NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: ElleaNeor

Yvone Faranes adalah seorang Mafia yang memiliki keahlian dalam bidang persenjataan, meracik obat-obatan dan racun, tewas akibat konspirasi dari beberapa orang. Bukannya ke alam baka, Yvone justru terbangun di tubuh gendut milik Rose Reinhart.


Rose Reinhart adalah istri dari Arsen Reinhart 32 tahun, yang meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang dikonsumsinya. Semasa hidup, ia selalu dihina dan direndahkan oleh keluarga suaminya karena kondisi fisiknya yang gendut dan jelek.


Bahkan Arsen, suaminya sendiri enggan menyentuhnya lantaran tubuhnya itu. Tidak hanya itu, Rose kerap dihina karena tak kunjung memberikan keturunan bagi keluarga Reinhart.


Hingga kehadiran Renata, disebut-sebut akan menjadi pengganti Rose untuk memberikan apa yang keluarga Reinhart inginkan.


Kini, Rose berbeda. Dengan keahlian milik Yvone yang berada di tubuhnya, ia merubah penampilannya dan memberi pelajaran pada orang-orang yang menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElleaNeor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Pelayan Setia

Sebuah ingatan kembali mencuat. Renata adalah sekretaris pribadi Arsen, sahabat sekaligus teman masa kecil pria itu. Tentu saja banyak hal yang telah mereka lalui bersama.

Melihat gerak-gerik wanita tadi, Yvone jadi curiga bila wanita itu memiliki perasaan terhadap Arsen, suaminya.

Andai dirinya berada di dalam tubuh ini sejak dulu, sudah pasti kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Terlebih membiarkan wanita lain berada di dekat suaminya.

“Kenapa kau diam saja? Kau pasti iri kan melihat bentuk tubuh Renata yang ramping seperti model. Tidak seperti tubuhmu yang seperti gentong,” cibir Brighita.

Tatapan Yvone tajam menusuk. Andai ia berada di dunianya, sudah pasti akan menembak kepala wanita itu. Sayangnya ia berada di dunia yang berbeda, dunia atas, dunia yang taat hukum.

“Mama benar. Kasihan Kak Arsen punya istri gendut seperti dia.” Alexa melirik ke arah Yvone. “Padahal ada Kak Renata, dulu mereka sangat dekat, gara-gara kau mereka jadi renggang,” ledek Alexa.

“Aku?” Yvone tidak tahu bagaimana kehidupan Rose dan Arsen sebelum menikah. Dalam ingatan pemilik tubuh ini, hanya terlihat saat-saat pernikahan.

“Apa benar yang dikatakan gadis itu?” batin Yvone.

“Dengar, kalau kau ingin langsing sebaiknya minum obatnya,” bujuk Brighita lagi.

Yvone melotot, ia hendak menyanggah ucapan mereka saat tiba-tiba seorang pria dengan jas putih memasuki kamar.

“Selamat malam,” ucap pria berkacamata itu.

“Dokter Darwis, kau sudah datang,” sapa Brighita.

Dokter itu tersenyum. Ia lantas menatap ke arah Rose. “Apa yang terjadi? Aku dengar kau bangkit dari kematian?”

Darwis Medlein adalah Dokter pribadi keluarga Reinhart. Darwis adalah teman masa sekolah Arsen, itu sebabnya saat ini ia menjadi dokter pribadi keluarga Reinhart.

Yvone menatap Dokter itu. Tidak ada ingatan khusus tentang pria ini. Jadi ia tidak bisa memastikan apakah pria itu orang baik atau justru sebaliknya.

“Berbaringlah, aku akan memeriksamu.”

Tatapan Yvone menyipit, saat hidup di dunianya, Yvone selalu bersikap waspada terhadap orang yang baru dikenalnya. Satu tangannya meraba pinggang, mencari senjata yang biasa terselip di belakang tubuhnya. Akan tetapi ia segera tersadar bahwa dirinya bukan lagi Yvone Faranes, sang ketua Mafia.

“Ah, sial!” batin Yvone. Pada akhirnya ia harus pasrah dengan keadaan.

Dengan keras ia menjatuhkan bobot tubuhnya di atas kasur. Lalu berbaring perlahan. Matanya tertutup sebentar, mengatur napas. Yvone mencoba beradaptasi dengan keadaan.

Dokter Darwis mengeluarkan stetoskop lalu menempelkan ujungnya pada beberapa bagian tubuh Yvone terutama dada.

“Apa yang kau rasakan?” tanya Dokter Darwis.

Yvone terdiam, entah mengapa pria ini berbicara dengan bahasa yang tidak formal. Apa sebenarnya antara dirinya dan Dokter itu memiliki kedekatan khusus?

“Aku tidak merasakan apa pun?” jawab Yvone acuh tak acuh.

Meski merasa aneh, Dokter Darwis tetap diam, dan berusaha memeriksa kondisi tubuh Rose secara mendetail. Ia mengambil senter kecil dari dalam tas lalu mengarahkannya pada kedua kornea mata Rose secara bergantian.

“Ini aneh,” batin Darwis. Setelah memeriksa detail, Darwis segera memberikan laporan terkait hasil pemeriksaannya. “Semua baik-baik saja, kau sehat. Tapi untuk memeriksa bagian vital secara detail kau harus datang ke rumah sakit. Oh ya, di mana Arsen? Kenapa aku tidak melihatnya?”

Darwis menatap Brighita dan Alexa yang masih berdiri di tempatnya. Kemudian salah satu dari mereka menjawab, “Arsen sedang ada urusan bisnis bersama Renata.”

Dokter Darwis menghela napas panjang. Ia tidak bereaksi apa pun. Tetapi raut wajahnya menggambarkan sesuatu. Ia kembali fokus kepada wanita di hadapannya.

“Besok kau harus datang ke rumah sakit,” kata Dokter Darwis.

“Tidak perlu!” seru Rose sarkas. Ia merapatkan jubah tidurnya kemudian bangkit. “Aku baik-baik saja. Sebaiknya kau pulang saja. Dan kalian…” Tatapan Rose tertuju pada Brighita dan Alexa. “Keluar dari sini!”

Mereka seketika saling melempar pandang, mendengkus kesal. “Beraninya kau mengusir kami!” protes Brighita.

“Aku bahkan berani melempar kalian…” sahut Yvone yang berada di tubuh Rose. Jujur saja, tangannya sudah gatal ingin memberi perhitungan kepada dua wanita munafik itu.

“Kau…” Brighita mengepalkan tangannya. Ingin mendebat, namun suara Dokter Darwis lebih dulu menyela.

“Bibi, sebaiknya kita memberi waktu kepada Rose untuk beristirahat,” ucapnya.

Rose menatap Dokter Darwis, mencoba memahami isi pikiran pria itu. Panggilan bibi menunjukkan betapa dekatnya hubungan pria itu dengan keluarga ini. Rose terus memperhatikan pria itu, tetapi hanya keraguan yang menguasai dirinya.

“Kau juga pergilah. Aku ingin sendiri.” Untuk saat ini, Yvone memang tidak ingin diganggu. Ia ingin memikirkan cara bagaimana ia menyesuaikan diri dengan situasi ini. Terlalu banyak hal yang membuatnya shock berat, terutama dengan kondisi tubuhnya sendiri.

Dokter Darwis menjadi orang terakhir yang hendak meninggalkan kamar Rose. Sebelum benar-benar pergi, pria itu berpesan, “Jika kau perlu sesuatu, kau bisa menghubungiku.”

Rose tidak merespon, justru membiarkan Dokter muda itu berlalu begitu saja dari hadapannya. Setelah pria tampan itu keluar dari kamarnya, Rose menatap ke arah pintu di mana baru saja Dokter Darwis menghilang.

Dalam hati ia menggumam, “Apa laki-laki itu bisa dipercaya?”

Keesokan harinya, saat Yvone bangun, ia masih mendapati dirinya berada di tubuh yang sama. Padahal ia sangat berharap untuk bisa kembali ke tubuh aslinya. Akan tetapi, jika dipikir, tubuhnya yang asli telah tenggelam ke dasar lautan.

Yvone yang berada dalam tubuh Rose pun terdiam. “Apa aku sungguh akan berada dalam tubuh ini selamanya?”

Rose berbicara dengan dirinya sendiri. “Apa tidak ada yang menyadari keberadaan tubuh asliku?” Yvone masih bertanya-tanya.

Masih banyak bawahannya yang setia. Dan ia yakin mereka pasti menyadari ketiadaan dirinya. Akan tetapi, ia lupa akan sesuatu, bahwa saat ini klan miliknya telah dikuasai oleh pengkhianat.

“Ah sialan!” Rose bangkit dari tempat tidur. Ia merasa tubuhnya sangat berat untuk berjalan, meski begitu ia memaksa untuk bergerak. Perlahan ia kembali mendekati cermin dan melihat kembali bentuk tubuhnya.

“Gendut sekali. Pantas saja Arsen tidak menyukainya. Kira-kira berapa berat badan wanita ini ya?” Rose celingukan, mencari sesuatu. Hingga kedatangan seseorang mengalihkan perhatiannya.

“Nyonya! Anda sudah bangun?”

Rose menoleh dan melihat seorang pelayan muda, dengan tubuh mungil datang dengan nampan di tangan. Rose hanya meliriknya sekilas, kemudian kembali fokus mencari sesuatu. Hingga suara Isak tangis membuatnya terkejut.

“Nyonya…saya pikir Nyonya tidak akan bangun lagi.”

Yvone tertegun untuk beberapa saat. Dalam hati bertanya-tanya. Mengapa pelayan itu tiba-tiba menangis? Sementara kemarin beberapa pelayan justru takut padanya.

“Kau…kenapa menangis? Memangnya kau siapa?” tanya Rose keheranan.

“Nyonya…apa Anda lupa dengan saya?”

Rose mengerutkan keningnya. Raga asli pemilik tubuh ini memang mengatakan bahwa sepenuhnya ingatan pemilik tubuh ini adalah miliknya. Tetapi ia justru tidak mengingat apa pun.

“Kau siapa?” tanya Rose lagi.

Kemudian pelayan itu menjawab, “Saya ada Sui, pelayan setia Anda!”

1
Uthie
bikin cemburu Rose 👍😂
Uthie
Waowww.... Ayooo Rose buktikan sinar dirimu kembali 🤩🤩👍
Uthie
Bagus Rose 🤩👍
Uthie
Lanjuuttttt 💪🤗
Uthie
Semakin menarik disimak 👍👍👍😏
Uthie
Selalu sukkaaaa cerita yg ada kata:
Transmigrasi, Gendut, CEO/Mafia 😁🤩👍👍
Evi 060989
up
Tiara Bella
mending pisah aja rose pernikahan udh gk sehat....mertua sm iparnya jg ky teule semua...Arsen jg ky begitu
Anita Rahayu
Sikat yvone kasi juga obat yg di berikan 3 medusa sebelum cerai biar setres si arsen😈😈😈😈😈😈👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Anita Rahayu
Thor buat yvone kasi kembali obat untuk mertua ipar dan demitnya thor biar arsen pusing nanganin 3 SUMO😈😈😈😈😈😈😈😈😈👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tiara Bella
obat apakah gerangan.....
Anita Rahayu
upnya yg double dan panjang👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Rai Gojess
beri pengajaran dulu sama keluarga hama itu
Etty Rohaeti
lelaki ga bisa tegas tinggalkan saja
Rai Gojess: bikin geram ni cerita, malas mau bagi hadiah🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Tata Hayuningtyas
kelamaan pembalasan nya...ga sat set sat set
Heni Mulyani
lanjut
Tiara Bella
drama bngt....
Lyvia
sumpah gemesQ pingin tak cakar2 tu muka mereka, gsa kelamaan yvone kasih pelajaran aj mereka agar bisa menghargaimu apalagi suamimu yg lemah it 🤬🤬🤬
Ma Em
Yvone buat hukuman untuk Mereka yg sdh memecat Sui asisten setiamu , beri hukuman untuk Brighita , Renata begitu si Arsen yg plin plan itu mau saja disetir sama ibu dan adiknya buat mereka menyesal .
Evi 060989
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!