Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sampah Keluarga Zhang
Hujan turun deras di Kota Qing.
Petir sesekali menyambar langit malam, menerangi bangunan-bangunan tua yang berdiri di tengah kota kecil itu.
Namun di salah satu sudut keluarga Zhang, seorang pemuda berlutut di tengah guyuran hujan.
Namanya Zhang Tian yang kini menjadi sampah dan terus di kucilkan di keluarga Zhang.
Tiga tahun lalu, kultivasinya tiba-tiba hilang tanpa alasan yang jelas. Sekeras apapun dia melatih dirinya, dia tidak bisa merasakan energi spiritual lagi.
Hal inilah yang membuatnya di kenal sebagai sampah di keluarga Zhang dan selalu mendapatkan penghinaan dari murid lain di keluarga Zhang.
Tubuhnya saat ini terlihat penuh luka dan terlihat darah masih menetes dari sudut bibirnya yang tampak sedikit pucat.
Tak jauh di depannya, beberapa pemuda keluarga Zhang menatapnya sambil tertawa mengejek.
“Hahaha.. Coba lihat wajah sampah itu!” Seorang pemuda dengan tubuh besar menunjuk ke arah Zhang Tian yang berlutut di tanah dengan tatapan mencemooh.
“Iya.” Pemuda lain di sampingnya yang berambut kuning juga mengangguk setuju dengan tatapan penuh hinaan. “Dia sudah tiga tahun di keluarga Zhang, namun tetap saja tidak bisa berkultivasi.”
“Kalau aku jadi dia, aku lebih baik bunuh diri daripada terus mempermalukan diri di keluarga Zhang!” ucap pemuda itu melanjutkan.
Suara-suara hinaan terus menggema dari beberapa orang yang ada di depannya tanpa memperdulikan kondisi Zhang Tian yang saat ini tampak sangat menyedihkan.
Namun Zhang Tian tetap diam dan menggertakkan gigi menahan amarah. Bukan dia tidak ingin melawan, tapi karena dia tidak bisa melawan mereka semua. Saat ini dia tidak berbeda jauh dengan manusia biasa, jika dia melawan, dia akan mencari kematian sendiri.
Dulu, dia adalah genius nomor satu keluarga Zhang yang ditakuti dan dihormati oleh semua pemuda di keluarga Zhang.
Di usianya yang ke dua belas tahun, dia sudah berhasil mencapai Alam Penempaan Tubuh tingkat kesembilan.
Hal ini membuat banyak orang percaya suatu saat dia akan menjadi kebanggaan Kota Qing.
Namun semuanya berubah tiga tahun lalu.
Malam itu, tanpa alasan yang jelas kultivasi Zhang Tian tiba-tiba menghilang yang membuatnya sangat panik.
Awalnya dia berfikir mungkin ini hanya faktor kelelahan, namun keesokan harinya dia benar-benar tidak bisa merasakan energi spiritual lagi. Tidak peduli sekeras apa pun dia berlatih dan berusaha, dia tetap tidak bisa merasakan energi spiritual apalagi menyerapnya.
Sejak saat itu, status genius yang dulunya paling terkenal di keluarga Zhang dan kota Qing, berubah menjadi sampah yang paling terkenal di penjuru kota. sejak saat itu hidupnya berubah menjadi seperti neraka.
Brakk!
Sebuah tendangan keras menghantam perut Zhang Tian tanpa ada peringatan apapun.
Tubuhnya yang menyedihkan terpental beberapa meter setelah terkena tendangan tersebut.
“Uhuk.. Uhukk.”
Zhang Tian coba berdiri sambil menutup mulutnya dan terbatuk batuk. Terlihat di telapak tangannya banyak darah yang keluar dari mulutnya.
Matanya menatap orang yang berdiri beberapa meter darinya dengan tatapan kemarahan.
“Zhang Lei, kenapa kamu menendangku?” Zhang Tian meraung marah pada orang yang barusan menendangnya.
Jika ini tiga tahun lalu saat dia masih bisa merasakan energi spiritual, dia mungkin akan membunuh Zhang Lei sekarang juga, namun dengan kondisinya saat ini yang hanya seorang sampah. Bahkan tidak dibunuh oleh orang lain saja dirinya sudah bersyukur.
Zhang Lei, sepupunya yang berusan menendangnya berdiri sambil menyeringai lebar tanpa memperdulikan kondisi Zhang Tian.
Dengan tangan di dada, dia menatap Zhang Tian dengan pandangan menghina. “Kau benar-benar aib yang memalukan bagi keluarga Zhang kami.”
“Besok adalah ujian keluarga yang akan disaksikan oleh tokoh-tokoh besar di kota Qing, tapi coba lihat dirimu.” Zhang Lei menggelengkan kepala.
“Bahkan seorang pelayan pun masih lebih berguna jika dibandingkan dengan sampah sepertimu. Jadi daripada kamu mempermalukan keluarga Zhang esok hari, sebaiknya kamu tidak memunculkan batang hidungmu di depan umum.”
“Jika kamu berani memunculkan batang hidung, aku akan membuatmu jauh lebih parah dari apa yang kamu alami saat ini.” Setelah berkata, dia langsung mengabaikan Zhang Tian.
Namun kata-kata jelas, dia sedang mengancam Zhang Tian.
“Haha, kakak senior Zhang Lei memang pantas memberikan sampah itu pelajaran agar dia tahu diri.”
Pemuda berambut kuning dari keluarga Zhang langsung memberikan acungan jempol pada Zhang Lei
“Benar,” seorang pemuda dengan wajah kurus juga mengangguk setuju dan berkata, “Aku dengar ayahnya dulu juga sampah sama seperti dia.”
Mendengar ini, beberapa murid lain juga semakin berani dan berkata, “Mungkin darah keluarga mereka sedang dikutuk dewa, itu sebabnya mereka satu keluarga menjadi sampah yang menyedihkan.”
Mendengar ayahnya juga harus terbawa dan di rendahkan, Mata Zhang Tian langsung berubah dingin.
Kalau mereka hanya menghina dirinya, dia masih bisa menahan itu semua. Namun jika menghina ayahnya itu berbeda.
Dia perlahan berdiri sambil menahan tubuhnya yang gemetar, tatapannya menatap tajam ke arah pemuda dengan wajah kurus yang berbicara.
“Tarik ucapanmu.” Zhang Tian berkata dengan nada dingin.
Zhang Lei sempat tertegun karena dia bahkan berani menegur orang tepat di depan wajahnya.
Lalu sesaat kemudian, dia tertawa keras.
“Hahaha.. lihat, apakah sampah ini marah?” Zhang Lei menatap beberapa murid keluarga Zhang sambil tertawa aneh.
Murid keluarga Zhang yang berwajah kurus juga sempat tertegun melihat ekspresi dan kemarahan di wajah Zhang Tian. Dia awalnya sempat ketakutan dan ingin mundur. Tapi mendengar suara Zhang Lei yang ada di sampingnya, dia seketika langsung sadar.
Pemuda berwajah kurus itu mengabaikan kemarahan Zhang Tian, dia melipat tangan di dada sambil terus tertawa lepas.
Pemuda berwajah kurus itu berjalan mendekat, tatapannya masih dipenuhi penghinaan yang terang-terangan.
“Memangnya kenapa kalau aku menghina ayahmu?” pemuda berwajah kurus itu berbicara sambil mengabaikan Zhang Tian yang tangannya sudah gemetar karena marah.
Pemuda berambut kuning juga tak mau kalah dan berkata, “Bukankah ayahnya memang pengecut yang meninggalkan keluarganya?”
Boom!
Zhang Tian tidak bisa menahan lagi amarah di dadanya. Dengan tenaga yang masih dia miliki, dia melayangkan tinju yang langsung melesat ke arah pemuda berwajah kurus.
Wushhh!
Namun sebelum tinju mengenai wajah Zhang Lei..
Brakkk...
Tubuh Zhang Tian terpental lebih dulu karena Zhang Lei bergerak lebih dulu dan kembali menendangnya dengan keras.
Zhang Lei menatap Zhang Tian yang terlempar sejauh tiga meter dengan tatapan menghina.
“Kau pikir masih genius? Kau sekarang bukan siapa-siapa, kau bahkan tidak lebih baik dari seorang pelayan disini.” Zhang Lei mencemooh, “Bahkan masih berani-beraninya menyerang orang di depan mataku.”
Suara Zhang Lei menjadi lebih dingin saat berkata, “Jika bukan karena besok adalah ujian keluarga yang dimana dilarang ada pembunuhan, aku mungkin sudah akan membunuhmu hari ini.”
Setelah berkata, dia berbalik pergi dengan semua orang.
......................
Hujan yang turun semakin deras membuat Zhang Tian yang sudah terluka parah semakin menyedihkan.
Tubuhnya penuh lumpur dan beberapa bagian tubuhnya yang sebelumnya sudah terluka, saat ini bahkan jauh lebih parah.
Zhang Tian mengepalkan tangan dengan erat menahan gejolak amarah yang siap meledak. Tanpa dia sadari kuku jarinya menusuk telapak tangannya sendiri hingga berdarah.
Namun seolah-olah Zhang Tian tidak merasakan rasa sakit di telapak tangannya. Karena yang dia rasakan saat ini hanya kemarahan, rasa malu dan benci. Semua emosi itu bercampur di dadanya menjadi satu.
Dia ingin sekali menghabisi orang-orang yang menghina dirinya dan ayahnya, namun saat ini dia tidak bisa melakukan apapun. Karena ucapan Zhang Lei benar. Sekarang dirinya hanyalah sampah.
Tidak lama kemudian, langkah kaki berat terdengar dari kejauhan.
Zhang Tian mengangkat kepala dan memperhatikan dari mana suara langkah kaki itu berasal. Saat matanya melihat siapa yang datang, dia melihat seorang pria tua berjubah abu-abu datang bersama beberapa tetua keluarga.
Ternyata yang datang adalah kepala keluarga Zhang.
Melihat siapa yang datang, semua pemuda yang masih ada menyaksikan Zhang Tian langsung menunduk hormat.
“Salam kepala keluarga!”
“Salam kepala keluarga!”
Semua orang membungkuk ke arah pria yang baru datang dengan beberapa orang.
Bahkan Zhang Tian yang terluka pun memaksa bangkit lalu memberikan hormat sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.
Pria yang datang adalah Zhang Guocheng, pemimpin keluarga Zhang saat ini.
Dia mengangguk pada semua orang lalu, tatapan mata Zhang Guocheng tertuju kepada
Zhang Tian yang tubuhnya penuh lumpur serta mulut yang masih mengeluarkan darah dengan alis berkerut.
Melihat Zhang Tian yang dulunya seorang jenius namun kini menjadi sampah yang terkenal di seluruh kota, ekspresinya menjadi muram..
“Besok ujian keluarga dimulai.” Matanya tertuju pada Zhang Tian dengan ekspresi acuh tak acuh.
“Kalau kau tetap gagal…” Dia berhenti beberapa detik. “Maka status mu di keluarga Zhang akan dicabut, kamu tidak akan dianggap anggota keluarga Zhang.”
Mendengar hal ini, jantung Zhang Tian sedikit bergetar.
Meski sudah menduga hal ini, tapi saat mendengarnya langsung tetap terasa menusuk di hatinya. Bagaimana pun dia juga bagian dari keluarga Zhang, dan dia juga sangat mencintai keluarga ini.
Namun aturan keluarga memang seperti ini adanya, keluarga tidak ingin menghabiskan sumberdaya keluarga untuk sampah.
“Baik,” jawabnya pelan.
Zhang Guocheng menghela napas kecil. Tatapannya terlihat sedikit rumit.
Dulu dia sangat bangga pada Zhang Tian karena dia di kenal sebagai jenius pertama di seluruh kota Qing.
Namun sekarang justru dialah yang membuat keluarga Zhang menjadi bahan tertawaan.
Dia juga tidak bisa lagi terus melindungi pemuda itu. Jika besok dia gagal maka dia harus di keluarkan dari keluarga Zhang.
Tidak lama kemudian, semua orang pergi meninggalkan Zhang Tian sendirian di tengah hujan.
Langit kembali bergemuruh, Petir menyambar, namun Zhang Tian masih berdiri diam tanpa suara. Matanya perlahan menatap langit yang gelap dengan tatapan marah.
“Kenapa.. kenapa aku seperti ini.…?” gumamnya dengan suara lirih.
“Apakah aku memang ditakdirkan menjadi sampah?” Zhang Tian menatap langit dengan putus asa ingin meminta jawaban.
Namun tidak ada jawaban apapun yang dia inginkan, yang ada hanya suara hujan yang terus turun.
Dengan wajah pucat dan tubuh gemetar menahan sakit, Zhang Tian berdiri dan ingin kembali kerumahnya.
Namun tepat saat Zhang Tian hendak kembali ke rumah...
Bommm!
Petir ungu raksasa tiba-tiba menyambar dari langit hingga membuat tanah yang terkena Sambaran langsung meledak.
Mata Zhang Tian membesar ketakutan karena petir itu jatuh tepat di depannya. Dan di tengah cahaya ungu tersebut sebuah liontin hitam perlahan muncul.
Liontin itu berbentuk naga.
Sisiknya terlihat sangat hidup sementara di kedua mata naga itu petir kecil terus bergerak seperti arus listrik tanpa henti.
Jantung Zhang Tian berdetak keras begitu melihat liontin itu. dan entah kenapa, dia merasa liontin itu seolah memanggilnya.
Tanpa sadar dia perlahan mengulurkan tangan menyentuh liontin di depannya. Dan saat jarinya menyentuh liontin tersebut...
Boooommmm!!!
Petir ungu langsung meledak menghantam tubuh Zhang Tian membuatnya melolong kesakitan seperti babi yang akan di sembelih.
Rasa sakit luar biasa seketika menyebar ke seluruh tubuhnya membuatnya tak kuasa meraung.
“Argghhhh!!!”
Zhang Tian jatuh berlutut menahan rasa sakit.
Tubuhnya langsung berubah menjadi ungu karena tersambar petir dan beberapa bagian kulitnya retak seperti porselen. Pembuluh darah di tubuhnya juga berubah ung sementara petir terus bergerak liar di bawah kulitny hingga ke tulangnya.
Rasa sakitnya begitu besar hingga dia merasa tubuhnya akan hancur, dia ingin sekali tidur untuk saat seperti ini. Karena jika dia tidur, dia tidak akan merasakan sakit. Tapi sayangnya kesadarannya terus terjaga seolah-olah langit ingin terus menyiksanya.
Namun di tengah rasa sakit itu, sebuah suara tua tiba-tiba terdengar di kepalanya yang entah dari mana.
“Sepuluh ribu tahun… Akhirnya aku menemukan pewaris baru.”
Itu adalah suara yang sangat kuno seolah datang dengan langit dan bumi yang menyatu di dalam jiwa Zhang Tian.
Mata Zhang Tian langsung membesar ketakutan berusaha mencari sumber suara itu berasal dari mana. “Siapa itu?”
Kepalanya melihat ke kiri dan kanan berharap melihat siapa yang berbicara.
Detik berikutnya, ruang di sekitarnya berubah dan kesadarannya seperti ditarik ke dunia lain.
Zhang Tian muncul di sebuah dunia yang sangat aneh. Karena langit disini dipenuhi petir ungu, gunung-gunungnya hancur lebur dan lautan bergolak seperti akan datang tsunami.
Dan di atas udara tepat di atas laut, seekor naga raksasa dengan panjang puluhan ribu meter perlahan membuka mata.
Raaawwwwrrr!!
Auman naga itu mengguncang langit saat dia membuka matanya yang berwarna ungu.
Matanya sangat besar dan menakutkan, hal ini membuat Zhang Tian hampir melompat ketakutan.
Tubuh Zhang Tian langsung membeku karena ukuran naga itu terlalu besar sementara sisik ungunya dipenuhi kilatan petir.
Matanya terlihat seperti matahari yang menyala namun berwarna ungu dan mengandung kilatan petir.
Hanya dengan satu tatapan dari naga itu yang melihat ke arahnya, Zhang Tian merasa jiwanya akan hancur.
“Aku adalah Kaisar Naga Petir.” Suara naga itu menggema seperti guntur.
“Mulai hari ini kau adalah pewarisku yang akan mewarisi kekuatan kaisar naga petir.”
Blaaaarr!!!
Petir ungu kembali menyambar langsung menyelimuti seluruh dunia.
...----------------...
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?