NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Memasuki Lembah Obat Abadi

Aroma Lembah Obat Abadi adalah kebohongan yang diracik dengan sempurna.

Angin dari celah pegunungan membawa wangi Ginseng Roh berusia ratusan tahun, bunga teratai salju, dan embun spiritual. Bagi manusia fana dan kultivator pengembara, aroma itu terasa seperti berkah surga.

Namun bagi mereka yang tahu apa yang terkubur di bawah tanah lembah ini, semua keharuman itu tak lebih dari wewangian untuk menutupi bau busuk kemunafikan.

Mo Xie berjalan menuju Gerbang Utama Lembah Obat Abadi.

Setiap langkahnya kini terkendali. Ia menekan Domain Penghancur Gunung di kakinya hingga tidak menimbulkan sedikit pun getaran. Jubah putihnya berkibar tertiup angin. Dari balik kerahnya, tulang selangka dan tulang belikat emas milik Tetua Zhao memancarkan Qi Yang yang murni.

Qi Yang itu menutupi hawa kematian dari Lengan Harimau Kegelapan dan Lengan Kera Iblis.

Di mata siapa pun yang melihatnya, Mo Xie hanyalah seorang Tetua aliran lurus yang angkuh dan sulit didekati.

Satu langkah di belakangnya, Xue Ling'er berjalan dengan kepala tertunduk.

Ia mengenakan jubah hitam dan cadar sutra dengan jaring merah. Matanya telah disamarkan oleh ilusi sederhana. Sebuah rantai besi spiritual melingkar longgar di pergelangan tangannya, sementara ujungnya berada di tangan Mo Xie.

Semua itu hanyalah sandiwara.

Ling'er bukan lagi Penenun Darah Yin Agung.

Di tempat ini, ia hanyalah tawanan yang dibawa seorang Tetua pengembara.

Namun setiap tarikan napasnya membangkitkan kenangan lama.

Ia teringat lorong-lorong batu tempat dirinya pernah dipuja sebagai Gadis Suci. Ia teringat aula hukuman tempat seluruh kehormatannya direnggut. Yang paling ia benci adalah wajah orang-orang yang dulu berlutut di hadapannya, tetapi kemudian memfitnahnya demi mendapatkan hati Ketua Sekte.

Melalui ikatan jiwa mereka, Mo Xie merasakan amarah Ling'er mulai bangkit.

Hawa membunuh yang samar mulai merembes keluar.

Mo Xie menarik rantai di tangannya.

Getaran Qi Yang mengalir melalui rantai menuju pergelangan Ling'er dan menenangkan gejolak di dalam tubuhnya.

Jangan sekarang.

Ling'er menarik napas panjang dan menahan amarahnya.

Di hadapan mereka, Gerbang Utama Lembah Obat Abadi menjulang setinggi puluhan meter. Gerbang itu terbuat dari batu giok hijau dan dihiasi ukiran burung bangau serta naga obat.

Ratusan manusia fana dan kultivator tingkat rendah sedang mengantre sambil membawa kereta berisi rempah langka dan batu roh. Mereka datang untuk mendapatkan pil dari para alkemis sekte.

Mo Xie tidak berhenti untuk mengantre. Ia berjalan melewati kerumunan dengan tenang.

Qi Yang dari tubuhnya menyebar tanpa sengaja.

Beberapa manusia fana langsung berlutut karena tekanan itu. Bahkan kultivator Pembentukan Fondasi yang berada di depan gerbang terpaksa mundur dan menundukkan kepala.

Para penjaga segera menyadari kehadiran mereka.

Enam murid berjubah hijau melangkah maju. Mereka semua berada di tahap Pembentukan Fondasi Menengah.

Pemimpin mereka adalah seorang pemuda tampan dengan sorot mata licik. Meski wajahnya menunjukkan sedikit ketegangan, ia tetap mengangkat dagu dengan angkuh.

“Berhenti, Senior!”

Pemuda itu sengaja meninggikan suaranya.

“Ini wilayah suci Lembah Obat Abadi. Tidak peduli seberapa tinggi kultivasi Anda, aturan lembah tetap berlaku. Tunjukkan token undangan atau kembali ke belakang antrean.”

Langkah Ling'er berhenti. Tubuhnya menegang di balik cadar.

Suara itu. Ia mengenalnya.

Han Lin.

Tiga puluh tahun lalu, Han Lin hanyalah murid rendahan di Paviliun Alkimia Timur. Ia hampir dikeluarkan karena tidak mampu meracik pil tingkat dasar.

Saat itu, Ling'er-lah yang mengajarinya mengendalikan api tungku.

Namun ketika Ketua Sekte membutuhkan seseorang untuk dijadikan kambing hitam atas eksperimen terlarangnya, Han Lin menjadi orang pertama yang mengkhianati Ling'er.

Ia berlutut di aula hukuman sambil menangis dan bersumpah bahwa ia pernah melihat Ling'er menggunakan ilmu darah iblis pada mayat bayi fana.

Ingatan itu membuat kebencian yang terkubur puluhan tahun kembali mendidih.

Jari-jari Ling'er mengepal.

Benang darah mulai muncul di telapak tangannya.

Ia ingin membunuh Han Lin saat itu juga.

Namun Mo Xie bergerak lebih cepat.

Ia bergeser sedikit dan menutupi tubuh Ling'er dari pandangan para penjaga. Rantai di tangannya bergemerincing pelan.

Ling'er segera memahami maksudnya.

Tahan.

Mo Xie tidak akan membiarkan dendam sesaat menghancurkan rencana mereka.

Ia menatap Han Lin dengan dingin.

“Kembali ke belakang antrean?”

Suaranya tenang, tetapi Qi Yang di dalamnya membuat suara itu menggema di dada semua orang.

Mo Xie maju satu langkah.

“Seekor penjaga Pembentukan Fondasi berani mengajariku aturan?”

Han Lin mendengus.

“Senior mungkin kuat, tetapi menyerang murid Lembah Obat Abadi di depan gerbang kami adalah tindakan...”

Plak!

Ucapan Han Lin terputus.

Mo Xie hanya mengayunkan tangannya.

Lengan jubah putihnya menghantam wajah Han Lin.

Namun pada saat yang sama, Mo Xie menyalurkan Qi Yang ke dalam jubahnya dan menyelipkan sedikit daya dari Domain Penghancur Gunung.

Boom!

Suara ledakan menggema.

Tubuh Han Lin terlempar belasan meter sebelum menghantam pilar giok.

Brak!

Ia jatuh ke tanah sambil memuntahkan darah dan serpihan gigi.

Separuh wajahnya membengkak parah. Tulang rahangnya retak dan tubuhnya kejang karena rasa sakit.

Gerbang utama mendadak sunyi. Lima penjaga lainnya berdiri membeku.

Ratusan orang yang sedang mengantre menundukkan kepala. Tidak seorang pun berani mengeluarkan suara.

Dari balik cadarnya, Ling'er menatap Han Lin. Kepuasan dingin perlahan muncul di matanya.

Mo Xie merapikan lengan jubahnya.

“Peringatan pertama dan terakhir.” Tatapannya beralih kepada lima penjaga. “Aku tidak datang untuk berdebat dengan lalat. Panggil orang yang berwenang.”

Salah satu penjaga segera berbalik dan berlari masuk ke dalam lembah.

Tak lama kemudian, sekelompok kultivator bergegas keluar.

Pemimpin mereka adalah seorang pria paruh baya bertubuh kekar dengan kultivasi Inti Emas Menengah.

Begitu melihat Han Lin terkapar di tanah, wajahnya menegang.

Ia menatap Mo Xie dengan hati-hati.

Aura Yang yang terpancar dari tubuh Mo Xie sangat murni. Namun kekejaman yang tersembunyi di balik ketenangan itu membuatnya semakin waspada.

“Senior.”

Ia menangkupkan tangannya.

“Murid kami memang kurang ajar. Namun menghancurkan wajahnya di depan gerbang kami bukanlah cara seorang Tetua aliran lurus bertamu.”

Mo Xie mendengus.

“Jika tempat ini bukan Lembah Obat Abadi, kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya.”

Ia menarik rantai di tangannya.

Ling'er maju satu langkah.

“Aku tidak datang untuk mencari masalah.” Mo Xie menatap sang penjaga. “Aku datang untuk berdagang.”

Ia menunjuk Ling'er.

“Namaku Tetua Gu. Aku telah berkelana di wilayah utara selama puluhan tahun untuk menyempurnakan Seni Pemurnian Tubuh Matahari.”

Mo Xie berhenti sejenak.

“Tiga hari lalu, aku menangkap wanita ini.”

Tatapan sang penjaga berpindah kepada Ling'er.

“Dia memiliki Fisik Yin Bawaan. Darahnya sangat murni dan meridiannya mampu menahan berbagai racun. Bagi seorang alkemis, tubuh seperti ini sangat berharga.”

Sorot mata pria itu berubah. Ia mulai tertarik.

Mo Xie menangkap perubahan itu.

“Aku ingin menyerahkannya langsung kepada Ketua Sekte kalian.”

Ia melanjutkan dengan tenang.

“Sebagai gantinya, aku menginginkan akses ke Kawah Es Abadi dan Teratai Darah Yang Ekstrem yang kalian simpan di sana.”

Mo Xie menatap tajam.

“Aku membutuhkannya untuk menyempurnakan tubuhku.”

Sang penjaga terdiam.

Teratai Darah Yang Ekstrem adalah harta langka. Namun seorang wanita dengan Fisik Yin Bawaan juga bukan sesuatu yang mudah ditemukan.

Mo Xie menambahkan,

“Jika kalian tidak tertarik, aku akan membawanya ke Paviliun Awan Ungu.”

Wajah sang penjaga berubah. Mendengar nama sekte saingan, ia tidak lagi ragu.

Ia menoleh kepada para murid di belakangnya.

“Buka gerbang.”

Tirai cahaya dari formasi perlahan terbelah.

“Silakan masuk, Tetua Gu. Kami akan membawa Anda ke Paviliun Tamu Kehormatan. Aku akan melaporkan kedatangan Anda kepada Tetua Agung.”

Mo Xie tidak menjawab. Ia langsung berjalan melewati gerbang.

Ling'er mengikuti di belakangnya.

Saat melewati tubuh Han Lin, ujung jubah hitamnya menyentuh genangan darah di tanah.

Tidak seorang pun melihat benang darah tipis keluar dari ujung jarinya.

Benang itu menyelinap ke dalam luka Han Lin sebelum menghilang.

Ling'er tersenyum samar di balik cadar.

Luka itu mungkin dapat disembuhkan. Namun rasa sakitnya tidak akan mudah hilang.

Mo Xie dan Ling'er akhirnya memasuki Lembah Obat Abadi.

Di hadapan mereka terbentang dunia penuh bunga spiritual, paviliun giok, dan aroma obat yang memenuhi udara.

Sebuah lembah yang tampak seperti tanah suci.

Namun di balik semua keindahan itu tersembunyi dosa yang tak terhitung jumlahnya.

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!