NovelToon NovelToon
Married With Teacher

Married With Teacher

Status: tamat
Genre:Romantis / Dosen / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 5
Nama Author: seizy kurniawan

PERHATIAN!!!
Jika ingin membaca cerita ini siapkan mental. Takutnya bisa baper stadium akhir dan yang nulis gak tanggung jawab jika bibir kalian gak bisa berhenti ketawa.

Kata orang menjadi cewek cantik itu terlalu beruntung. Karena dipikir banyak yang demen. Tapi apa jadinya jika seorang cewek kaya Ghea Virnafasya yang jutek dan menjadi badgirl di sekolahnya masihlah jomblo.

Tahukah jika kadar kecantikan dan kejutekannya itu terlalu akurat stadium akhir?

Dia, Ghea Virnafasya cewek cantik jomblo abadi yang gak suka pacaran. Dia inginnya langsung menggelar nikahan.

Tapi apa kejutekan dan kenakalannya akan bisa berakhir? Apa Ghea akan sadar dan bertaubat setelah bertemu dengan seorang guru baru yang tampan nya naudzubillah bak aktor Yang yang, mengajar di kelasnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seizy kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ghea dijemput Reza

Pak Gery mengeluarkan cincin model polos dan hanya satu mata berlian di tengahnya. Cantik sekali. Setelah Si Mbak mengambil dan memberikannya pada Pak Gery. Tersenyum samar, Pak Gery melihat cincin itu lebih dekat lagi.

Tiba-tiba ...

"Eh, kok?" Lagi-lagi Ghea tersentak. Ia kaget. Matanya membola dengan rahang yang terbuka. Sesaat Ghea menatap Pak Gery tidak percaya. Lalu menunduk melihat pada jari manisnya yang tersemat cincin bermata berlian. Pak Gery lah pelakunya. "Cantik!" Pak Gery memuji. memiringkan kepalanya melihat cincin itu dari arah samping. Membuat wajah Ghea semakin memanas.

Deg deg deg deg

Jantung Ghea berpacu lebih cepat. Dan mungkin seperkian detik lagi jantungnya akan jatuh ke dasar ginjal kalau Pak Gery tidak segera bertanya. Menyadarkan Ghea dari debarannya itu.

"Gimana? Kamu suka?" Pak Gery bertanya. Tangannya masih memegang tangan Ghea. Uh, seketika Pak Gery kenapa jadi berubah manis, sih?

"Eh ..."

Ah, lagi-lagi Ghea hanya bisa ah eh ah eh saja. Ia mengerjapkan bulu matanya pelan. Kemudian tanpa sadar kepalanya mengangguk. Hais ... tadi Ghea kan lagi dongkol karena Pak Gery begitu sangat dekat dengan Indah. Tapi kenapa sekarang hatinya gampang luluh lagi, sih? Hanya karena sikap manis Pak Gery yang sesaat ini. Mungkin.

"Ya, udah, ambil yang itu aja kalau suka!" ucap Pak Gery. Ia kembali datar.

"Tuh kan, cuma sesaat doang. Ish ..., nyebelin deh." Ghea mengerucutkan bibirnya sebal sembari benaknya terus berkata.

"Ghe!"

Refleks Ghea menoleh pada asal sumber suara. Yang auto diikuti oleh putaran kepala Pak Gery.

"Re-za ...," Spontan Ghea gelagapan. Ia melirik pada Pak Gery yang hanya bersikap santai dan biasa saja. Seolah, Pak Gery no problem jika Reza mengetahui statusnya dan Pak Gery bagaiman.

"Eh, ada Bapak Gery juga. Lagi apa BTW, Pak?" Reza bertanya dengan sopan pada sang guru.

"Lagi mencari cincin tunangan!" Menekan kata terakhir. Pak Gery berucap acuh. Yang membuat Ghea memejamkan matanya erat. Dan Pak Gery melihat itu. Tapi seolah Pak Gery whatever saja.

"Wah ... Bapak mau tunangan, ya? Selamat, ya, Pak. Saya turut senang mendengarnya. Tapi BTW siapa ceweknya, Pak?"

"Eh, Za, lo sama siapa ke sini? Lagi belanja juga, ya?" Kelakar Ghea bertanya, mencoba untuk mengalihkan pertanyaan Reza pada Pak Gery. "Hehehe ...," Menunjukan giginya yang putih dan rapi, Ghea cengengesan ketika tatapan Pak Gery dan Reza mengarah padanya.

"Lah, gue kan sengaja ke sini. Tadi lo kan yang nyuruh gue datang untuk jemput lo! Gimana, sih, lo? Aneh, deh, gue."

Sekarang matilah Ghea di tangan Pak Gery. Auto memejamkan matanya erat-erat. Menggigit bawah bibirnya sembari tangan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.

"Beego ... kenapa Si Reza pake ngomong segala, sih? Sampai rumah lo siap-siap digantung doi, Ghe." Batin Ghea bermonolog sembari memalingkan wajahnya. Ia tidak ingin melihat mata Pak Gery - yang dapat Ghea pastikan sekarang sedang memancarkan aura horornya. Ghea ingat poin nomor tiga. Astaga.

"Sekarang lo udah kelar belum cari bukunya?" Reza bertanya lagi. "Eh ..." Ghea hanya mampu mengerjap pelan. Ia sedang berpikir bagaimana caranya mengusir Reza.

Pak Gery hanya memandang Reza datar. Lalu mendelikan ujung matanya pada Ghea.

"Eh BTW kok lo cari bukunya di toko perhiasan, sih, Ghe? Lo lagi beli sesuatu juga di sini? Beli apa, sih?"

Ah, kampret emang si Reza ini. Kepo banget, sumpah. Pengen Ghea tabok aja rasanya.

"Eh, lo beli cincin, Ghe? Cantik banget lo pake ini." Dan tak sengaja mata Reza melihat jari manis Ghea yang ternyata cincin bermata berlian itu masih tersemat di jari manisnya. Mungkin Pak Gery melupakan melepas cincin itu saking melihat indahnya cincin bermata berlian di jari manis Ghea.

"Tapi ... ini kaya cincin tunangan, ya?" Bibir Reza miring. Kepalanya juga bergerak ke kanan dan kiri. Seolah Reza sedang berpikir keras.

"Hahaha ... apaan, sih, lo, Za. Lucu deh. Gue beli cincin tunangan? Gak mungkin, lah. Lagi sama siapa gue bakal tunangan?" Ghea menarik tangannya yang tadi sempat diraih oleh Reza. Ia ingat poin pertama dari Pak Gery. Auto melepaskan cincin itu dari jari manisnya sembari tersenyum awkward. Kemudian memberikannya lagi pada Si Mbak di balik etalase. "Simpan dulu, Mbak!"

"Loh gak jadi, Mbak, Mas, beli cincin yang ini? Kalau gitu mau yang mana aja cincinnya?" Si Mbak justru bertanya karena sudah merasa pegal dengan pembeli yang satu ini. Membuat Ghea semakin memejamkan matanya erat. Kepalanya menunduk sampai kening itu menyentuh kaca etalase. Mbak ... kenapa musti nanya, sih? ucap Ghea pelan.

"Lo gak papa, Ghe?"

Refleks Ghea mengangkat wajahnya ketika Reza bertanya. Ia tersenyum paksa sembari kepala menggeleng. "Tapi kok muka lo pucat, sih, Ghe?"

Dasar Reza sialaan, wajah gue pucat karena lo banyak nanya. Pak Gery juga ngapain diem-diem bae, sih? Bantuin napa, Pak!

"Hah, masa sih, muka gue pucat?" Menangkup kedua sisi wajahnya, Ghea bertanya seolah tidak apa-apa. Padahal jantungnya sudah ketar-ketir.

Ghea melirik Pak Gery yang hanya diam dengan punggung yang bersandar pada kaca etalase. Mengantongi kedua tangannya ke dalam saku celana, Pak Gery seperti sedang mengetes Ghea. Apa Ghea sanggup atau tidak mengelak. Ingat poin pertama yang Pak Gery ajukan! Fix Pak Gery memang pantes menjadi guru.

"Iya. Muka lo pucat banget." Tangan Reza tergerak menyentuh kening Ghea. "Panas juga. Lo sakit, Ghe?" Tangan itu masih berada di atas dahi Ghea.

Pak Gery yang jelas melihat itu merasa dadanya bergemuruh. Rahangnya sudah mengetat. Ia juga mengepalkan kedua tangannya di balik saku celana.

"Eh, Za, apaan sih, lo? Gak papa gue." Ghea segera menurunkan tangan Reza yang berada di atas dahinya ketika tak sengaja mata Ghea beradu dengan mata horor Pak Gery. Ghea mendadak takut melihat sorot mata itu.

"Gak papa gimana, sih, Ghe? Dahi lo panas banget, sumpah. Mending lo cepet-cepet pulang, deh, ya. Biar gue yang antar!" Lalu Reza menarik tangan Ghea paksa. Menuntun cewek itu untuk segera keluar dari gedung pusat perbelanjaan.

"Eh-eh, kok lo main tarik aja, sih, Za?" Ghea bertanya sembari mengikuti langkah Reza. Sesekali wajahnya menoleh pada Pak Gery yang tidak bergeming dari posisinya.

Lagi juga kenapa Si Reza tiba-tiba perhatian gini, sih? Biasanya juga nyebelin.

Jadi, pas tadi Ghea di mobil Indah itu, Ghea dapat pesan dari Reza. Tumben loh, Reza chat Ghea.

Reza

Ghea, lo udah balik belum?

Ghea

Udah. Kenapa emangnya?

Reza

Sama siapa?

Dan ketika Reza membalasnya seperti itu, Ghea mengerutkan keningnya. Tumben amat Si Reza kepo kaya gini?

Ghea

Kepo!

Bukannya Reza diam tanpa membalas chat Ghea lagi. Reza justru menanyakan ada acara nggaknya pada Ghea. Auto semakin bingun.

Reza

Sore ini lo ada acara gak? Gue mau neraktir lo makan. BTW ada drama Yang Yang loh yang baru diputer di bioskop malam ini. Sekalian nonton deh. Tenang, gue yang beliin tiketnya.

Gimana gak tertarik coba dengan drama terbaru aktor Yang Yang? Ghea kan kalau sudah menyangkut aktor tampan itu apa aja bakal Ghea lakuin. Asal gak ketinggalan drama terbarunya.

Dan saat Pak Gery menanyakan Ghea 'kenapa' sebelum keluar dari mobil itu. Saat itu Ghea sedang berpikir, antara menolak ajakan Reza atau menerimanya. Kan lumayan tiket nonton Yang yang gratisan.

Ghea

Oke, deh, gue mau. Tapi sekarang ini gue lagi di Mall. Lagi cari buku. Nanti kalau udah kelar. Lo jemput gue aja! Gue chat lo lagi nanti.

Setelah membalas pesan itu Ghea keluar mobil. Ia sengaja menyuruh Reza menjemputnya karena ia gak mau dianggap obat nyamuk oleh Pak Gery dan Indah. Kan Ghea mikirnya Indah itu pacarnya Pak Gery.

**

"Za, lo apa-apaan, sih? Gue gak suka, ya, lo narik-narik gue kaya tadi!" Saat sudah keluar dari gedung pusat perbelanjaan itu, Ghea menghentakan tangan yang dicekal Reza. Mengusap pergelangan tangannya yang sedikit merah karena tarikan paksa Reza itu.

"Sorry, Ghe!" ucap Reza menyesal. "Tangan lo sakit, ya? Maaf, ya!" Dan saat ini hati Reza seperti sedang ditikam bebatuan besar. Ada sesuatu yang sedang cowok itu pikirkan hingga mengajak Ghea keluar dari sana dengan menarik pergelangannya secara paksa. Tanpa persetujuan dari sang empu.

"Ya udah, gue mau balik sekarang." pinta Ghea. Kepalanya semakin terasa berdenyut. Biarlah soal Pak Gery, urusannya gimana nanti aja. Yang jelas saat ini Ghea hanya ingin membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk. Ia merasakan tubuhnya seperti meriang dan kepalanya semakin berputar.

**

Di sisi lain.

"Ger, kok kamu biarin Ghea ditarik sama cowok itu, sih?" Indah bertanya. Ia langsung menghampiri Gery ketika Ghea dan Reza sudah berlalu dari sana. Yang sebenarnya Indah sedari tadi memperhatikan intraksi antara Ghea, Gery dan Reza.

"Udah bayar cincinnya?"

Indah memutar bola matanya malas. Selalu saja Pak Gery itu mengalihkan pertanyaan. "Hem. Udah!" Jawab Indah malas.

"Eh, Mas, gimana ini sama cincinnya? Jadinya mau yang mana?"

Ah, Pak Gery sampai lupa dengan membeli cincin pertunangannya. Mungkin saking hatinya sekarang sedang merasakan panas. Auto tidak fokus.

"Eum ... yang tadi aja, Mbak. Bungkusin!" pinta Pak Gery. Si Mbak mengangguk. Lalu menyuruh Pak Gery untuk melakukan transaksi pembayaran.

**

Malam itu Ghea meringkuk di bawah selimut. Tubuhnya bergetar. Dan acara menonton dengan Reza pun gagal.

Awalnya Reza sempat kecewa karena gagal jalan bareng Ghea. Tapi its ok. Reza paham dan tidak memaksa Ghea.

Sementara di ruangan besar yang berdominasi ash black dengan banyaknya miniatur motor dan mobil sport. Juga berbagai piala dan penghargaan di dalam lemari kacanya. Di atas meja perseginya sebuah laptop dan banyaknya tumpukan dokumen. Seorang cowok tengah menyandarkan punggung dan kepalanya pada kursi berbahan kulit dengan warna putih. Matanya terpejam dan kedua tangannya ia sandarkan pada tangan kursi. Kepalanya yang mendongak menghadap langit-langit ruangan. Ia sedang mengingat masanya dengan seorang gadis kecil yang cantik dan menggemaskan.

TBC

Wo wo woooo apa lagi ini gays?

Siapa pula cowok yang sedang mengingat gadis kecil itu?

Seneng aku buat semuanya pada berspekulasi. Jadi bisa berimajinasi bersama. wkwk

BTW mau infoin nih, gays. Sequel My enemy is my love akan segera publis. Ceritanya akan lebih seru dan dibuat menantang. wkwk

Follow Ig aku Seizyll_Koerniawan atau gabung di grup chat aku (grup chat Seizyll ). Di sana aku suka bocorin baba-baba cerita aku yang selanjutnya. Suka infoin juga kalau ada cerita baru yang aku publis. ):

Terimakasih BTW yang udah mampir di cerita Bang Gery Neng Ghea ini. Lope selaut dari aku buat semuanya... muachhhh ( cium jauh )

1
Nur Indriana
sing bikin cerita yg ogeb
Nur Indriana
konflik terlalu bertele2 ,gak masuk akal. gini kok cerita ditayangkan
mengecewakam
Nur Indriana
lamban alur cerita, membosankan
Neni marheningsih
syukuri si Gery hajar aja di biar koma si gary
Neni marheningsih
Gery egois...mentingi orng lain tapi ga jaga perasaan istri sendiri... giliran istri nya ada yg perhatian cemburu...makan tuh mua jadi sok pahlawan keluarga sendiri mau di ancurin
Neni marheningsih
baru baca tapi udah emosi....bego semua apa temennya Geri si Adi Chaca Ilham mbok ya berpencar goblog banget
Yensri73
perasaam ghea melulu yg menderita disini, nggak ada habis2nya penderitaannya🥲
it's me oca -off
semangat kk
it's me oca -off
ehm
Zaidah Abd Hamid
best sangatttttyy
Fitri Alika Alda
🤣🤣🤣🤣
♪Lucass;freechs♪
koreksi *Ya Allah
Lu murahan mndingn Lu mati aj
lgian Lu ngpain tlgin si jalang yg bukan bini lu
goblok Lu GHEA wanita jalang malah ditolong
eh jalang gue TABOK lu
Lu tolol atau gmn ghe?
ini lg ibunya jalang jg ngpain Lu ngtur² Gery emgny Lu siapa
ehh GHEA Lu ngapin peduli sm jalang
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus
Sukses bwt karyanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!