NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi Sang Dewa

Jalan Kultivasi Sang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Adit

Di sebuah desa kecil yang terlupakan dunia, seorang anak pemburu hidup dalam kemiskinan sambil merawat ibunya yang sakit parah. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya di hutan demi bertahan hidup, tanpa mengetahui bahwa takdir besar sedang menunggunya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan—ayahnya masih hidup, dan berada di Dunia Atas, tempat para kultivator kuat menguasai langit dan bumi.
Dengan tekad untuk menemukan ayahnya dan mengubah nasibnya, pemuda itu memulai perjalanan kultivasi dari dunia paling bawah. Bersama teman yg ditemui Nya waktu dia masih kecil, ia menghadapi monster, sekte, pengkhianatan, dan perang antar dunia demi mencapai puncak kekuatan.
Sebuah perjalanan dari seorang pemburu desa… menuju penguasa langit tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22 - Pemimpin Desa Bernama Xu Kong

Sosok setengah manusia setengah kera itu berdiri tegak di tengah jalan sambil memegang tongkat panjang di tangan kanannya. Tatapannya tajam dan penuh kewaspadaan saat mengamati Cang Xuan, Tuan Xin, dan Ling Yue satu per satu.

Setelah beberapa saat, ia akhirnya membuka mulut.

"Oh iya, perkenalkan."

Nada suaranya terdengar tegas.

"Namaku Xu Kong."

Kemudian ia menepukkan ujung tongkatnya ke tanah dengan ringan.

"Aku adalah pemimpin desa ini."

Mendengar itu, Cang Xuan sedikit terkejut. Ia tidak menyangka sosok yang baru saja menghalangi jalan mereka ternyata adalah pemimpin desa.

Namun Xu Kong belum selesai berbicara.

Ia mengangkat tongkatnya dan menunjuk ke arah mereka bertiga.

"Ini pertama kalinya aku melihat kalian."

Tatapannya menjadi semakin tajam.

"Aku merasa kalian cukup mencurigakan."

Kemudian ia menambahkan tanpa basa-basi, "Mungkin saja kalian adalah orang jahat. Atau mungkin kaki tangan Penguasa Benua Timur yang bodoh itu yang dikirim untuk memata-matai desa yang kulindungi."

Mendengar tuduhan tersebut, Cang Xuan langsung mengangkat kedua tangannya dengan panik.

"Tunggu dulu."

Ia buru-buru menjelaskan.

"Kami bukan orang jahat."

Kemudian ia menunjuk ke arah jalan di belakang mereka.

"Kami hanya lewat. Setelah membeli beberapa bekal, kami akan segera meninggalkan desa ini."

Namun berbeda dengan Cang Xuan yang sibuk menjelaskan, perhatian Tuan Xin justru tertuju pada bagian lain dari ucapan Xu Kong.

Ia terlihat sedikit tertarik.

"Penguasa Benua Timur yang bodoh?"

Alisnya terangkat.

"Kenapa kau menyebutnya seperti itu?"

Begitu mendengar pertanyaan tersebut, ekspresi Xu Kong langsung berubah.

Tatapan yang semula hanya penuh kewaspadaan kini berubah menjadi dingin.

Jelas sekali bahwa pertanyaan itu telah menyentuh sesuatu dari masa lalunya.

"Karena aku sangat membencinya."

Suasana di sekitar mereka tiba-tiba menjadi lebih hening.

Bahkan beberapa penduduk yang sebelumnya sibuk bekerja mulai diam-diam memperhatikan percakapan tersebut.

Xu Kong menggenggam tongkatnya sedikit lebih erat sebelum melanjutkan.

"Dialah yang menyebabkan ras kami dihancurkan."

Nada suaranya terdengar berat.

"Karena ulahnya, banyak anggota ras Siluman Kera dipenjara di Dunia Tengah."

Tatapannya perlahan menunduk.

"Aku adalah satu-satunya yang berhasil melarikan diri."

Untuk sesaat, tidak ada yang berbicara.

Kemudian Xu Kong kembali mengangkat kepalanya.

"Akhirnya aku terdampar di Dunia Bawah."

Tatapannya perlahan beralih ke desa di belakangnya.

Namun kali ini, sorot matanya jauh lebih lembut.

"Beruntung penduduk desa ini mau menerimaku."

Nada suaranya tidak lagi dipenuhi kemarahan seperti sebelumnya.

"Mereka tidak memandangku sebagai monster."

Kemudian sebuah senyum tipis muncul di wajahnya.

"Mereka memperlakukanku sebagai keluarga."

Mendengar itu, beberapa penduduk desa yang memperhatikan dari kejauhan saling tersenyum kecil.

Bagi mereka, Xu Kong bukanlah monster ataupun orang asing.

Ia adalah pemimpin desa yang telah melindungi mereka selama bertahun-tahun.

Dan dari cara para penduduk memandangnya, jelas terlihat bahwa rasa hormat serta kepercayaan mereka kepada Xu Kong bukanlah sesuatu yang dibuat-buat.

Sementara itu, Cang Xuan diam-diam memperhatikan semua yang terjadi. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa dunia yang sedang dijelajahinya ternyata menyimpan jauh lebih banyak kisah dan luka masa lalu daripada yang pernah ia bayangkan sebelumnya.

Xu Kong terdiam sejenak sebelum kembali melanjutkan ceritanya. Tatapannya mengarah ke kejauhan seolah sedang mengingat masa lalu yang tidak ingin ia kenang.

"Karena itu aku bersumpah untuk melindungi desa ini."

Nada suaranya terdengar tenang, tetapi mengandung keteguhan yang tidak perlu diragukan lagi.

"Kemudian pada suatu hari aku pernah mencoba menantang Penguasa Benua Timur. Aku ingin merebut gulungan miliknya. Aku ingin kembali ke Dunia Tengah."

Sesaat kemudian, senyum pahit muncul di wajahnya.

"Tapi aku akhirnya kalah."

Ia menghela napas pelan.

"Aku bahkan menjadi buronan setelah kejadian itu."

Mendengar penjelasan tersebut, Tuan Xin mengangguk pelan seolah baru mengingat sesuatu.

"Pantas saja aku merasa wajahmu familiar."

Xu Kong menoleh ke arahnya.

Tuan Xin tersenyum santai sambil mengangkat kendi araknya.

"Jadi itu sebabnya wajahmu terpampang di poster buronan."

Mendengar hal itu, Xu Kong langsung mendengus kesal.

Jelas sekali ia tidak memiliki kenangan yang baik mengenai masalah tersebut.

Sementara itu, Cang Xuan yang sejak tadi mendengarkan mulai memahami situasi yang sebenarnya. Ia menatap Xu Kong beberapa saat sebelum akhirnya melangkah maju.

"Kalau begitu tujuan kita sebenarnya sama."

Xu Kong sedikit mengernyit.

"Maksudmu?"

Cang Xuan tersenyum.

"Kami juga ingin menemui Penguasa Benua Timur."

Tatapannya terlihat mantap.

"Kami juga ingin mendapatkan petunjuk dari gulungan itu untuk menuju dunia yang lebih tinggi."

Xu Kong tampak sedikit terkejut mendengar pengakuan tersebut.

"Benarkah?"

"Tentu saja."

Cang Xuan mengangguk tanpa ragu.

"Kami tidak berbohong."

Untuk beberapa saat, Xu Kong hanya memandangnya dalam diam.

Kemudian suasana tiba-tiba berubah ketika Cang Xuan kembali membuka mulut.

"Kalau tujuanmu menuju Dunia Tengah..."

Ia tersenyum ringan.

"Kenapa tidak bergabung dengan kami saja?"

Kalimat itu membuat beberapa orang langsung terkejut.

"Apa?!"

Ling Yue bahkan tanpa sadar membelalakkan matanya.

Ia segera menarik lengan Cang Xuan ke samping.

"Cang Xuan!"

Nada suaranya terdengar tidak percaya.

"Kita baru saja bertemu dengannya!"

Ia melirik ke arah Xu Kong sebelum kembali menatap Cang Xuan.

"Kita bahkan tidak tahu sifat aslinya seperti apa."

Kemudian ia menambahkan dengan suara yang lebih pelan, "Dia juga seorang Siluman Kera."

Namun Cang Xuan hanya menggeleng.

"Entah kenapa aku percaya padanya."

Jawabannya terdengar sederhana.

"Selama dia bercerita, aku tidak melihat kebohongan di matanya."

Mendengar itu, Ling Yue langsung terdiam.

Karena jauh di dalam hatinya, ia tahu bahwa Cang Xuan memang memiliki naluri yang cukup baik dalam menilai orang lain.

Beberapa kali sebelumnya, instingnya terbukti benar.

Sementara itu, Tuan Xin yang berdiri tidak jauh dari mereka tetap terlihat santai seperti biasa. Ia hanya menyesap araknya sambil mengamati situasi dengan ekspresi tenang.

Seolah apa pun keputusan yang diambil Cang Xuan bukanlah sesuatu yang perlu ia campuri.

Di sisi lain, Xu Kong sendiri tampak terkejut dengan tawaran tersebut.

Selama bertahun-tahun hidup sebagai buronan, sebagian besar orang selalu memandangnya dengan ketakutan, kewaspadaan, atau kebencian karena penampilannya yang berbeda.

Namun pemuda yang baru dikenalnya beberapa menit lalu justru mengajaknya bergabung tanpa ragu.

Untuk pertama kalinya sejak percakapan itu dimulai, tatapan Xu Kong kepada Cang Xuan berubah sedikit. Bukan lagi tatapan penuh kecurigaan, melainkan tatapan yang mengandung rasa penasaran terhadap pemuda manusia yang tampaknya jauh berbeda dari kebanyakan orang yang pernah ia temui.

Xu Kong menatap Cang Xuan dengan ekspresi tidak percaya. Selama beberapa saat, ia bahkan tampak ragu apakah dirinya salah dengar atau tidak.

"Kau serius?" tanyanya. "Aku bisa bergabung dengan kalian?"

Cang Xuan mengangguk tanpa ragu sedikit pun.

"Tentu saja."

Kemudian ia tersenyum ringan.

"Tujuan kita memang berbeda, tetapi jalan yang kita tempuh sama. Kau ingin kembali ke Dunia Tengah, sedangkan kami ingin menuju Dunia Atas. Jadi tidak ada salahnya kita berjalan bersama."

Xu Kong terdiam cukup lama setelah mendengar jawaban itu.

Tatapannya terus tertuju pada Cang Xuan.

Selama bertahun-tahun hidup sebagai buronan dan anggota ras yang hampir punah, ia sudah terlalu sering menerima tatapan curiga, ketakutan, atau kebencian dari orang lain. Karena itu, sikap Cang Xuan terasa begitu asing baginya.

Pada akhirnya, senyuman perlahan muncul di wajahnya.

"Baik."

Ia menganggukkan kepala dengan mantap.

"Aku bersedia."

Kemudian ia menambahkan, "Aku akan bergabung dengan kalian."

Mendengar itu, Cang Xuan langsung tersenyum lebar, sementara Ling Yue hanya menghela napas pasrah. Meski masih sedikit waspada, ia memutuskan untuk menghormati keputusan tersebut.

Beberapa saat kemudian, Xu Kong mulai berpamitan kepada para penduduk desa.

Kabar kepergiannya menyebar dengan cepat.

Tidak lama kemudian, banyak warga berkumpul di dekat gerbang desa untuk mengantarnya pergi. Beberapa terlihat sedih, sementara yang lain berusaha tersenyum meski jelas tidak ingin berpisah.

Di antara kerumunan itu, Xu Kong berjalan menghampiri seorang anak laki-laki yang usianya kira-kira dua belas tahun.

Begitu melihatnya mendekat, mata bocah itu langsung memerah.

Xu Kong mengangkat tangannya dan meletakkannya di atas kepala muridnya tersebut.

"Aku titip desa ini padamu."

Mendengar kata-kata itu, mata bocah tersebut langsung berkaca-kaca.

"Guru..."

Suaranya sedikit bergetar.

"Aku akan melindungi desa ini walaupun nyawaku taruhannya."

Kemudian ia mengepalkan kedua tangannya erat.

"Aku janji."

Xu Kong tersenyum bangga.

"Aku sangat percaya padamu."

Sesaat kemudian, bocah itu langsung memeluknya dengan erat.

"Tapi Guru harus kembali."

Xu Kong tertawa kecil sebelum menganggukkan kepala.

"Tentu saja."

Tatapannya terlihat hangat.

"Aku berjanji akan kembali setelah urusanku di Dunia Tengah selesai."

Mendengar janji tersebut, bocah itu akhirnya mengangguk meski air mata masih terlihat di sudut matanya.

Setelah berpamitan dengan muridnya, Xu Kong kembali menyapa para penduduk desa satu per satu. Banyak dari mereka yang pernah dibantunya selama bertahun-tahun, sehingga suasana perpisahan itu terasa cukup mengharukan.

Barulah setelah semuanya selesai, Xu Kong berjalan menuju tempat Cang Xuan dan yang lainnya menunggu.

Kini kelompok kecil itu bertambah satu anggota.

Cang Xuan.

Ling Yue.

Tuan Xin.

Dan Xu Kong.

Keempatnya berdiri di depan gerbang desa sambil memandang jalan panjang yang membentang di hadapan mereka.

Para penduduk melambaikan tangan dari belakang.

Cang Xuan dan Xu Kong membalas lambaian tersebut, sementara Ling Yue ikut tersenyum kecil. Bahkan Tuan Xin yang biasanya santai juga mengangkat tangannya sebentar sebagai tanda perpisahan.

Tak lama kemudian, mereka mulai melangkah meninggalkan desa.

Satu demi satu langkah membawa mereka semakin jauh dari gerbang dan semakin dekat menuju tujuan berikutnya.

Tujuan itu adalah kota besar tempat Penguasa Benua Timur berkuasa.

Namun tidak seorang pun di antara mereka menyadari bahwa sejak Xu Kong memutuskan bergabung, jalur takdir mereka telah berubah sekali lagi. Pertemuan yang tampak sederhana itu perlahan menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang akan membawa mereka menuju rahasia-rahasia yang jauh lebih besar daripada yang pernah mereka bayangkan.

End Chapter 22

1
asri_hamdani
tangkap 1-2 kan bisa untuk ganjel perut lapar 🤔
.: karena menurut Cang xuan menangkap hewan hewan kecil seperti kelinci ataupun kucing hutan itu hanya membuang-buang waktu karena hewan tersebut memiliki pergerakan yg cukup lincah Apalagi walaupun berhasil menangkap dia hanya mendapatkan koin yg sedikit apalagi dia mempunyai waktu terbatas yaitu jangan sampai malam hari karena banyak monster abbys yg berkeliaran oleh karena itu daripada membuang buang waktu ke hewan yg memiliki nilai koin yg sedikit menurut Cang xuan lebih baik mencari hewan yg ukuran nya cukup besar dan mendapatkan koin yg lebih banyak dibandingkan harus bersusah payah menangkap hewan ukuran kecil
total 1 replies
Kevandra
B🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!