NovelToon NovelToon
My Dear Daddy

My Dear Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Dewi tan

Kevin Setiawan, 25 tahun, adalah seorang pengusaha muda kaya, yang kabur dari rumah karena menolak di jodohkan oleh orangtuanya.

Untuk menutupi identitasnya, dia tinggal di sebuah rumah kos dan bekerja sebagai pegawai minimarket.

Suatu malam dia menemukan seorang bayi tepat di depan pintu rumah kosnya, pertemuan dengan bayi perempuan itu membuat hidup Kevin berubah, dan kini dia menyandang status ayah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalan-Jalan

Kevin memarkirkan mobilnya di parkiran sebuah Mall yang cukup besar di kota itu.

Tania turun sambil menggendong Meira. Kemudian mereka berjalan memasuki Mall, hawa segar mulai menyegarkan kulit mereka.

"Kau sudah lapar Tania?" Tanya Kevin.

"Belum ... " Sahut Tania.

"Ya sudah, kita jalan-jalan saja dulu berkeliling, nanti kalau capek, kita istirahat sambil makan!" Kata Kevin.

"Jangan makan disini...!" Cegah Tania.

"Lho, kenapa?"

"Disini makanannya mahal Vin, kita makan di luar mall saja, lebih murah ... " Jawab Tania.

"Tidak apa-apa sekali-kali, toh kita juga tidak sering kan makan di Mall ...."

"Tapi uangmu akan cepat habis kalau makan saja begitu mahal..."

"Yah...anggap saja merayakan kepulangan ku, tapi Kalau makan di sini kan lebih nyaman, kita bisa sambil ngobrol, Meira juga lebih nyaman dan adem..." Tukas Kevin.

"Terserah deh...!" Singkat Tania.

Mereka terus berjalan berkeliling, dari lantai dasar ke lantai atas. Meira juga nampaknya suka di ajak jalan-jalan, seharian ini dia sama sekali tidak rewel.

"Tania, kita nonton bioskop yuk...filmnya kelihatannya lagi bagus tuh...!" Ajak Kevin. Tania mengerutkan dahinya.

"Nonton bioskop??" Tanya Tania. Kevin Menganggukan kepalanya.

"Kau tau berapa harga tiket bioskop untuk satu orang?"

"Tau!" Sahut Kenny.

"Satu orang tiket 50 ribu, berdua sudah 100 ribu, itu cukup untuk makan 3 hari!" Cetus Tania.

Kevin menggaruk kepalanya, dia sadar Tania hanya menganggap Kevin pegawai biasa yang gajinya tidak seberapa.

"Tapi kan aku baru dapat warisan Tania..." Kilah Kevin.

"Warisan bukan untuk di hamburkan juga kali...!"

Kevin tidak punya pilihan lain selain menuruti Tania, terlalu ngotot juga akan menyebabkan Tania curiga tentang Kevin.

Akhirnya setelah lelah berjalan, mereka duduk di sebuah restoran cepat saji. Kevin mulai memesan makanan untuk mereka.

"Tania, besok kita survey ya rumah sakit untuk ibumu..." Ucap Kevin.

"Kau serius Vin? Tidak sayang uangnya? Apa tidak sebaiknya ibuku di rawat di rumah saja...toh aku juga sudah terbiasa merawatnya selama ini..." Ucap Tania.

"Tidak Tania, aku kan sudah berjanji padamu, bahkan salah satu alasanku ke Jakarta juga adalah untuk ini...ku mohon kau jangan menolak apa yang aku lakukan untuk ibumu..." Jawab Kevin.

"Kevin, aku tidak mau hutang Budi lagi padamu...sudah cukup apa yang kau lakukan selama ini..." Tania menghentikan perkataannya.

"Apa maksudmu Tania? Hutang Budi? Hutang Budi yang mana?" Tanya Kevin tak mengerti.

"Sudahlah Kevin...suatu hari nanti kau juga akan mengerti..." Potong Tania.

Mereka makan dan menikmati suasana sore itu sambil berbincang. Meira sudah nampak tertidur di pangkuan Tania.

"Meira kelihatan sangat dekat denganmu Tania, padahal kalian jarang bertemu..." Kata Kevin. Tania hanya tersenyum menanggapinya.

"Suatu hari akan ku ambil kau menjadi istriku...!"

"Uhuk...Uhuk...!!" Tania tersedak dengan minumannya. Wajahnya memerah.

Tania langsung mengambil tisue dan mengelap bibirnya.

"Kevin, kau bicara apa sih!"

"Maaf...terlalu terburu-buru ya, aku tidak pandai merangkai kata..." Ujar Kevin sambil menggenggam tangan Tania.

"Kevin, kau dan aku seolah menyimpan banyak rahasia, kau tak mengenal siapa aku, dan aku pun tidak mengenal siapa kamu..." Ucap Tania.

"Waktu yang akan membuat kita saling mengenal, maafkan aku Tania..."

'Aku belum bisa mengungkapkan siapa diriku yang sebenarnya...' Batin Kevin.

Dari arah pintu masuk restoran, nampak dua orang yang Kevin kenal sedang masuk. Wajah Kevin memucat seketika.

'Sial! Kenapa si Lukman ada di mall ini juga...!'

"Tania, aku ijin ke toilet, ada panggilan alam...titip Meira ya...!" Buru-buru Kevin pergi dari hadapan Tania lalu dengan cepat masuk kedalam toilet.

Untuk beberapa saat lamanya Kevin bersembunyi di sana.

Hampir 30 menit sudah Kevin bersembunyi di toilet, setelah dia cukup jengah akhirnya Kevin keluar dari toilet dan mengintip, ternyata anak buah Papanya sudah tidak ada lagi di restoran itu. Kevin kembali memasang maskernya.

Tania masih duduk menunggunya dengan wajah kesal.

"Maaf Tania...perutku mulas sekali..." Ucap Kevin beralasan.

"Kau lama sekali, hampir saja aku pulang naik taksi!" Ketus Tania.

"Kau sudah selesai makan Tania? Kalau sudah selesai kita pulang yuk...kasihan Meira kecapean..." Ujar Kevin.

"Baiklah, kita memang harus pulang, ibuku sendirian di rumah..."

"Sebentar Tania..." Kevin segera melesat ke arah kasir. Tak lama kemudian dia sudah kembali sambil membawakan makanan yang sudah di bungkus.

"Ini untuk ibumu..." Ucap Kevin sambil menyodorkan bungkusan itu.

"Kevin...kau repot sekali memperhatikan ibuku...trima kasih ya..." Sahut Tania terharu. Ada yang berkaca-kaca di sudut mata Tania.

Merekapun segera meninggalkan restoran itu, kemudian berjalan menyusuri Mall dan turun dengan menggunakan eskalator. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di parkiran.

Kevin dan Tania langsung masuk kedalam mobil, dan Kevin segera melajukan mobilnya itu dengan kecepatan sedang menuju rumah Tania.

"Kevin...trimakasih untuk hari ini, untuk traktirannya, untuk makanan buat ibuku, dan untuk...waktu yang kau berikan untukku..." Ucap Tania tiba-tiba.

"Kau tau kan alasan aku mengajakmu jalan hari ini...supaya kau tau aku begitu sungguh-sungguh padamu..." Balas Kevin.

"Kevin, boleh aku menanyakan satu hal padamu?" Tanya Tania.

"Silahkan..."

"Di mana keluargamu? Kenapa kau tinggal terpisah dengan mereka?" Tania menatap Kevin yang sedang menyetir.

"Aku punya keluarga yang lengkap, aku berpisah dari mereka karena ada sesuatu hal yang saat ini belum bisa aku katakan padamu...aku berharap kau akan sabar menunggu saat itu tiba..." Jawab Kevin.

"Hmm....kau sangat misterius, baiklah aku akan menunggumu...!"

Tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan rumah Tania. Kevin menghentikan mobilnya.

"Tania, aku hanya minta satu hal padamu...percayalah padaku...aku tidak pernah mempermainkan seorang perempuan..." Ungkap Kevin.

"Sungguh?"

"Ya...aku hanya ingin kau sabar menungguku, kelak akan ku kenalkan kau pada orang tuaku..." Ucap Kevin sambil menarik dagu Tania mendekat pada wajahnya. Hembusan nafas hangat Kevin mengenai wajah Tania, hingga gadis itu memalingkan wajahnya.

Perlahan Kevin mendekatkan wajahnya, kemudian mencium pipi gadis itu, wajah Tania memerah seketika.

"Kita akan rawat ibumu bersama-sama...besok kita bawa beliau berobat...aku sudah siapkan uangnya..." Bisik Kevin.

"Trimakasih Kevin..." Lirih Tania.

Mereka hanyut dalam perasaan masing-masing yang bergemuruh di dada mereka. Kevin perlahan kembali menarik wajah Tania dan mencium lembut bibirnya. Tanpa sadar Tania membalas ciuman Kevin.

"Uwaaa....uwaaa....!!"

Tiba-tiba Meira menangis. Tania langsung menarik wajahnya mundur menjauhi Kevin.

"Meira sudah bangun...!"

Tania memberikan Meira ke gendongan Kevin, lalu dia mulai membuka pintu mobil itu.

"Aku pulang duluan ya...kau hati-hati di jalan, pelan-pelan karena kau sambil memangku Meira..." Ucap Tania sambil menutup pintu kembali.

Kevin tersenyum dan mengangguk, kemudian dia segera kembali melajukan mobilnya meninggalkan rumah Tania.

"Meira sengaja ya tadi menangis... mengganggu Daddy yang lagi ehm ehm sama Mami Tania...Meira iri ya...minta di cium juga..." Ucap Kevin.

Meira menatapnya sambil tersenyum.

********

1
Yani Anwar11
😭😭😭😭
🅰️đ₳ɽ₳
dah mampir thor 😁💪
Ubun Uman
menarik
uus widiani
apa tania ibunya maira
Hertin Liberti
aku terharu thoooor baca episode .. bagaimana tulus dan ikhlas nya seorang anak untuk membantu ayahnya......dari usia dini Emira sudah diajarkan untuk berbagi.....indahnya berbagi itu thoooor....hhhaaaa .......
Hertin Liberti
seneng baca cerita nya thoooor....alurnya ceritanya natural.....
Tryn_123
sumpahin deh si dave ini g punya anak selamanya....jahatnya minta ampun
Tryn_123
banyak kisah pria tidak tahu diri macam dave itu....banyak kisah pria berhati malaikat yg begitu tulus seprti Kevin,,,semoga Tuhan melindungi orang2 baik itu
Tryn_123
Dave tidak tau diri ya.....tapi Kevin bijaksana sekali.....
Tryn_123
gitu ya kalo pria disuruh belanja....suamiku juga.nurut banget sama penjualnya.....
Tryn_123
pelajaran berharga,,jangan pernah membanding2kan anak...apalagi anak orang lain dg anak kita sendiri....kecemburuan bisa menjadikan orang gila
Tryn_123
kalo ortu kevin yg nyiksa sedikit lumrah,lah si ijah....babu juga
Tryn_123
jangan lupa ikut BKB,ya Vin
Herta Siahaan
buat dave dan santi sadar donk. bukan malah egois
Herta Siahaan
krmbaliin meira thor. itu g adil. dah ambil cara curang
Herta Siahaan
g boleh gitu donk thor. cara curang
Herta Siahaan
apa g punya body guard ya .. kayak bos bos besar gitu
Herta Siahaan
biar dave sadar... kebajatannya.
Davina Rahmania
ngakak 😂😂 inspirasi pelaut dari nenek moyang
Davina Rahmania
untuk panggilan you" kayak alay banget untuk seorang pengusaha kurang untuk mendalami cerita jadinya 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!