NovelToon NovelToon
Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Shofiyah 19

Cinta sejati itu mengikhlaskan, merelakan dan melepaskan. Membiarkan bahagia orang yang kita cintai. Meskipun bahagianya dengan orang lain dan bukan bersama kita. Manusia hanya bisa berencana tapi tetap Allah yang menentukan bagaimana ke depannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shofiyah 19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Semua orang sibuk mempersiapkan untuk acara lamaran Asya. Beberapa kerabat datang ikut merayakan kebahagiaan itu. Asya sudah selesai bersiap di kamarnya. Asya berada di kamar ditemani Rara dan Lisa. Anisa dan gus Kafka tidak bisa hadir karena bayi mereka yang tidak memungkinkan untuk bepergian jauh. Hanya kyai Ahmad dan umi Syakira saja yang hadir.

"Cantiknya adekku. Iya kan Ra?," ucap Lisa sambil tersenyum

"Betul Ning. Bestie aku ini memang cantik banget deh," puji Rara

"Dandanku gak menor kan? Ini hanya lamaran tapi kok rasanya kayak mau akad saja. Umi nyuruh dandan kayak gini segala," ucap Asya sambil memandangi wajahnya di depan cermin meja rias

Ceklek

Pintu terbuka menampilkan Raffa yang berjalan menuju adiknya. Ia tersenyum haru menatap adik bungsunya itu. Asya tersenyum sambil memiringkan kepalanya ke arah abangnya itu. Asya merentangkan kedua tangannya. Raffa dengan senang hati memeluk adiknya itu.

"Cepat sekali sih besarnya adek bungsu abang ini," ucap Raffa

"Masak harus kecil mulu sih Bang," ucap Asya terkekeh

"Bagi Abang, kamu itu masih kecil. Kamu yang sering minta tidur sama abang terus ngompol," ucap Raffa terkekeh

"Ih apaan sih Bang itu udah lama banget tau," ucap Asya

"Sekarang kamu udah besar dan bisa memilih pendamping hidup," ucap Raffa tulus

Rara dan Lisa terharu melihat kedekatan kakak beradik itu. Raffa yang lebih dekat dengan Asya dibandingkan Anisa.

"Ayo kita ke bawah. Alif dan keluarganya sudah menunggu di bawah," ucap Raffa setelah melepas pelukannya

Asya mengangguk. Mereka berjalan menuju lantai bawah. Asya menggandeng lengan Raffa. Sedangkan Lisa dan Rara mengikutinya dari belakang.

Semua orang menoleh ke arah tangga saat mendengar suara langkah kaki. Asya semakin erat memegang lengan abangnya itu. Asya duduk diantara abi dan umi.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan saya adalah Fian yang merupakan papa Alif. Kedatangan kami sekeluarga ingin menyambung silaturahmi dengan keluarga kyai Fahmi dengan niat melamar putri bungsu kyai Fahmi yaitu ning Asya," ucap papa mengawali

"Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami dengan kedatangan keluarga dari pak Fian. Saya sebagai wali dari Asya tidak bisa memutuskan sepihak karena di sini yang akan menjalaninya adalah putri bungsu kami," jelas abi

"Maaf semuanya, bolehkah Alif mengutarakan sesuatu?," tanya Alif

"Iya silakan, Nak," ucap abi sambil tersenyum

"Pak kyai, saya datang ke sini mengajak keluarga saya dengan tujuan yang baik ingin melamar ning Asya untuk menjadi teman hidup saya. Saya tidak ingin menanggung dosa terlalu lama dengan memikirkan seorang wanita. Bolehkah saya sedikit egois? Saya ingin hari ini juga dilaksanakan akad nikah, Kyai," ucap Alif

Semua orang terkejut mendengar pernyataan dari Alif. Asya menunduk sambil memilin ujung hijabnya. Kyai Fahmi tersenyum dengan keberanian pemuda di hadapannya.

"Nak Alif, saya menerima niat baikmu ini. Tapi keputusan tetap di tangan putri bungsu saya," ucap abi sambil tersenyum

"Gimana, Dek? Jika hari ini akad, apakah kamu bersedia? Kami sebagai keluarga ikut keputusan kamu," ucap Raffa

"Iya Asya bersedia dengan keputusan untuk akad hari ini," ucap Asya pelan

"Alhamdulillah," ucap semua orang serempak

Meja kecil sudah siap. Alif duduk berhadapan dengan abi Fahmi. Penghulu dan saksi yang terpilih sudah hadir. Alif menjabat tangan abi Fahmi.

"Ananda Alif Zayyan Alfarabi, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya yang bernama Narasya Alfauzi dengan maskawin berupa satu set perhiasan dan uang tunai sebesar 2600 US dollar dibayar tunai," ucap abi Fahmi lantang

"Saya terima nikah dan kawinnya Narasya Alfauzi binti Fahmi Alfauzi dengan maskawin tersebut tunai," ucap Alif  tegas

'Sah'

Semua orang khusyu' berdoa. Kedua keluarga bahagia menyaksikan hari bahagia ini.

Alif menyematkan cincin di jari manis Asya. Begitupun sebaliknya, Asya juga melakukan hal yang sama.

Asya mencium tangan Alif yang sudah resmi menjadi suaminya itu. Alif memegang ubun-ubun Asya sambil mengucapkan doa untuk istrinya. Lalu mencium kening Asya.

Rara menatap haru pemandangan itu. Ia menyeka sudut matanya sambil tersenyum. Rara yang tau bagaimana perjalanan cinta sahabatnya itu.

Asya dan Alif sungkem kepada orang tua Asya terlebih dahulu. Abi dan umi tersenyum menyambut putri dan menantunya.

"Abi, maafkan adek. Selama ini adek banyak salah sama Abi. Sekarang tugas Abi sudah berganti pada suami Asya," ucap Asya parau

"Iya Nak, putri bungsu yang abi sayangi. Tugas Abi sudah selesai. Patuhi perintah suamimu, hormati dia seperti kamu menghormati Abi. Dia adalah imammu, pemimpinmu, pembimbingmu. Maafkan jika Abi belum bisa menjadi ayah terbaik untuk kamu," ucap abi sambil memeluk putrinya

"Abi itu ayah terbaik sepanjang masa," ucap Asya lalu melepaskan pelukannya

"Alif, kamu meminta Asya dengan cara baik-baik. Jika suatu saat kamu sudah tidak mencintainya lagi, tolong kembalikan Asya dengan cara baik-baik kepada Abi," ucap abi sambil memeluk Alif

"Itu tidak akan terjadi Abi. Alif akan menjaga Asya seperti abi menjaga Asya selama ini. Alif akan berusaha membahagiakan Asya," jawab Alif lalu melepaskan pelukannya

"Umi, terima kasih sudah menjadi madrasah pertama Asya. Terima kasih untuk semua kasih sayang yang umi berikan," ucap Asya sambil memeluk umi

"Umi sayang adek. Patuhi perintah suamimu. Dukung dia pada setiap prosesnya," ucap umi menasehati

"Iya Umi. Asya akan mengingat nasehat Umi," ucap Asya lalu melepaskan pelukannya

"Alif, semarahnya kamu sama putri umi tolong jangan tinggikan suaramu ya. Kami tidak pernah sekalipun membentaknya," ucap umi pada menantunya

"Alif tidak akan melakukan hal itu Umi," ucap Alif

Asya dan Alif beralih pada orang tua Alif. Banyak nasehat yang didapatkannya.

"Jadi imam yang baik. Perlakukan istri kamu dengan baik. Sayangi dan cintai dia melebihi keluarganya yang mencintainya," ucap papa sambil memeluk Alif

"In sya Allah, Pa," ucap Alif

"Selamat datang di keluarga Alfarabi ya, Ning," ucap papa sambil tersenyum

"Panggil Asya saja Pa jangan ning," ucap Asya sopan membuat papa tersenyum sambil mengangguk

"Kak, mama cuma mau nasehatin. Jangan sekali-kali nyakitin hati istri kamu. Jika kamu menyakitinya sama aja dengan kamu menyakiti mama," ucap mama sambil memeluk anak sulungnya

"Iya Ma. Nasehat mama akan selalu Alif ingat," ucap Alif lalu melepas pelukannya

"Mulai hari ini kamu menjadi putriku. Terima kasih karena telah menerima putraku yang banyak kurangnya, Nak," ucap mama sambil memeluk Asya

"Iya Ma," ucap Asya lalu melepaskan pelukannya

Setelah sungkeman lanjut foto keluarga. Karena akad mendadak tidak ada resepsi. Keluarga berencana akan mengadakan resepsi setelah kelulusan Asya dan Alif.

1
Mrs. Ren AW
mampir baca, semoga menarik ceritanya 😍
Mrs. Ren AW: siaaaappp kak author 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!