NovelToon NovelToon
Teman Masa Kecil

Teman Masa Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:203.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fasya Al Hafizh

Zahra dan Arya dipertemukan saat masih kecil. Mereka berjanji untuk bertemu lagi 13 tahun kemudian. Saat dewasa mereka bertemu dan bekerja bersama, namun mereka tak menyadarinya. Hingga menjelang pertemuan mereka, Zahra harus mengalami kecelakaan demi menolong Arya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fasya Al Hafizh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semakin dekat

Pagi - pagi sekali Reyhan sudah sampai di depan kost Zahra. Mereka akan pergi ke Bogor untuk meninjau pembangunan panti.

" Assalamu'alaikum..." ucap Reyhan.

" Wa'alaikumsalam..." jawab Zahra setelah membuka pintu.

" Mas Rey sendirian...?" tanya Zahra.

" Iya, Arya ada meeting di kantor kan, nggak bisa di tinggal...?" jawab Reyhan.

" Ya udah kita berangkat sekarang, keburu macet..." ucap Zahra.

" Eh, kamu nggak ada makanan Za. Gue laper belum sarapan..." tanya Reyhan sambil nyengir.

" Tenang aja, Zahra ambil dulu nanti di makan di jalan.." jawab Zahra.

" Kamu itu temen yang paling pengertian Za..." saut Reyhan.

Mereka segera masuk ke mobil dan melaju membelah jalanan kota yang penuh dengan kendaraan.

" Za, makan sekarang aja gue udah laper.." ucap Reyhan.

" Kita mau berhenti dimana, macet kayak gini..." jawab Zahra.

" Kamu mau kan suapin gue, bisa pingsan kalau kelaperan.." saut Reyhan sambil tersenyum.

" Mmmm...baiklah..." saut Zahra walaupun terpaksa.

" Terimakasih sayang..." ucap Reyhan sambil tertawa.

Zahra segera menyuapi Reyhan, sedangkan Reyhan langsung mengeluarkan ponselnya tanpa sepengetahuan Zahra merekam aksi suap - suapan itu. Reyhan memaksa untuk menyuapi Zahra juga. Setelah itu Rey mengirimkan video itu pada Arya.

Ditempat lain, Arya sangat kesal melihat video itu. Arya yang masih di jalan memutar arah menyusul Zahra dan Reyhan.

" Sial...beraninya Rey seperti itu, sudah bosan hidup rupanya..." umpat Arya marah.

Arya semakin marah karena jalanan sangat macet. Arya menghubungi orang kantor untuk menunda meeting di kantor.

Sementara itu, Zahra dan Reyhan sudah sampai di lokasi. Mereka bertemu dengan penanggungjawab proyek.

" Assalamu'alaikum pak..." ucap Zahra.

" Wa'alaikumsalam mbak Zahra, Pak Reyhan..." jawab Pak Roy.

" Gimana pak...? udah sampai mana...?" tanya Zahra.

" Alhamdulillah sudah 60% mbak, mudah - mudahan bisa selesai tepat waktu..." jawab Pak Roy.

" Sebaiknya taman di belakang di buat sekarang ya pak, supaya waktu peresmian tempat itu terlihat bagus dan jangan lupa di tanami bunga yang gampang perawatannya..." ucap Zahra lagi.

" Baik mbak, akan segera kami laksanakan..." jawab Pak Roy.

Sementara Reyhan berkeliling melihat para pegawai bekerja. Reyhan berjalan di bawah bangunan yang terdapat banyak tumpukan balok kayu diatasnya. Tiba - tiba ada balok kayu yang jatuh tepat diatas Reyhan. Zahra yang tak jauh dari tempat Reyhan berdiri langsung lari menghampiri Reyhan dan mendorongnya hingga Reyhan mundur beberapa langkah dan jatuh.

Namun naas bagi Zahra, balok kayu itu jatuh mengenai bahu kanannya.

Reyhan yang kaget langsung bangun dan mengangkat tubuh Zahra yang pingsan.

" Zahra, sadarlah..bangun Za..." ucap Reyhan khawatir.

" Pak Rey, sebaiknya kita bawa mbak Zahra ke klinik dekat sini.." ucap Pak Roy.

" Ya sudah, anda yang menyetir pak Roy..." jawab Rey sambil membawa Zahra masuk ke dalam mobil.

Sementara Arya yang baru sampai di proyek, mencari Zahra dan Reyhan tapi tidak ada. Kemudian Arya bertanya pada salah satu pekerja disana.

" Pak, apa tadi ada dua orang laki - laki dan perempuan kesini..?" tanya Arya.

" Oh iya pak, tadi mereka disini. Namun tadi ada sedikit insiden. Mbaknya yang tadi tertimpa balok kayu dan pingsan. Sekarang dibawa ke klinik dekat dari sini..." ucap pekerja itu.

" Ya sudah, terimakasih.." saut Arya lalu berlari masuk ke mobilnya dan mencari klinik terdekat.

Sampai di klinik Arya melihat Reyhan dan Pak Roy duduk di ruang tunggu.

" Rey, apa yang terjadi dengan Zahra...?" tanya Arya.

" Ar, kok lho ada disini...?" tanya Rey kaget karena Arya bisa ada disini.

" Nggak usah banyak nanya, apa yang terjadi dengan Zahra..." ucap Arya khawatir.

" Maaf, harusnya gue jagain Zahra. Harusnya gue yang kena balok itu. Tapi Zahra malah menyelamatkan gue dan dia yang tertimpa balok.." ucap Reyhan merasa bersalah.

Tak lama dokter yang memeriksa Zahra keluar.

" Dokter, gimana keadaan Zahra...?" tanya Arya.

" Pasien hanya kaget dan memar di bahunya. Setelah siuman pasien bisa dibawa pulang.." ucap dokter.

Arya langsung masuk menemui Zahra di susul Reyhan dan Roy.

" Rey, kenapa Zahra tidak sadar juga...?" tanya Arya.

" Saya juga nggak tahu boss, kita tunggu sebentar lagi..." ucap Reyhan.

" Maaf pak, saya kembali ke proyek dulu..." ucap Pak Roy yang diangguki oleh Reyhan.

" Rey, kamu kembali ke kantor. Pimpin meeting bulanan nanti sore..." perintah Arya.

" Tapi boss, gimana dengan Zahra...?" tanya Rey.

" Zahra urusan saya disini, lho balik aja dulu..." ujar Arya.

" Ok boss..." Reyhan bergegas ke mobil dan kembali ke Jakarta.

* * *

" Za, kamu sudah sadar..." ucap Arya duduk di samping Zahra.

" Kenapa Mas Arya ada disini...? Mas Reyhan mana...?" tanya Zahra.

" Nggak usah nanyain Rey, belum sehari nggak ketemu kamu udah kangen sama dia..." ucap Arya kesal.

" Zahra kan cuma nanya, Mas Reyhan nggak kenapa - napa kan..?"

" Bisa nggak sih nggak ngomongin Rey..." geram Arya.

Zahra diam saja melihat kemarahan Arya. Soalnya tadi Zahra perginya sama Reyhan tetapi sekarang hanya Arya yang ada di hadapannya.

Zahra khawatir Reyhan juga terluka waktu kecelakaan tadi.

" Sebenernya ada apa sih sama mas Arya, kenapa marah - marah. Memangnya aku udah buat salah ya..." batin Zahra.

" Za, kita pulang sekarang. Aku ambil obatnya dulu.." ucap Arya namun tak di jawab oleh Zahra.

Setelah membayar administrasi dan obat Arya mengajak Zahra pulang ke Villa.

" Mas, kenapa kita kesini...? kenapa nggak pulang ke Jakarta aja..." tanya Zahra.

" Kamu istirahat dulu nanti sore pulang ke Jakarta.." jawab Arya.

Arya mengajak Zahra naik ke lantai atas menuju kamarnya.

" Kamu istirahat dulu sini..." Arya menggandeng tangan Zahra menuju ranjang.

" Ayo tidur, aku capek pengen tiduran dulu.." ucap Arya langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.

" Mmmm...Zahra ke bawah dulu ya Mas..." ucap Zahra

" Ngapain ke bawah...?" tanya Arya lalu bangun dari tidurnya.

" Zahra mau istirahat di kamar bawah.." ucap Zahra.

" Disini saja, jangan pergi..." Arya mendekati Zahra lalu memeluknya.

" Auww...sakit mas..."

" Maaf, mas nggak sengaja.." ucap Arya lalu mengajak Zahra duduk di ranjang.

" Kamu berbaring disini, Aku mau mandi dulu. Apa kamu mau ikut mandi bareng..?" goda Arya.

" Ihh...mas Arya apaan sih, pergi sana.." usir Zahra .

Arya tertawa lalu masuk ke kamar mandi. Zahra berbaring memejamkan matanya. Tak lama Arya keluar dari kamar mandi dan menyusul Zahra merebahkan diri di samping Zahra.

" Mas, ngapain tidur disini sih...?" ucap Zahra lalu beranjak ingin bangun dari tidurnya. Namun dengan cepat Arya memeluk tubuh Zahra.

" Jangan coba - coba untuk bangun, cepat tidur..." perintah Arya.

" Tapi kan ada banyak kamar, Zahra pindah aja..."

" Aku nggak akan nglepasin kamu, udah tidur sekarang.." ucap Arya.

Zahra akhirnya pasrah karena pelukan Arya sangat erat. Lambat laun Zahra mulai lelah dan tidur di pelukan Arya. Setelah Zahra benar - benar tidur Arya menelfon Bik Siti supaya datang ke Villa membawa makanan.

Arya duduk di sofa di sudut kamarnya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda. Waktu sudah menunjukkan jam 13.00 Arya membangunkan Zahra.

" Za, bangun... " bisik Arya di telinga Zahra.

Zahra yang kaget langsung memalingkan wajahnya tanpa membuka mata. Tiba - tiba saja Zahra mencium pipi Arya. Zahra langsung kaget dan membuka matanya, lalu memalingkan wajahnya ke arah lain. Zahra sangat malu karena baru pertama kali mencium seorang laki -laki. Begitupun dengan Arya yang kaget karena tak menyangka Zahra menciumnya walau tanpa sengaja. Arya berusaha menetralkan hatinya.

" Mandi sana, terus ke bawah. Aku udah laper. Aku tunggu di ruang tamu..." kata Arya langsung keluar dari kamar dengan jantung yang hampir berhenti berdetak.

Setelah Arya keluar, Zahra masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Walaupun bahunya masih terasa sakit Zahra mencoba melepas bajunya dengan pelan. Setelah selesai mandi dan sholat Zahra turun mencari Arya.

" Mas, ayo makan..." ajak Zahra.

" Iya.." jawab Arya singkat.

Mereka makan dengan tenang. Tak ada pembicaraan saat makan. Semenjak kejadian tadi mereka berdua sangat canggung.

" Mas, nanti sebelum pulang kita ke sungai di bawah bukit itu ya...?" pinta Zahra sambil mendekati Arya yang sedang duduk di teras depan.

" Kamu kan lagi sakit Za, lain kali aja. Kamu istirahat aja di kamar..." jawab Arya.

Zahra yang sedikit kecewa langsung masuk ke kamar meninggalkan Arya.

" Za, tunggu..."

.

.

.

TBC

.

.

🌱🌱🌱

*Sejauh manapun engkau berlari

Hatimu tak bisa kau ingkari

Pada janji suci

Yang pernah tersirat dalam hati

🌱🌱🌱*

.

1
Rekha Martha
gimana dgn ceritanya reyhan kakak nya zahra thor
Jusmiati
iya ini aku Zahra 😀😀😀
Jusmiati
foto Zahra waktu bayi
Jusmiati
bidadari surga ku....😀😀😀
Jusmiati
😀😀😀😀
Jusmiati
kasian Mona....tegang Banget deh Thor....
Jusmiati
aiiss banyak sekali teka teki nya....😇😇😇😇
Jusmiati
Zahra dan Rey bersaudara Thor....
Jusmiati
😀😀😀😀😀
Jusmiati
pasti enggak diijinkan....
Jusmiati
dibutuhkan keterbukaan dalam sebuah hubungan....😔😔😔
Jusmiati
sebenarnya Zahra ini sosok yang manja, dia selalu ingin mencari pelindung seperti sosok ayahnya....
Jusmiati
kok diulang sih...
Jusmiati
hmmm Zahra salah kamar 😀😀😀
Jusmiati
tega banget si bosss....😇😇😇
Jusmiati
ketemu teman masa kecil deh....
Jusmiati
namanya Zahra, tapi memperkenalkan diri dgn nama Aulia.... bingung...😇😇😇😇😇
Nirwati Mapparessa
ferdi pasti kaget melihat zahra ada di villa iti
Rini Haryati
bagus
Rini Haryati
bagus,keren
semangat
sukses,mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!