NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:51.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Permintaan

Sepanjang perjalanan, baik Sisil maupun Komandan Kaivan, mereka sama-sama terdiam. Hanya suara deru motor trail yang terdengar menemani perjalanan mereka.

Dua orang itu sama-sama sedang meredakan perasaan yang bergejolak. Sesekali, Komandan Kaivan merunduk untuk melihat tangan Sisil yang masih melingkar di perutnya.

"Komandan tau rumah Nenek?" Tanya Silvana.

"Tau." Jawab Komandan Kaivan yang memang hafal setiap rumah yang ada di empat desa yang terdekat dari Markas Batalyon.

Komandan Kaivan cukup sering berkeliling di Desa-desa. Selain untuk berpatroli, tak jarang juga ia mampir dan berbincang dengan warga desa.

"Mau kemana, Ndan?" Sapa seorang warga ketika mereka masuk ke desa.

"Ke rumah Nek Bay." Jawab Komandan Kaivan.

"Hati-hati, Ndan!" Seru warga yang di jawab acungan jempol oleh Komandan Kaivan.

Di sepanjang jalanan desa, mereka selalu di sapa dengan ramah oleh warga desa yang melintas. Meskipun tetap irit bicara, namun Sisil merasakan sisi lain dari Komandan Kaivan yang ternyata sangat akrab dengan warga desa.

Tak lama, mereka sampai di depan rumah Nek Bay. Disana, mereka di sambut oleh cucu Nek Bay yang sedang bersantai di teras rumah.

"Komandan yang antar Bu Dokter? Komandan tidak di lapangan kah?" Tanya Cucu Nek Bay.

"Tadi saya disana. Kemudian saya antar Dokter Sisil." Jawab Komandan Kaivan.

"Kalian sudah dapat jatah sembako?" Tanya Komandan.

"Desa kami baru dapat minggu depan, katanya. Benar kah, Ndan?" Tanya Cucu Nek Bay yang di jawab anggukan oleh Komandan Kaivan.

"Nenek dimana?" Tanya Dokter Sisil.

"Ada di dalam, Bu Dokter. Silahkan langsung ke kamar Nenek saja." Ujar Cucu Nek Bay.

"Saya masuk dulu, Komandan." Pamit Sisil yang di jawab anggukan oleh Komandan Kaivan. Sementara itu, Komandan Kaivan mengobrol dengan Cucu Nek Bay dan beberapa tetangga yang datang setelah melihat Komandan Kaivan.

Di dalam kamar Nek Bay, Sisil memeriksa kondisi Nek Bay dengan seksama. Kondisi Nenek tampak stabil setelah Sisil memberikannya injeksi obat melalui infus.

"Nenek harus sehat, ya. Nenek harus hidup lebih lama lagi." Ujar Sisil yang menyemangati.

"Saya mau pergi setelah cucu saya melahirkan, Bu Dokter." Ujar Nek Bay.

"Kenapa seperti itu?" Tanya Komandan Kaivan yang tiba-tiba menyahut ucapan Nek Bay.

"Nenek lupa, punya janji dengan saya?" Tanya Komandan Kaivan. Suara baritonnya terdengar cukup keras di kamar itu.

"Cucuku yang nakal!" Ujar Nek Bay yang tampak sumringah kala melihat kedatangan Komandan Kaivan.

Komandan Kaivan kemudian menyalami Nek Bay dan duduk di dekat kakinya. Nek Bay yang semula berbaring, kini tampak bersemangat ingin duduk.

Dengan sigap, Komandan Kaivan membantu Nek Bay duduk. Ia meletakkan bantal untuk mengganjal tubuh renta Nek Bay yang bersandar pada kepala ranjang.

"Nenek tidak lupa dengan Nenek punya janji." Kata Nek Bay setelah Komandan Kaivan kembali duduk di dekatnya.

"Kenapa Nenek tadi bilang ingin pergi setelah cucu Nenek melahirkan?" Tanya Komandan Kaivan.

"Apa Nenek tidak ingat dengan cucu Nenek yang ini?" Tanya Komandan Kaivan lagi, sembari menepuk dadanya.

"Nenek ada janji kalau akan datang ke pernikahan saya." Ujar Komandan Kaivan.

"Ingatlah itu! Tapi ko tidak juga menikah. Nenek lelah tunggu waktu ko menikah." Jawab Nek Bay.

"Tetap saja, janji adalah hutang yang harus di tepati. Nenek harus terus sehat supaya bisa datang ke saya punya acara pernikahan." Ujar Komandan Kaivan dengan tegas.

"Ko datang dengan siapa? Sendiri, kah?" Tanya Nenek.

"Saya datang dengan gadis." Jawab Komandan Kaivan yang membuat Nek Bay tampak begitu bahagia.

"Calon istrimu, kah? Kasih tunjuk ke Nenek, Nenek mau lihat gadis yang ko bawa." Imbuh Nek Bay.

"Bukan calon istri, lah." Jawab Komandan Kaivan.

"Apa gadis itu sudah punya pasangan?" Tanya Nek Bay.

"Saya tidak tau." Jawab Komandan Kaivan.

"Lalu kenapa ko bawa kalau ko tidak tau? Ko culik dia?" Tanya Nek Bay yang kemudian memukul lengan Komandan Kaivan sambil mengomeli Komandan Kaivan yang ia kira sudah menculik anak gadis.

Sisil hanya bisa tertawa saat melihat Nenek Bay yang memukuli lengan Komandan Kaivan dan Komandan yang hanya bisa pasrah ketika Nek Bay melakukan itu. Interaksi keduanya tampak benar-benar seperti cucu yang bandel dan neneknya yang suka mengomel.

"Saya tidak menculik lah, Nek. Saya mengantarnya untuk mengobati Nenek." Ujar Komandan Kaivan setelah Nek Bay puas memukuli lengannya.

"Kenapa ko tidak bawa calon istri saja?" Tanya Nek Bay dengan wajah kesal.

"Nenek tanyalah dengan dia, apa dia mau saya jadikan calon istri." Ujar Komandan Kaivan.

Degh!

Jantung Sisil kembali berdebar dengan kuat ketika mendengar ucapan Komandan Kaivan. Namun, Ia berusaha untuk menyangkal pikirannya. Bisa saja, dia yang di maksud oleh Komandan Kaivan adalah orang yang mungkin pernah mereka bicarakan, atau gadis yang di jodohan Nek Bay dengan Komandan Kaivan.

"Siapa yang mau saya tanya? Gadisnya saja tidak ada." Gerutu Nek Bay.

"Itu!" Ujar Komandan Kaivan yang menunjuk Sisil dengan menggunakan dagunya.

"Bu Dokter?" Tanya Nek Bay dengan tatapan tak percaya.

"Saya datang ke sini dengan Bu Dokter." Kata Komandan Kaivan.

"Nenek tanya saja, apa Bu Dokter mau jadi calon istri saya. Katanya Nenek ingin saya datang dengan membawa calon istri, bukan gadis." Kata Komandan Kaivan yang membuat Nek Bay tertawa bahagia.

Berbeda dengan Nenek Bay yang tertawa bahagia, Sisil justru membatu di tempat dudunya. Ia bahkan berkali-kali menelan ludah yang terasa tersangkut di tenggorokan.

Belum selesai dengan keterkejutannya, Sisil langsung di beri pertanyaan oleh Nenek Bay yang membuat jantungnya hampir meledak.

"Ee Bu Dokter. Maulah jadi istri cucuku yang nakal ini. Meskipun dia nakal karena jarang berkunjung, tapi dia orang yang baik." Ujar Nenek Bay yang bicara dengan Sisil.

"Lihatlah, dia juga sangat tampan. Bu Dokter mau, ya, menikah dengan Komandan?" Ujar Nek Bay yang membuat jantung Sisil hampir terlepas.

Rasanya, ia sedang di lamar oleh Nek Bay yang melamarnya untuk Komandan Kaivan. Sementara itu, Komandan terlihat sangat santai seolah apa yang dikatakan Nek Bay itu hanya guyonan saja.

"Bu Dokter, kenapa diam saja? Bu Dokter mau ya, jadi istri Komandan." Kata Nek Bay yang seolah tak sabar menunggu jawaban dari Sisil.

"Itu, Nek-"

"Ah! Makanya ko lamar sendiri calon istrimu biar dia percaya. Masak harus Nenek yang lamarkan. Kenapa Komandan tiba-tiba menjadi pengecut di depan perempuan?" Cicit Nek Bay yang sepertinya merasa gemas sendiri.

Komandan Kaivan menghela nafas panjang. Wanita tua di sebelahnya ini memang selalu cerewet dan tak sabaran. Namun, sosoknya benar-benar menjadi pengobat rindu karena Komandan Kaivan merasa seperti memiliki sosok Nenek di tanah rantau yang mencekam ini.

Komandan Kaivan kemudian menghadap ke arah Sisil yang masih tampak kebingungan.

"Jadi istri saya ya, Bu Dokter." Pinta Komandan Kaivan tanpa basa-basi hingga membuat Sisil terperangah.

1
Murti Puji Lestari
ya ampun tegang banget pas bacanya, tapi seru..
duh penasaran bin penisirin ini
Murti Puji Lestari
semoga itu komandan kaivan bersama anggotanya
rizky tria
bu Dokter ga nurut sama Komandan jd kan 🙄😞
Zuny Achmad
lanjut kak 💪💪💪
Dewi kunti
masih up LG kan ya,kan udah gak mendua
ika
karya othor emang jos jis
ika
ngeri juga ya...
Ebhot Dinni
bagus ceritanya
Nice1808
wah dokter sisil di sandera, jgn takut dokter komandan pasti menyelamatkanmu
Chandhitha Priyanika
jd ikutan tegang neh , mudah²an yg dateng komandan ya
This Is Me
Pintet banget potomg ceritanya disini, jadi bikin makin penasaran
pendekar angin barat
seru....semoga pak komandan yg dtg ya
lia juliati
bukannya seorang dokter untk turun k medan konflik hrs ada pelatihan dasar dlu ya.... baik fisik atau perlindungan diri....
Faqisa Sakila
Waduh.. Dosil dlm bhaya,,
Ayo komandan cpet datang...
jgn smpae ad prtumpahan darah y thor 😡😡😡
Tosari Agung
thor komandan kaivan punya sisi lain gak thor
Munas Tuti
bakalan seru ni mbak Fre 👍👍
Rahmawati
komandan gentle bgt, sudah minta ijin dulu sama ayah dosil
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
hadir kak.....
semangat untuk terus berkarya kak, selalu keren untuk ceritamu, semoga selalu diberi kesehatan agar selalu bisa berkarya 🫰
Murti Puji Lestari
pak komandan satu ini garcep juga, langsung nembung ke ayah doksil, romantisnya emang beda mereka tuh
ika
mamas aka ma Nty cim udah tamat aja, nungguin dokter Sisil ma komandan aja dl, sambil ngebut ryuga
semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!