NovelToon NovelToon
Setelah Perpisahan

Setelah Perpisahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Single Mom
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: #kupunyacerita

Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih mendendam cinta dulu adalah pasangan muda yang menikah muda di usia mereka baru 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dari orang tua masing-masing...
yang mau tau cerita selengkapnya nya di baca☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 22 flashback

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Suasana di rumah Leana sore itu begitu tegang. Arkan dan Leana duduk berdekatan di sofa dan saling menguatkan satu sama lain, lebih tepatnya Arkan yang menguatkan Sang istri agar tenang dan jangan terbebani dengan kehamilannya.

Ya Leana sekarang positif hamil. untuk usia kandungan belum di ketahui karena memang tadi hanya di test menggunakan tespack saja dan rencananya besok pulang sekolah mereka baru akan diperiksa langsung ke dokter obgyn.

Tadi saat jasmin ibu Leana keluar rumah ternyata dia keluar untuk pergi membeli testpack untuk mengecek anaknya benar hamil atau tidak. Dan ternyata setelah di check san benar sesuai dugaan sang anak memang hamil muda saat ini.

Jasmin sekarang sedang duduk di depan pasangan suami-istri itu. menatap pasangan itu bergantian dengan pandangan yang sulit di artikan, ada rasa kecewa karena anaknya hamil muda, sedih memikirkan nasib masa depan anaknya, dan juga ada rasa lega karena melihat suami dari anaknya itu terlihat bertanggung jawab dan menyangi anaknya.

"hufftt!!" ibu Jasmin menghela nafas berat sebelum berbicara. "apa yang akan kalian rencanakan selanjutnya? Terutama kamu Arkan!! Apa rencanamu selanjutnya?!" tanya ibu Leana kepada menantunya itu dengan nada yang kurang bersahabat.

"saya akan membawa Lea kerumah saya Tante, agar saya bisa menjaga Lea dan calon anak kami!!". Ucap Arkan dengan lugas yang di berih tawa sinis oleh ibu mertuanya.

"hee, kamu ingin membawa Lea kerumahmu sedangkan kamu saja masih belum bisa membawa orang tua kamu kesini dan mempertemukan dengan saya? Apa kamu yakin orang tua kamu akan menyukai Lea dan menyetujui hubungan kalian ini. Jangan terlalu menggampangkan sesuatu anak muda!!" kata Jasmin seperti sedang meremehkan keseriusan Arkan dengan anaknya, bagaimana Jasmin tidak sanksi kepada Arkan karena sudah satu bulan setengah sudah dia menyuruh orang tua Arkan untuk datang menemuinya dan berpamitan untuk membawa Leana. Tapi sampai sekarang belum juga datang dengan alasan masih di LN.

"saya yakin orang tua saya akan setuju Tante, papi dan mommy saya sangat menyukai Lea, saya sering menceritakan Leana kepada mereka dan mereka bukan orang yang akan memandang status sosial dalam hubungan. Dan untuk orang tua saya besok malam mereka sudah tiba di Indonesia, setelah itu saya akan membicarakan kepada mereka Tante!!" Arkan yakin seyakin-yakinnya kalau orang tuanya pasti akan setuju dengan hubungan mereka dan memberi tahu bahwa orang tuanya akan tiba di Indonesia besok malam.

Kalimat yang tegas keluar dari mulut Arkan membuat Lea yang menunduk sejak tadi mendongak ke arah Arkan, ia bangga sekaligus kagum dengan suaminya itu, Arkan tidak terintimidasi sedikitpun, hatinya sedikit lega setidaknya Arkan akan selalu memperjuangkannya dan mencoba untuk menerima takdirnya yang penting Arkan selalu berada di sisinya.

Leana berbisik pelan di samping sang suami "terimakasih!" ucap Lea yang membuat Arkan menoleh dan tersenyum tulus kearah istrinya.

"baiklah aku akan coba untuk percaya sama kamu anak muda! sekarang kamu boleh pulang, karena waktu mu sudah habis!" kata Jasmin menyuruh Arkan untuk pulang karena waktu satu jam sudah habis bahkan lebih.

"Tante bolehkah saya menginap untuk malam ini? Saya khawatir dengan Leana Tante, tadi malam dia gak tidur mungkin anak kami tidak ingin jauh dari papanya Tante!" kata Arkan yang membuat Lea tersenyum geli mendengar kata anak kami, sebenarnya Leana ingin tertawa tapi di tahan dengan menutup mulut.

"jangan bawa-bawa anak untuk mau tinggal di sini. Perjanjian ya perjanjian tidak ada negosiasi!" kata Ibu mertuanya mutlak yang membuat Arkan meluruhkan bahunya tanda kecewa.

"tidak apa, aku gak apa-apa sayang nanti kalau aku kangen kita telponan aja ya!" bisik Lea untuk untuk mengembalikan semangat suaminya. Sebenarnya Leana juga tidak ingin ada jarak lagi dari suaminya, tapi apa mau dikata di harus bersabar untuk saat ini.

"baiklah sayang, aku pulang dulu ya!" pamit Arkan sebelum pergi ia juga mengecup kening istrinya sekilas di depan mertuanya yang masih menatap dingin ke arah Arkan. tapi Arkan tidak pedulikan sikap mertuanya itu. Dia percaya mertuanya itu orang yang baik hanya tertutup dengan rasa kecewa saja karena telah membuat anaknya menikah muda. Arkan memaklumi sikap ibu mertuanya.

"ya, hati-hati ya!" kata Alya perhatian.

"ya sayang, kamu juga jaga diri ya aku sayang kamu Leana!"

"aku juga sayang kamu Arkan"!

"khemm!!!" suara deheman seseorang menghentikan kasmaran pasangan muda itu. Yang membuat kudua Pasangan muda itu sedikit salah tingkah.

"ehh, Tante saya pamit dulu ya Tante!!" buru-buru Arkan permamitan untuk menghilangkan rasa canggung mereka tidak lupa juga Arkan menyalim tangan ibu mertuanya sebelum pergi.

"ibu!" panggil Lea pelan sambil menatap ibunya.

"masuk, dan istirahat!". Kata ibunya sedikit ketus tapi terselip perhatian juga. Itulah Jasmin dari dulu sikapnya memang dingin tapi perhatian kepada anak dari kakak nya itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan malamnya tepat pukul 20.20 di rumah mewah milik orang tua Arkan. orang tua Arkan yang baru saja tiba di rumah setelah hampir 2 bulan di Luar negeri di sambut sebuah pelukan erat oleh sang anak yaitu Arkan tepatnya Arkan hanya memeluk sang ibu bukan ayahnya.

Arkan bergelayut manja di tangan sang ibu sambil berjalan untuk menuju ruang keluarga. Sedangkan papinya dibelakang tidak ia hiraukan kehadirannya membuat Mahendra misuh-misuh sendiri "apa aku tak terlihat disini? anak itu, seprti tidak menganggap aku papinya! Awas saja nanti!!" ucapnya pelan tapi auranya nampak sangat kesal karena tidak disambut kepulangan oleh anak kandungnya sendiri.

Sekarang Arkan beserta kedua orangtuanya sudah duduk di sofa empuk di ruang keluarga. Arkan tetap dengan posisi duduk sambil memeluk lengan dan menyandarkan kepalanya di lengan mommy nya hal itu membuat sang papi yang duduk di sampingnya mendengus sebal, dia menarik pelan telinga anaknya itu "hei anak nakal, kamu itu sudah besar sudah gak cocok buat manja-manja begitu," ucap sang ayah yang tak di hiraukan oleh sang anak. Arkan masih diam, dia sedang memikirkan cara yang tepat untuk menyampaikan tentang masalahnya.

"kamu apa-apaan sih mas, wajar saja anakmu manja begini karena rindu sama mommynya!" ucap sang mommy.

"tau tuh papi, bilang aja mau di peluk juga kan, sini Arkan peluk!" ucap Arkan yang sudah duduk tegak menghadap papinya dan tangan yang terlentang siap untuk memeluk papinya tapi malah di hadiahi jeweran kecil oleh sang ayah.

"akh papi! kok malah di jewer sih..emang aku anak kecil apa!" ucap Arkan kesel. Walaupun tidak sakit tetap aja dia bukan anak kecil yang di jewer seperti itu.

"kamu memang seperti anak kecil yang masih bergelayut di lengan ibu mu!". Jawab papinya.

"anak kecil apaan yang bisa bikin anak?" kata Arkan sadar.

"usshh, ngomong apaan sih sayang, jangan asal ngomong kayak gitu, gak baik nak!!" sentak mommy nya tak suka.

"emang iya kok mam, Arkan sudah mau punya anak tahu?!!".. Ucap Arkan jujur tanpa rasah takut sedikitpun. Dia tidak boleh menunda waktu untuk jujur dengan kedua orang tuanya.

papi dan mommynya Arkan mematung di tempat untuk mencerna perkataan anak mereka. tak lama dari itu mereka pun tersadar dan mengintrogasi Arkan, sontak hal itu membuat nyali Arkan menciut.

"Arkan kamu menghamili anak orang nak? kenapa kamu melakukan hal memalukan itu Arkan?, kamu...kamu...siapa perempuan yang kamu hamili itu?" mommy Arkan bertanya dengan nada yang panik syarat akan kekhawatiran.

"jawab Arkan Pradipta?!" kata sang Ayah dingin auranya menakutkan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya dari pria baru Bayah itu. Walaupun dulu di pernah membuat masalah tapi dia tidak pernah melihat Aura menakutkan sang ayah.

"pap, mam Leana hamil! Lea hamil anak Arkan mi!" jawabnya pelan.

"astaga Arkan sayang?!" kaget benar-benar kaget mommy Arkan dia menggeleng tidak percaya dengan Anaknya ini yang sudah dia peringatkan untuk menjaga wanitanya bukan untuk dirusak sebelum menikah.

"plakkk!!" suara tamparan yang lumayan keras yang dilayangkan oleh Mahendra mendarat kepipi Arkan yang membuat Arkan terjelembab ke belakang. Arkan memegang bekas tamparan tangan kekar sang ayah di pipinya yang mulus, kepalanya sedikit pening matanya berkunang-kunang.

"mas, cukup, jangan pukul anakmu lagi kita dengarkan dulu penjelasan dari Arkan!!" teriak sherlyn mommy nya Arkan menghentikan suaminya yang ingin melayang tamparan lagi di pipi sebelahnya sang anak dan itu berhasil membuat Mahendra berhenti dan kembali duduk di sofa seberang meja, sengaja duduk agak menjauh karena dia tidak ingin lagi melayangkan pukulan Kepada anaknya itu.

"Ar, sekarang kamu jelaskan sama kami bagaimana kamu bisa menghamili anak orang?" tanya sang ibu.

"ya bisalah mom, orang kami sudah menikah, dan sah-sah sajakan kalau Arkan menghamili istri Arkan!"jawab Arkan tanpa beban sedikitpun, sambil meringis kecil karena sakit dan panas di area pipinya.

"apaaaa!!!"

"apaaaa!!!"

teriak kedua orang tua Arkan bersamaan, mereka kaget, tentu saja kaget Sampai sherlyn memegang dadanya tak percaya, belum selasai terkejutannya tentang kehamilan Leana dan sekarang sudah di kagetkan dengan pernikahan anaknya.

sementara di posisi Mahendra menatap anakanya sangat tajam. "Arkan, ini bukan sesuatu yang di anggap main-main, bagaimana bisa kmu menikah tidak memberi tahu kami sebagai orang tua, bagaimana bisa sementara kamu masih terlalu muda dan masih di bawah umur! Jangan bercanda Arkan!" sentak Mahendra dengan suara yang keras karena amarah tidak peduli sama sekali kalau di dengar oleh para pekerja serta bodyguard di rumahnya itu.

Sedangkan di posisi pak Yanto kepala pelayan yang memang bisa mendengar suara nyaring tuannya itu bergumam pelan "astaga Tuan muda Arkan apa ini yang anda maksud tentang membuat saya jantungan, kalau begitu anda hampir berhasil tuan muda!" gumam pak Yanto, ia ingat waktu itu ketika ia tanya darimana tuan mudanya itu Kenapa tidak pulang selama dua malam tapi Arkan tidak ingin memberi tahu pak Yanto takut membuat pak Yanto jantungan.

"papi, mommy, Arkan serius tolong dengar cerita Arkan dulu!.. Waktu itu....." Arkan menceritakan semuanya dari pertama dia di grebek yang berakhir di nikah paksa.

papi dan mommynya Arkan memijit kening di tempat, merasa frustasi dengan kelakuan anaknya. Bagaimana bisa anaknya itu punya pikiran untuk masuk kerumah seorang gadis lewat jendela, tidak heran dia digerebek, untung saja anaknya tidak di amuk masa, memikirkan hal itu sontak membuat mommy Arkan takut dan merinding.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!