Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17 keputusan
Mobil tuan Anthony terus melaju menembus jalan raya,
Tuan Anthony nampak duduk di sisi Tyo yang memegang setir.
Sementara Yoga,
Pemuda itu duduk di kursi penumpang dengan memangku tubuh Ester yang belum sadarkan dan keringat sebesar biji jagung membasahi keningnya.
Tubuhnya menegang sejak ia mulai bersentuhan dengan Ester tadi.
Sungguh kondisi ini sangat menyiksanya.
" kemaren dia juga bertemu dengan pemuda itukan Yoga ?! " terdengar ucapan tuan Anthony setelah kebisuan mencekam di dalam mobil itu.
" iya tuan " jawab Yoga cepat.
" kenapa tak bilang padaku ?! "
" maaf tuan,
saya tidak tahu siapa laki laki itu...saya kira dia teman satu kampus nona Ester " jawab Yoga jujur.
" hemm....iya kau benar, kau tentu tidak tahu siapa dia ! " cicit tuan Anthony kemudian.
" kamu siapkan semuanya Tyo, jika pemuda brengsek itu masih berani mendekat putriku apalagi berhubungan dengan putriku.
Maka lakukan apa yang sudah aku perintahkan padamu "
" baik tuan " jawab Tyo,
Tak lama mobil tuan Anthony memasuki halaman rumah besar pria itu.
Dan seperti tadi, tuan Anthony membiarkan Yoga membawa Ester dalam dekapannya tanpa berniat mengambil alihnya.
Yoga melangkah masuk ke dalam rumah di ikuti tuan Anthony di belakangnya.
Sementara Tyo telah kembali ke kantor.
" ya Tuhan...apa yang terjadi ?! Ester...." nyonya Hagia yang baru saja keluar dari kamar dan melihat Yoga menggendong Ester terkejut bukan main.
" tidak apa apa ma....
Ester hanya pingsan, bawa dia langsung kekamarnya Yoga " jawab tuan Anthony sekaligus memberikan arahan kepada Yoga.
Yoga terpaku sejenak,
" kenapa ?! Kau keberatan membawa tubuh Ester ke atas ?! " tanya tuan Anthony kepada Yoga ketika ia melihat pemuda itu masih diam di tempatnya.
" ti...ti.
tidak tuan...." jawab Yoga,
membawa Ester kekamarnya....?!
Itu artinya ia harus masuk ke dalam kamar gadis itu kan ?!
cicitnya di dalam hati.
" lalu tunggu apa lagi Yoga, bawa dia kemarnya...
setelah itu temui aku di ruang kerjaku, kutunggu kamu di sama.... "
" i...iya tuan " tak ingin lagi memancing emosi sang majikan,
Yoga pun segera melakukan apa yang di perintahkan tuan Anthony kepadanya.
" aku bantu membuka pintunya Yoga, ayo " ucap nyonya Hagia.
Dan bagai menemukan oase di padang guru, Yoga sungguh merasa lega mendengar ucapan nyonya Hagia barusan.
Karena artinya....
Ia tak akan hanya berdua saja dengan Ester di dalam kamar nanti.
Cklek....
Setelah menaiki tangga, kini nyonya Hagia membukakan pintu kamar Ester dan mempersilahkan Yoga masuk kemudian meletakkan tubuh Ester yang masih pingsan di atas ranjang.
" selimuti tubuhnya Yoga, kasihan....
mungkin dia kedinginan " ucap nyonya Hagia
Yoga menahan nafas mendengar perintah wanita baya itu,
Ia pikir deritanya sudah berlalu, tapi ternyata belum.
Yoga masih harus menahan diri lagi, pasalnya...dengan menyelimuti Ester ia jadi harus melihat kedua kaki jenjang Ester yang seputih kapas.
( ya Tuhan...ampuni hambamu ini ) bisik Yoga di dalam hati ketika kedua netranya seolah tak bisa beralih dari pemandangan yang di sukai semua pria di muka bumi ini sambil menyelimuti tubuh Ester.
" sudah nyonya " ucap yoga Kemudian lega. Akhirnya deritanya selesai juga.
" ya sudah...
terimakasih ya Ga....sekarang pergilah, temui suamiku.
Ester biarkan bersamaku "
" baik nyonya...saya permisi "
Yoga pun akhirnya pamit dan keluar dari kamar itu dengan nafas lega.
Di luar pintu kamar ia meraup oksigen sebanyak banyaknya seakan seakan ia tak mendapat pasokan oksigen sejak tadi.
Setelah keluar dari kamar Ester, kini Yoga telah berada di depan ruang kerja tuan Anthony yang tidak tertutup sempurna.
Tok tok tok.
Yoga tetap mengetuk pintu meski pintu itu terlihat terbuka,
" permisi tuan " pamitnya
" masuklah Yoga..." dari dalam ruangan tuan Anthony mempersilahkan Yoga masuk.
Pemuda itu pun masuk ke dalam ruangan dan segera duduk di sofa karena saat ini tuan Anthony pun telah berada di sini.
Di atas meja di hadapan tuan Anthony nampak tergeletak beberapa berkas.
Tuan Anthony terdengar menghela nafas,
" maafkan aku Yoga,
aku terpaksa melakukan ini.....menurutku...tidak akan ada laki laki sebaik kamu untuk Ester " ucap pria baya itu kemudian.
Tubuh Yoga kembali terasa tremor, ia kembali merasa panas dingin.
" aku ingin memintamu untuk menikah dengan Ester...." tuan Anthony akhirnya mengucapkan dengan jelas keinginannya.
Yoga yang sedari tadi hanya menunduk kini mendongak menatap tuan majikannya itu.
" saya tuan ?! " cicitnya pelan.
" iya...
dengan segala kerendahan hati, aku mohon menikahlah dengan Ester " ucap tuan Anthony penuh permohonan
" tapi tuan....saya...."
" kenapa ?!
apa Ester kurang cantik menurutmu ?! Atau....kau sudah punya pilihan ?!
Apa.....gadis waktu itu adalah pilihanmu ?! " tanya tuan Anthony lagi dengan wajah sedikit menyiratkan kekecewaan.
" tidak tuan...
bukan begitu, dia adik sepupu saya...." Yoga seketika menggeleng dengan cepat.
Entahlah...
Ia tak suka kesalah pahaman ini.
" lalu ?! " kejar tuan Anthony.
" saya...e ....saya......
saya hanya orang miskin tuan, saya...saya merasa tidak pantas untuk nona Ester " jawab Yoga akhirnya dengan kembali menundukkan kepalanya.
Tak dapat ia pungkiri,
Selama ini diam diam dirinya juga mengagumi sosok gadis yang sedang mereka bicarakan ini.
Entah kenapa jika ia mau jujur,
ia pun merasa ada sebersit euforia di hatinya mendengar ucapan tuan Anthony, tapi mengingat siapa dirinya dan siapa Ester,
Ia menjadi berkecil hati,
Ia khawatir, ia tak akan mampu memenuhi standar hidup gadis itu nanti.
" jangan jadikan status sebagai alasanmu menolak Ester Yoga...." ucap tuan Anthony.
" tidak tuan...
saya tidak berani menolak, tapi sungguh..
itu alasan saya...." jawab Yoga sendu.
" dan lagi....keluarga saya berhutang banya budi kepada tuan,
tentu saya tak akan berani menolak nona " ucap Yoga lagi.
Tuan Anthony menghela nafas berat.
" kau tahu.....?!
kami tak pernah memandang siapapun dengan cara seperti itu.
Aku hanya melihat kau sebagai laki laki baik yang kuanggap pantas untuk putriku..." ucap tuan Anthony lagi.
Pak Anthony tersenyum kecil, tak lama ia mendorong beberapa berkas di hadapannya ke hadapan Yoga.
" sebelumnya jangan salah paham, aku memberikan semua ini juga kepada kedua menantuku.
Terimalah Yoga.....ini sebagai tanda terimakasihku karena kau telah mau berbaik hati menerima Ester sebagai istrimu.
kedepannya aku percayakan Ester kepadamu, jaga dia, sayangi dia dan didik dia dengan baik da" ucap tuan Anthony.
" tuan...a...a....apa ini ?! " cicit Yoga setelah ia melihat dan sedikit membaca berkas di hadapannya itu.
Dua buah lahan yang luasnya sangat luas, satu unit mobi mewah dan....
dan cek dengan nilai nominal yang hampir membuat Yoga pingsan.
1 Milyar...
( Ya Tuhan, aku merasa seperti sedang di beli...
astaghfirullah....)
Yoga berbisik di dalam hati sambil tanpa sadar ia mengusap wajahnya kasar.
" tuan....ini berlebihan...." ucapnya kemudian.
" tolong Yoga...jangan tersinggung,
aku hanya tidak mau menyulitkanmu karena Ester.
Aku tahu benar bagaimana kelakuan anak itu, dan aku sadar....
Menikah tanpa cinta itu sulit, apalagi kau seorang laki laki.
Tanpa cinta, akan sangat sulit bagi seorang laki laki mau menuruti apalagi menghadapi sikap dan kelakuan seorang wanita dengan sabar.
Aku sadar Yoga....
Dari pada plusnya....kelakuan Ester lebih banyak minusnya...." ucap tuan Anthony dengan nada pasrah.
Sungguh ia sangat tahu diri, ibarat bumi dan langit...
Seperti itulah kepribadian Yoga dan Ester di matanya.
makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣