NovelToon NovelToon
Mengejar Kesempatan Ke Dua Setelah Perceraian

Mengejar Kesempatan Ke Dua Setelah Perceraian

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ibu Cantik

Alina adalah seorang mahasiswa semester akhir yang tiba-tiba dijodohkan dengan anak sahabat orang tua nya yang merupakan dosen di tempatnya menimbah ilmu.

Sayangnya Farhan sudah memiliki kekasih yang sangat ia cintai.

Suatu hari Alina tidak sengaja melihat Farhan dan kekasihnya melakukan sesuatu hal yang menjijikan.

Bagaimana reaksi Alina saat tau laki-laki yang akan menjadi suaminya adalah orang yang sangat dia benci.

Ikuti cerita dari Mengejar Kesempatan ke dua setelah perceraian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Hubungan antara Farhan dan Alina menjadi semakin dekat semenjak Alina sakit. Farhan juga jadi sering pulang kerumah dengan alasan merindukan masakan mamanya, padahal Semua itu hanya alasan Farhan untuk melihat Alina.

Hari ini adalah weekend jadi Alina menghabiskan waktunya untuk menemani mama Farhan berkebun.

"Ma tomat yang ini Alin petik ya?." tanya Alina kepada mama mertuanya saat melihat tomat yang sudah masak di pohon.

"Iya ,petik aja." saut mama Lara.

Alina tampak enjoy melakukan kegiatan berkebun karena kebiasaannya bersama bundanya juga sama.

Farhan memperhatikan kedua wanita tersebut yang sesekali tertawa. Tidak terasa senyum tipis menghiasi bibirnya.

Alina yang awalnya fokus memetik tomat mengalihkan pandangannya saat melihat Farhan di pintu.

"Mas Farhan, sejak kapan kamu di sana?." Mama Lara melihat kearah pintu saat mendengar jika ada Farhan.

"Baru aja." saut Farhan sembari mendekat ke arah Alina.

"Tumben pulang, biasanya hari libur banyak alasan." Mama lara memicingkan matanya melihat ke arah Farhan yang tampak aneh.

"Mama ini bagaimana, anaknya pulang salah, ga pulang juga salah, emang aku ga pernah benar Dimata mama." ucap Farhan.

"Iya kamu ga pernah benar, benar kamu kamu kasih mama cucu." ucapan mama Lara membuat Alina dan Farhan terkejut.

Alina langsung kembali fokus memetik tomat.

"Apasih ma." saut Farhan sambil melirik Alina yang melanjutkan memetik tomat.

"Sini biar aku yang bantu metik." Farhan mengambil gunting dan keranjang yang dibawa Alina.

Mereka berdua tampak seperti layaknya pasang bahagia, mama Lara memperhatikan dengan senyum bahagia, dalam hatinya semoga pernikahan mereka selalu berjalan bahagia dan dijauhkan dari keburukan.

Matahari mulai memanas mereka memutuskan untuk menyudahi kegiatan berkebun.

Alina dan Farhan pergi ke kamar untuk membersihkan diri. Sesampainya dikamar mereka diliputi kecanggungan.

"Aku mandi dulu ya mas." ucap Alina.

"Eh, iya, gantian aja." ucapan Farhan terdengar ambigu.

Setelah Alina masuk kamar mandi Farhan merebahkan tubuhnya ke sofa.

"Apa yang terjadi sama diriku,kenapa aku ingin mendekat ke arahnya." Farhan berkata sambil menatap pintu kamar mandi yang tertutup.

...----------------...

Malam harinya mereka berkumpul di ruang keluarga setelah makan malam, mereka berbincang santai.

"Lin kamu udah telpon bunda kamu?." tanya mama Farhan.

"Sudah ma, kata bunda Minggu depan operasi ayah." ucap Alina.

"Syukurlah, kita bantu doa saja biar dilancarkan operasi nya." saut bunda.

"Iya ma, terima kasih."

Sementara itu Farhan dan papanya membahas tentang bisnis.

"Kamu kapan gabung ke perusahaan, udah waktunya papa pensiun." ucap papa Farhan.

"Aku masih suka jadi dosen pa." jawab Farhan.

"Kamu harus mulai memikirkan masa depan perusahaan, karena kamu satu-satunya pewaris keluarga kita." Sudah berulangkali Farhan di suruh mengambil alih perusahaan tetapi dia selalu berkata tidak siap.

"Kapan kalian mau mendaftarkan pernikahan?." tanya papa Farhan.

Alina dan Farhan saling berpandangan, jujur saja mereka tidak berpikir sampai sana, mereka pikir pernikahan ini hanya sementara jadi tidak perlu di daftarkan.

Melihat reaksi mereka orang tua Farhan berpandangan.

"Jangan bilang kalian tidak berpikir untuk mendaftarkan pernikahan?." ternyata benar tebakan papa Farhan.

"Kita belum membahas tentang ini pa." ucap Farhan.

"segera di urus, biar tidak ada kesalahpahaman kedepannya." ucap papa Farhan.

Setelah selesai berbincang mereka pergi ke kamarnya.

Sama seperti sebelumnya Alina tidur di ranjang sementara Farhan tidur di sofa.

"Selamat malam mas." setelah mengatakan itu alina mematikan lampu tidurnya.

"Selamat malam." saut Farhan.

Mereka memang berbaring tetapi tidak dapat memejamkan mata karena mengingat ucapan papa yang mengatakan untuk mendaftarkan pernikahan mereka.

Sementara lain mereka menyadari jika cepat atau lambat mereka akan berpisah.

...----------------...

Setelah berbincang tentang arah pernikahan mereka, Alina dan Farhan membuat jarak untuk mencegah keadaan yang rumit.

Hari ini Alina menghadiri acara wisuda Azka, bersama Fani dan Sisil.

"Kak Azka mana sih lama banget katanya suruh nunggu di sini." Alina menggerutu karena sedari tadi dia sudah menunggu Azka di bawa pohon yang selama ini mereka gunakan untuk mengerjakan tugas.

"Sabar Lin, kak Azka pasti lagi foto bersama orang tua nya." ucap Sisil.

"Bener itu Lin, palingan habis ini dia datang sambil lari bawa buqet bunga." tambah Sisil.

Sementara Alina mengambil sebuah buku untuk dijadikan kipas.

Benar seperti dugaan Sisil Azka datang sambil berlari menggunakan toga dan membawa sebuah buqet bunga.

"Maaf Al aku tadi habis foto sama mama papa, terus sama anak-anak yang lain." Azka berkata dengan nafas memburu.

"Lama banget tapi kak, bedak aku sampai luntur nih." Alina menunjuk ke arah mukanya.

Azka tertawa kecil melihat tingkah menggemaskan Alina.

"Maaf ya, kamu meskipun ga pakai bedak udah cantik." ucap Azka sambil tersenyum yang membuat matanya tampak seperti bulan sabit.

"Permisi kak, kakak ga lihat ada orang lain kah di sini?." Sisil bertanya untuk menyindir.

"Ya ampun aku sampai tidak sadar kalau di sini ada orang lain selain Alina." Azka membalas dengan candaan.

"Bucin ma beda." ucap Fani di angguk i oleh Sisil.

"Apaan sih kalian." Alina merasa teman-temannya aneh.

"Dasar ga peka." ucap Sisil.

"Iya Alina ga pernah peka." Azka ikut-ikutan.

Untuk mengindari pembahasan ini Alina memberi sebuah buqet bunga beserta paper bag berisi hadiah untuk Azka.

"Ini buat kakak, selamat yaa, semoga ilmunya bermanfaat dimanapun kakak berada." alina memberikan ucapan yang tulus.

"Terima kasih, ini buat kamu." Azka memberikan balasan buqet bunga untuk Alina.

"Kenapa aku dikasih juga, kan kakak yang wisuda?." Alina tidak paham dengan perilaku Azka.

"Gapapa buat kamu, tadi aku dapat banyak sayang kalau ga kepakai." Azka membuat alasan, padahal itu bunga yang dia pesan secara khusus untuk Alina.

"Terima kasih kak." ucap Alina sambil mencium aroma bunga.

"Romantis nya, kita dianggap nyamuk aja nih." Sisil dan Fani menyadarkan jika mereka juga ada di sana.

"Hari ini kalian aku traktir makan." ucap Azka.

"Asikkkk." Sisil dan Fani tampak kegirangan.

"Kalau gitu kalian foto berdua gih." Fani mengeluarkan kamera.

Azka langsung menarik pundak Alina untuk mendekat, Alina yang terkejut tidak siap tetapi Fani langsung mengambil gambar.

"Ihh aku belum siap, hapus hapus." ucap Alina.

"no no, ini lucu candid." jawab Fani.

Kemudian mereka berfoto dengan berbagai gaya. Setelah puas foto bersama Azka menyuruh Sisil dan Fani untuk pergi lebih dulu reservasi restoran, sementara Azka mengajak Alina untuk bertemu seseorang.

"Kita mau kemana Kak?." Azka menggandeng tangan Alina.

"Aku mau ngenalin kamu ke seseorang." ucap Azka sambil tersenyum.

"Siapa?." tanya Alina.

"Rahasia." ekspresi wajah Alina menjadi cemberut mendengar ucapan Azka.

Tanpa mereka sadari Farhan berdiri tidak jauh dari mereka, dia melihat bagaimana Azka memperlakukan Alina. Ada rasa tidak terima saat melihat tangan Alina digenggam oleh pria lain.

1
Lucyana H
thor ga suka sm si Farhan,udah cepet cerai aja thor,biar si Alina sm yg lain aja,benci bgt sm si farhan
citraalief
nambah up Kak😘🙏🙏
citraalief
😘
citraalief
🥰🥰 Semangat Up thorrr🙏
citraalief
Lanjut Kakkk🥰💪🙏
citraalief
mandi kembang 9 rupa Lin, jan pe lupa🤣🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!