📢📢 Sebelum baca novel ini di haruskan banget baca extra part dari novel HISTORY OF LIANG ZHU ( REINKARNASI KEDUA) karena di sini akan menceritakan tentang kehidupan Rosalinda Osmond, putri dari pasangan Grizelle Shaenette Ma dan Drax Osmond yang hilang saat kecelakaan mobil bersama saudara kembarnya.
Rose, begitu orang memanggilnya. Adalah seorang gadis berparas cantik yang begitu di kagumi oleh banyak pria meskipun dia tak banyak bicara dengan orang lain. Rose hanya akan bicara seperlunya saja, sikapnya juga sangat dingin. Dia datang ke Negara S untuk melanjutkan study-nya. Meski berasal dari pedesaan, Rose memiliki otak yang sangat cerdas. Dia bahkan berhasil masuk ke Universitas setelah memenangkan Olimpiade yang membuatnya mendapat beasiswa penuh selama kuliah di sana. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, Rose bekerja part-time di sebuah restoran.
Adam Clarence, adalah seorang pembisnis muda yang sangat sukses. Setahun belakangan ini dia selalu mengawasi Rose diam-diam. Adam sangat penasaran dengan identitasnya yang tidak bisa di lacak. Juga karena rasa penasarannya itulah perlahan-lahan muncul rasa yang tak biasa setiap kali Adam mengamati Rose.
Di suatu malam, Adam dan Rose terjebak sebuah kejadian dimana keduanya di haruskan untuk menikah malam itu juga. Rose yang sedang dalam kondisi tidak sehat hanya bisa terdiam pasrah saat di minta untuk menandatangani buku nikah. Begitu pun Adam. Meski dia sangat syok dengan kejadian itu, nyatanya itu tidak menutupi kebahagiaannya karena menikahi wanita yang di sukainya sejak lama.
Hari-hari yang di jalani mereka berdua terasa cukup indah layaknya pasangan pengantin di luaran sana. Hingga akhirnya pernikahan mereka tercium juga oleh keluarganya Adam. Permasalahan mulai datang ke pernikahan mereka saat adik dan Ibu tiri Adam datang untuk memberikan pelajaran pada Rose. Tapi sayangnya kedatangan mereka sama sekali tak membuat Rose merasa takut. Rose melawan keluarga suaminya dengan penuh keberanian karena di dalam tubuhnya mengalir darah dari Keluarga Ma dan juga Keluarga Osmond. Hingga akhirnya keberadaan Rose di ketahui oleh keluarganya saat Adam membawanya ke pesta perayaan ulang tahun Dantian Group. Yang tak lain adalah perusahaan yang di kelola oleh saudara kembarnya, Rollando Osmond.
Novel ini hanya berdasarkan imajinasi author belaka. Kalau suka silahkan di baca, kalau nggak suka silahkan hempas dari novel ini. Ingat, jangan julid 🔪🔪🔪🔪🔪
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rose: I Miss You, Honey
Di Negara N, saat ini Adam baru saja menyelesaikan beberapa pekerjaan bersama dengan Rolland dan juga Cesar. Wajahnya terlihat lesu. Bukan karena kelelahan, melainkan karena istrinya sama sekali tak memberinya kabar. Seharian ini Adam selalu menunggu telpon dari istrinya, tapi nihil. Ponselnya betah berada dalam model gelap hingga dia kembali pulang ke hotel.
"Rose, sebenarnya kau kemana sih. Masa iya sampai lupa kalau kau punya suami" gerutu Adam sembari melepas jasnya. "Ah, lebih baik aku menelponnya. Siapa tahu dia masih malu-malu untuk menghubungiku lebih dulu."
Sebelum menelpon istrinya, Adam terlebih dahulu memeriksa wajahnya. Dia tidak mau kalau istrinya sampai merasa ilfil karena melihat penampilannya yang berantakan.
Sambil bersantai di balkon hotel, Adam melakukan panggilan video dengan Rose. Dadanya sedikit berdebar-debar saat panggilan itu mendapat respon yang cukup cepat dari sang istri.
"Honey, kau sedang apa?.
Layar ponsel Adam saat ini sudah di penuhi oleh wajah seorang wanita cantik. Rose, istrinya itu hanya diam tak menjawab. Bibirnya yang sensual membuat junior Adam menegang.
"Hon, kenapa diam saja? Kau sedang apa sekarang?" tanya Adam lagi.
"Aku sedang berbicara denganmu, Dam. Apalagi memangnya?.
Adam terkekeh. Lagi-lagi istrinya menjawab dengan sangat singkat.
"Seharian ini aku menunggu telpon darimu" ucap Adam sambil mengelus layar ponselnya. Dia benar-benar sangat merindukan wanita cantik ini. "I miss you, Honey."
Meski samar, Adam bisa melihat ada senyuman di bibir Rose saat dia menyampaikan rasa rindunya. Hal itu membuat perasaan Adam kian membuncah.
"Kalau rindu cepatlah kembali."
Beberapa patah kata tersebut mampu menjungkirbalikkan dunia Adam saat itu juga. Bolehkah Adam menganggapnya sebagai undangan? Ah, Adam jadi merindukan kasur yang menjadi saksi malam pertamanya dengan Rose.
Saat pikiran Adam sedang berkelana pada ingatan malam pertama mereka, tiba-tiba saja dia mendengar suara seseorang dari seberang telepon. Sontak saja hal itu langsung membuat Adam curiga. Dia sangat khawatir kalau istrinya sedang bersama pria lain.
"Hon, suara siapa itu? Kau sebenarnya sedang ada dimana? Kau tidak sedang di tempat kos ya?" cecar Adam tak sabar.
"Aku sedang membuat tatto."
"Ohh, pantas ada suara orang lain tadi" ucap Adam. Namun sedetik kemudian..."Whaaattt!!! Kau membuat tatto? Astaga, untuk apa Hon? Kau membuatnya di bagian mana?.
Ada suara kekehan dari seberang telepon yang Adam yakini bukan suara tawa Rose. Dia menatap layar ponsel dengan seksama, tapi di sana hanya ada wajah cantik istrinya saja yang tengah menatapnya.
"Namanya Raina kalau kau penasaran."
Adam tertawa. Istrinya ini sangat pandai membaca pikirannya. Dia lega karena ternyata Rose sedang bersama seorang wanita.
"Apa sudah selesai?" tanya Adam penasaran. "Aku mau lihat, Hon!.
Sebelum Rose sempat menjawab, ada seseorang datang mengetuk pintu kamar hotel. Adam dengan malas meminta Rose untuk menunggu sebentar kemudian dia segera pergi untuk membuka pintu.
"Hai Dam, kau sedang sibuk tidak?" tanya Rolland setelah pintu kamar hotel terbuka. "Di bawah Mommy dan Daddyku sedang menunggu. Mereka ingin mengajakmu makan malam bersama."
"Orangtuamu mengajakku makan malam?" tanya Adam sedikit kaget. "Em, baiklah. Tapi sekarang aku sedang menelpon kekasihku dulu. Tidak apa kan kalau kalian menunggu sebentar?.
Mata Rolland langsung tertuju kearah ponsel yang sedang di pegang oleh Adam. Ingin rasanya dia meminta izin untuk melihat seperti apa rupa dari kekasih temannya ini, tapi Rolland berusaha untuk menahan keinginannya itu. Dia tidak ingin membuat Adam merasa tidak nyaman, apalagi jika membuatnya sampai salah paham. Bisa berabe urusannya nanti.
Adam yang menyadari tatapan aneh di mata Rolland segera mengambil inisiatif untuk membiarkannya melihat wajah Rose. Dia kemudian menatap layar ponsel, mengernyitkan kening saat tak lagi melihat wajah cantik istrinya.
"Honey?.
"Em maaf Tuan, Nona Rose sedang pergi ke toilet. Biasalah, panggilan alam."
Pupus sudah harapan Adam yang ingin memperlihatkan seperti apa rupa istrinya pada Rolland.
"Oh, ya sudah kalau begitu. Tolong katakan padanya kalau nanti malam aku akan kembali menelpon. Aku ada urusan sekarang" ucap Adam yang kaget melihat kemunculan seorang wanita dengan make-up yang lumayan tebal.
"Baiklah tuan. Nanti aku akan menyampaikannya pada Nona Rose. Selamat bersenang-senang!.
Setelah panggilan video terputus, dengan tidak tega Adam menatap kearah Rolland yang hanya berdiri diam dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan. Paham kalau sahabatnya ini merasa kecewa, Adam pun segera menepuk bahunya. Dia tersenyum.
"Sorry Land,"
"Tidak apa-apa, Dam. Maaf kalau sikapku membuatmu merasa tidak nyaman" sahut Rolland sembari menarik nafas dalam-dalam. Padahal dia sudah sangat berharap tadi.
"Santai saja, Land. Itu sama sekali bukan masalah untukku. Aku hanya ingin agar kau tidak merasa penasaran lagi pada Rose. Perasaan itu pasti membuatmu merasa sangat tidak tenang bukan?.
Rolland mengangguk. Bukan hanya tidak tenang, keinginannya yang sangat ingin tahu tentang kekasihnya Adam membuat Rolland menyakiti perasaan ibunya sendiri. Yang mana hal itu harus berakhir dengan dia yang mendapat satu tamparan di pipinya.
"Sudahlah, masih ada lain waktu agar kau bisa mengobrol dengan Rose. Sekarang aku akan bersiap dulu sebentar. Kau ingin masuk ke dalam dulu atau langsung ke bawah saja menemui orangtuamu?" tanya Adam.
"Aku di sini saja. Sekalian menunggu Cesar, tadi dia baru selesai mandi saat aku mengetuk pintu kamarnya" jawab Rolland kemudian masuk ke dalam kamar lalu duduk di sofa. "Kau bersiaplah. Tidak usah terlalu tampan, ingat kau sudah punya kekasih!.
Adam terkekeh. Setelah itu dia bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badan. Sambil menunggu Adam selesai bersiap, Rolland diam melamun. Entahlah, keyakinannya begitu kuat kalau Rose itu adalah adiknya. Rasa penasaran Rolland kali ini terasa begitu besar, dia seolah mendapat pencerahan kalau kekasihnya Adam adalah gadis yang selama ini dia cari-cari.
"Jika benar Rose adalah Rosalinda, harusnya dia berusia 24 tahun sama sepertiku. Tapi kenapa kekasihnya Adam baru berusia 22 tahun? Mungkinkah ada sesuatu yang terjadi padanya?" gumam Rolland memikirkan perbedaan usia antara dia dengan kekasihnya Adam.
'Atau jangan-jangan setelah kecelakaan itu Rose mengalami hilang ingatan? Tapi kenapa bisa selama ini? Apa karena dia tidak melakukan perawatan di rumah sakit, makanya amnesia ini mengalami masa berkepanjangan? Haruskah aku menyelidikinya?.
Karena asik dengan lamunannya sendiri, Rolland sampai tidak sadar kalau Adam sudah selesai bersiap. Dia terus menggelengkan kepala, mencoba untuk menyadarkan diri agar tidak macam-macam pada kekasihnya Adam.
"Kau kenapa Land? Kepalamu sakit?" tanya Adam bingung melihat temannya tak berhenti menggelengkan kepala.
"O-oh, kau sudah selesai Dam?" tanya Rolland kaget. "Ini, tiba-tiba saja telingaku berdenging. Jadi aku menggelengkan kepala supaya suara dengingannya cepat menghilang!.
Meskipun sedikit aneh dengan jawaban Rolland, Adam memutuskan untuk tak lagi bertanya. Dia kemudian mengajak Rolland turun ke bawah untuk menemui kedua orangtuanya. Tak lupa mereka menghampiri si pria Casanova yang sedang sibuk menggoda seorang wanita penghuni kamar hotel di sebelahnya.
"Dasar penjahat k*lamin!" ejek Adam saat ketiganya sudah berada di dalam lift.
"Bilang saja iri" sahut Cesar tak keberatan dengan ejekan Adam.
"Cihh, iri kepalamu!.
"Hehehe... Kalian tahu tidak berapa ukuran dada wanita tadi? Jumbo bro!" ucap Cesar dengan penuh *****. "Em mungkin sebesar kelapa, atau malah sebesar buah semangka? Ah, aku jadi tidak sabar ingin segera unboxing!.
Adam dan Rolland hanya bisa menarik nafas sambil menggelengkan kepala. Sungguh, Cesar benar-benar seorang penjahat k*lamin.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...🌹Jangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss🔪🔪🔪...
...🌹Ig: rifani_nini...
...🌹Fb: Rifani...