Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
"Besok hujan seharian, gak terlalu gede hujan nya jadi bisa santai di balkon sambil makan mie susu panas pasti mantap ini" ujar Gita membayarkan nya juga sudah bahagia.
Gita pun mengeluarkan sofa empuk yang dia beli dari toko, dia langsung mengeluarkannya ke balkon agar besok dia bisa bersantai dengan nyaman di luar balkon sembari menikmati hujan yang akan datang, besok hanya hujan biasa saja, namun setelah hujan biasa keesokan nya akan terjadi hujan lebat dan badai 1 hari full.
Setelah Gita mengeluarkan sofa dari dalam apartemennya, dia langsung kembali ke dalam karena udara nya masih sangat dingin dengan udara yang menghembus ke badan Gita, membuat tulang Gita terasa ngilu
"Dingin banget gila di luar, tapi besok gue yakin udaranya sempurna buat santai - santai, hahaa" tawa Gita yang sudah membayangkan besok pagi hujan dengan cuaca yang cocok untuk bersantai.
Keesokan Harinya
Pagi jam 7 pagi, terdengar gemericik hujan yang cukup lebat mulai membasahi kota.
Suara hujan sudah terdengar dari jam 4 subuh, namun dengan suara gemericik hujan membuat Gita malah tidur lebih nyenyak
Jam 7 pagi, Gita masih tertidur di atas ranjang empuknya dengan nyaman.
"Ughhh... Udah pagi ternyata" lenguh Gita yang baru terbangun karena suara gemericik hujan yang cukup deras
Gita pun bangun dari atas ranjangnya dan keluar dari dalam kamarnya.
"Wohh bener banget ucapan gue kemarin, hujan deres" gumam Gita
Gita pun langsung membuka pintu balkon dan keluar, terlihat hujan yang cukup deras.
Karena hujan cukup lebat membuat hanya sedikit orang yang keluar dari dalam rumah, mereka lebih memilih diam di rumah apa lagi mereka masih libur jadi lah semua orang memilih untuk bersantai di dalam rumah.
Nanti dari jam 12 siang hujan akan semakin deras dan di beberapa tempat akan terjadi banjir yang cukup tinggi, dan besok adalah puncaknya..
"Minum susu coklat panas enak kali ya, di tambah mie nyemek tambah telur dua, sayuran, udang juga behhh... mantap. Mantap banget ini" ujar Gita
Gita kembali ke dalam rumahnya, dia akan membuat mie nyemek pedas kesukaannya di suasana seperti ini pas membuat mie nyemek.
15 Menit Kemudian
Gita sudah beres memasak mie nyemek buatnya sendiri, dia langsung membawakan mie nya ke sofa yang ada di luar.
Dengan susu hangat dan mie panas yang baru dia buat, Gita memakannya di luar dengan pemandangan sejuk dan nikmat.
Saat Gita sedang makan mie, dia tidak sadar jika beberapa orang sedang melihat ke arahnya dengan tatapan iri
Karena dari balkon Gita yang sangat luas dengan cuaca yang seperti ini membuat Gita terlihat sangat nyaman bersantai dengan cuaca hujan seperti ini.
"Enak banget ya dia, hujan - hujan gini bisa santai gitu" ucap seorang wanita dari gedung apartemen lain
"Iya lah. Gedung itu tuh harganya aja 5 kali lipat dari harga unit apartemen di sini, jadi pasti lebih mewah gede juga. Akses keamanan nya ada Double jadi pasti mahal banget" balas seorang laki - laki
"Pantesan kalo gitu, itu atapnya bisa di buka tutup tau, kemarin aku liat" ucap wanita itu.
"Pasti lah. mewah banget pasti" balas laki - laki itu.
Mereka terus melihat ke arah Gita yang sedang santai sembari memakan mie nyemek buatnya.
Dan di sisi lain, di gedung apartemen yang tepat ada di samping apartemen Gita ada Livy yang cemberut melihat Gita yang terlihat sangat nyaman dan aman berbaring di apartemen mewah nya.
"Harunya apartemen gue itu, sialan emang dasar penipu" emosi Livy
"Kalo aja waktu bisa di putar balik, gue gak akan ngasih tau kekuatan kalung itu" lanjut emosi Livy sembari meremas remas ujung bajunya.