NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:989
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Pernikahan Yang Rumit, Cinta yang Rumit dan Hati yang juga ikut Rumit!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui celah-celah tirai jendela prancis, memantulkan pendar keemasan di atas lantai marmer kamar sayap kanan. Alyssa terbangun tepat saat jam digital di atas nakas menunjukkan pukul enam pagi. Kelelahan dari sandiwara besar kemarin masih menyisakan sedikit rasa pening di pelipisnya, namun mental bajanya menolak untuk membiarkan tubuhnya bermalas-malasan.

Hari ini adalah pagi pertama baginya menyandang status sebagai Nyonya Maheswara secara legal.

Setelah membersihkan diri dan mengenakan setelan kerja formal berupa blender satin berwarna putih salju dipadu celana kain berpotongan tinggi, Alyssa melangkah keluar kamar. Ia berjalan menyusuri selasar lantai dua menuju ruang makan utama yang terletak di lantai dasar sayap kanan.

Namun, langkah kakinya melambat begitu ia menginjakkan kaki di area ruang makan. Atmosfer di sana terasa begitu pekat dan menegangkan.

Beberapa pelayan wanita yang sedang menata meja makan seketika menghentikan aktivitas mereka. Mereka membukuk hormat dengan gestur yang sangat kaku, namun Alyssa yang memiliki kepekaan taktis tinggi bisa menangkap kilat pandangan yang berbeda dari sepasang mata mereka.

Bi Marta, sang kepala pelayan, berdiri di dekat meja prasmanan dengan wajah sekaku biasanya. "Selamat pagi, Nyonya Alyssa. Sarapan Anda dan Tuan Muda Alvaro sudah siap," ucapnya datar.

"Selamat pagi," jawab Alyssa, suaranya tetap jernih dan tenang.

Saat Alyssa berjalan menuju salah satu kursi, ia sayup-sayup mendengar bisikan halus dari dua pelayan muda yang sedang merapikan vas bunga di sudut ruangan.

"Dia benar-benar tidur di kamar terpisah semalam..."

"Tentu saja. Pernikahan ini kan hanya untuk menyelamatkan bisnis keluarganya yang hampir bangkrut. Mana mungkin Tuan Muda benar-benar menganggapnya sebagai istri."

Bisikan itu terputus seketika saat Bi Marta berdeham keras, memberikan tatapan memperingatkan kepada kedua pelayan tersebut. Namun, kata-kata itu sudah terlanjur sampai ke telinga Alyssa.

Pagi pertamanya di ini terbukti tidak berjalan mulus. Sebagian besar pelayan di rumah ini yang telah bertahun-tahun tunduk di bawah perintah dingin Alvaro terang-terangan meragukan kemampuannya untuk menjadi nyonya rumah yang sesungguhnya. Di mata mereka, Alyssa tak lebih dari sekadar wanita pajangan yang posisinya bisa bergeser kapan saja jika kontrak bisnis itu berakhir.

Alyssa menarik kursinya dengan tenang, duduk tegak dengan keanggunan yang tidak goyah sedikit pun. Alih-alih merasa terintimidasi atau sakit hati, sifat beraninya justru kembali bergolak hebat di dalam dada.

Ia sadar betul bahwa mulai hari ini, dirinya harus membuktikan diri. Ia tidak boleh membiarkan satu pun orang di dalam rumah ini, termasuk para pelayan, memandangnya dengan sebelah mata. Pembuktian ini bukan hanya untuk meruntuhkan kesombongan keluarga Maheswara yang menganggapnya sebagai bidak catur yang lemah, tetapi juga kepada dirinya sendiri bahwa seorang Alyssa Carissa Pradipta tidak akan pernah bisa dijinakkan atau dihancurkan oleh lingkungan sebeku apa pun.

Langkah kaki yang berat dan berwibawa terdengar mendekat dari arah pintu masuk ruang makan. Alvaro melangkah masuk dengan setelan kemeja abu-abu gelap yang rapi tanpa dasi. Aura predatornya langsung menguasai ruangan, membuat seluruh pelayan di sana seketika menundukkan kepala lebih dalam.

Alvaro melirik Alyssa yang sudah duduk tenang di kursinya, lalu mengambil tempat duduk di ujung meja yang berseberangan, memisahkan jarak yang cukup jauh di antara mereka.

"Kamu sudah bangun," ucap Alvaro, suaranya bariton dingin, bertindak sebagai pembuka percakapan pertama mereka sebagai sepasang suami istri di bawah atap istana mati ini. Perang dingin di pagi hari yang cerah baru saja dimulai.

...****************...

"Saya selalu bangun sebelum matahari terbit, Tuan Alvaro. Kebiasaan lama yang tidak bisa dihilangkan," sahut Alyssa tenang, tanpa mengalihkan pandangannya dari cangkir porselen berisi teh hitam hangat di hadapannya.

Alvaro tidak membalas. Ia memberi isyarat pelan dengan jarinya, dan dalam hitungan detik, Bi Marta bersama seorang pelayan lain maju untuk menuangkan kopi hitam pekat ke cangkir Alvaro, lalu menyajikan sepiring omelette dan roti panggang di hadapan pria itu. Gerakan para pelayan itu begitu takzim, sangat kontras dengan perlakuan dingin yang Alyssa terima beberapa menit lalu sebelum Alvaro masuk ke ruangan.

Alyssa mengamati interaksi itu dengan cermat. Sifat cerdasnya langsung menganalisis struktur kekuasaan di dalam rumah ini. Di bawah atap mansion Maheswara, Alvaro adalah hukum mutlak. Para pelayan tidak hanya patuh, mereka takut pada pria berumur 28 tahun ini. Dan selama mereka melihat Alvaro memperlakukannya seperti orang asing, para pelayan itu akan terus memandang rendah posisinya.

"Bi Marta," panggil Alyssa tiba-tiba, memecah keheningan yang sempat merayap di antara denting garpu dan pisau perak.

Bi Marta menoleh, wajahnya tetap kaku. "Ya, Nyonya?"

"Mulai besok pagi, saya yang akan menentukan menu sarapan di rumah ini," ucap Alyssa dengan nada suara yang rendah namun sarat akan otoritas yang tidak bisa dibantah. Ia meletakkan cangkir tehnya perlahan, menimbulkan bunyi ketukan halus di atas meja marmer. "Kirimkan daftar inventaris dapur dan preferensi diet seluruh penghuni rumah ke tablet saya sebelum jam lima sore nanti."

Mendengar instruksi mendadak itu, gerakan memotong roti Alvaro sempat terhenti selama satu ketukan. Pria itu mengangkat pandangannya, menatap Alyssa dengan sepasang mata elang yang menyipit tajam, seolah-olah sedang menilai keberanian baru yang ditunjukkan oleh istrinya.

Bi Marta tampak ragu selama sesaat, matanya secara refleks melirik ke arah Alvaro untuk meminta persetujuan tersembunyi. Namun, sebelum Alvaro sempat bersuara, Alyssa kembali berbicara, mengunci pandangan sang kepala pelayan.

"Saya rasa pendengaran Anda cukup baik, Bi Marta. Di rumah ini, saya adalah Nyonya Maheswara yang sah di atas kertas. Dan tugas seorang nyonya rumah adalah memastikan manajemen domestik berjalan sesuai standarnya. Apakah ada bagian dari perintah saya yang kurang jelas?"

Kata-kata Alyssa yang tajam namun diucapkan dengan keanggunan yang luar biasa seketika membuat atmosfer di ruang makan membeku. Dua pelayan muda di sudut ruangan bahkan tampak menahan napas mereka.

Bi Marta, menyadari bahwa wanita di hadapannya bukanlah bidak lemah yang bisa diabaikan, langsung menundukkan kepalanya lebih dalam dari biasanya. "Baik, Nyonya Alyssa. Saya akan menyiapkan daftarnya dan mengirimkannya tepat waktu."

"Bagus. Terima kasih," sahut Alyssa, lalu kembali menikmati sarapannya dengan tenang, seolah-olah ia baru saja menyelesaikan transaksi bisnis kecil.

Alvaro menarik sudut bibirnya tipis, membentuk segaris senyuman dingin yang sarat akan penilaian. Ia bersandar pada kursi kulitnya, menatap Alyssa yang duduk tegak di ujung meja seberang.

"Mencoba menandai wilayahmu sepagi ini, Alyssa?" desis Alvaro dengan suara baritonnya yang menekan, cukup pelan agar tidak didengar oleh para pelayan yang kini bergerak mundur menjauh dari meja makan.

Alyssa menoleh, membalas tatapan mengintimidasi sang suami dengan binar taktis yang menyala di sepasang mata jelinya. "Saya tidak sedang menandai wilayah, Tuan Alvaro. Saya hanya sedang memastikan bahwa tidak ada satu pun orang di rumah ini termasuk Anda yang berpikir bahwa mereka bisa menginjak harga diri saya. Pernikahan ini mungkin sebuah kontrak bisnis, tapi di depan publik dan di dalam rumah ini, saya menolak menjadi pajangan yang tidak bernyawa."

Alvaro menatapnya selama beberapa detik dalam keheningan yang mencekam, sebelum akhirnya bangkit berdiri dan merapikan kemeja abu-abu gelapnya. "Kita lihat saja seberapa lama kamu bisa mempertahankan posisi itu, Nyonya Maheswara."

Pria itu melangkah pergi meninggalkan ruang makan dengan langkah tegapnya yang berwibawa, menyisakan Alyssa yang masih terduduk tegak. Pagi pertama ini baru saja meletakkan batu pertama dari fondasi kekuasaan Alyssa di dalam mansion. Ia telah membuktikan pada dirinya sendiri dan seisi rumah bahwa ia bukan sekadar tamu, melainkan pemain baru yang siap mengacaukan ritme dingin di istana Maheswara.

1
THE GIRL COOL😑
peransaran gue sama foto nya
THE GIRL COOL😑
wkwkwk! pas di meja makan gue sampe mau ketawa untuk ke tahan😭
THE GIRL COOL😑
gue baca nya ngakak banget!!! bagus thor kau berbakat👍👍👍😍
reyanzarayyanfahlevy_: hehehhe bisa aja😍, masih pemula kakak😭😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
gue kadang heran... Alvaro sama cewek nya Alyssa sama "AL" depan nya😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaaapppp🤭
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
brak² aja🤣 sabar²👍
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
gue baca peraturannya kesel cok
THE GIRL COOL😑
Berarti si Al Siapa namanya Si ceweknya itu nggak usah membuat makanan buat dia nggak boleh nyiapin apalah Pokoknya nggak boleh gituan dilarang sekalian gitu biar Alvaro nya tuh gua kesel
THE GIRL COOL😑
wow sok kali ini alvaro🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
seangkuh itukah seangkuh itukah Alvaro
reyanzarayyanfahlevy_
Aku Bangga dengan Karya Ku...........
THE GIRL COOL😑
gue yg baca aja sakit cok🤣
THE GIRL COOL😑: yg alvaro bilang kalau apa gitu ada lah😭😭🤣🤣🤣
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
kejambah woiii😭😭😭
reyanzarayyanfahlevy_: wekduyyy
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jjangan di kasihani al!!!
reyanzarayyanfahlevy_: 😭🤭🤭 wkwkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jijik
THE GIRL COOL😑
terharu wehhh😭
THE GIRL COOL😑
di jodohi emang gak enak, bukti nya kk aku
THE GIRL COOL😑: serius!!!
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
isss sombong
THE GIRL COOL😑
bagusss menunjukan ke dewasaan yg kuat💪💪
THE GIRL COOL😑: hehehe🤭
total 9 replies
THE GIRL COOL😑
aduhhhh alvaro
reyanzarayyanfahlevy_: wkwk😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!