NovelToon NovelToon
Takdir Cinta

Takdir Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Cinta beda status
Popularitas:74.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kristiyana Nopiyana

Safa Zaina adalah seorang gadis yang tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Namun karena kecerdasannya dia berhasil mendapatkan beasiswa di Universita Negeri terbaik di kotanya. Pertemuannya dengan Azka Imam Haqiqi, seorang pria kaya membawa perubahan pada dirinya. Imam adalah cinta pertama Safa. Namun berbeda dengan Azka. Safa adalah wanitanya yang entah yang ke berapa. Tak dapat lagi di hitung saking banyaknya. Namun satu yang pasti, Safa adalah pelabuhan cinta terakhirnya. Hubungan jarak jauh tak menjadi halangan bagi kisah cinta mereka. Dan di usia hubungan mereka yang ke 8 tahun, mereka akan melangsungkan pernikahan. Bertepatan dengan selesainya masa program dokter internship Imam.

Namun manusia hanya mahir berencana, dan Tuhanlah yang menentukan takdirnya. Malapetaka itu datang. Malapetaka yang membuat hidup Safa hancur. Malapetaka yang membuatnya tak lagi mempunyai alasan untuk hidup.

Mampukah safa bertahan? Atau dia akan mengalah pada takdirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristiyana Nopiyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2 Malam Bersama

Azka Imam Haqiqi

"Pantes tadi banyak chat yang masuk ke gue. Rebbeca, Zenitta, Alisa, Alena, Nindia terus siapa lagi gue lupa. Terus Safa" Jantungnya mendadak berhenti sepersekian detik demi mengingat nama Safa. Dengan gerakan tergesa, dia menyambar ponsel dari dalam saku celananya. Melihat jam untuk sekedar memastikan jika saat ini belum pukul 6 sore. Kemudian men dial nomor Safa.

Tut...tut..

Terdengar suara sambungan telepon, namun tak ada jawaban. Berulang kali dia coba. Tapi masih sama. Tak ada jawaban.

"Lo telepon siapa?" Tanya Ghea yang memperhatikannya. Namun dia tak menjawab. Dia masih terus sibuk mencoba menghubungi Safa. Entah sudah berapa kali.

Hingga di panggilannya yang kesekian, Safa menjawab dengan suara yang sedikit bergetar juga terisak.

"I ya, Az ka A.. ada a.. apa.." jawab Safa dari sebrang telepon.

"Lo dimana?" Tanyanya terburu karena cemas.

"Hah..."

"Eh, maksudku kamu dimana?" Kali ini suaranya sedikit pelan.

"Aku.. di hiks.. Jalan mau ke per hiks pus" jawab Safa masih terisak. Dalam benaknya dia bisa membayangkan wajah polos Safa menangis di ujung telepon.

"Aku kesana sekarang" jawab Azka cepat

"Aku ma u ker ja" jawab Safa dengan terbata.

"Aku gak peduli. Apapun caranya. Hari ini kita harus ketemu"

"Tap.."

Klik. Hubungan di putus olehnya.

"Gue cabut" kata Azka sembari berdiri dan berlalu pergi tanpa menunggu persetujuan Ghea.

"Tapi lo mau kemana?" Tanya Ghea berteriak.

"Safa" jawabnya sambil berteriak pula. Tanpa menoleh lagi ke arah Ghea.

Dengan kecepatan maksimal mobilnya melesat membelah jalanan yang masih saja ramai. Berkali-kali dia membunyikan klakson saat mobil di depannya menghalangi laju kendaraan.

Sekitar pukul 18:38 mobil Azka sudah memasuki parkiran perpustakaan Umum tempat Safa bekerja. Dengan langkah panjang-panjang dia memasuki perpustakaan itu, dan langsung menemui Miss Betty.

Awalnya Miss Betty sempat menolak keinginan Azka untuk membawa Safa pergi, namun karena dia terus mendesak dan sedikit mengancam dengan kalimat pamungkas tentunya yang selama ini jarang dia ucapkan yaitu 'Apa harus pappi saya yang telepon?' membuat Miss Betty dengan terpaksa membiarkan Safa pergi dengannya.

Wajah Safa yang sedari tadi tak di lihatnya muncul, saat miss betty memanggil nama safa. Seperti dugaannya. Wajah Safa sembab habis menangis. Matanya bengkak, serta hidungnya memerah. Safa sempat menolak awalnya, namun Azka membulatkan bola matanya marah ke arah Safa. Membuat Safa akhirnya menyerah dan mengikuti langkah Azka.

"Kenapa kamu bawa aku pergi lagi" suara safa terdengar bergetar. Meski sekarang tak lagi terisak seperti tadi. Azka masih terus saja mencengkram tangan Safa. Karena langkahnya panjang dan tergesa membuat Safa merasa di seret. Namun ia tak menjawab pertanyaan Safa. Ia terus saja menyeret tubuh Safa keluar dari perpustakaan. Lantas menyuruhnya masuk ke mobil. "Kamu kenapa?" Tanya Safa lagi. Namun tak juga dia menjawab pertanyaannya. Hanya sesekali melirik ke arahnya. Dengan gerakan cepat dia mengeluarkan ponsel dari saku celana jeans nya. Dan menempelkan benda kecil itu di telinganya.

"Dimana lo?" Tanyanya setelah panggilan teleponnya terhubung.

"Di rumah. Ada apa?" Tanya Giano dari seberang sana.

"Gue pinjem Villa lo yang di Zenica sekarang sampe minggu. Bisa?"

"Aman. Mau ngajak si Dinda? Belum puas lo semalem abis mantap-mantap di kamar lo? Hahah"

"Suruh semua penjaga Villa untuk libur selama gue ada disana. Gue butuh privasi"

"Aman. Gue hubungin mereka sekarang. Jam berapa lo sampe Villa?"

"1 jam lagi. Gue masih di jalan. Gue gak pengen ada yang tau"

"Beres. Setelah gue telepon penjaga Villa gue, gue terserang amnesia. Lupa kalau lo telepon gue"

"Bagus. Thanks"

Klik. Hubungan terputus.

Giano memang sahabat yang paling dia percaya untuk menjaga rahasia. Dan itu sudah terbukti berkali-kali. Membuatnya kali inipun meminta bantuan Giano.

"Kamu mau nga..."

"Sahabat satu kamarmu sabtu-minggu kerja?" Kalimat Safa di potong dengan pertanyaan Azka yang tiba-tiba bertanya hal yang sama sekali belum pernah ia tanyakan sebelumnya.

"Libur"

"Ada di asrama?"

"Ada"

"Pulang ke rumah orang tuanya?"

"Gak"

"Bagus. Kamu telepon dia sekarang, buar aku yang ngomong"

"Kamu mau apa?"

"Udah telepon aja" katanya lagi seraya memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang asramanya.

____________________________________________

Safa Zaina

Dengan hati yang tak menentu, dia mengikuti perintah Azka. Meski hatinya selalu mengajuan pertanyaan. Sejak tadi di perpustakaan, Azka sama sekali tak menjawab pertanyaan. Tak satupun. Membuat hatinya semakin kesal.

"Hallo, Jen. Kamu lagi dimana?" Tanyanya saat sambungan telepon terhubung.

"Di Asrama kenapa? Kamu gak apa-apa kan, Fa?" Tanya Jenny.

"Eng..." Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya Azka meraih ponsel dari genggaman tangannya.

"Jen, ini gue Azka. Gue lagi bareng Safa sekarang. Lo bisa tolongin gue?"

"..."

"Maksud gue tolongin Safa juga. Lo ada waktu hari ini sampe minggu?"

"..."

"Iya gue janji. Tapi lo tolongin gue"

"..."

"Nanti gue jelasin saat sampe. Lo bawa baju buat 2 hari. Sama baju safa juga. Pokoknya semua persiapan selama 2 hari"

"..."

"Pasti. Nanti gue jelasin. Bisa gak?"

"..."

"Oke gue tunggu di depan gerbang"

Setelah mungkin sambungan telepon di tutup, Azka menyerahkan kembali ponsel itu pada dirinya. Yang disambut dengan wajah bingung dirinya.

"Kamu mau ajak kita..."

"Nanti, kamu sama Jenny turun di mini market buat beli makanan ya. Untuk kita bertiga disana. Tapi sebelumnya, aku mau ke tempat temenku dulu untuk tuker mobil. Abis itu kita langsung berangkat" kata Azka yang lagi-lagi memotong pembicaraannya. "Nih pegang. Pin nya 001140. Ambil uangnya di ATM 10 juta. Ada nanti di deket minimarket tempat temenku. Pegang uangnya untuk belanja keperluan kita disana"

"Kam..." Belum sempat dia melanjutkan kalimatnya, jenny mengetuk kaca mobil disampingnya. Membuatnya langsung menghentikan kalimatnya.

Setalah Jenny duduk di jok belakang, Azka melanjutkan perjalanannya.

"Ini kita mau kemana, Fa?" Tanya Jenny beberapa saat setelah mobil berjalan. Namun dia hanya mengangkat bahu sembari melirik ke arah Jenny yang duduk di belakang. Membuat Jenny mengarahkan pandangannya ke punggung Azka, hendak bertanya namun di urungkan.

Mobil melaju kencang melewati deretan toko, mall, rumah tinggal hingga berbelok di pertigaan. Memasuki perumahan sepi dengan rumah-rumahnya yang besar. Hingga mobil berhenti di depan gerbang sebuah rumah yang tak kalah besar dari rumah-rumah yang tadi di lewatinya.

Satpam rumah itu, terpogoh-pogoh berjalan membukakan gerbang. Memberi ruang untuk mobil Azka masuk.

"Sebentar ya" kata Azka yang langsung beranjak turun dari balik kemudi mobil, membuat dirinya dan Jenny saling berpandangan.

"Ini rumah Azka?" Tanya Jenny setengah berbisik.

"Mana aku tau" jawabnya sembari mengangkat kedua bahunya.

"Kita mau kemana sih?"

"Gak tau. Tadi Azka jemput aku ke perpus abis gitu langsung pergi ke asrama. Tanpa ngomong apa-apa"

"Itu kan Ghea" kata Jenny seraya menunjuk jarinya ke arah wanita yang naru saja keluar dari pintu rumah.

"Ghea?" Tanyanya seraya ikut memperhatikan gadis berparas cantik dengan pakaian yang serba minim. Rok 15 cm di atas lutut yang di padukan dengan baju crop tanpa lengan. Memperlihatkan bahu putih dan pinggan serta perutnya yang rata tanpa lemak. Benar-benar bentuk tubuh yang di idamkan seluruh wanita.

"Iya. Mantannya Azka"

"Apa?" Dia semakin membulatkan matanya. Sembari menatap Jenny yang masih menatap Ghea dari balik kaca mobil Azka.

Tak berapa lama Azka dan Ghea berjalan menghampiri mobil yang dia tumpangi. Tanpa di duga Ghea membungkukkan badannya dan melihat dari balik kaca jendela ke arahnya.

"Hai, turun dulu yuk" sapanya ramah pada dia yang masih terbengong-bengong.

"Hai, gue Ghea" sapa ghea seraya mengulurkan tangan kanannya. Senyum manis tersungging di wajahnya. Senyum yang benar-benar tulus tanpa rekayasa.

"Safa.."

"Jenny..."

"Masuk yuk. Minum dulu" kata Ghea lagi.

"Gak perlu. Gue buru-buru"

"Gak mau minum dulu?" Tanya Ghea yang kini menatap Azka.

"Gak usah"

"Hmm, oke. Lo mau pake yang mana?"

"Yang belum pernah lo pake" jawab Azka

"Oke. Bentar gue ambil dulu kuncinya" kata Ghea seraya membalikan badannya.

"Thank you, honney. ***** basahhh dari gue buat elo" kata Azka setengah berteriak dengan gayanya yang super tengil.

"Heh, ada Safa tuh. Ntar dia salah faham lagi. Candaan lo tuh. Jaga" jawab Ghea sembari menghentikan langkahnya kemudia berbalik ke arah kami yang berdiri tak jauh dari mobil milik Azka.

"Hehe" jawab Azka seraya menggarut kepalanya yang tak gatal.

1
Ummu Hisbuh
lanjut thor
Lusi Mariana
tetap semangat
Endah Hkw
lanjut yaaa
Jujuk
lanjut kak
Jujuk
lanjut
Jujuk
semangat kak
Jujuk
bawa like
Jujuk
aku mampir kak
Heni Lestari
lanjut 👍
🌹Dina Yomaliana🌹
10 like mendarat😘😘😘
🌹Dina Yomaliana🌹
semangat up kakak😘😘😘
Mahdiana Mahmud
nekad ksli tuh cewek gk punya harga diri ya 👊👊👊👊👊👊👊👊
Si Hell Helmiati
mana ni lanjutan nya..
BELVA
mampir kembali di novel
#gadis imut diantara dua raja

mksh ya ka
BELVA
datang membawa like banyak untuk mu
BELVA
hallo author kece aku datang nih
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
Hania
semangat kk
lanjut
WieFan
ayo kak, lanjutkan
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
jejakku kembali hadir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!