NovelToon NovelToon
Takdir Cinta

Takdir Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: BintangFRY

Nikah? itu adalah hal yang paling dihindari oleh Yiwa saat ini, nanti atau sampai kapanpun itu. Bahkan di kamus hidupnya pun kayaknya gak ada tuh yang namanya 'nikah'.

Tapi balik lagi, kalau takdir udah ditentukan, mau jungkir balik salto pun akan tetap gak bisa dihindari lagi.

Satu hal yang disesali Yiwa, harusnya dia gak usah ikut mbahnya lihat acara desa malam itu atau justru seharusnya ia gak usah pulang ke desa sekalian. Tapi kalau gitu malah kasihan mbahnya gak ketemu cucu satu-satunya ini.

namun setelah kejadian itu justru cucunya ini yang harus dikasihani.

Karena apa? karena Yiwa, cucu satu-satunya Mbah ini harus dinikahkan dengan pemuda desa yang cukup disegani disana.

Yiwa sampai bingung, gimana bisa orang sekaku ini bisa punya jabatan penting di desa. Dan sialnya, dialah yang akan jadi istrinya.

Tapi mau bagaimana lagi, Yiwa cuma bisa pasrah sambil misuh-misuh tentunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BintangFRY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlahan

Suasana rumah sudah kembali tenang. Kondisi Yiwa yang sempat tumbang juga sudah pulih sepenuhnya. Dia pun mulai beraktivitas seperti biasanya.

Berbeda dengan Nara. Sudah 3 hari sejak kejadian itu, ia menjadi lebih sering berada di kamar tamu. Juga tidak keluar rumah sama sekali. Bahkan waktu malam, Nara akan tidur pada pukul 11 malam. Lalu pagi jam 5 sudah kembali ke kamar tamu lagi. Begitu terus selama tiga hari.

Kemarin Bima sempat datang. Dan anehnya, begitu ia melihat Nara, respon Bima sangat berbeda. Remaja itu seperti segan untuk berbicara bahkan mendekat pun seakan tidak berani. Padahal Nara kan kakaknya sendiri.

Tapi Yiwa masih mengabaikan itu. Mungkin Nara memang perlu waktu untuk menenangkan diri. Ia lebih memilih untuk menyibukkan diri entah beres-beres atau melakukan hal lain. Kadang juga coba-coba resep dari google. Karena jujur dia juga sudah mulai bosan dan kesepian.

Malam ini Yiwa juga sudah siapkan makan malam. Bahkan sudah tertata rapi di meja makan. Tinggal menunggu Nara keluar dari ruangan itu.

Dan benar saja, tak berselang lama Nara keluar dari kamar tamu dan berjalan dengan tenang menuju kamar mereka.

"Kayaknya kalau besok dia masih ke kamar tamu, gue harus ngintipin. Takutnya dia lakuin hal berbahaya disana. Kan serem." gumam Yiwa.

Ia menyalakan ponselnya. Membuka Youtube untuk mencari lagu yang beberapa hari ini sedang ia dengarkan. Circle dari Post Malone.

"Maaf membuat kamu menunggu." Nara mengambil tempat di kursi yang berada tepat di seberang Yiwa.

Yiwa menaruh ponselnya. "Nggak apa-apa kok."

Tangan Yiwa dengan telaten mengambilkan nasi dan lauk untuk Nara. "Segini cukup nggak?"

"Cukup. Terimakasih."

"Hari ini gue masak spesial loh. Kenapa gue bilang spesial? Soalnya seumur-umur gue belum pernah makan yang namanya pare. Kata komenan di video sih rasanya pahit tapi ada juga yang bilang enak. gue kan penasaran dan kebetulan tukang sayur yang biasanya lewat tuh lagi jual ini pare. Jadi gue beli deh. Lo cobain, enak nggak?"

Nara menyendokkan sedikit pare yang di tumis dengan telur asin itu ke dalam mulutnya. Kemudian tersenyum. "Enak. Kamu pinter masaknya. Parenya tidak pahit."

Senyum Yiwa langsung mengembang. Kemudian ia juga mencicipi masakannya. "Not bad lah buat pemula kayak gue gini."

Kemudian keduanya makan dengan tenang di iringi lagu-lagu milik Post Malone.

"Ra, gue besok boleh nggak pergi sama Bima?"

Nara menaruh sendoknya. Kemudian menatap Yiwa. "Mau kemana?"

"Bima bilang di desa sebelah ada pasar tradisional. Gue pengen ke sana. Soalnya di tukang sayur yang sering lewat tuh kadang nggak lengkap. Bahan yang gue cari nggak ada."

"Di luar masih belum aman buat kamu, Yiwa."

"Makanya gue ajak Bima. Gue tadinya mau ajak lo, tapi lo gak pernah keluar dari kamar itu. Gue juga gak mau ganggu lo."

"Besok saya antar."

Kedua mata Yiwa langsung berbinar senang. "Beneran?"

Nara mengangguk. "Iya,"

"Makasih ya, Ra! Ini makan yang banyak! Nambah lagi nasi sama lauknya!" Yiwa dengan semangat menambahkan lauk ke atas piring Nara.

"Kamu juga makan yang banyak." Nara menaruh sepotong paha ayam miliknya ke atas piring Yiwa.

"Eh! kok di kasih ke gue sih? gue udah makan dua tadi!"

"Tidak apa-apa. Saya lebih senang kalau kamu juga makan yang banyak."

Yiwa mencebikkan bibirnya. "Nanti kalau gue gendut gimana? Gue udah susah payah diet tau, biar badan gue langsing."

Nara hanya terkekeh pelan mendengar penuturan Yiwa. Ia segera melanjutkan makannya. Begitupun Yiwa. Meskipun bilang mau diet, tapi porsi makannya masih sama. Malah nambah terus. Nara sampai menggelengkan kepalanya.

"Eh, Mregapati kemana sih? kok gue nggak pernah lihat."

Nara meminum habis air putih di gelasnya. "Kembali ke tempat asalnya."

"Ada masalah ya?"

"Yiwa, saat saya tidak bisa pulang sore itu, Saya sedang berada di desa sebelah. Mereka sedang mengadakan acara pernikahan. Tapi ada masalah karena ternyata calon mempelai prianya sudah membuat sumpah darah dengan bangsa gaib untuk tujuan tertentu. Yang tidak lain adalah dengan Nyi Menuh. Pernikahan kacau dan terjadi kesurupan masal. Saya, Mregapati dan tetua adat setempat hampir tidak bisa menangani. Saat itu fokus saya sudah bukan di kamu, jadi saya tidak dapat merasakan kamu sedang dalam bahaya. Saya benar-benar minta maaf, Yiwa."

"Lo nggak perlu minta maaf terus, Ra. Itu semua juga bukan salah lo. Kejadiannya juga udah berlalu kan? Justru gue yang harus minta maaf karena jadi beban buat lo."

"Kamu bukan beban. Saya yang mengajak kamu hidup dalam bahaya."

"Stop. Pembahasan ini nggak usah di lanjut. Gue nggak mau mengingat hal-hal yang gak menyenangkan. Mending kita habisin makannya, terus nonton televisi. Atau lo masih mau hibernasi di kamar itu?"

Nara menggeleng. "Sudah tidak."

"Emang lo ngapain sih di dalam kamar itu seharian, gak bosan apa?"

"Saya cuma meditasi untuk memulihkan energi."

Yiwa mengangguk. "Yang penting udah selesai kan meditasinya? Sekarang makan yang banyak. Beberapa hari ini lo cuma makan sekali doang. Gak bagus tahu!"

Piring Nara yang tadinya sudan kosong kembali di isi nasi dan lauk sama Yiwa. Padahal Nara juga sudah kenyang. Tapi mau bagaimana lagi. Ia pun tetap menghabiskan makanannya.

Yiwa tersenyum melihat Nara yang makan masakan buatannya dengan lahap. "Gue bakal berusaha memantaskan diri buat bersanding sama lo, Ra."

...♡Bersambung ♡...

1
jekey
jahat sekali hardjo
jekey
naraga abhirama handaru , dr namanya aja udh gagah gede duwur sugeh 🤣🤣
jekey: yaps betul , tp dalam khayalanq naraga emng jos jis 🤣🤭
total 2 replies
jekey
😡😡😡 diana
jekey
siapa weh yg jahat 😡😡😭
jekey: klu jahat up lg 🤣🤣
total 2 replies
jekey
dikit amat mak upnya 😭😭😭😭
jekey
ih kacau diana
jekey
anehc bae diana
jekey
mak up lg
jekey: 😭 trus apaaa
total 2 replies
jekey
ih gak mau jahat" lg
jekey
siapa we yg mau niat jahat ,,😡
jekey
masa lalu kah😡
jekey: hmmm awas aneh"
total 2 replies
jekey
semoga tuhan sllu melindungi kalian 😽
jekey
akhirny plong juga yiwa
jekey
seneng bgd bacanya 😭😭
jekey
wah selamat ya
jekey
wah selamat buat mas nara & mbk yiwa ,, 🤭
jekey
lagi lagi lagi lagi lagi 🤣🤣🤣
jekey: love you full 🤣
total 4 replies
jekey
kalau gk balik , dijemput dinar loh 🤣
jekey
ono" bae hmmm 😏
jekey
hmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!