NovelToon NovelToon
Malam Rahasia Tuan Viktor

Malam Rahasia Tuan Viktor

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Romansa
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Pernikahan Anne Avantie Anderson dan pria yang dicintainya batal secara sepihak setelah keluarga sang kekasih menolak hubungan mereka. Di tengah keputusasaan, Anne mengikuti rencana adik sepupunya untuk membuat Davin datang menjemputnya. Ia sengaja pergi ke sebuah bar dalam keadaan mabuk, berharap pria yang masih dicintainya itu akan membawanya pulang dan kembali melanjutkan pernikahan mereka.

Namun, malam yang seharusnya menjadi jalan untuk menyelamatkan hubungannya justru berubah menjadi awal dari kehancuran hidupnya.

Anne terjebak dalam rencana adik sepupunya sendiri dan mendapati dirinya harus menghabiskan malam bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Saat itulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah menjadi korban dari kejahatan dan tipu daya sang adik sepupu.

Fitnah, kesalahpahaman, dan berbagai masalah yang menimpanya perlahan berubah menjadi aib yang membuat Anne memilih meninggalkan kota dan memutus semua hal yang mengingatkannya pada malam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelaku

Selesai istirahat Anne kembali ke ruangannya, dia kembali fokus bekerja dengan harapan ingin mendapatkan kenaikan jabatan, jika ia mendapat posisi yang lebih baik maka ia akan mendapat banyak kemudahan setelah ini, gajinya mengalami kenaikan begitupun semua pengeluaran hidup untuk ia dan ketiga anaknya akan semakin ringan sehingga cita-citanya untuk memiliki rumah, kendaraan juga mengembalikan biaya

pengobatan yang di berikan Max untuk ayahnya akan semakin terealisasi.

Anne menguap ketika matanya lelah, dia hampir tertidur namun ketika di layar itu

muncul bayangan Viktor seketika matanya terbuka lagi, 'bagaimana akan mendapat kenaikan jabatan jika kerjamu tidur?!'suara bernada berat dengan tatapan dingin itu tiba-tiba membayangi otaknya membuat Anne menegakan punggungnya.

Ia menggelengkan kepalanya, tersadar jika ingin mendapat semua itu maka ia tak boleh mengantuk atau jika tidak semua keinginannya hanya akan menjadi mimpi belaka.

Anne pun ingin mencuci wajahnya, dia menarik kursinya mundur dan bangkit.

"Anne kamu akan kemana?" tanya Alista.

"Aku akan pergi ke toilet sebentar." ujarnya.

Alista mengangguk, dan Anne pun pergi, ia segera menuju lorong yang mengantarkannya ke toilet, namun saat

melihat semua pintu tertutup ia pun tak mau menunggu, hingga akhirnya memutuskan untuk berkeliling mencari toilet yang kosong sekaligus untuk berkeliling sambil menghilangkan rasa kantuknya.

Ia menuju lantai atas, dan menemukan

sebuah toilet, ia pun merasa lega lalu masuk ke dalam salah satu biliknya.

Tidak lama dari sana, ia pun keluar dan hendak kembali ke ruangannya, di saat ia

melintas ruang direktur ia tak sengaja mendengar keributan dari dalam sana ketika pintu hampir terbuka.

"Tuan Viktor tolong maafkan aku! Berikan aku kesempatan satu kali lagi!" mohonnya.

Anne menghentikan kakinya dan menyembunyikan keberadaannya di dinding merayap seperti cicak. "Itu seperti suara Imelda," gumamnya.

Anne sangat penasaran bagaimana bisa Imelda berada di dalam sana.

Dan apakah yang sudah terjadi sehingga Imelda memohon seperti itu, ia bisa mendengar suara di iringi isakan di sana.

"Tuan Viktor sudah memberimu kesempatan dengan hanya menurunkan

jabatanmu ketika kamu bertindak senioris di kantor ini, harusnya kamu masih bersyukur tapi kamu malah melakukan rencana pembunuhan pada karyawan lain dengan memasukan bubuk racun ke dalam makanannya, lalu kini kamu menjatuhkan papan itu? !"' sahut Vin yang ikut berang pada segala drama yang diciptakan Imelda.

Anne terkejut bukan main, seluruh tubuhnya bergetar mendengar seluruh fakta yang di sebutkan Vin itu, bahkan kakinya merinding saat mengetahui jika benar Imelda ingin meracuninya saat itu, dan pelaku utama dari kecelakaan siang tadi adalah Imelda.

Mengapa wanita itu sangat jahat sampai

melakukan semua ini padanya? Padahal ia tak pernah sedikit pun mengusiknya.

Ia tak pernah membuat masalah padanya.

"Tolong dengarkan saya dahulu tuan, tidak seperti itu, saya tidak.." Imelda tampak terus memohon.

"Masih ingin mengelak bukti CCTV yang sudah kita tunjukan tadi? "

"Vin, bawa dia keluar sekarang! Jangan biarkan sampah ini terus merengek menggangguku." teriak Viktor dengan lantang dan penuh penekanan.

Tubuh Anne makin bergetar hebat mendengar suara pria itu, bahkan suaranya yang lantang telah menimbulkan getaran sampai ke lantai membuat seluruh persendiannya melemah hingga tak dapat lagi bergerak dari sana.

"Baik, tuan." Vin langsung menarik tubuh Imelda dari sana.

"Kamu sudah di pecat dari sini, dan tuan Viktor juga sudah melaporkanmu ke polisi jadi biarkan hakim yang menentukan apakah kamu benar atau salah dengan bukti itu, silahkan merengek dan memohon lah di sana." Seru Vin sambil menyeret wanita itu.

Imelda semakin syok, "apa? Jadi kalian melaporkan ku ke polisi? Tidak bisakah kalian memberiku kesempatan lagi, sudah cukup dengan memecatku saja dari sini!" teriak Imelda.

Pintu terbuka lebar Anne makin gemetar

melihat tubuh Imelda di seret-seret dengan kasar oleh Vin, ia pun merapatkan tubuhnya ke dinding agar wanita itu tak melihatnya.

"Apakah kamu bisa meyakinkan jika hanya dengan memecatmu kamu tidak akan berbuat jahat dengannya lagi?" seru Vin sambil menendang tubuh Imelda yang meringkuk di lantai sambil tangannya di seret oleh pria itu.

"Masih beruntung tuan Viktor menyerahkan mu ke polisi tidak langsung membunuhmu sendiri!" imbuh Vin sangat emosi.

Imelda sangat ketakutan, begitu pun juga Anne yang merinding di sekujur tubuhnya saat mendengar seruan itu.

Benar saja jika bos nya masih memberi kesempatan untuk Imelda mungkin masih banyak rencana kejahatan yang dia miliki untuk mencelakainya di luaran sana, apalagi ia pernah mendengar jika Imelda memiliki paman seorang gangster.

Dia bisa jadi meminta bantuan pada pamannya itu.

"Arrghh.. aku melakukan itu pada Anne karena dia sudah merebut Max dariku, dan membuatku jadi di turunkan dari pekerjaanku! Aku hanya ingin memberinya perhitungan, tapi kalian malah memecat bahkan memenjarakan ku, aku tidak berfikir untuk membuat masalah pada tuan Viktor, jadi tolong beri aku kesempatan." ungkap Imelda yang nampaknya sudah sangat kesal.

"Akhirnya kamu mengakuinya juga. Vin menendang Imelda lagi hingga tubuhnya menjauh dari pintu ruangan Viktor.

Anne tercengang, betapa ia tak menyangka Imelda akan sejahat itu padanya.

la terkejut sampai tak sengaja menjatuhkan pot yang ada di sampingnya.

Brugh!

"Anne!"

Anne terkesiap tubuhnya bergetar hebat saat Imelda mengetahui keberadaannya.

Ia menatap ke sana begitu pun juga Imelda yang tengah mengintainya dengan tatapan berbahaya.

"Apa yang sudah kamu lakukan disini?" sahut Vin.

Anne panik takut Vin akan berfikir bahwa ia telah sengaja mangkir dari pekerjaannya untuk menguping masalah ini, dan yang lebih menakutkan adalah jika hal ini akan di ketahui juga oleh Viktor.

"Anne! Kamu sudah membuatku seperti ini, jadi kamu harus mati!" teriak Imelda.

Vin menarik tubuh wanita itu yang sedang menatap dengki Anne seperti sudah di rasuki oleh iblis, namun saat itu Imelda dengan kuat memberontak dari cekalan Vin dan mengeluarkan sebilah pisau dari sakunya dan mendekati tubuh Anne lalu mendekatinya.

Anne sangat takut, keringat dingin mengucur keluar dari tubuhnya.

Kakinya menjadi terasa berat untuk ia gerakan sehingga ia tak bisa menjauhi tatapan Imelda.

"Imelda! Apa yang akan kau lakukan?" Vin berusaha mengejar wanita itu, Anne terkesiap saat Imelda makin mendekat.

"Kamu harus mati Anne!" seru wanita itu sambil mengacungkan pisau itu, Vin ingin menarik tubuh Imelda namun ...

Crrssh!

Pisau itu lebih dulu mengenai lengan Anne.

"Ah!" Anne menjerit, darah segar mengucur deras dari sana membasahi kemejanya yang langsung berwarna "Jangan mendekat, atau aku akan membunuhnya!" Imelda mengancam Vin yang ingin mendekat menolong Anne dengan mengacung pisau itu ke arah Vin kemudian ke leher Anne, wanita itu berhasil menguasai tubuh Anne ketika berdiri di belakang Anne dengan tangan terulur di depan lehernya.

Tubuh Anne lemas saking takutnya dan darah yang terus mengucur, rasanya sangat pedih.

Sayatan itu seperti telah membelah tubuhnya "Imelda, jauhkan pisau itu!" teriak Vin.

"Tidak akan!"

"Imelda, tuan Viktor tidak akan membiarkanmu selamat jika kamu terus seperti ini!"

"Apa? Apa yang akan dia lakukan padaku

jika aku membunuh wanita ini?"

"Yang seharusnya terbunuh itu kamu!" sebuah suara dengan lantang menyahutinya.

Seluruh mata menatap kearah sumber suara, ketika Viktor berdiri dengan tegap di penuhi aura kegelapan.

Dia bagaikan malaikat maut yang akan menjemput seseorang.

Imelda menatap dengan tangan bergetar

saat aura dominan Viktor muncul dengan

tatapan matanya yang tajam serta kemarahan di sana

.

"Tuan, Viktor aku mohon, aku akan melepas wanita ini jika kau tidak membawaku ke polisi." Imelda masih memiliki keberanian untuk berusaha bernegosiasi.

Viktor langsung menatap ke arah Anne yang tergeletak dengan lemas, wajahnya pucat, matanya berair, dengan bibir bawahnya yang tergigit untuk meredam rasa nyeri itu, bahkan darah telah merembas di bajunya yang putih, Viktor bisa melihat bagaimana Anne tengah menahan kesakitan.

"Ah, aku tahu kenapa tuan melakukan ini

padaku, tuan menyukai wanita ini kan?

Tenang saja aku akan mengurungkan niatku untuk membunuhnya jika tuan memberiku kesempatan." ucap Imelda.

Anne yang menahan kesakitan itu merasakan dadanya berdebar saat kalimat itu terucap.

Dia melirik Viktor yang tengah memandangnya dingin, tidak mungkin apa yang di katakan Imelda itu benar.

"Berani kamu mengancamku?"

"Tidak ada orang yang pernah melakukan ini padaku sebelumnya." sahut Viktor Anne tercengang, Vin juga tak menyangka jika Viktor akan berkata seperti itu.

"Jadi mana yang akan tuan pilih? Melihatnya mati atau ..." tangannya yang

menggenggam pisau dia dekatkan ke leher Anne.

"Kau yang akan mati!" sahut Viktor dengan lirikan mata tajam bagaikan busur panah.

Dia lantas mendekati Imelda, cahaya gelap yang menyelimuti tubuhnya seketika semakin mendekat, melihat itu Imelda makin metakutan, ia bukan tidak tahu siapa Viktor, di kantornya dia adalah bos yang sangat di segani, namun di luar itu desas desusnya dia juga berbahaya dan mematikan.

Imelda bisa melihat sebuah pistol tergantung di sakunya, siap melahap siapapun jika ia melepas pelurunya.

Namun belum sempat Viktor mengeluarkan pistol itu, Imelda sudah takut dahulu.

Krrk!

"Awh!"

Imelda memekik kencang saat tangan nya di tarik oleh Viktor dan di pelintir dengan kuat ke belakang hingga bunyi retakan tulang itu terdengar, sehingga pisau yang di genggamnya pun terjatuh.

Vin pun segera mengamankan benda itu.

Imelda menangis kencang, dan memohon ampun pada pria itu.

"Berani bermain-main denganku, maka jangan harap kamu akan selamat!" peringat Viktor.

Brak!

Vin lantas menendang wanita itu hingga tersungkur.

Vin dengan sigap menangkap Imelda dan mengamankannya, "sudah ku bilang jangan bermain-main dengan tuan Viktor, dan sekarang hukuman mu akan bertambah saat kau melakukan tindakan pembunuhan berencana dengan pisau ini." seru Vin, Imelda pun menatap pisau yang berlumur darah.

Viktor beralih menatap Anne, gadis itu sangat lemah, pandangan matanya menggelap dia melihat waja tampan Viktor menjadi dua hingga akhirnya kesadarannya menghilang, tapi belum sempat Anne ambruk, Viktor buru-buru melangkah dan memapah tubuh Anne dengan lengan kokohnya.

Viktor pun buru-buru menggendong Anne dan membawanya memasuki lift, semua anak buahnya langsung berlari mengikutinya.

"Siapkan mobil." titah Viktor, Anak buahnya pun siap siaga.

1
Resume
baguss
Lian_06: Thanks ya ,rating dan komentar nya😃, nantikan update cerita ini ya, jangan lupa tinggalkan jejak disetiap babnya agar semakin semangat Authornya😉😄
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
dimana² uang lebih berkuasa 🤭 sebaiknya kamu jujur ke Viktor kalo ada 3 buntut krn kejadian itu biar anak²mu ada yg melindungi nya
𝐀⃝🥀Weny
heem.. the power isi money /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
issshhh... licik banget si Victor 😏🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
🤣🤣🤣si Victor moduuuus... bilang aja kangen🤣🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: iya, mau ketemu aja cari² kesalahan Anne 😅🤣🤣🤣
total 2 replies
Mita Paramita
rasain tuh Anne dikerjain Viktor 🤣🤣🤣
Mita Paramita
salah paham lagi nih Viktor ke anne🤣🤣🤣 kapan ketahuan ny sih Anne dan kapan Viktor ketemu anaknya
Mita Paramita
anne polos banget ketemu Viktor ga pernah liat wajah ny 🤣🤣🤣 Viktor pake topeng
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu itu jgn polos² amat jd orang 🤦‍♀️ jgn mudah percaya orang lain meski itu rekan kerja mu sendiri
Mita Paramita
anne terlalu polos gampang gak enakan di pergaulan teman teman ny🤣🤣🤣 untuk ada Viktor nih 🫡
Lian_06: Kadang terlalu baik malah dimanfaatin 😭
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
emang triples anaknya viktor 🤭 ajak triples ke kantor biar ketemu daddy nya
Lian_06: Thanks ya udah mampir baca🤗😄. Ajak triplets nya nanti biar makin suprise buat Daddy Viktor 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
rasain tuh Imelda makanya jangan senioritas🤣🤣🤣kalo udah ketauan rugi sendiri kn 🫡
Lian_06: Bener banget tuh, aku jujur kesel juga🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!