Mengkisahkan seorang wanita miskin yang sangat beruntung,di cintai oleh banyak orang - orang di sekeliling nya,meski pun semua tidak selalu berjalan dengan mulus.
Begitu banyak cobaan dari ketidak sukaan orang pada nya dan pada akhirnya membuat Hidup Kinanti tidak tenang,akan kah ada hari bahagia untuk diri nya?
Yuk di baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 - Kinanti Sedih
Kinanti kembali di sibukan dengan membuat kan Teh pesanan Fira. "Begini banget sih kerjaan kamu Kin,bolak balik terus di ruangan itu sejak pagi."Keluh Kinanti.
Gadis itu lalu mencari cari sosok sahabat nya itu,namun tak terlihat.
Kinanti lalu kembali ke ruangan Vano memberikan teh itu pada Fira.
"Ini Bu,minuman nya."Kata Kinanti dan Fira mengambil dan meminum nya.
Baru satu tegukan minuman itu masuk kedalam mulut nya,Fira lansung memuntahkan di depan Kinanti.
"Teh apa nih,kan aku sudah bilang jangan terlalu manis,ini manis banget tahu gak."Bentak Fira.
"Maaf Bu,tadi saya cuman kasi sedikit aja gula nya."jawab Kinanti.
"Oh sedikit bagi kamu ternyata banyak ya,bukti nyanini manis sekali."Ucap Fira.
"Saya akan buatkan lagi yang baru Bu."Ucap Kinanti dengan cepat.
"Gak perlu,kamu kerja gak becus."Hina Fira.
"Permisi Bu."Kinanti lalu menarik diri keluar dari ruangan itu.
Vano yang menyaksikan sikap Fira itu menghela nafas dengan berat."Fir,kamu gak perlu bersikap seperti itu pada Dia,dia kan tidak tahu kamu suka teh semanis apa."Ucap Vano.
"Kamu kok jadi belain dia sih." Ketus Fira.
"Aku gak belain dia,tapi reaksi kamu tadi itu berlebihan."jawab Vano.
Fira yang mendengar ucapan Vano pun merasa kesal. "Jadi menurut kamu,aku mempertahan kan selera aku itu salah."Ucap Fira.
"Bukan seperti itu."
Fira yang tak ingin mendengar penjelasan Vano pun berjalan keluar dari ruangan itu.
"Fir."
"Fira." panggil Vano tapi tak di hiraukan Fira.
Vano menghela nafas dan menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi kerja nya itu.
•••
Di dapur.
Kinanti duduk di kursi,ia merasa sedih dan sakit hati karena perkerjaan nya ini tak di hargai dan malah ia mendapatkan hinaan.
"Kinanti,teh nya siapa?." Tanya Sofi.
"Kamu dari mana sih Sof?."Tanya Kinanti.
"Aku bersihkan lantai bawah lah,kemana lagi,tadi mau bareng kamu,tapi kamu kayak nya sibuk banget di ruangan pak Vano."Ucap Sofi.
Kinanti pun hanya diam saja dengan wajah lesuh nya itu.
"Kenapa Kin,di marah pak Vano ya?,kenapa? Kopi nya gak enak?." Tanya Sofi. Kinanti mengangguk kan kepala nya.
"Di marah pacar nya,sampai di muntahkan di depan aku,tuh itu teh nya dia."Ucap Kinanti.
"Udah,jangan sedih gitu ah,kita itu harus sabar,aku mah da kebal ketemu para pekerja yang banyak ngeluh nya."Ucap Sofi.
"Aku sedih karena bekerja begini,andai aku kerja di depan layar komputer ,enak kali ya."Ucap Kinanti.
"Kamu pasti bisa lah,kamu kan udah mau kuliah kan,oh iya gimana wawancara nya lancar gak?." Tanya Sofi.
"Iya,lancar kok,tapi aku takut Sof,takut gak kepilih."Ucap Kinanti.
"Udah,Positif thinking aja lah,aku percaya kamu pasti bisa kuliah di sana."Balas Sofi dan Kinanti tersenyum mengangguk.
"Makasih ya Sof,kamu selalu saja bisa support aku."Ucap Kinanti.
•••
Di tengah obrolan mereka.
Tiba - tiba Telefon kantor yang ada di dapur berbunyi. Sofi pun lekas mengangkat nya.
"Iya.hallo."
"Kinanti nya ada?."
"Ada,ada apa ya?." Tanya Sofi.
"Bilangin ke Kinanti ada yang nyariin di lobby."
"Baik."
•••
Jangan Lupa Vote nya ya.
Biar author makin semangat lanjutin nya. Makacih ya. 😊
kasihan Sham berharap SM Kinanti tp Kinanti nya sok cuek