NovelToon NovelToon
Kejaran Cinta Zarania

Kejaran Cinta Zarania

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:589.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Maryuni

Zarania permata, nama yang terdengar indah dan cocok dengan sifat periang dari sang pemilik nama yang baru berusia 17tahun namun siapa yang menyangka dibalik itu semua dia harus hidup dengan kekejaman dari ibu tiri beserta anaknya yang berusia sama dengan Zarania.


Zara menyukai seorang lelaki yang bernama Davi dan ternyata adalah sepupu dari temannya yang bernama Saipul yang pada kenyataannya memiliki perasaan terhadap Zara, meski awalnya Ipul mengelak tentang perasaanya itu sendiri, hingga akhirnya Zara pun menjatuhkan pilihannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 22

Saipul dibuat harus mendengus kencang dengan gelengan kepala yang sangat tidak percaya dengan Zara yang sudah begitu keras kepala tak mau mendengarkan dirinya.

Bahkan saat Zara berjalan menuju kantin pun Ipul hanya bisa melihatnya saja yang semakin menghilang didepannya sana.

Lelaki yang hatinya merasakan terluka itu hanya dapat memejamkan mata dan berharap Davi tidak mengecewakan Zara, gadis yang selama ini bersamanya dalam keceriaan serta keteguhannya dalam menjalani hidup, tentu juga keteguhannya yang mengharapkan kisah cinta dengan kebahagiaan seperti layaknya dalam dongeng.

Malam hari..

"Mau kemana lagi kamu Davi?!" suara berat dan tegas dari seorang lelaki dewasa yang Davi panggil ayah menggema diruang tamu ketika mendapati anak lelakinya sudah membawa jaket serta helm menandakan akan itu akan kembali pergi padahal baru sekitar satu jam dia pulang.

Itu suara Ayah Davi yang sudah sangat jengkel dengan kelakuan dari anaknya itu, anak lelaki satu-satunya dan yang paling tua, karena Davi mempunyai dua adik kembar yang keduanya perempuan dengan jarak usia yang cukup jauh dengan Davi.

Kedua Adiknya Davi masih kelas 3 sekolah dasar, seharusnya Davi menjadi contoh seorang Abang yang baik bagi kedua Adik perempuannya, tapi harapan Arman sungguh tidak bisa diwujudkan oleh Anaknya itu.

Sang anak malah asik dengan kegiatannya diluar rumah yang terkadang menimbulkan masalah, karena kerap kali balapan liar bahkan pernah pulang ke rumah dalam keadaan mabok.

Sungguh anak yang tidak bisa diandalkan serta dibanggakan sama sekali untuknya.

Davi tidak menjawab pertanyaan Kepala keluarga dirumahnya itu, dia malah dengan acuh melenggang keluar seraya memakai jaket hitam miliknya.

"Abang mau kemana?" teriak si kembar Anaya yang lebih tua 6menit dari sang Adik Inaya.

"Jalan-jalan." sahut Davi tanpa menghentikan langkahnya.

"Aku mau ikut." mengikuti sang Abang yang sudah keluar.

"Nggak boleh." sahut Davi dengan wajah yang dibuat sangar agar Adiknya takut.

Namun bukan Anaya namanya jika langsung takut hanya dengan wajah seram yang ditunjukkan oleh Davi, sebaliknya gadis cilik itu malah semakin berlari kencang mendekati Abangnya yang sudah bersiap untuk naik keatas motor besarnya.

"Mamah Anaya nih." teriak Davi memanggil sang Mamah yang entah sedang apa sekarang ini hingga membiarkan Anaya terus mengikutinya.

"Sekali-kali jaga Adik kamu itu, jangan bisanya nongkrong nggak jelas sama teman-teman berandalan kamu itu." malah sang Ayah yang keluar dan menyemprot Davi dengan Omelan.

Tentu saja orang tua itu kesal karena Davi yang tidak menggubris perkataannya tadi.

Davi tidak mengindahkan Omelan Ayahnya yang terus saja nyerocos dan jika sudah begini Davi akan bisa menebak kata apalagi yang akan keluar dari mulut sang Ayah.

"Contoh Adik sepupu Saipul, dia tidak pernah melakukan hal aneh seperti kamu ini yang doyan keluar malam dan pulang pagi." nah kan itulah yang akhirnya membuat Davi seperti sekarang, terlalu seringnya dia dibandingkan dengan Saipul hingga membuatnya memberontak seperti sekarang, memilih menjadi anak nakal karena bosan mendengar nama Ipul menjadi pujian didalam keluarganya sendiri.

"Kenapa sih Yah?" Andini yang tadi sedang dikamar bersama Inaya Adik kembar Anaya keluar menghampiri ketiga orang yang tengah berada di teras rumah.

"Lihat anak kamu, baru pulang sudah mau pergi lagi." Arman mengadukan kelakuan anak lelakinya kepada sang istri.

Sontak tatapan Andini berpindah kepada Davi yang sebenarnya sudah akan pergi tapi tertahan, yah apalagi kalau bukan untuk mendengarkan omelan sang Ayah lebih dulu yang terus membandingkannya dengan sang Adik sepupunya yang bernama Saipul Gunawan.

Andini menarik napas, hanya itu yang bisa ia lakukan karena memang sudah cukup bosan mendengar omelan dari suaminya ketika memarahi anak pertama mereka yang pergaulannya memang sungguh mengkhawatirkan, ia sebagai Ibu pun sudah sering memberikan nasehat untuk anak laki-lakinya itu, tapi ia harus bagaimana lagi jika semua nasehat yang ia berikan hanya sekedar masuk saja kedalam telinga lalu tak lama akan keluar lagi.

"Anaya mau ikut Abang Mah, tapi Abang malah marah." adu Anaya pada sang Mamah.

"Anaya kan harus belajar, besok ada ulangan." kata Andini lembut mengingatkan apa yang harus dilakukan oleh sang Anak hari ini.

Saat Omelan Arman sudah tidak terdengar lagi Davi pun dengan cepat menaiki motornya dan langsung tancap gas membuat kedua Arman mengambil sendal untuk menimpuk sang anak tapi sendal tidak mengenai Davi malah dia yang jatuh terjerembab karena menginjak sarung yang dia gunakan.

Tentu saja hal itu malah membuat istri dan anak gadisnya menahan tawa terlebih ketika Arman hendak bangun namun lagi-lagi harus jatuh karena sarung yang masih tersangkut dikakinya.

"Suami Jatuh malah diketawain." omel Arman setelah sudah bangun seraya membetulkan sarungnya yang sudah tidak beraturan.

"Ayah jatuh, Ayah jatuh." sorak Inaya yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu melihat Ayahnya jatuh tadi.

"Inaya." mata Andini mendelik untuk membuat anaknya itu berhenti bersorak padahal ia sendiri rasanya tak tahan untuk mentertawakan suaminya itu.

1
Fiera
Luar biasa
davil_14
👍👍
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
zara2 zara 😂
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
dah lm ga baca, baru baca lg bbrp hari ini
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
tp aku tetep suka adit rianti
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
cerita zara mah berat, otor sungguh teeerrrr..... bikin zara banyak ga bahagia nya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ➣⃗𝐩𝐎𝐨ӀӀ̶꒷≛ °ㅤ
Yaampun Zara
emang mood ibu hamil sesuatu banget ya tetapi setuju kalau minta pulang dan Ipul wajib anterin.. kasihan orang tua Davi dan benar sampai rumah biar wajah tampan Davi dibuat babak belur biar lupa ngomelin Zara. Tetapi aku yakin Davi nggak bakal Marah yang ada bahagia sekali karena istri dan calon anaknya ternyata baik² saja.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ➣⃗𝐩𝐎𝐨ӀӀ̶꒷≛ °ㅤ
Tissu ku abis niech, butuk kanebo buat ngelap yg netes. biar gampang meresnya..

Alamat begadang u/ marathon ini..
Wina Imelda
makasih mba yuni sudah memberikan cerita yang sangat menarik, dengan awal cerita cinta anak remaja biasa yang akhirnya makin lama cerita makin seru dan langsung baca maraton (2 hari kelar).
alur cerita yang ga ketebak, bikin penasaran, bikin perasaan jadi kaya roller coaster karena ikut kebawa suasana cerita.
semangat terus mba yuni dalam berkarya ☺️☺️☺️
Ketut Wiraksini
langsung cekidot mba Yuni, meluncur 🤩
Candy
akhirnya Happy Ending ya kak Yuni..
senangnya 🤗
okky maria
astaga thor, kamu ke platform sebelah aja aku ikutin🤣
mbak mpieeeeee😃
aku selalu dkung krya kak yuni,,,
tpi cerita raffan sma deefa kya nya unsurnya beda dari yg sblumnya,lbh agamis,tpi ad humornya uga
Tika
Cusss
Moms Una
lope sekebon buat teh Yuni
Halisa Fauzan
siap mbak yuni...
aq selalu dukung semua karya karya ny mbak yuni..
selalu ngangenin d hati 😘
semangat terus mbak yuni..💪
Fiera
siaap otewe, semangat Kakak....💪🏻😘
Yayoek Rahayu
siaap...
Lesmiaw Amoi
lope..lope buat mba Yuni.., mangatz.. 💪💪☕🌹😘
Diana Susanti
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!