NovelToon NovelToon
Pesona Antagonis Novel

Pesona Antagonis Novel

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Tamat
Popularitas:248.9k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Asha, seorang gadis SMA yang gemar membaca, tanpa sengaja menemukan sebuah novel romantis bergenre dark yang langsung menarik perhatiannya. Awalnya hanya iseng, ia mulai membaca kisah kelam penuh obsesi, cinta yang beracun, dan tokoh antagonis yang kejam namun memikat. Tanpa sadar, ia terbawa suasana hingga larut malam.
Namun saat ia terbangun, dunia di sekelilingnya terasa asing.
Asha terkejut ketika menyadari bahwa dirinya bukan lagi berada di dunianya sendiri, melainkan masuk ke dalam novel yang semalam ia baca. Lebih buruk lagi, ia bukan tokoh utama yang memiliki perlindungan plot, juga bukan antagonis yang berkuasa melainkan hanya seorang figuran.
Seorang figuran yang dalam cerita aslinya dikenal karena satu hal: tergila-gila pada sang antagonis.
Dan yang paling mengerikan, Asha tahu persis bagaimana akhir dari karakter itu nasib paling mengenaskan yang bahkan tak layak disebut sebagai akhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Melody berbaring telentang di kasurnya yang empuk, menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Pikirannya melayang kembali ke ruang seni, ke ciuman Kaisar yang memabukkan, dan ke rasa sesak yang menghantam dadanya tepat setelah itu.

​"Kok gue kayak gampang banget sih terbuai sama si kulkas itu?" gumamnya kesal sambil meninju bantal di sampingnya. "Terus tadi... rasa sakitnya itu aneh banget. Kayak bukan cuma dari pikiran, tapi kerasa sampai ke ulu hati. Apa ini perasaan si Melody pemilik tubuh asli ya?"

​Ia menghela napas panjang, mengacak rambutnya frustrasi. "Aish! Kalau lo emang mau sama Kaisar, usaha sendiri dong bjirr! Jangan bawa-bawa gue masuk ke dunia ini cuma buat ngerasain patah hati lo. Mana di novel aslinya gue mati di tangan dia lagi! Kan ngeri!"

​Melody berguling ke samping, mencoba memejamkan mata. Namun, ketenangannya buyar saat ponselnya di atas nakas bergetar hebat. Nama "Thomas" terpampang di layar.

​"Ini lagi... ngapain malam-malam nelpon gue?" gumamnya malas, tapi tetap menggeser tombol hijau. "Halo?"

​"Mell, besok aku jemput ke rumah ya?" suara Thomas terdengar lembut di seberang sana, sangat kontras dengan suara berat Kaisar yang selalu penuh intimidasi.

​Melody terdiam sejenak. Ia teringat ancaman Kaisar di ruang seni tadi. Tapi kalau ia menolak Thomas sekarang, aktingnya sebagai orang yang sudah move on bakal gagal total. Belum lagi ia merasa tidak enak hati karena sudah menjadikan Thomas tameng.

​"Ah... iya, boleh," jawab Melody akhirnya dengan nada yang sedikit dipaksakan.

​"Oke, dandan yang cantik ya. Sampai ketemu besok, Melody," ucap Thomas sebelum menutup telepon.

Dia beneran mendalami perannya banget ya jadi pacar pura-pura gue," gumam Melody heran sambil menatap buket bunga dari Thomas yang ia letakkan di meja rias. "Sampai bela-belain jemput segala. Ampun deh, niat banget ni anak."

​Melody menguap lebar, lalu merebahkan tubuhnya di kasur. "Tapi ya udahlah, yang penting aman dari gangguan si kulkas berjalan dan drama si polos-polos bangsat itu. Good job, Melody!" ucapnya pada diri sendiri sebelum akhirnya terlelap.

​Sementara itu, di kediaman Thomas, suasana sungguh kontras. Di dalam kamarnya yang super gelap dan pengap, Thomas melepas kacamata berbingkai tebal yang selama ini menjadi topengnya. Tak ada lagi tampang polos atau senyum ramah. Matanya menatap tajam, liar, dan penuh obsesi pada sebuah mading besar di dinding.

​Mading itu penuh dengan foto-foto Melody. Ada yang sedang tertawa di kantin, sedang cemberut di koridor, bahkan foto saat Melody sedang tertidur di kelas. Di tengah-tengah mading itu, terdapat foto Melody yang paling besar.

​"Melody... Sayangku..." bisiknya dengan suara serak, terdengar seperti psikopat yang baru saja menemukan mangsa paling berharga. "Besok, kamu nggak akan pernah lepas lagi dari aku."

​Keesokan Paginya

​Melody terbangun dengan perasaan sedikit was-was, namun ia tetap bersiap-siap. Tak lama, suara klakson mobil Thomas terdengar di depan gerbang. Melody naik ke dalam mobil dengan senyum tipis.

​Thomas menyapa dengan basa-basi yang sangat halus. "Pagi, Mel. Tidur nyenyak? Kamu kelihatan agak pucat, ini aku bawain air minum, diminum ya biar seger," ucapnya sambil menyodorkan botol air mineral yang segelnya tampak masih utuh.

​Melody yang merasa haus karena terburu-buru, tanpa curiga meminum air itu. "Makasih ya, Thom. Lo baik banget deh."

​Namun, baru beberapa menit mobil melaju, kepala Melody terasa berputar. Pandangannya mulai kabur. "Loh, Thom... kok gue... ngantuk banget ya...?" gumam Melody sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri ke arah jendela.

​Senyum Thomas langsung menghilang. Ia menoleh ke arah Melody dengan tatapan dingin yang mematikan. Ia memutar kemudi, berbelok tajam bukan ke arah sekolah, melainkan menuju area hutan terpencil di pinggiran kota.

Kaisar berdiri menyandar pada motor besarnya dengan rahang yang mengeras. Ia sudah menunggu sejak tadi, namun mobil Thomas tak kunjung terlihat. Tiba-tiba, ponselnya bergetar. Sebuah laporan dari anak buahnya yang ia tugaskan mengawasi Melody secara diam-diam.

​"Tuan Muda, target tidak menuju sekolah. Mobil Thomas berbelok ke arah Hutan Lindung di sektor utara."

​Kaisar teringat flashback pembicaraannya dengan Galen semalam.

​"Sar," ucap Galen saat itu dengan nada serius. "Gue nggak tau lo peduli apa nggak, tapi Thomas itu bukan sekadar siswa cupu. Gue yakin lo paham. Sorot matanya ke Melody itu beda, Kai. Dia kayak psikopat yang punya obsesi gila ke Melody."

​Kaisar langsung memakai helmnya dengan gerakan kasar. Matanya berkilat penuh amarah dan haus darah. "Sialan! Berani-beraninya dia nyentuh milik gue!"

​VROOOOMMM!

​Motor Kaisar melesat membelah jalanan dengan kecepatan gila.

Sekitar 10 menit kemudian, Melody mulai mengerjapkan matanya. Kepalanya masih terasa agak berat, tapi kesadarannya perlahan pulih. Ia melenguh pelan sambil memegangi dahinya yang berdenyut.

​"Eunggh... gue di mana nih?" gumamnya serak. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan yang asing. "Bukannya tadi gue mau ke sekolah ya? Kok malah terdampar di kamar estetik begini?"

​Melody mencoba duduk di tepi ranjang. Tiba-tiba, ia mendengar suara kucuran air dari balik pintu kamar mandi. Jantungnya mulai berdegup kencang. "Ini kamar siapa sih? Apa jangan-jangan gue diculik om-om?!"

​Ia pun memberanikan diri untuk berdiri dan berjalan perlahan, mencoba mencari jalan keluar. Namun, saat ia menoleh ke arah dinding di samping lemari besar, langkahnya terhenti seketika.

​Deg!

​Seluruh tubuh Melody mendadak kaku. Matanya membelalak sempurna melihat pemandangan di depannya. Di dinding itu, terpampang puluhan foto dirinya—mulai dari yang diam-diam diambil saat ia makan, tertawa, bahkan ada foto close-up saat ia sedang tertidur pulas di kelas.

​Di bawah salah satu foto, terdapat tulisan tangan yang rapi namun mengerikan: "Melody-ku sayang, cantik banget kalau lagi tidur." Di sisi lain ada coretan-coretan penuh obsesi yang benar-benar menjijikkan.

​"Anjirrr! Siapa sih yang ngefans sama gue begini banget?! Ini mah bukan fans, ini psikopat fiks!" gumam Melody dengan wajah pucat. Namun, sedetik kemudian, jiwa narsisnya malah sempat-sempatnya muncul. "Tapi... apa emang gue semempesona itu ya sampai ada yang niat begini?" tanyanya bangga, lupa sesaat kalau nyawanya dalam bahaya.

​Cklek!

​Pintu kamar mandi terbuka. Uap hangat keluar bersamaan dengan sosok pria yang hanya mengenakan kaos putih polos dan celana hitam. Tanpa kacamata, auranya berubah seratus delapan puluh derajat.

​"Loh, Thomas?!!!" teriak Melody kaget setengah mati. "Elo??! Jadi elo yang punya hobi begini?!"

​Thomas terdiam, menatap Melody dengan tatapan yang sangat dalam dan tenang, sangat berbeda dengan Thomas yang biasanya cupu.

​Melody yang masih berusaha memproses kenyataan malah bersedekap dada. "Kagak nyangka gue elo se-ngefans itu sama gue sampai bikin galeri pribadi begini. Tapi sorry, don't worry ya, Thom... meskipun gue cantik, cara lo ini bener-bener nggak banget! Lo konslet ya otaknya?!"

​Thomas bukannya marah, ia malah berjalan mendekat dengan senyum tipis yang terlihat sangat mengerikan. "Aku cuma mau menjagamu dari orang-orang seperti Kaisar, Melody. Di sini, cuma ada aku dan kamu. Nggak akan ada yang bisa ganggu."

​"Dih! Menjaga dari mana? Ini namanya penyekapan, bego!" semprot Melody sambil mundur selangkah, mulai menyadari kalau "pacar pura-puranya" ini beneran gila.

1
Inonk_ordinary
awal cerita melody orkay loo. kok g dijmput supir.lagi,,g bawa mobil jg. lama2 kluar jalur
Putri Amalia
kalau dari awal aku tau ceritanya bakal kek gini, sumpah aku gak akan baca. nyesek bgt jadi melodi(Asha). dia yg berjuang tpi VELIA yg nikmati
Putri Amalia
suka sih kak ceritanya cuman pas melodi masih ada. tp pas melodi balik ke raga aslinya. sumpah nyesek bgt, dia yg berjuang selama ini. tpi yg dapet ending bahagia VELIA??? kek kok bisa sih author mikir nya kek gitu. kecewaa bgt sumpah
Kikin
😵‍💫🤧
Allfa Rizky
hiiiiiihh mengerikan
Allfa Rizky
ini akhirnya kek gimana ya,, mau lompat bab gak bakalan seru aahh
Allfa Rizky
hadeeeeeuuhhh kok mumet ya,, behafapan dengan ego lelaki yang berkuasa bikin ruwet
Allfa Rizky
logika aneh dan gila tpi yaaaahh suka suka lah namanya juga dunia novel ya gak,, asik aja bacanya hehe
Allfa Rizky
paket kombo mematikan,, baik kaisar ataupun Kenzie punya hak nya masing2,, TPI tubuh tanpa raga Sama aja bohong begitu juga sebaliknya,, aahh puyeng dah
Allfa Rizky
benar2 rumit,, apalagi memori tubuh alyn mengingat sentuhan Kenzie dah bakal jadi bencana besar kalo sampe kaisar tau
Allfa Rizky
bener banget,, spt nya sosok alyn TDK lah sesederhana itu
Allfa Rizky
melodi memasak= bencana
Allfa Rizky
orang2 sekitar alyn akhirnya pada muncul dan bikin melodi terbengon bengong karna emang gak tau alias blenk
Allfa Rizky
meski dunia mafia gonjanga ganjing melodi tetaplah melodi yang cerewet dan sengklek
Allfa Rizky
edisi melodi sengkleknya udahan ya thor,, sekarang mode serius tingkat dewa
Allfa Rizky
hmmm,, mulai melibatkan dunia siber dan inteljen,, biasa nya konfliknya pasti lebih rumit
Allfa Rizky
masuk edisi perbucinan ini mah
Allfa Rizky
edisi hareudaaaaang🤭
Allfa Rizky
melodi tetap lah melodi,, eeh asha kan ya jiwa aslinya
Allfa Rizky
secara kaisar itu mafia yang bekerja berdasarkan fakta dan logika mana bisa lah mencerna itu reinkarnasi yanga da malah curiga mulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!