NovelToon NovelToon
Shower Of Blood

Shower Of Blood

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:200
Nilai: 5
Nama Author: ShAdOwFaNg

"Ugh..
aku harus..."

Theo seorang pemuda yang sedang bersepeda, menemukan sebuah cafe di daerah bukit bernama Bukit Dingin.

tiba-tiba, terjadi hal yang aneh pada Theo yang membawanya ke dunia lain.
cerita ini mengisahkan perjalanan Theo di dunia lain.
penasaran dengan perjalanan Theo?
segera baca kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShAdOwFaNg, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 27 : Sembuh

"Hei! Theo!" Ketika membalikkan tubuh Theo, Silas terkejut.

"Hei! Matamu kenapa? Hei!" Silas melihat mata Theo yang telah merah darah, mengguncang tubuhnya.

Buak

Theo melancarkan pukulan ke arah Silas, beruntung Silas mampu menahannya.

"Ugh... Lucy, lari. Dia sekarang bukan Theo yang kita kenal."

"Theo!" Lucy segera berlari mendekat, lalu ia memeluk Theo.

"Theo... Sayang... Tenanglah. Aku ada di sini, tenang." Suara anggun Lucy perlahan menyiram habis api amarah dalam diri Theo.

"Ugh... Adikku!" Theo tersadar dalam syok, tubuhnya berkeringat hebat.

"Ugh... Dik... Boleh, kakak datang ke rumah, mu?" Theo mulai berjalan mendekati anak itu secara perlahan. Namun, anak itu malah terlihat ketakutan dan mundur perlahan.

"Fiuh... Adek, sini yuk. Tenang aja, tadi kak Theo lagi marah. Inget kan dek, tadi kak Theo udah minta adek buat nutup baju?" Setelah memahami masalahnya, Lucy segera mendekati anak itu dan berbicara kepadanya.

Seolah terhipnotis, anak itu segera mendekati Theo.

"Kak... Ayo ke rumah ku."

Theo, Lucy dan Silas mengikuti langkah kecil anak itu.

Mereka melintasi jembatan kecil, gang yang sempit, bahkan mereka masuk ke dalam jalan setapak hutan.

Dari kejauhan, terlihat sebuah rumah dengan kandang yang cukup besar.

Sayangnya, hanya kandang itu yang masih bertahan. Rumah itu telah berubah menjadi sebuah reruntuhan, menyisakan sebuah ruangan yang masih tetap utuh.

"Itu!?" Theo terkejut melihat kondisi rumah itu.

"Selamat datang kakak semuanya, ini rumahku. Maaf ya, rumahku jelek." Anak itu mengajak Theo dan Lucy masuk ke dalam kamar yang masih tersisa.

"Kakak!" Sebuah suara yang terdistorsi terdengar sampai ke luar ruangan.

Suara berat, layaknya seorang pria, tapi terdengar ada sedikit kemiripan dengan suara besi yang berderit.

Krit, Krit, Krit.

"Astaga—'' Seketika Lucy berteriak karena syok melihat kondisi adik gadis itu. Lalu, Lucy segera keluar.

Tubuh gadis itu dipenuhi oleh gumpalan daging hidup yang berkedut. Muka, tangan, bahkan kaki dan bokongnya sudah dipenuhi oleh sisik hitam dan daging hidup.

"Wah, memang lumayan parah. Oiya, mmm..."

Theo menatap dalam anak yang membawanya ke sini.

"Xiangran."

"Kalo misal adikmu ngerasa sakit gapapa kan, Xiang ran?"

"Nggak papa, asal linlin bisa sembuh."

"Ok" Theo tersenyum ringan. Lalu, Theo menghadap ke arah White.

"White, tolong berikan dosis bisa lemahmu yang paling kecil."

"Siap kak, White akan membantu."

Sshh

Lidah White menjulur, lalu White mendesis.

Gulp gulp

Di ujung lidah White terbentuk gumpalan mirip jarum kecil berwarna hijau.

"Tolong kamu masukkan sedikit dosis dulu. Mungkin... Buat bikin tikus pingsan."

Sreet

Beberapa jarum kecil terbang, meresap kedalam kulit gadis malang itu.

"Hmm..."

'Aduh, gimana ya caranya aku menyiramkan cuka ini dan mengamankan daging hidup itu sambil mengamati anak ini? Andai saja ada satu orang lagi.'

Meskipun agak kesusahan, Theo berusaha untuk menuangkan cuka sambil memperhatikan kondisi gadis itu.

"Theo, biarkan aku mengawasi gadis itu. Kamu fokus tuangkan cuka aja." Lucy masuk ke dalam ruangan, lalu ia mulai memegang leher gadis itu.

"Tambahkan dosis bisa pelumpuh saraf."

White segera memasukkan lagi beberapa jarum, ia terus mengendalikan kekuatannya.

Sementara itu, Theo menyiramkan cuka ke arah daging tumbuh.

Cess

Krak, kratak!

Sisik hitam mulai luruh, daging tumbuh mulai berkurang.

"Berhasil, tapi sayangnya masih banyak. Ayo terus lanjutkan!"

Setelah beberapa saat berlalu, Theo telah menghabiskan satu tong kecil cuka.

Theo melihat Gadis itu, lalu ia meminta semua orang menghentikan prosedur.

"Kita berhenti di sini."

"Apa? Tapi adikku? Kak tolonglah, dia bentar lagi selamat loh. Kak!" Xiangran berteriak kepada Theo, tangannya memukuli tubuh Theo.

"Diam, sebentar."

Theo membuka bajunya, memperlihatkan tubuh atletis yang sangat memikat.

"Ehm..." Lucy menatap Theo dengan tatapan kagum, tapi ia langsung mengalihkan pandangannya pada anak kecil itu.

"Beri dia bajuku dulu. Sebentar lagi, dia akan sembuh. Aku nggak mau liat dia..."

"Siap, aku akan mengenakan bajumu kepadanya." Lucy segera memakaikan baju Theo kepada gadis itu.

"Ok, sekarang kita lanjutkan."

Cur

Theo menyiramkan cuka ke arah sisa daging tumbuh dan sisik hitam yang tersisa.

Setelah dirasa cukup, Theo segera memberikan sebotol cuka kepada Lucy.

"Tolong kamu cek dia, misal ada daging tumbuh atau sisik hitam tersisa siram pake cuka itu."

"Ayo Xiangran, kita keluar.''

Theo dan Xiangran keluar, lalu ia menutup pintu ruang itu.

Setelah beberapa menit berlalu, suara Lucy terdengar di luar ruang.

"Aman, tidak ada sedikitpun sisik tersisa!"

Akhirnya, Theo masuk.

Seorang gadis kecil yang imut tergeletak di tengah ruangan. Lucy segera menunggu anak itu, sementara Theo memasak sup hangat dari ikan yang ditangkapnya.

Tidak lama, Xiangran berteriak, "Bangun, adikku. Linlin, akhirnya kamu bangun."

"Kakak? Makasih... Banyak." Meski suara masih terbata-bata, sebuah suara imut keluar dari mulut gadis itu.

"Ayo semuanya makan." Theo yang sudah memasak makanan segera memanggil semua orang.

Linlin, Xiangran, Lucy dan Silas segera datang dan duduk.

Di sisi lain, Theo mulai membagi mangkuk berisi sup ikan yang sangat wangi.

"Waah... Kak, kita makan ikan kak? Kita makan ikan, hihihihi, kita makan ikan!" Linlin terdengar sangat senang ketika melihat sup ikan.

Melihat momen itu, mata Theo berkaca-kaca. Ia tidak makan karena masih kenyang, lalu ia pergi ke luar menuju sungai di dekat rumah itu.

"Kakak... Pasti kangen ya? Yang sabar ya kak, nantinya White yakin kakak pasti bakal dapet kesempatan ketemu sama adik kakak."

White yang melihat Theo keluar ikut keluar, lalu White mulai menghibur Theo.

"Hiks... Aku... Aku kangen adikku, entah kenapa... rasanya aku kangen banget." Tangis Theo pecah, ia memeluk White sambil sesekali bercerita.

"Kak, White yakin kakak bakal ketemu dia. Percayalah, Pasti."

Setelah bercakap-cakap, Theo dan White masuk ke dalam ruangan.

Tidur, semua orang sedang tidur siang. Menyisakan Theo dan White yang masih bangun.

Theo akhirnya mulai membuka ruang jiwanya. Ia mengatur supaya ruangan di sekitar portal ruang jiwa itu tetap tidak terlihat dan terlindungi.

"Wah, gila. Sekarang mereka bisa melakukannya?"

Theo terkejut melihat para lebah.

Beberapa ekor lebah masih bekerja seperti biasa, menyerbuki bunga, mencabut buah, dan merawat sarang.

Namun, ada beberapa ekor lebah yang mulai membuat gentong dari campuran lilin dan kertas. Lalu, ada juga beberapa lebah yang mulai mengunyah buah madu dan memasukkan jusnya kedalam gentong itu.

"Kak Theo? Senangnya, ketemu kak Theo." Cutie mendatangi Theo. Namun, kali ini tubuhnya sebesar seekor sapi.

"Hehehe, sekarang kamu udah besar ya."

"Hihi, iya kak. sekarang cutie sudah besar. Oiya kak, cutie udah belajar kak cara bikin minuman yang enak itu." Cutie menunjuk ke arah sebuah gentong kecil berisi wine.

"Oh ya?" Alis Theo terangkat, penasaran dengan hal itu.

"Iya kak, lihat ini."

Para lebah mulai memakan buah madu, lalu mereka memuntahkan jus buah madu.

"Sekarang kak, atur waktunya sama kaya itu."

Syuuuuttt

Theo mengatur aliran waktu di sekitar gentong, lalu ia menutupnya dengan kekuatan ruang.

"Udah kak, sekarang udah bisa diminum."

Dengan berani Theo mendekat, lalu ia mengambil segelas wine lebah dan menenggaknya.

Glek

...****************...

End Ch. 27 : Sembuh

Makasih semuanya udah baca karyaku, jangan lupa like, comment dan favorit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!