NovelToon NovelToon
Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Horor / Teen / Cinta Beda Dunia / Mata Batin
Popularitas:85k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

​"Ayo mengaku, Mas Sholeh! Kamu bisa lihat aku, kan?! Jangan bohong, bohong itu dosa, nanti masuk neraka loh!"
​Bagi Arash, menjadi cowok indigo itu melelahkan. Makanya, dia pakai trik keramat: Pura-pura buta huruf soal hal gaib. Mau ada pocong kayang pun, Arash bakal tetap lempeng.
​Strategi itu sukses bertahun-tahun, sampai dia ketempelan sesosok roh cewek misterius yang punya jiwa "cegil" (cewek gila) akut. Bukannya nakutin, roh genit ini malah rusuh mengintil kemana-mana, bahkan nekat narik kerah jaket Arash demi minta perhatian.
​Arash mati-matian bertahan demi menjaga iman dan aktingnya. Tapi saat teror mistis yang mengancam nyawanya datang, si hantu cegil justru pasang badan paling depan dengan cara yang paling bar-bar.
​Gimana jadinya kalau cowok sholeh berkharisma harus menghadapi musuh gaib bersama hantu cegil yang ternyata... belum sepenuhnya mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Waktu bergulir dengan kejam namun tenang. Sejak kejadian kelam di rumah duka itu, dunia seakan berputar pada porosnya untuk menuntut keadilan.

Bhakti Harja, sang Kepala Sekolah yang licik, kini meringkuk di balik jeruji besi, menanti vonis hukum atas penggelapan dana dan keterlibatannya dalam ritual gelap.

Sementara itu, Nina, sang ibu yang kehilangan nurani, masih terbaring kaku di ruang ICU dengan kondisi koma yang kritis setelah kecelakaan di tangga rumahnya.

Namun, di kediaman besar keluarga besar Arash, suasana justru terasa lebih mencekam.

Arash masih terbaring tak sadarkan diri. Sudah tiga hari penuh matanya tertutup rapat, dunianya gelap gulita.

Fisiknya yang remaja ternyata tak cukup tangguh untuk menahan hantaman energi ghaib yang begitu masif saat ia menghancurkan kutukan kotak perak milik Bhakti.

Serangan balik dari entitas kegelapan itu telah menyedot sari pati energinya hingga nyaris kering.

Kyai Hasan, kakek Arash, tampak menua sepuluh tahun dalam tiga hari.

Beliau telah memanggil beberapa kyai sepuh dan praktisi spiritual terpercaya untuk membantu mendoakan cucu sulung kesayangannya.

Segala upaya telah ditempuh, dari penanganan medis di rumah sakit swasta ternama dengan alat-alat canggih, hingga pengobatan non-medis melalui rukyah syariah dan pembersihan aura di sekeliling tempat tidur Arash.

Namun, detak jantung Arash tetap stabil dengan ritme yang tipis, sementara jiwanya seolah tersesat di suatu tempat di antara dimensi kehidupan dan kematian.

Di suatu tempat yang tidak diketahui oleh manusia, Arash berdiri di tengah hamparan padang rumput hijau yang membentang luas hingga ke ufuk.

Langit di sana berwarna biru kristal yang menenangkan, dengan angin sepoi-sepoi yang membawa aroma melati dan hujan. Tidak ada rasa sakit, tidak ada sesak di dada.

"Arash..."

Remaja itu menoleh cepat ke arah sumber suara. Di sana, di bawah naungan pohon rindang yang meneduhkan, berdiri dua sosok yang paling ia rindukan di dunia.

"Mami! Papi!"

Arash berteriak, air matanya tumpah ruah.

Ia berlari sekuat tenaga, mengabaikan beban apa pun, lalu menerjang masuk ke pelukan hangat kedua orang tuanya.

Ia mendekap mereka seerat mungkin, takut jika ia melepaskan pelukan ini, sosok mereka akan menguap seperti embun pagi.

Sang ayah tersenyum hangat, tangan besarnya yang terasa nyata mengusap rambut Arash dengan penuh kasih sayang.

"Kamu sudah besar ya, sudah jadi jagoan. Papi bangga sama kamu, Nak."

"Mana ada jagoan yang tumbang cuma gara-gara satu serangan setan kecil! Malu-maluin!" sahut sang ibu, Kayla, sembari mendengus geli, meski matanya menatap Arash dengan binar kerinduan yang mendalam.

"Mamiiiii!" rengek Arash kesal, melepaskan pelukan ayahnya untuk mengerucutkan bibir pada sang ibu.

Meski berada di ambang kematian, sifat manja Arash pada ibunya tidak pernah pudar.

Wanita berkerudung putih itu terkekeh, menarik Arash kembali ke dalam pelukannya.

"Arash, dengarkan Mami. Kamu itu laki-laki, sudah besar. Kamu harus bisa jadi contoh baik buat adik-adik kamu nanti. Kamu harus kuat, jangan gampang tumbang! Baru kena serangan energi gitu saja sudah pingsan tiga hari, gimana nanti kalau musuhmu yang asli datang?"

Arash terdiam, menatap ibunya dengan tatapan bingung.

"Maksud Mami apa?’’

Sang ayah menangkup wajah Arash, menatapnya dengan tatapan lembut namun penuh wibawa.

"Arash, anakku. Kamu itu istimewa. Kamu adalah anak pilihan. Jika kamu suka dengan kemampuan ini, pelajari sampai tuntas. Jika tidak, lepaskan semuanya dengan doa. Tapi ingat, apa pun jalan yang kau pilih, kamu harus menjadi pejuang kebenaran. Allah punya alasan sendiri mengapa memilihmu. Jangan menyerah, Nak."

Arash semakin bingung. Ia menatap kedua orang tuanya yang tampak begitu tenang, seolah kematian hanyalah perjalanan pulang biasa.

"Aku... aku gak ngerti. Nilai sekolahku selalu yang tertinggi, aku selalu mengerjakan apa yang menurutku benar. Apa lagi yang kurang?"

"Haisss, kamu itu pintar tapi kok lemot sekali, Arash!" sang ibu tampak geram, menyentil pelan hidung anaknya.

"Mami kenapa sih, mem-bully anak sendiri terus! Harusnya kan peluk aku!" Arash mendengus kesal, namun hatinya merasa hangat.

"Cepat bangun, Sayang! Kembangkan potensi di dalam dirimu. Jangan cuma stuck di teori-teori buku. Kamu itu sangat kuat kalau kamu mau melampaui batas dirimu sendiri!" desak ibunya lagi.

Arash menggeleng cepat.

"Mi, Mami tidak tahu, kan? Nilai Arash di sekolah itu sudah paling tinggi se-provinsi. Arash mau belajar apa lagi? Ilmu fisik? Ilmu bela diri? Semuanya sudah Arash kerjakan!"

*Ctakkk!*

Kayla langsung menyentil kening anaknya dengan gemas, hingga Arash mengaduh pelan sambil memegangi dahinya.

"Mamiiii!"

"Astaghfirullah, bukan pintar sekolahmu, Arash! Fokusmu masih tertahan di dunia materi. Kamu harus membuka mata batinmu lebih dalam lagi!" seru sang ibu dengan nada frustrasi.

"Ya terus apa maksudnya?" tanya Arash, kini mulai menangkap sinyal serius di balik candaan sang ibu.

"Allahuakbar, Masss!" sang ibu menoleh ke arah suaminya dengan wajah gemas. "Lihat anak kamu ini, lelet sekali! Aku gemas sampai ingin—"

Sang ayah hanya tertawa kecil, mengelus bahu istrinya agar tenang.

"Hehehe, iya, iya, Mami. Arash mengerti kok, Arash mengerti!" ujar Arash akhirnya menyerah.

Ia tahu ibunya tidak akan berhenti mengomel jika ia tidak menunjukkan kesiapan. Ia segera merangkul ayah dan ibunya dengan erat.

"Arash paham. Insya Allah, nanti Arash akan belajar lebih giat, lebih kuat, dan lebih berani dari sebelumnya."

"Bagus!" sang ayah menepuk bahu Arash. "Kamu harus lebih kuat, biar sekali hantam tidak langsung tumbang. Dunia tempatmu kembali nanti sangat membutuhkan sosok penjaga seperti kamu."

"Harus tahan banting, anakku!" timpal sang ibu.

Arash kembali mengerucutkan bibir mendengar sindiran halus ibunya, namun senyum tulus merekah di wajahnya.

Ia tahu, meski orang tuanya terlihat menyebalkan, mereka adalah sumber kekuatan terbesarnya.

Detik berikutnya, cahaya putih menyilaukan mulai memancar dari arah kedua orang tuanya, menyelimuti Arash hingga pandangannya menjadi putih total.

"Bangunlah, Arash. Waktumu di sini sudah habis," suara ayahnya menggema di dalam kesadaran Arash sebelum semuanya gelap kembali.

1
Yuliana Purnomo
itu mah alsan Lala aja
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sak karepmulah La🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
astaga La tarik gak ucapan dekil itu🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mas pocong ternyata latah juga ya 🤔
Ainal Fitri
La aku jd ikutan pening nich seperti Arash. urusan bisnis mu terlalu alot jd nya aku gak ngerti 😥 ntar klo kamu udh selesai interograsi nya jelasin pelan pelan ya biar aku gak tambah mumet. 🤭
Usii Nurwaty Affandi
mngkin lala blum mninggal,dia cuma koma trus hilang ingatan,kata kunmer kan lala belum sempurna,brrti ada kmungkinan msih idup
depoll_poll aje 😉😉😉
astaghfirullah la,,
u benar-benar ya bikin harapan makin palsu aja bukannya benar ekh malah amburadul..
wah wah benar-benar s cengil kocak u ya.. hahahaha
diah nursanti
Lala sumpah aku pengen remes mulut km🤣jangan mentang2 km hantu cantik ya lalu muka shaming sama si poci
RosMa🌹🌹🌹
ada ada saja si hantu cegil🤣
RosMa🌹🌹🌹
🤣🤣🤣🤣🤣
Ririn Alfathunisa
la ada aja ya akal bulan Kamu,kasian tau tuh poci di ledek mulu sama kamu 🤣🤭
Maya's ❤️
la buka aja praktek konsultasi dunia ghaib, pasti pelanggan mu bwanyak 🤭🤣🤣🤣
Eka ELissa
ya ampun laaa...emng bisaa...kmu suka Ngadi 2 deh 🤣🤣🫣
Rahmi Miraie
yaampun lala dilarang body shaming atau muka shaming kasihan tau pocongnya nanti makin minder dia🤭
rasahaz
jgn percya sma lala poci dia itu tukang php,,, 🤣🤣🤣🤣
Ita rahmawati
percaya aja LG si pocong SM Lala 🤦🤣🤣
Halimah
Ternyata pocong bs latah jg ya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
Lalaaaaaaa🤣🤣🤣🤣🤣

Hayooohhh buruan,,anterin tuh si Poci ke salon Ghoib,,

malah di interogasi dlu🤣🤣🤣
Tri Hastuti
kelakuan lala melewati batas wajar 🤣🤣
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
lala keren jadi staff administrasi alam ghaib👻👻👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!