NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Mau Pilih Pangeran Kulkas

Kali Ini Aku Mau Pilih Pangeran Kulkas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: PhepipoOrevi

"Aku telah mati karena cinta, kali ini aku ingin hidup untuk diriku sendiri" atau begitulah yang diucapkan Evelyn awalnya sebelum dia mengenal kepribadian Matthew si Pangeran Kulkas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PhepipoOrevi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku akan Melindungimu, Eve!

Dua hari berlalu sejak malam yang melelahkan itu, Evelyn masih berada di mansion. Hari libur mereka masih panjang. Sepanjang hari Evelyn terkadang berjalan-jalan di sekitar hutan pinus bersama Matthew, atau makan bersama di taman bunga. Hutan pinus kali ini terasa asing baginya karena aura nya sudah berbeda bukan lagi seram dan berdarah-darah. Matthew merombak hutan itu jadi indah dan hidup.

Matthew tidak pernah meninggalkan Evelyn sendirian. Mereka hampir tidak meninggalkan mansion. Meski Matthew tidak yakin akan perasaannya, tapi untuk saat ini ia ingin menjaga dan berada di dekat Evelyn.

Sebastian melangkah mendekat dengan langkah tanpa suara, meletakkan nampan perak berisi teko teh camomile hangat dan sepiring camilan kering di atas meja. Pria tua itu membungkuk hormat sebelum mengundurkan diri, meninggalkan pasangan itu dalam privasi yang tenang.

"Laporan dari pengawal di Mansion utama sudah keluar, Eve. Samantha akan bersama kita besok. Dan Cedric mulai bergerak." suara Matthew mengalun rendah, memecah keheningan.

Ia meminum tehnya pelan, lalu menyandarkan punggungnya. Mata keemasannya menatap lurus ke arah gerbang hutan pinus di kejauhan sebelum beralih pada Evelyn.

Evelyn menghentikan jemarinya yang sedang memutar cangkir porselen. "Soal pergerakan Cedric."

"Jangan pikirkan, Eve," Matthew memiringkan kepalanya sedikit, merangkul bahu Evelyn dan menarik gadis itu lebih dekat ke sisinya. Kehangatan dari tubuh sang Grand Duke seketika mengusir dingin yang merayap di kulit Evelyn. "Leonor mulai panik karena beberapa jalur pendanaan ilegal mereka yang dihubungkan dengan kerabat jauh Pendragon mendadak terputus. Tanpa disadari, mereka kehilangan akses ke tiga bank utama yang tadinya mau mereka jadikan alat transaksi."

Evelyn menatap rahang tegas Matthew dari dekat. "Kamu yang menutupnya?"

"Aku memotong akarnya," sahut Matthew dingin, tanpa ragu. "Aku sudah membiarkan mereka bermain-main selama delapan kehidupan, Eve. Di kehidupan ini, aku nggak akan menunggu sampai mereka melangkah ke pintu depan rumahku. Setiap koneksi, setiap sekutu, dan setiap rencana bisnis yang dicoba dibangun oleh Ashworth menggunakan nama keluargaku... sudah kuhancurkan satu per satu dari balik layar."

Mendengar hal itu, dada Evelyn berdesir hebat. Di kehidupan-kehidupan lalu, ia selalu melihat Cedric sebagai sosok yang dominan dan tak tersentuh, sementara dirinya hanyalah korban pasrah yang dibodohi. Namun di hadapan Matthew, kejahatan berniat buruk keluarga Ashworth tampak begitu kecil dan dapat dikendalikan.

"Tapi gimana dengan perasaan Samantha? Gimanapun juga dia tunangannya." tanya Evelyn pelan.

"Tenang aja, Eve. Samantha justru terlibat dengan semua rencana ini. Besok dia kesini dan akan jelaskan semuanya, Eve. Oiya, Cedric sepertinya akan mencari cara lain buat menghubungi kamu," jawab Matthew, jemarinya bergerak lembut mengusap punggung tangan Evelyn yang berada di atas pangkuannya. "Apakah kamu mau ikut ambil bagian dalam rencana balas dendam ini, Eve? Aku gak mau maksa kalau kamu gak mau, tapi aku punya firasat bahwa Cedric akan menghubungi mu, Eve"

"Kalau dia coba menghubungi aku..." Evelyn mendongak, menatap mata keemasan Matthew dengan sorot mata yang tak lagi rapuh, "aku nggak akan lari lagi, Matthew. Aku mau lihat sendiri bagaimana rencana mereka runtuh. Jadi aku akan ikut andil dalam rencana balas dendam ini. Karena ini dendamku. Leonor dia juga, Matthew."

Matthew tersenyum, ada rasa bangga melihat Evelyn yang dua hari kemarin rapuh, menangis tiada henti dan terus ketakutan akan ingatan delapan kematiannya, tiba-tiba antusias ingin ikut balas dendam. Matthew menatap lembut gadis itu, membelai rambutnya dan mencium bibirnya lembut. Evelyn menikmati kebersamaan ini.

"Kamu nggak perlu menghadapi mereka sendirian lagi, Eve. Mulai sekarang, setiap langkah yang kita ambil adalah untuk mengakhiri loop yang menyiksa ini dan balas dendam terhadap mereka yang menghancurkan kita di kehidupan lalu, Eve."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!