NovelToon NovelToon
Don'T Come Back

Don'T Come Back

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Romansa-Percintaan bebas
Popularitas:93.1k
Nilai: 4.2
Nama Author: SecretW

Setelah 5 tahun bersusah payah melupakan Aby dan menjalin kisah cinta baru dengan Alfi, hati Aresha kembali di guncang dengan kedatangan Aby kembali.

Aby, orang pertama yang membuat Aresha jatuh cinta dan orang pertama juga yang membuat Aresha merasakan sakitnya ditinggalkan.

Alfi, orang yang selalu ada untuk Aresha dan telah membuat Aresha "lupa" akan masa lalu tentang Aby.

Akankah Aresha mempertahankan kisah cintanya dengan Alfi atau memilih mengulang kisah lama dengan cinta peramanya, Aby ?



A romantic comedy novel, enjoy!❣️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SecretW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian Alfi

Hari ini Aresha memutuskan untuk tetap masuk kuliah meski merasa kurang enak badan karena hari ini merupakan hari pertama perkuliahan dimulai setelah melewati hari libur lebih kurang 2 minggu.

Aresha berjalan lesu menemui Ibunya yang sudah menunggu di meja makan untuk sarapan bersama.

“Sha, kamu yakin mau masuk kuliah ? gak mau istirahat aja dulu dirumah ? atau kita ke dokter dulu ya ?” baru saja Aresha terduduk ia sudah mendengar banyak sekali pertanyaan yang di lontarkan Ibunya karena merasa khawatir dengan keadaan Aresha.

“Gapapa Bunda aku masih kuat kok, lagian hari ini kan hari pertama kuliah, masa udah gak masuk aja” Jawab Aresha dengan suara pelan

“Hm... kamu pergi bareng Alfi gak hari ini ?”

“Iya Bunda”

“Ya udah kamu makan dulu gih biar ada tenaganya, abis itu baru minum vitamin”

Aresha hanya mengangguk dan mulai memakan sarapan yang sudah disiapkan Ibunya.

“Assalamualaikum” terdengar suara Alfi dari depan pintu

“Tuh Alfi dateng, kamu lanjutin aja makannya biar Bunda yang bukain pintu”

Aresha kembali mengangguk. Ia merasa tubuhnya sama sekali tidak ada tenaga untuk sekedar menjawab perkataan Ibunya.

“Kamu sakit ?” Tanya Alfi yang tiba - tiba sudah duduk di didepannya

Alfi melihat wajah Aresha yang pucat dan sedikit berkeringat, padahal cuaca di luar sedang menunjukkan bahwa akan turun hujan.

“Iya Fi, Aresha gak enak badan, dia bandel nih disuruh istirahat dirumah malah gak mau” Jawab Ibu Aresha

“Gak usah kuliah ya ? istirahat aja dulu dirumah” Ucap Alfi dengan lembut kepada Aresha

Aresha menolak dengan menggelengkan kepalanya.

“Bunda titip Aresha ya Fi, kalo dia gak kuat tolong kamu anterin pulang ya” Ujar Ibu Aresha dengan raut muka khawatirnya yang jelas terlihat

“Iya Bunda Alfi bakalan jagain Aresha” Jawab Alfi

“Makasih ya nak, kalo gitu Bunda pergi ke kantor dulu ya, Assalamualaikum”

“Iya Bunda, Waalaikumsalam”

Alfi lalu menatap Aresha yang sedari tadi tidak menunjukkan keceriaan seperti biasanya. Ia mulai khawatir dengan keadaan Aresha yang tampak pucat dan lesu.

“Pusing gak ?” Tanya Alfi sambil memegang dahi Aresha

Aresha mengangguk sambil memainkan sendok dan garpu di piringnya, ia sama sekali kehilangan selera makannya.

“Gak usah kuliah ya ? kita ke dokter dulu ya sayang ? aku gak mau kamu kenapa - kenapa” Pinta Alfi sekali lagi

Aresha kembali menggelengkan kepalanya.

Akhirnya dengan sangat terpaksa, ia pergi ke kampus bersama Aresha. Selama di perjalanan, Aresha hanya menyandarkan tubuhnya dan memejamkan mata meski Alfi tahu bahwa Aresha tidak sedang tertidur.

Alfi menggenggam tangan Aresha dan merasakan panas di suhu tubuh Aresha mulai meningkat.

“Sayang ?” Panggil Alfi

“Hm ?” Aresha membuka matanya dan menatap Alfi dengan pandangan sayup

Kekhawatiran Alfi semakin bertambah. Tanpa menunggu persetujuan Aresha, ia langsung memutar haluan mobilnya menuju tempat Dokter keluarganya untuk memeriksakan keadaan Aresha.

“Kita mau kemana ?” Tanya Aresha dengan lemas ketika menyadari bahwa arah jalan yang ditempuh tidak menuju kampus mereka

“Ke Dokter” Jawab Alfi singkat masih dengan menggenggam tangan Aresha

“Ih Alfi, aku mau kuliah” Rengek Aresha

“Sha, nurut sama aku ya, aku gak bisa liat kamu kayak gini”

Aresha akhirnya diam, bagaimana pun ia sedang tidak mempunyai tenaga untuk berdebat dengan Alfi saat ini.

Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di lokasi praktek Dokter keluarga Alfi. Alfi segera membukakan pintu mobilnya untuk Aresha dan berjalan sambil merangkulnya karena Aresha tampak benar - benar lemas.

“Assalamualaikim Dok” Ucap Alfi sambil mengetuk pintu yang sudah terbuka sebelumnya

“Waalaikumsalam, Alfi” Jawab Dokter keluarga Alfi yang memiliki nama Dokter Seta tersebut.

Dokter Seta lalu menyuruh Alfi dan Aresha duduk.

“Siapa yang sakit ?” Tanya Dokter Seta

“Pacar saya dok, gak enak badan dari semalem”

Dokter Seta tersenyum, selama bekerja untuk keluarga Alfi baru kali ini ia melihat Alfi mengenalkan pacarnya.

Dokter Seta pun segera memeriksa keadaan Aresha dengan Alfi yang tidak beranjak sedikitpun dari samping Aresha.

“Gimana dok ?” Tanya Alfi merasa sangat khawatir

“Pacar kamu terkena demam Fi, ini saya kasih obat untuk membantu meredakan panasnya, saya sarankan untuk dia istirahat saja dulu dirumah”

“Iya Dok” Alfi lalu mengambil obat yang diberikan oleh Dokter Seta

“Terima kasih ya Dok” Ucap Alfi sebelum membawa Aresha pulang ke rumah

“Sama - sama Fi, kalau masih ada kendala bisa hubungi saya ya” Ucap Dokter Seta

“Baik Dok, kalo gitu saya permisi pulang dulu ya biar pacar saya bisa istirahat di rumahnya”

“Iya hati - hati, salam buat Papa Mama kamu ya Fi”

“Iya Dok, Assalamualaikum”

“Waalaikumsalam”

Alfi segera melajukan mobilnya menuju rumah Aresha dan memutuskan untuk tidak masuk kuliah hari ini karena ingin menjaga Aresha.

Sesampainya di rumah Aresha, Alfi langsung merangkul Aresha untuk berjalan masuk ke kamarnya.

“Kamu istirahat dulu ya, aku mau pesenin bubur buat kamu” Ucap Alfi sambil membantu Aresha membaringkan tubuh dikasurnya

Aresha mengangguk dan mulai memejamkan matanya.

Alfi lalu membuka aplikasi transportasi online untuk memesan bubur untuk Aresha karena ia sama sekali tidak mengetahui seluk beluk tentang memasak jika harus membuatnya sendiri.

30 menit kemudian

Akhirnya bubur yang di pesan Alfi sudah datang, ia langsung menuju dapur untuk memindahkan bubur tersebut ke atas piring. Dirumah Aresha, Alfi sudah cukup mengetahui tata letak barang - barang dapur karena sudah terbiasa makan bersama disana.

Alfi segera masuk menemui Aresha di kamarnya dan melihat Aresha sedang tertidur pulas, Alfi sebenarnya tidak ingin mengganggu tidurnya tetapi ia harus membangunkan Aresha untuk makan dan meminum obat yang diberikan Dokter Seta tadi.

“Sayang” Panggil Alfi sambil mengelus pipi Aresha

Aresha menggeliat karena merasakan ada yang mengganggu tidurnya, ia langsung membuka mata dan melihat Alfi yang sudah berada di samping tempat tidurnya.

“Makan dulu ya, abis itu minum obat, terus kamu bisa istirahat” Ucap Alfi sambil menggenggam tangan Aresha

Aresha mengangguk dan berusaha memaksakan diri untuk duduk, Alfi yang melihat Aresha sedikit kewalahan untuk bergerak langsung berinisiatif untuk membantunya.

Kini wajah mereka berhadapan dengan jarak yang tidak kurang dari 10 cm, Aresha merasakan jantungnya berdegup kencang karena bertatapan dengan jarak yang sangat dekat dengan Alfi.

Aresha menjadi salah tingkah, ia langsung memecah keheningan dengan secara tiba - tiba mengambil minum yang sudah di siapkan Alfi di atas meja di samping tempat tidurnya.

“Hahaha kenapa pipinya merah ?” Alfi tertawa sambil menggoda Aresha

Aresha langsung menutup pipi dengan kedua tangannya.

“Mikirin jorok ya ?” Tanya Alfi kembali menggoda Aresha

“Ihhhh gak ya! kamu kali yang mikirin jorok” Bantah Aresha

“Kalo aku sih iya” Jawab Alfi santai

Aresha memberikan tatapan tajam ke arah Alfi dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.

“Hahahahahaha” Tawa Alfi semakin meledak melihat sikap Aresha

Alfi lalu menyuapi Aresha makan dengan perlahan dan sabar, ia merasa senang bisa menjaga Aresha.

“Makasih ya Fi” Ucap Aresha tiba - tiba

Alfi tersenyum mendengar perkataan Aresha “Cepet sembuh ya sayang” Ucap Alfi sambil mengelus kepala Aresha pelan

Aresha mengangguk lalu tersenyum dan kembali melanjutkan makannya.

Lagi - lagi, Aresha kembali merasa bersyukur karena telah mengenal Alfi di hidupnya.

1
nazwaa
boom like dari our terrible story♡
nazwaa
Like mendarat dari our terrible story
reina
full like favorit 5 read hadir . dukung balik aku kak 🙏
Rvm Swett Ipki
kpn kelanjutan ny lsma sekali ini
SyaSyi
hai k aku mampir di karyamu membawa like.
aku suka karyamu, aku jdkan favorite.
aku nyicil baca+like dulu ya
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku.
aku tunggu feedback nya
Rvm Swett Ipki
kapan lanjut ny thor,, terlalu lama 😢
Siti Khumairoh
Udah ku like thor👍
Semangat!!

Yok jangan lupa mampir di ceritaku juga yuk
Judul:Taqdir Cinta Shafa.
🙏
Darah Biru (Bangsawan)
mantap 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
jejak dukungan 👍🏻
Mamah fadhil
buruk
Dinda Natalisa
Hai author aku mampir nih kasih like jangan lupa mampir di novel ku "menyimpan perasaan" mari saling mendukung.
Felicia
Maaf ya kak nyempil 🙏🙏


mampir di ceritaku yukk

Curahan hati Mafia
terimahaksi
Anita Jenius
Lanjut kk
reina
28 bom like hadir 🖤
semangat thor
Yudhi Nita
Semangat donk
nur
bomlike🤩 mampir juga yuk di ceritaku 'pengantin bayaran'saling dukung kita 🖤 smngtt!!!
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk kenovelku.Judulnya "Ray Stardust."

Kutunggu kedatanganmu.

Terima kasih.
Almora
Like 👍
Aestech
Haloo kakakk salam kenall,

"Dewi Senja" udah mampirr. Semangat terus kakk. Ceritanya bagus banget😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!