NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Dengan Bos Mafia

Cinta Terlarang Dengan Bos Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Tolong... tolong saya... ada yang mengejar saya..." bisik Elara dengan suara parau dan napas yang membakar kulit dada pria itu.

​Detik berikutnya, dua pria yang mengejar Elara mendobrak keluar dari semak-semak. Mereka menghentikan langkah seketika saat melihat pemandangan di depan mereka. Namun, sebelum salah satu dari mereka sempat membuka mulut untuk meminta maaf atau melarikan diri, Haidar—sang bos mafia yang memimpin wilayah tersebut—beralih pandang. Mata tajamnya yang sedingin es menatap kedua pria pengganggu itu. Tanpa rasa ragu atau sepatah kata pun, Haidar mengarahkan moncong pistolnya ke bawah dan menembak pergelangan kaki pria terdepan.

​DOR!

​Suara dentuman senjata api memecah keheningan hutan. Pria yang tertembak itu menjerit histeris, terhuyung jatuh ke tanah sambil memegang kakinya yang hancur, sebelum akhirnya merangkak mundur bersama temannya dengan wajah pucat pasi sambil terus membungkuk dan berteriak meminta maaf hysterical kepada Haidar. Mereka tahu betul siapa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA GARIS DAN HAK MILIK MUTLAK

Pintu kamar mandi berderit pelan saat terdorong terbuka. Elara melangkah keluar dengan tubuh yang serasa tak bertulang. Kedua matanya sembap, digenangi air mata yang siap tumpah kapan saja. Di dalam genggaman tangannya yang gemetar hebat, ia meremas kuat sebuah alat plastik kecil berlatar putih.

​Dua garis merah ketat terukir jelas di sana. Positif.

​Dokter Tya yang melangkah mendekat langsung menerima testpack tersebut dari jemari Elara yang dingin. Wanita berjas putih itu mengamati hasil tes sejenak, lalu menatap Elara dengan pandangan teduh dan mengangguk pelan, memberikan konfirmasi tanpa perlu kata-kata. Sebuah kehidupan baru—benih dari pria asing yang berkuasa di luar sana—kini benar-benar sedang bertumbuh di dalam rahimnya.

​Elara terduduk di tepi ranjang, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Isak tangisnya pecah, bergema pelan di dalam kamar yang luas itu. Perasaannya campur aduk antara kalut, takut, dan tak berdaya. Bagaimana mungkin di tengah kehancuran hidupnya, kehancuran keluarganya, dan pernikahan paksa yang baru saja meremukkannya, ia kini mengandung anak dari seorang bos mafia?

​Pintu kamar utama mendadak terdorong terbuka lebar. Langkah kaki yang tegap dan berwibawa memecah hening. Haidar melangkah masuk, memotong atmosfer haru di dalam ruangan dengan aura dominasinya yang kuat. Pandangan mata gelapnya langsung terkunci pada Dokter Tya yang berdiri memegang alat uji kehamilan tersebut.

​"Bagaimana keadaannya?" tanya Haidar dengan suara rendah yang menuntut, tak memedulikan tangisan Elara yang makin menjadi.

​Dokter Tya menarik napas panjang, lalu menyerahkan testpack bernoda dua garis merah itu ke hadapan Haidar.

​"Selamat, Tuan Haidar," ucap Dokter Tya tegas. "Nona Elara sedang mengandung. Usia kehamilannya diperkirakan memasuki minggu kedua."

​Haidar menerima benda kecil itu. Manik matanya menyipit, menatap dua garis merah yang terpampang nyata di tangannya. Untuk pertama kalinya, raut wajah sang bos mafia yang biasanya sedingin es itu menunjukkan perubahan—sebuah kilat kepuasan dan kepemilikan yang mendalam terpancar dari matanya.

​Ia melangkah mendekati Elara, berlutut di hadapan gadis yang sedang terisak itu, lalu mengusap lembut jemari Elara yang gemetar.

​"Sudah kuduga," bisik Haidar di depan wajah Elara, suaranya terdengar begitu posesif dan dalam. "Anak itu adalah milikku, Elara. Dan mulai hari ini, tidak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa merenggutmu dari sisiku."

​Dokter Tya mengangguk sopan, lalu bergerak cekatan menuliskan beberapa resep obat penguat kandungan, vitamin, serta pereda mual di atas kertas medisnya. Setelah menyerahkan lembaran itu kepada salah satu anak buah Haidar yang berdiri siaga di dekat pintu, ia menoleh kembali ke arah Elara dengan senyum hangat.

​"Saya sudah meresepkan vitamin dan penguat kandungan untuk Nona Elara. Tubuhnya masih sangat lemah, jadi pastikan dia istirahat total dan tidak stres," ujar Dokter Tya profesional, lalu beralih menatap Haidar. "Dua minggu lagi kita akan jadwalkan pemeriksaan USG pertama untuk melihat perkembangan janin dan mendengarkan detak jantungnya."

​"Atur jadwalnya," balas Haidar singkat dan tegas tanpa mengalihkan pandangannya dari Elara.

​Dengan lambaian tangan pamit yang sopan, Dokter Tya melangkah keluar dari kamar, membiarkan pintu jati tebal itu kembali tertutup rapat. Keheningan yang sarat akan ketegangan mendadak menyelimuti kamar megah tersebut.

​Elara memeluk kedua lututnya makin erat di atas ranjang empuk, berusaha menyembunyikan wajahnya yang masih basah oleh air mata. Rasa takut, bingung, dan tak berdaya bergaung hebat di dalam dadanya. Di dalam rahimnya kini bersemayam benih dari seorang bos mafia yang paling ditakuti—pria yang baru saja memusnahkan Pak Surya dan menjeputnya dari neraka secara paksa.

​Haidar bergerak naik ke atas tempat tidur, duduk di samping Elara tanpa suara. Jemari tangannya yang besar dan hangat terulur, mengusap lembut sisa air mata di pipi Elara yang memar, lalu turun merengkuh jemari gadis itu yang terasa begitu dingin.

​"Jangan takut," bisik Haidar dengan suara rendah yang dalam dan bernada menenangkan. "Anak di dalam perutmu adalah darah dagingku, Elara. Mulai detik ini, tidak akan ada lagi yang berani menyentuh atau menyakiti hidupmu."

​Elara mendongak perlahan, menatap iris mata gelap milik Haidar. Di balik rasa asing dan dominasi pria itu, Elara menyadari satu hal pasti: jalurnya untuk kembali ke kehidupan normal telah tertutup rapat, dan takdir barunya kini sepenuhnya tergenggam di tangan sang bos mafia.

1
Ira safitri
sangat bagus 🥰🥰
Waaaaaa_: Terimakasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!