NovelToon NovelToon
Dosen & Rektor

Dosen & Rektor

Status: tamat
Genre:Dosen
Popularitas:12.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lhu-Lhu

السلام عليكم ورحمة الله وبراكته :)
Selamat datang di novel perdana saya...
Salam kenal semuanya yaa... Semoga para pembaca dapat menikmati karya saya dengan baik.

Novel ini menceritakan tentang seorang dosen wanita disebuah Universitas swasta. Dosen ini merupakan salah satu dosen terfavorit dikampus. Wajah yang anggun, cantik, dan menggemaskan membuat siapa saja yang melihatnya untuk pertama kali tidak percaya jika ia dosen. Selain dosen, ia juga seorang Hafidhoh.
Universitas swasta ini merupakan yang terbaik di Indonesia. Universitas ini dikelola oleh seorang dosen sekaligus rektor yang sangat luar biasa. Keren, tampan, pokoknya luar biasa deh... Ia menggantikan sang ayah yang awalnya menjabat sebagai rektor.

Bagaimana kisah mereka para penjaga hati yang sama-sama menolak untuk dekat atau berhubungan hati dengan lain jenis? Mereka yang sama-sama memiliki keilmuan agama yang kental.


#Muhammad Farhan Al-Faridz
Biasanya dipanghil Faridz oleh Anisa. Dan dipanggil Farhan oleh yang lain.
#Annisa Azzahra
Biasanya dipanggil Anisa/Ica/Anis


Mari kita simak bersama-sama kisah dalam novel ini.
#Selamat membaca
:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lhu-Lhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belanja

Pagi hari Anisa telah siap dengan style andalannya. Sederhana, tapi terlihat menawan untuk Anisa.

"Pagiii". Sapa Anisa pada manusia yang ada diruang keluarga.

"Pagi, kamu mau kemana neng?". Tanya Abi.

"Mau beli koper. Lusa kan kita liburan.". Jawab Anisa.

"Sama siapa?". Tanya Umi.

"Sama kak Ical. Dia kan mau tanggung jawab, soalnya koperku mau dipakai dia". Jawab Anisa.

"Kuy! Kita berangkat". Ujar Faisal yang turun dari tangga.

"Yuk!". Anisa bersalaman dengan Abi dan Umi di ikuti Faisal.

"Faiz gak diajak?". Tanya Faiz.

"Cuma beli koper aja dek, lagian kamu belum mandi. Mau pesen apa? Biar nanti dibiin". Ujar Faisal.

"Emmm, aku beliin camera yaaa". Jawab Faiz.

"Okee". Jawab Anisa dan menarik Faisal.

"Hati-hati dijalan". Ujar Umi.

"Iya Mi, Assalamu’alaikum”. Ujar Anisa.

"Wa’alaikumussalam”. Jawab Umi dan Abi.

Anisa dan Faisal kini sudah berada ditengah-tengah kemacetan kota jombang. Karena memang saat ini jam-jam orang berangkat kerja, tak heran jika macet.

"Kaak, maceeet". Keluh Anisa.

"Gak usah ngeluh". Jawab Faisal.

Hufft. Anisa membuang nafas berat. Anisa menyalakan sholawat untuk menghilangkan jenuhnya.

"Besok berangkat jam berapa?". Tanya Faisal yang memang baru mengetahui rencana liburan keluarga pagi tadi.

"Habis jumatan". Jawab Anisa.

"Padahal gak jauh lho mall nya. Kok lama banget sih". Sambung Anisa.

"Sabaar, namanya juga macet. Bentar lagi nyampai kok". Jawab Faisal.

"Dek, kalau ada yang melamar kamu gimana?". Tanya Faisal tiba-tiba.

"Siapa?". Tanya Anisa.

"Yaaa, siapa aja". Jawab Faisal.

"Aku Kan nunggu kak Ical duluu". Jawab Anisa.

"Kok nunggu kakak sih, kamu duluan gak papa lho". Ucap Faisal.

"Ayoo, gimana kalau ada yang mau nglamar kamu?". Tanya Faisal lagi.

"Menurut kakak gimana?". Tanya Anisa.

"Yaa, yaaa, ya terserah kamu". Jawab Faisal gagu.

"Siapa sih kak?". Tanya Anisa.

"Biar dia yang ngomong ke kamu sendiri. Nomor kamu kakak kasih ke dia". Jawab Faisal.

"Ih. Kakak ni, bikin penasaran ajah. Nomorku disebar-sebar pulak". Jawab Anisa.

"Cuma ngasih ke satu orang kok ". Jawab Faisal.

"Udah sampai nih". Ujar Faisal.

"Ikut ke parkiran atau mau turun disini?". Tanya Faisal.

"Ikut ajah". Jawab Anisa.

Kini mereka telah berada di lift untuk menuju kelantai empat. Tempat dimana para koper-koper dijual. Terlihat kini Anisa tengah memilih-milih koper yang menurutnya pas.

"Jangan yang mahal-mahal". Ujar Faisal.

"Punya kakak kok pelit". Sindir Anisa.

Faisal hanya memutar bola matanya. Iapun meninggalkan Anisa dan memilih untuk melihat-lihat aksesoris pajangan. Faisal mulai bosan. Iapun menyusul Anisa.

"Kemana sih Ica ni?". Batin Faisal. Faisal menyusuri area ATK. Setelah memutari beberapa lorong, ditemukanlah Anisa tengah melihat-lihat boneka beruang.

"Dicariin malah enak-enakan disini". Ujar Faisal.

"Udah dapat belum kopernya?". Tanya Faisal.

"Udah. Ini...". Jawab Anisa dan menyerahkan kepada Faisal.

"Ya bawa ke kasir lah dek". Ujar Anisa. Anisa tak menggubris.

"Kak, beliin boneka?". Pinta Anisa.

"Masak udah jadi bu dosen masih main boneka?". Ujar Faisal.

"Hmmm". Anisa berdeham.

"Ambil dah". Ujar Faisal.

"Gak usah deh. Besok besok aja". Jawab Anisa.

"Beneran?". Tanya Faisal.

"Iyaa, ayuk ke kasir". Ujar Anisa dan langsung pergi meninggalkan Faisal bersama kopernya. Anisa menunggu Faisal di luar. Sedangkan Faisal membayar belanjaannya.

"Sudah, yuk pulang". Ajak Faisal.

"Kopernya mana?". Tanya Anisa.

"Di anterin petugasnya ke mobil". Jawab Faisal.

"Makan dulu napa?". Pinta Anisa.

"Ni anak banyak maunya dah". Ucap Faisal dan menggandeng Anisa menuju foodcourt dilantai 5.

"Baik deh". Ujar Anisa.

Mereka memilih tempat duduk yang pas di samping jendela kaca. Tempat favorit Anisa.

"Mau pesan apa? Kakak pesanin". Tanya Faisal.

"Emmmm, aku mau chikmy aja deh, varian basreng". Ujar Anisa.

"Cemilan aja?". Tanya Faisal.

"Iya, sama sosis jumbo 3 varian yaa". Jawab Anisa.

"Hemh, kirain cemilan aja. Ternyata sama aja cemilannya diborong". Jawab Faisal.

"Hehehe, kakak kan tau Anis demen makan". Ujar Anisa.

"Iya-iya... Kakak pesan dulu". Ujar Faisal berlalu.

Selang beberapa waktu, Faisal kembali dengan membawa soto lamongan dan teh racik ditangannya.

"Kok kakak makan sih?". Tanya Anisa. Sepertinya Anisa tergoda melihat soto itu.

"Terus kakak disuruh liatin kamu makan sendiri gitu?". Ujar Faisal.

"Permisi kak, ini pesanan basreng dan sosis jumbonya". Ujar pelayan.

"Terima kasih mas". Ujar Anisa.

"Iya sama-sama, mari". Jawab pelayan.

"Kamu mau?". Tanya Faisal menawarkan sotonya.

"Pengen nyoba". Ujar Anisa. Faisal menyodorkan mangkuknya dan Anisa mulai mencoba soto itu.

"Mau kakak pesanin?". Tanya Faisal.

"Nggak deh. Anis udah pesan banyak kok". Ujar Anisa.

"Sadar juga ternyata". Sindir Faisal. Anisa hanya menyengir. Anisa dan Faisal menghabiskan pesanan mereka terkadang saling comot mencomot makanan satu sama lain. Minuman pun tak segan untuk berbagi. Jika orang tak tahu, pasti mengira mereka sepasang kekasih.

Selepas makan, mereka menyusuri tempat elektronik untuk membeli pesanan Faiz. Setelah ketemu yang pas, Faisal membayar dan mereka kembali kerumah.

Cash Kak Faisal.👇

Bersambung....

1
Tamirah Spd
Paling suka kalau visual nya bangsa dewek .
Novel yg kubaca rata rata selalu visual nya artis manca negara.
Kalau gak Korea,China atau Turki.Toh orang lokal pun cantik cantik dan tampan.👍👍👍
Rufaidah
lanjut
Sulastri Oke86
Luar biasa
Yus Warkop
kan keliatan dari pakaian mana husna mana anisa
Ida Erwanti
Luar biasa
ENDAH_SULIS
terlalu gak sopan gak sii Nissa untuk ukuran wanita Sholehah... omongannya lebay
Kurnia Wirantini
kalau sdh suami istri habis wudhu meski sentuhan kulit enggak batal wudunya mba
Kurnia Wirantini
agak janggal krn profesor amat sangat mustahil bisa diraih saat usia 25 tahun.
Nurmiati Aruan
kasian mbak Wardah
Salman Alfarisi
visual ya Gus Azmi beuuhh
Neneng Hasanah
ya Allah adakah yang seperti itu akh manisnya
Irma Riefdania Riefdania
1 thor
F................ (✖﹏✖)
maaf koreksi thor untuk penulisan dialog dinovel mungkin nggk perlu. dikasih, misal farhan: ,karna penulisan karya fiksi beda dgn penulisan drama.
Sanjaria Abubakar
aku suka sudah dua kali baca nya 😘😘😘😘😘😘😘😘
Yus Warkop
televon atau telepon
Yus Warkop
perempuan ngsntar laki lucu yah
Yus Warkop
wah kereen yah dngan ilmu yg dimiliki
Yus Warkop
orang mumpuni hebat sholeh lagi
Yus Warkop
assallammuallaikum salam kenal

selain hiburan baca novel sambil nuntut ilmu juga
Lili Kartika
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!