WARNING!!
MENGANDUNG UNSUR DEWASA DAN PELAJARAN HIDUP LAINNYA. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA.. 🙏🙏
Hai Pencinta Pelangi Setelah Hujan (PSH) season 1.. Allhamdulillah akhirnya di awal Ramadhan Tahun ini release..
*
Aku adalah Rizkiya.. mereka menyapaku Kiya, sedari kecil aku sudah harus berjuang untuk kehidupanku, orang tua dan keluarga juga ikut memberi dukungan hingga support yang luar biasa untukku..
Aku Menjalani hari-hariku penuh perjuangan, hingga akhirnya aku memutuskan untuk 'Berubah' .. Namun ternyata perubahan pada diriku mengarahkan diri ini Kalam kemelut cinta yang begitu membuat hatiku hancur...
🌷🌷
Aku Adalah Rizky, Kehidupanku sangat sempurna, tak ada yang tidak bisa aku raih di dunia ini.. Orang tuaku dan keluargaku selalu bangga padaku meski di belakang mereka aku banyak melakukan hal bodoh.. Hingga ketika jalan hidupku membawaku dalam sebuah pelajaran hidup yang kemudian merubahku..
⭐⭐⭐⭐
Apakah Cobaan yang akan kami hadapi?
Mari Beri dukungan kalian yaa 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 22
Kiya Tiba di Depan apartemennya bersama dengan Agam, Agam memaksa kiya untuk mengantarnya sampai di depan pintu apartemennya.
Kiyya menempelkan sidik jari hingga pin akses namun pintu apartemennya tidak kunjung terbuka.
"Mungkin kamu lupa, Ki" kata Agam membuat Kiya terdiam sejenak.
Aku ga mungkin lupa ulang tahun mama... Batin Kiya mengulangi.
Hingga akhirnya kiya putus asa, ia mmilih menekan bel hingga mengetuk ointu berkali-kali.
Terdengar slot pintu terbuka, dan beriringan dengan pintu yang terbuka..
"Haiiiii" Suara seseorang yang membuat Kiya semakin berdebar jantungnya.
"Kakak" ucap Kiya sedikit syok atas keberadaan Rizky.
"Jam berapa nih" kata Rizky santai namun sedikit menampakan wajah kesalnya.
"Jam Sebelas empat puluh... sorry gue tadi ned---"
"Gue yang salah" kata Agam kemudian.
"Masuk Kiya" kata Rizky tak menggubris.
Kiya menghadap ke arah Agam..
"ka sorry ya?" kata Kiya dengan wajah tak enak hatinya.
"Gak masalah.. masuk, mandi kalo bisa minum air jahe merah supaya makin hangat tubuhmu" kata Agam membuat Kiya semakin terpesona dengan sosok Agam.
"Kiya , Masuklah" teriak Rizky membuat Kiya menghela nafasnya.
"Sekali lagi sorry.. hati-hati di jalan yaa kak" kata Kiya dari balik pintunya.
"Oke good night" kata Agam membuat Kiya tersenyum lalu menutup pintunya.
Kiya berjalan menuju ruang tengahnya.
"Ngapain Kakak kesini? sama siapa?" tanya Kiya pada Rizky yang tengah asik menonton televisi.
"Iseng, sendiri" kata Rizky sedikit ketus.
"Iseng? hamm gak jelas sekali" kata Kiya kemudian berjalan menuju kamarnya.
Hentakan kaki Kiya membuat Rizky menoleh.
"Ingat Kiya, tidak semua laki-laki itu baik.. tidak semua laki-laki memuliakan wanita, Jangan kamu terlena" ucap Rizky membuat Kiya sempat menahan langkahnya sejenak lalu ia memutuskan untuk menghiraukan Rizky.
Malam ini ka Rizky, besok pagi pasti mama sudah menerima laporan dari dia.. hahhh!!
Kiyya memilih untuk beristirahat untuk menghadapi hari esok yang ia yakin akan sedikit rumit...
*
Sabtu dan Minggu adalah waktu dimana Kiya bebas bangun dan melakukan apapun yang ia mau karena tidak ada tangung jawabnya untuk pergi ke kampus pagi hingga sore hari.
Pukul Sembilan pagi Kiya baru bangun, ia keluar kamarnya usai mencuci muka dan menyikat giginya.
Kiya menuju meja makan, yang berada di dapur.
Pandangan Kiya melihat ke sekeliling, kemana Rizky? batinnya.
"Bi...kak Rizky kemana?" tanya Kiya celingukan.
"Baru aja pergi mbak" kata Bibi sambil mencuci beberapa piring kotor.
"Pergi? kemana?" tanya Kiya sambil meracik salad sayurnya.
"Katanya ketemu partner bisnis pertama nya mbak" kata Bibi berbicara sesuai dengan apa yang di katakan oleh Rizky.
"Oh... memang anak papa" kata Kiya santai sambil menyantap salad nya.
Lalu Kiya mengingat Fely, ia kembali ke kamar untuk mencari keberadaan ponselnya.
Setelah dapat Kiya kembali ke meja makan.
Mama ga ngegas nih chating nya, apa kak Riz gak bilang ya ke mama kalo semalam aku pulang larut?! wah baik banget dia.. Batin Kiya kegirangan.
Kiya membuka pesan singkat lainnya, terdapat pesan singkat dari Bima, sementara Agam yang ia harapkan mengirim pesan untuk nya malah belum menghubungi Kiya sejak semalam..
Kemana Agam? kenapa ga chat aku? gengsi donk kalo harus chat duluan. Batin Kiya sedikit kecewa, ia kemudian membalas pesan Bima yang juga tak kalah membuat hati Kiya berbunga-bunga.
Secara To the poin Bima mengajak Kiya untuk bertemu siang itu, namun Kiya bimbang karena keberadaan Rizky di sana, Rizky yang humble seperti Fely namun memiliki sikap keras seperti Reyhan, kiya tau betul bagaimana saudara kembarnya itu bersikap menjaganya.
Namun, sepertinya Kiya benar-benar tengah mengalami puber yang terlambat, hehe.. lihat saja, Kiya menerima ajakan Bima dengan membawa Ichal sebagai tumbalnya kala itu.
Ichal yang mendengar permohonan Kiya tak bisa menolak permintaan Kiya, secara terpaksa Ichal harus mengikuti kemauan kiya untuk ikut pergi makan siang nanti bersama Kiya dan juga Bima..
Tiba saat jam makan siang, Kiya dan Ichal datang bersamaan.. mereka tengah menunggu kedatangan Bima sambil memesan minuman untuk melegakan tenggorokan mereka.
Tak lama, Bima datang..Kiya tersenyum merekah melihat kehadiran Bima.. dengan santai Bima duduk di samping Kiya..
Karena kiya sudah memesan makanan juga mereka langsung menyantap makan siang kala itu..
"Duh gue ke toilet bentar" kata Ichal sebelum memulai makan nya.
Tinggalah Kiya dan Bima..
Dengan asyik dan santai, Kiya menyantap makan siangnya dengan enjoy menikmati suapan Deni suapan..
Hingga akhirnya Bima menegur Kiya, mengarahkan wajah kiya agar lebih presisi menatap Bima, Bima mengusap lembut ujung bibir Kiya yang terkena bumbu steak yang baru saja Kiya makan.
Kiya terdiam sejenak.. Hingga tanpa Kiya sadari ia mulai menatap dua bola mata Bima yang terdapat bayang dirinya yang semakin dekat.
Braaakkk!!!!
"Rizkiyaaaa!!!" panggilan itu membuat Kiya terkejut heran, bahkan Bima ikut terkejut dan merubah posisi duduknya.
"Memalukan sekali" kata Rizky menyambung ucapannya.
Kiya menoleh sedikit ke arah belakang Rizky..
"Astaga.. pak Deon" kata Kiya semakin salah tingkah.
Mereka saling kenal? Batin Rizky melirik sekilas ke arah Deon.
"Lo siapa???" kata Bima dengan nada kesal dan tinggi.
"Lo yang siapa?" kesal Rizky kembali membentak Bima.
"Gue??? gue pacarnya, Lo mau apa?" kata Bima mengejutkan Deon juga Kiya.
Rizky begitu emosi ia hampir saja menghantam Bima, namun tertahankan oleh Deon.
"Ada apa nih" kata Ichal yang baru datang dari toilet, dan beberapa karyawan restoran ikut mendekati table mereka.
"Bima!! kamu bicara apa?" kesal Kiya dengan cepat seolah membantah perkataan Bima.
"Kiya..!!! pulang?!!" kata Rizky begitu posesif.
"Kak ini ada apa?" tanya Ichal pada Rizky, Ichal memang mengenal Rizky setahun belakangan.
"Pak Deon" sambungnya saat menoleh sedikit menegaskan sosok di balik tubuh Rizky.
"Bawa Kiya pulang, atau gue bener-bener murka disini" kesal Rezky membuat Bima mengepalkan tangannya.
"Lo kenapa sewot!!! hah???!!!! punya hak apa Lo?!" kata Bima begitu emosional, hingga ia mendorong tubuh Rezky hingga ia berkali-kali terdorong mundur.
"Stop!!!! BIMAA, STOPP!!" Kiya berteriak cukup kencang sebum akhirnya ia meraih tasnya dan bergegas meninggalkan semuanya, disusul oleh ichal.
"Lo berani sama Kiya, sampe tujuh turunan Lo gakan tenang!!" kata Rezky mengancam kemudian ia pergi menyusul Kiya.. saat itu Deon hanya diam, tidak ada hak untuk nya ikut terjun dalam masalah tersebut.
Kiya menangis, di area parking mobil ..
Kenapa si , kenapa ka Rizky bersikap arogan! kenapa dia tidak memberi kebebasan buat gue, gue juga mau seperti yang lain! gue juga mau hidup merasakan punya kekasih, punya pacar!!!! Rezky egoiss!!!..
Kiya membatin, hingga taxy yang dia berhentikan pun membawanya pergi meninggalkan restoran meninggalkan Ichal yang hampir saja berhasil menahan atau bahkan ikut pada taxi tersebut.
"Kak , ini ada apa si???" kata Ichal saat rezky datang.
"Bima brengsek! dia mau cium adik gue!" kesal Rezky kemudian ..
"Lalu dia? dia dosen kami" kata Ichal sedikit pelan membuat Rezky cukup kaget saat tau Deon adalah dosen adiknya.
"Rekan Bisnisku" kata Rezky singkat.
"Baiknya, kau susul Kiya segera... aku masih ada urusan" kata Rizky membuat Ichal pamit menuju apartemen Kiya...
*
*
*
Terimakasih yang sudah memberikan Vote, Kopi, Bunga nya, ❤️❤️❤️❤️
yang tak absen like komen juga terimakasih yaa❤️
malas baca lebih suka dengan in
buntu ya kehabisan