Della Puspita gadis cantik 18 Tahun,harus kehilangan kesuciannya karna direnggut paksa oleh seseorang yang sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri.
Masa depan dan cita-citanya hancur.
Menikah di usia dini terpaksa harus dia jalani.
(jangan lupa terus dukung author ya....!!)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melisa d'angel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Setelah selesai berbicara dengan Kepala Sekolah,Bu Ningsih, Pak Pras dan Dina pamit akan membawa Della pulang.
Kepala Sekolah mempersilahkan.
Mereka kemudian menuju keruangan UKS untuk menjemput Della.
Di ruangan UKS terlihat Della sedang menangis tersedu sendirian.
Dina memeluknya, kemudian mengajak nya pulang.
Dalam perjalanan menuju kemobil yang terparkir di area parkiran,terdengar bisik-bisik tidak mengenakan dari siswa dan siswi yang berada dipekarangan sekolah.
Dina dan Bu Ningsih segera merangkul pundak Della..
Saat itu Della hanya bisa menundukan kepalanya sambil menangis .
Dia tidak berani mengangkat kepalanya untuk melihat apapun yang ada di depannya karena merasa malu.
Sampai dimobil Della langsung masuk kedalam.
Mereka pulang bersama menggunakan mobil Pak Pras.
Dalam perjalanan menuju kerumah ,Della hanya diam membisu menatap keluar jendela mobil.
Tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mulutnya.
Hanya deraian air matanya yang bercucuran bisa menggambar seberapa besar kegundahan hatinya saat itu.
Semua orang yang berada diatas mobil itu pun tidak mampu berkata apa-apa.
Mereka hanya memperhatikan Della dengan penuh rasa iba.
Della kembali teringat ucapan Ronald padanya tadi.
Bagai disayat pisau, hatinya sangat sakit mengingat penghinaan yang dilontarkan Ronald padanya.
Diremasnya baju dibagian dadanya, kemudian isak tangisnya kembali pecah.
Dina yang memperhatikan adiknya itu ikut menangis.
Terlihat dari kaca mobil hujanpun turun membasahi bumi, seakan ikut merasakan kesedihan Della saat itu.
******
Sampai dirumah.
Alvand sudah menunggu dengan sangat gelisah.
Saat melihat Alvand, wajah Della langsung memerah menahan emosi.
Rahangnya mengeras, tangannya mengepal.
Rasa marah yang tidak bisa dia ungkapkan pada Alvand saat itu.
Alvand mendekatinya.
"Maafkan aku Della, maaf karna sudah membuat hidupmu jadi seperti ini.! "
"Jelas ini semua salahmu.
Siapa lagi yang harus disalahkan kalau bukan dirimu.
Kau yang seharusnya hancur, bukan aku.
Ini semua tidak adil bagi ku, kenapa harus aku yang menanggung semuanya.
Aku sudah kehilangan kehormatan ku,lalu kenapa janin ini juga harus ada.
Aku tidak menginginkan anak ini.. "
Della menangis histeris sambil memukul-mukul perutnya.
Melihat Della memukul perutnya, Alvand langsung memegangi tangan Della.
Lalu ditariknya tubuh Della kepelukannya.
Kemudian dipeluknya Della kuat-kuat.
Alvand pun ikut menangis.
"Maafkan aku della,maafkan aku..!
Andai ada cara lain yang bisa ku lakukan untuk menebus kesalahan ku padamu, pasti akan ku lakukan.
Ingin sekali rasanya aku mengembalikan hidupmu seperti semula sebelum kau mengenalku.. "
"Lepaskan aku. !Jangan sentuh aku.!
Aku membencimu. Lepaaaaaaassss..!" Teriak Della sambil mencoba melepaskan diri.
Alvand kemudian melepaskan pelukannya.
Saat pelukan Alvand terlepas, Della langsung menampar pipi Alvand dengan kasar.
Kemudian dia melempar apa saja yang ada dihadapannya kearah Alvand.
"Pergi kau dari hadapan ku...!
Aku benci melihat wajah mu.
Aku beennciiiiii......
Setelah itu Della berlari kekamarnya dan mengunci pintu.
Alvand menangis melihat Della pergi. Betapa dia sangat menyesali perbuatannya.
Melihat kondisi psikologis Della saat ini, hati nya terasa seperti tercabik-cabik.
"Ya tuhan apa yang harus aku lakukan.
Perbuatan bejat ku sudah sangat menghancurkan hidupnya. Hukum aku tuhan, jangan dia.. " rintihnya dalam hati.
Bu Ningsih menghampiri Alvand yang berdiri mematung sambil menangis.
Kemudian dia memeluk putranya itu.
"Sabar ya sayang. Jangan pernah menyerah.
Mama yakin suatu saat nanti Della akan membuka hatinya untuk mau memaafkanmu. Percayalah nak... "
Bu Ningsih mencoba meyakinkan Alvand.
Alvand mengangguk.
"Semoga saja ya ma... "jawabnya sambil membalas pelukan Bu Ningsih.
*****
Gimana Monica dibenci sama orang yang Kamu sukai,itu Obsesi bukan Cinta Monica🙄🙄