ini karya pertamaku
jadi mohon untuk bimbingan yang baik ya 😊
seorang wanita cantik bernama Nameera Adinda harus menjalani pernikahan untuk membayar hutang ibu tirinya, ibu tirinya adalah orang yang serakah tak peduli akan nasib nameera, yang jelas semua hutangnya di anggap lunas setelah menikahkan satu putrinya,
tuan narendra sebastian adalah pria tua yang datang ke rumah nameera dan meminta langsung pada ibu tirinya untuk menikahkan salah satu Putrinya,
tak ada pilihan lain ibu tiri nameera langsung menunjuk dirinya saat tuan narendra sudah pulang,, tak ada pilihan nameera tak mau menerima dan mencoba untuk kabur dari ruman namun usahanya nihil, ia ketahuan ingin kabur dan tanpa aba² ibu tirinya langsung menampar pipi mulushnya
apakah kehidupan nameera akan bahagia setelah menikah atau malah sebaliknya
penasaran dengan kisahnya,, yuk pantengin terus ya ceritanya hanya di novel aku
cekkidott 👉👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ftria oktvn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bdrs 22
"maafkan kami nak,, kami sengaja tak memberi tahu nameera akan kedatangan kami, karena kami ingin memberikan kejutan untuk nameera mengingat sudah sebulan ini nameera tidak pernah pulang ke rumah kami,"ucap ibu tiri nameera dengan nada sendu yang di buat² olehnya,
sedangkan nameera masih mematung sambil tangan zayn masih merangkul pundaknya,,
"apa sebenarnya yang mereka rencanakan untukku,"nameera bergumam di dalam hatinya.
."heyy,, sayang kenapa kau bengong hah,"ucap zayn dengan nada lembut,,
"eh,, iya,"nameera akhirnya tersadar dari lamunannya,,.
"apa kalian sudah sarapan,"ucap zayn yang duduk di sofa,
"belum nak,"
"sayang apa sarapan kita sudah siap,"zayn bertanya kepada nameera,,
"iya," nameera menjawab dengan nada datar,
terlihat empat orang sedang sarapan dengan khidmat,, di mana nameera duduk di samping kanan zayn dan ashila duduk dk samping kiri zayn,,
ashila tak berhenti menatap ke arah zayn dia tertegun melihat ketampanan seorang ibnu zayn malik, nameera melihat tingkah saudari tirinya yang tak berhenti menatap suaminya, namun nameera hanya acuh dan tidak memperdulikan semua yang terjadi,,
sampai akhirnya mereka telah selesai sarapan dan kembali duduk di sofa ruang tengah,, sedangkan nameera masih sibuk membersihkan bekas sarapan dan mencuci piring yang kotor,,
"kenapa sepertinya nameera acuh akan kedatangan mamanya," zayn begumam di dalam hatinya,,
zayn hanya menatap nameera dengan tatapan datar, ia merasa ada sesuatu antara nameera dan ibunya, pasalnya nameera sangat acuh dan bersikap dingin pada keluarganya sendiri,,
"aku harus mencari tau ada apa sebenarnya ini," zayn terus bergumam di dalam hatinya karena melihat tingkah nameera,,
"hay zayn," ucap ashila memecah keheningan,
"iya,, ada apa,"ucap zayn sambil menatap ashila,
"hmm,, maaf ya waktu di pernikahan kalian aku tak bisa hadir, karena waktu itu aku ada keperluan mendadak jadi aku harus pergi waktu itu juga,,apa kau tidak marah,"
"untuk apa aku marah padamu,"ucap zayn dengan nada dinginnya,
"ya ampun aku sangat menyesal karena tidak mau menerima tawaran menikah waktu itu,,heh jadinya gadis sialan itu yang mendapatkan kemewahan dan suami ganteng seperti ini, tapi tenang saja aku akan menggoda zayn sampai aku berhasil untuk memilikinya,"haha,,ashila tertawa jahat dalam hatinya,,
"persekian menit akhirnya nameera selesai dengan urusan dapur dan berniat kembali ke kamarnya mengingat ada tugas yang belum ia kerjakan,,
zayn melihat nameera yang berlalu meninggalkan dapur,,zayn melangkahkan kakinya mengikuti arah naneera berjalan sampai akhirnya zayn mencengkram pergelangan tangan nameera dari belakang,,
"kenapa kau menghindari keluargamu,"ucap zayn yang masih mencengkram pergelangan tangan nameera,
namun nameera hanya diam dia sama sekali tak bergeming,,
"lepaskan tanganku tuan sakit,"ucap nameera yang masih membelakangi zayn,
zayn melepas cengkraman pada tangan nameera dan setelah itu nameera kembali ke dalam gudang yang di jadikan tempat tidurnya,,
zayn manusia yang acuh itu tidak peduli juga, toh yang punya keluargakan nameera bukan dirinya,,
"karena merasa hawa yang tegang dan ashila yang sangat kesal karena zayn lebih memilih pergi dan tak menggubris kedatangannya,,, sementara ibu tiri nameera mengepalkan kedua tangannya dengan raut wajah yang emosi namun sebisa mungkin ia tahan..
"awas saja kau nameera tunggu pembalasanku,, berani beraninya kau berbuat semaumu di depan suamimu,, hari ini kau sungguh membuatku kesal dan malu,"ibu tiri nameera bergumam dalam hatinya,
biar asik ...
Author kan belum kasih bumbu rahasia "Bucin"🤣🤣🤣
jawabannya
Bagi orang yang punya hati dan perasaan. takkan mudah melepaskan sesuatu yang bernilai historis terhadap orang yang disayanginya. apalagi rumah tersebut satu satunya peninggalan dan orang yang disayangi semua telah tiada..
cobalah untuk menghargai karya orang lain. kalau tak suka skip atau tinggalkan. tak perlu komentar buruk apalagi menjatuhkan orang lain dengan memberikan bintang satu.
sikap seseorang mencerminkan daya pikirnya sendiri