NovelToon NovelToon
Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Lansia
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: husna_az

Ainun yang sudah berusia senja, harus mengurus Alif—cucunya—yang tingkat kenakalannya luar biasa. Beberapa kali dia dipanggil ke sekolah karena Alif membuat ulah. Meskipun begitu Ainun sangat menyayangi cucunya itu.

Hingga suatu hari datanglah murid baru dari kota yang ternyata cucu dari Malik, yang merupakan mantan kekasih Ainun. Perasaan tidak enak dan canggung pun membuat keduanya bingung harus bagaimana. Namun, tanpa disadari semua itu adalah awal dari cinta lama yang kembali hadir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Ini bukan jalan pulang ke rumah, kamu mau bawa aku ke mana?" tanya Ainun pada Malik.

Setelah menyelesaikan makan malamnya tadi, mereka memutuskan untuk pulang. Tadinya Ainun ingin pulang menggunakan taksi online saja. Namun, sebagai laki-laki, malik tidak mungkin membiarkannya begitu saja, hingga akhirnya pria itu pun memaksa mengantar pulang.

Hubungan keduanya sekarang sudah lebih mencari, tidak kaku seperti sebelumnya. Semua ini berkat usaha Malik, Ainun hanya mengikuti arus saja. Orang-orang di sekitar pun menganggap mereka pasangan suami istri dan tidak terlalu memperhatikan.

"Aku ingin mengajak kamu pergi ke suatu tempat," jawab Malik yang sesekali menatap Ainun dan kembali fokus menatap jalanan di depannya.

"Ke mana?"

"Nanti juga kamu akan tahu sendiri."

Ainun kesal dengan jawaban yang diberikan Malik. Namun, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena yang mengemudi mobil saat ini adalah Malik. Ainun sendiri tidak bisa mengemudikan mobil. Andai saja dia bisa, sudah pasti dirinya akan mendorong pria ini dan mengambil alih kemudi.

Tidak berapa lama mobil yang dikendarai Malik akhirnya berhenti dia pinggir jalan. Pria itu turun lebih dulu dan mengajak Ainun untuk pergi ke sebuah danau. Meskipun sudah malam, tapi tempat ini terlihat terang karena dimana-mana terpasang lampu. Tempatnya juga sangat bersih, tidak terlihat ada sampah satu pun.

"Kenapa kamu ngajakin aku ke sini?"

"Tidakkah kamu melihat suasana di sekitar?"

Ainun akhirnya memperhatikan sekeliling dan sadar jika tempat ini sama persis seperti tempat yang dulu dia sering kunjungi, tapi bukan di kota ini. Kenapa bisa seperti ini? Ainun yakin jika seseorang sengaja melakukannya.

"Danau ini sama seperti danau yang dulu kita datangi, kan?"

"Iya, aku sengaja merenovasi tempat ini agar sama seperti tempat di mana dulu kita sering menghabiskan waktu."

Ainun menatap Malik dengan pandangan dalam. Ternyata masih ada saja kejutan yang diberikan oleh pria itu terhadapnya. Pengorbanan Malik ternyata masih belum selesai, masih ada yang lain. Entah berapa banyak uang yang keluarkan demi merenovasi tempat ini.

Ainun sangat yakin pasti dulunya tempat ini terbengkalai dan sekarang bisa jadi cantik seperti tempat ternyamannya dulu. Rasanya dia ingin menangis sambil memeluk pria itu. Namun, Ainun mencoba untuk menahan diri.

"Kenapa kamu melakukan semua ini?" tanya Ainun dengan suara serak karena menahan tangis.

"Aku hanya ingin mengenang semuanya. Aku tidak mungkin bisa kembali ke kota tempat tinggalku dulu karena itu aku membangun tempat ini seperti tempat yang ada di sana. Aku tahu tempat itu juga sangat berarti untukmu, juga untukku karena itu aku membangunnya di sini."

"Malik, berapa banyak lagi kejutan yang kamu berikan untukku? Tidak cukup kah dengan kamu mengorbankan kehidupanmu selama ini dengan hidup sendiri, kenapa masih harus melakukan semua ini?"

"Karena aku ingin kamu selalu hadir disisiku. Meskipun itu hanyalah sebuah bayangan, tapi itu membuatku bahagia. Meskipun banyak orang yang bilang kalau aku ini gila tidak masalah, yang penting aku bahagia."

"Tapi aku tidak layak untuk menerima semua ini. Pengorbanan yang kamu berikan terlalu berharga."

"Tidak. Kamu pantas menerimanya. Sudahlah, jangan terlalu bersedih. Aku mengajakmu ke sini untuk berbahagia, kenapa jadi sedih begini. Ayo, kita ke sana!" ajak Malik sambil menarik tangan Ainun menuju sebuah kursi yang juga sama persisnya seperti di tempatnya dulu.

Ainun hanya bisa mengikuti pria di depannya sambil memperhatikan genggaman tangan yang menariknya. Keduanya duduk di kursi itu sambil berbincang mengenai masa lalu dan juga tentang kebahagiaan mereka dulu. Sesekali Ainun tertawa saat teringat kekonyolan Malik saat mengejarnya dulu.

Semua detail tempat ini memang sangat persis dengan tempatnya dulu, hanya keberadaan lampu jalan yang berbeda. Mungkin untuk membuat tempat ini selalu terang. Malam semakin larut, Ainun pun mengajak Malik untuk pulang. Dia merasa tidak enak jika pulang terlalu malam. Apa kata orang nanti jika melihatnya pergi bersama dengan laki-laki.

***

Benar saja apa yang menjadi perkiraan Laila dan Harun semalam. Pagi-pagi sekali Malik sudah berada di rumah mereka padahal yang punya rumah sendiri masih tertidur. Lebih tepatnya mereka sengaja tidak keluar kamar karena Malik akan datang. Harun dan Laila sengaja ingin membuat temannya itu kesal.

Siapa suruh semalam tidak mengangkat panggilan mereka. Mentang-mentang pergi berdua dengan Ainun, temannya jadi terlupakan. Tidak ingatkah selama ini mereka yang selalu menemaninya. Sekarang biarkan saja pria itu sendirian di ruang tamu, hanya ada pembantu yang menyambut kedatangannya.

"Majikan kamu ini gimana, sih! Masa belum bangun juga?" tanya Malik dengan kesal saat seorang pembantu menyajikan minuman.

"Tadi waktu subuh Pak Harun dan Bu Laila sudah bangun, Pak, tapi setelah itu tidur lagi."

"Dasar, mereka itu sudah tua, seharusnya jaga kesehatan. Habis subuh seharusnya olahraga ringan, paling tidak jalan-jalan melemaskan otot. Bukannya malah tidur."

"Kamu ini yang tamu tidak tahu diri. Sudah tahu ini masih sangat pagi, sudah datang ke rumah orang," ujar seseorang yang baru saja keluar dan duduk di ruang tamu.

Dia adalah Harun. Tadinya dia masih mengantuk, tapi karena keributan yang diciptakan oleh Malik membuat Laila membangunkan sang suami agar menemani Malik. Padahal niatnya ingin berpura-pura tidur dikamar untuk mengerjai Malik, tapi malah tidur beneran.

Harun dan Laila sudah tahu apa yang ingin dibicarakan oleh pria itu. Mereka tidak terkejut sama sekali. Biasanya juga Malik selalu datang ke sini tanpa mengenal waktu. Apalagi jika sedang bahagia, pasti temannya ini yang diganggu untuk mendengar ceritanya.

"Kenapa sekarang kamu jadi protes? Biasanya juga aku datang kapan pun aku mau."

"Biasanya kamu itu datang dengan tenang, tapi pagi ini membuat keributan, siapa yang tidak kesal."

"Maklumlah, aku 'kan sedang bahagia. Ya udahlah, lupakan kekesalanmu itu. Aku mau menceritakan sesuatu."

"Aku sudah tahu, tadi malam kamu makan malam dengan Ainun, kan? Sudah, sekarang kamu pulang ke sana!"

"Hei! Aku bahkan belum memulai ceritaku, kamu malah main usir saja, dasar tuan rumah tidak tahu sopan santun."

"Tanpa kamu ceritakan pun aku sudah tahu, ini semua juga berkat cucuku, jadi kamu harus berterima kasih padanya. Dia sampai rela kehilangan uang sakunya, itu semua demi kamu."

"Kehilangan uang saku, maksudmu?"

"Dia meminta bantuan sama Alif agar mendekatkan kamu dengan Ainun. Alif pun mau, tapi anak itu memberi syarat agar Fajar mentraktirnya selama sebulan."

"Oh ya! Wah cucuku benar-benar pintar. Nanti aku akan memberinya hadiah."

"Hei! Dia itu cucuku, enak saja mengaku-ngaku."

"Iya, Iya, kamu ini pelit sekali. Nanti aku akan transfer uang saku ke rekeningnya Fajar. Kalau perlu dua kali lipat agar nanti apa pun yang diinginkan Alif bisa dibeli. Tidak masalah berapa pun harganya."

"Nah, bagus itu. Jangan sampai cucuku yang rugi hanya karena ingin menjodohkan kamu dengan Ainun."

Malik tidak menyangka jika Fajar memiliki pemikiran seperti itu. Dia sendiri saja tidak terpikirkan untuk meminta bantuan dari cucu sahabatnya itu. Selama ini Fajar memang selalu baik padanya. Pemuda itu beralasan jika dirinya juga baik, makanya dia balas kebaikan juga.

"Kamu tenang saja, masalah itu gampang, tapi sekarang aku masih ada masalah."

Harun mengerutkan keningnya dan bertanya, "Masalah apalagi? Bukannya kamu sudah berhasil mendekati Ainun?"

"Masalahnya anak dan menantu Ainun masih tinggal di luar negeri. Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan restu dari mereka, ya?"

"Maksudmu Ainun sudah benar-benar menerimamu."

"Nggak begitu juga. Em ... gimana ya? Pokoknya Ainun akan menerimaku kalau dan menantunya menerimaku. Cucunya sudah menerimaku, jadi hanya tinggal anak dan menantunya saja."

1
gaby
Rangga emang anak ga tau diri, suka nyusahin mamanya hingga tua. Dan skrg pake acara mau nguji Malik, apa ga cukup crita Ainun tentang Malik yg rela membujjang smp tua. Kalo msh blm cukup & mau di uji lagi, keburu Malik mati karena faktor usia. Bukankah niat baik hrs di segerakan. Lagian kaya Mamanya janda muda aja pake di mahalin, mereka sama2 dah tua, kasian kalo hrs si tunda2 lg. Kalo di antara Ainun atau Malik mati duluan sblm mereka menikah, apa Rangga sanggup menanggung beban Mental menghancurkan kebahagiaan orangtua??
gaby
Ko UP nya makin jarang thor?? Padahal ceritanya bagus, kalo jarang UP, pembaca jd suka nabung bab, bahkan ada yg nunggu smp tamat dulu
Anna leticia
kasihan Malik 😥,berikan dia kebahagiaan dengan cinta sejatinya.ainun tanpa persetujuan anakmu,kamu itu bisa menikah, hargai perasaan pria tua,masih tampan itu, begitu besarnya cintanya padamu.❤️🌹🌹☺️
gaby
Rangka egois, malu mamanya yg dah tua mau nikah lg. Padahal yg lebih memalukan itu si Rangga, masa nenek2 di suruh ngurus cucu yg nakalnya minta ampun. Rangka cm bisa bikin anak doang, tp ngurusnya ga bisa.Fokus aja nyari duit yg banyak, biar istri ga usah kerja diluar negeri & bisa ngurus anak sendiri. Dah jadi orang tua tapi msh aja nyusahin org tua. Alesan aja ga percaya pengasuh anak, kan bisa dia dulu mempekerjakan pengasuh tp dlm pengawasan ainun jg. Bilang aja ga mau modal. Lagian kaya Rangga 24jam nemenin Ainun, njagain anak aja ga bisa, apalagi njagain org tua.
Anna leticia
aku sangat suka Thor,aku kembali mengikuti perjalanan cinta Ainun dan Malik, walaupun seusia oma dan papaku, bacanya marathon lagi, sangat menarik berkesan, membuat aku tetap semangat menunggu kelanjutannya, semangat Thor selalu berbahagia dari aktivitas kerjamu sebagai penulis novel.❤️🌹🌹🌹🌹🌹☺️
falea sezi
moga aja ainun pas kabur lagi hamil🤭 jd alif cucu kandung hehehe
gaby
Aq berharap Alif cucu kandung Malik, karena di awal2 bab di sebutkan kalo Ainun menikah dgn suaminya karena keadaan yg memaksa. Mudah2an yg di maksud keadaan adalah Ainun hamil diluar nikah anaknya Malik. Soalnya kasian Malik dah kakek2 ga pny keturunan, seandainya mereka menikah pun ga mungkin Ainun hamil lg, dah manepouse pula. Anggep aja buah kesetiaan & kesabaran malik puluhan tahun terbayarkan.
Love You Z♥️
sering sering update laahh othoooorrr,,, 2 bab sehari GPP laaahhh
Darti abdullah
luar biasa
falea sezi
baru baca ampe begadang nih suka deh🤭 beda dr yg lain
Husna_az: Terimakasih kakak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
kenaoa you ngak update thooorrrr?
Husna_az: maaf ya, kak. lagi ada kerjaan kemarin 🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
othoooorrr omegaaattt where are youuuuuuuuuuuuuuu
Nurgusnawati Nunung
semangat thor... lanjut
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor
Love You Z♥️
aku ngak puas bacanya,,, padahal novelnya baguuussss,,, ngak melulu percintaan anak muda remaja atau dewasa,,, tapi dicerita yang mengisahkan lansia lansia iniiii menunjukkan setia itu mahaaalll
Husna_az: terimakasih atas ulasannya kak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
uploadlaahhh 2 bab sehari thooooorrrr,,,
Love You Z♥️
semangat teruuussss othooooooorrrrrr,,,
ceritanya baguuuuss,,, aluuuurrrnnnyyaaa aku suka bangeeettttt,,,,, 😍😍😍😍
gaby
Seru thor, sangat jarang ada novel kisah cinta paruh baya, bahkan bila adapun biasanya mereka baru pny anak, bukan cucu yg dah remaja. Btw dr awal bab ga di sebutin brp usia mereka, biar kt bisa berhalu ria
gaby
Seru, kisah cinta pasangan paruh baya👍👍
gaby
Penyakit anak jaman skrg gitu, ga menghargai orangtua. Dulu ketika mereka msh anak2, kita para orang tua yg repot mwngasuhnya. Giliran anak2 dah dewasa & berumahtangga, kita jg yg harus jd babu ngurus cucu. Harusnya menikmati sisa usia dgn pikiran tenang, ini malah di bebani jg babu sitter. Kalo pasutri sama2 kerja, alangkah baiknya sewa pembantu buat ngasuh anak, tp tetep nenek atau kakeknya bantu pantau doang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!