Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.
Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".
Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].
Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!
Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RUNTUHNYA TIGA PILAR BENUA
BOOOOOOOOOOOMMMMMMMM!
Hantaman Glacial Judgment skala penuh kali ini tidak seperti yang terjadi di Lembah Ratapan. Di bawah kendali Elena yang telah mencapai Penyihir Agung dan didukung 80% Fisik Es Dewa, puluhan meteor es kuno yang meluncur dari langit tidak lagi berukuran seperti bukit kecil.
Mereka adalah raksasa es seukuran gunung yang diselimuti oleh api biru sedingin absolut sejati.
Ketika meteor pertama menghantam perisai gabungan tiga warna milik Paus Benediktus, Kaisar Magnus, dan Grand Magus Varian, seluruh Kota Suci Luminaria berguncang seolah-olah dunia sedang terbelah.
CRACK! CRACK!
Aura api zirah naga merah Magnus adalah yang pertama meredup. Api ekstrem miliknya yang diklaim tidak bisa padam, seketika membeku saat bersentuhan dengan hawa es dewa Elena. "T-Tidak mungkin! Energi api murniku dipadamkan?!" raung Magnus, lengannya gemetar hebat menahan beban yang seolah-olah menjatuhkan seluruh langit ke atas kepalanya.
Detik berikutnya, uap racun korosif milik Varian membatu menjadi kristal hijau yang rapuh dan hancur berkeping-keping. Perisai cahaya suci milik Paus Benediktus menjadi pertahanan terakhir yang tersisa, namun garis-garis mana emas di atasnya retak dengan kecepatan yang mengerikan.
"Gadis penyihir sesat! Kau tidak akan bisa menandingi kehendak Cahaya Suci!" teriak Paus Benediktus dengan mata merah, memeras sisa esensi kehidupannya hingga rambutnya yang memutih rontok satu per satu.
"Cahaya suci kalian hanyalah kedok untuk keserakahan yang membusuk," Elena melayang turun perlahan dari langit malam buatan, menatap tiga penguasa itu dari ketinggian seperti seorang dewa yang sedang menjatuhkan vonis. Tangannya ditekan ke bawah sekali lagi. "Enyahlah."
PYAAAARRRRR!
Perisai tiga warna hancur total.
Gelombang hawa dingin mutlak menyapu dalam radius puluhan kilometer, menelan sisa 420.000 pasukan Aliansi yang berada di dalam kota. Tidak ada waktu untuk berteriak. Ksatria Suci, Legiun Api Merah, dan para penyihir hitam membatu seketika dalam posisi mereka berdiri. Zirah besi mereka pecah, kulit mereka memutih, dan kesadaran mereka terenggut dalam keheningan yang absolut.
Kaisar Magnus meraung saat kakinya mulai membeku menjadi berlian hitam. Dengan sisa kekuatan Lingkaran 8 miliknya, dia mencoba mengayunkan kapak raksasanya ke arah Elena. Namun, sebelum kapak itu terayun penuh, Frost meluncur turun dari langit dan mencengkeram tubuh Magnus dengan cakar raksasanya, menghancurkan zirah naga merahnya hingga berkeping-keping dan menghempaskannya ke tanah dalam kondisi sekarat.
Grand Magus Varian, menyadari bahwa situasi telah berubah menjadi pembantaian total, mencoba meleburkan dirinya ke dalam bayangan untuk melarikan diri. Namun, seluruh bayangan di Kota Suci telah membeku padat. Tiga puluh Frost Specter muncul dari balik pilar es, menembus tubuh Varian berulang kali, menyedot habis seluruh mana hitamnya hingga sang penyihir tua itu jatuh tersungkur dengan mata kosong yang membeku.
Melihat dua sekutunya tewas dan lumpuh dalam sekejap, Paus Benediktus menjatuhkan tongkat kepausannya yang telah patah. Dia menatap pemandangan Kota Suci Luminaria yang dulunya benderang oleh cahaya keemasan, kini telah berubah menjadi kota es kelabu yang mati.
"Kau... kau menghancurkan peradaban benua ini..." bisik Benediktus dengan bibir yang memutih.
"Aku tidak menghancurkannya, Paus Tua," Elena mendarat dengan anggun di hadapan Benediktus, mahkota kristal es dewa di atas kepalanya memancarkan kilau murni. "Aku hanya sedang merenovasinya."
[Sistem: Pemusnahan Aliansi Benua Selesai 100%.]
* [Target Dimusnahkan: 420.000 Personel Pasukan.]
* [Tokoh Tingkat Tinggi Terbunuh/Dilumpuhkan: 3 Eksistensi Lingkaran 8, 10 Penyihir Agung Lingkaran 7.]
[Menghitung Total Poin Sistem yang Diperoleh: 5.500.000 Poin.]
[Poin Sistem Saat Ini: 5.500.000 Poin.]
Elena tersenyum dingin melihat angka jutaan poin yang melayang di depan matanya. Pembalasan dendamnya terhadap mereka yang bersekutu dengan para pengkhianatnya telah selesai, dan kini saatnya mendirikan kekuasaan yang sesungguhnya.
"Sistem, klaim Kota Suci Luminaria. Aktifkan Sistem Perluasan Wilayah Makro Fase Akhir," perintah Elena mutlak.
[Sistem: Mengunci Area Kota Suci Luminaria.]
[Mengonsumsi 3.000.000 Poin Sistem. Sisa Poin: 2.500.000 Poin.]
[Memulai Proses Konversi Geografis Menjadi: Kota Metropolis Es Sistem — Permafrost Capital.]
GUMURUUUHHH!
Seluruh struktur bangunan marmer dan katedral di Kota Suci mulai runtuh, digantikan oleh menara-menara es kristal futuristik magis setinggi ratusan meter yang mencuat dari dalam tanah. Katedral Agung bertransformasi menjadi Istana Satelit Es Dewa yang megah, terhubung langsung melalui jaringan mana spasial dengan Istana Utama di Frozen Abyss.
Dinding kota yang tadinya terbuat dari batu suci kini berubah menjadi benteng berlian hitam berlapis energi pelindung yang mampu menahan serangan tingkat dewa sekalipun. Hawa hangat buatan sistem mulai mengalir di dalam rumah-rumah kristal yang baru terbentuk, bersiap untuk menerima penghuni baru yang hanya tunduk pada perintah sang Maharani.
Elena berjalan mendekati Paus Benediktus yang masih berlutut lemas di atas tanah yang membeku.
"Aku akan membiarkanmu tetap hidup, Benediktus," ucap Elena, menatap sang pemimpin spiritual dari atas dengan pandangan merendahkan. "Bukan karena belas kasihan, tetapi karena aku ingin kau menyaksikan dari dalam penjara bawah tanah ini, bagaimana Kekaisaran Es Dewa milikku akan menelan sisa-sisa kerajaan manusia yang kau banggakan."
Elena berbalik, jubah biru keperakannya berkibar dengan anggun di antara ribuan patung es pasukannya yang kini berdiri tegak menyambut penguasa baru mereka. Di langit, Frost melepaskan raungan kemenangan yang menandai runtuhnya tiga pilar utama benua.