu.
“Waalaikum salam...” ucap orang yang berada diruangan.
Pak RT yang melihat orang yang masuk membelalakkan matanya. Ia sangat kaget dengan apa yang dilihatnya. Pak RT kemudian menatap Ansha bertanya tanya. Namun di jawabi Ansha dengan senyuman termanisnya.
sedikit curhat..hehehe
tidak menyangka sampai tahap ini...dulu sempat nggak PD untuk nulis...sempat vacuum berbulan bulan karena merasa tidak berbakat..banyak cerita cerita yang bagus di platform ini...tapi tiba tiba ketika bulan sembilan ada yang mengomentari novel pertama Aku "Elegi hati si cewek Jutek" disitulah ada semangat untuk meneruskan cerita novel pertamaku...bahagianya itu sampai ke ubun ubun..hehehe...dan munculah Novel yang kedua ini...semoga bisa selalu berkarya dan memuaskan para pembaca...terimaksih atas dukungan kalian...aku terharu....
cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.
smngat trus thor💪