NovelToon NovelToon
Cara Hidup Di Masa Kiamat

Cara Hidup Di Masa Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Hari Kiamat / Sistem
Popularitas:332
Nilai: 5
Nama Author: Lloomi

Saat langit retak dan hukum purba kembali berkuasa, manusia jatuh ke dasar rantai makanan. Di tengah keputusasaan itu, Rifana bangkit dengan luka yang tak kunjung sembuh dan ingatan yang perlahan terasa asing.

​Di dunia di mana para Superhuman mulai membangun tatanan baru di atas reruntuhan, Rifana hanyalah anomali yang membawa aroma maut ke mana pun ia melangkah. Dia tidak memiliki kekuatan yang memukau, hanya kemampuan adaptasi yang gila dan perasaan bahwa dirinya bukan lagi manusia yang sama.

​Berapa lama dia bisa bertahan di dunia yang tak lagi mengenali keberadaannya? Dan apa yang sebenarnya mengawasi dari balik fajar yang tak kunjung tiba?

Jadwal Up : 18.30 WIB
6-7 Ch/minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lloomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Singgah (Vol. 1/Robekan Di Cakrawala - End)

Ziva menarik keluar inti monster yang tertanam di otak makhluk itu. Dan berjalan menjauh dari kekacauan berdarah yang dibuatnya.

Huek.. Dia masih belum terbiasa dengan bau menyengat ini, Ziva mual, dia kini menghampiri Rifana yang terbaring menatap langit yang dipenuhi retakan.

"Kerja bagus Rif," Puji Ziva padanya "Maaf gua ga bisa banyak bantu bas pertarungan tadi" Ziva tampak sedih saat mengatakannya, meski suaranya tegas Rifana daoat merasakan ketakutan dibaliknya.

Rifana menatap gadis itu yang kini berdiri di sampingnya.

Dia hanya sedikit menggelengkan kepala kepadanya, 'Gadis ini masih berusaha kuat setelah melakukan itu? Yah biarkanlah' Rifana tak ingin mengganggu pikiran Ziva lebih jauh, dia berusaha membuat gadis itu tak memikirkannya lebih jauh.

Rifana sangat sadar.

Sejak keberangkatan mereka, nampaknya Ziva dan Adam sedang memikirkan sesuatu. Adik kakak ini mungkin punya masalah yang serius.

Dilihat dari tindakan mereka, sepertinya pandangan mereka sangat berbeda akan masalah ini.

'Ah entahlah, gua capek' Rifana tak bisa melakukan hal lain, dia hanya ingin beristirahat namun pikirannya tak membiarkannya melakukan itu.

Dia kemudian menggunakan tenaganya yang baru saja pulih untuk menunjuk ke arah Adam.

Rifana memberikan sinyal pada gadis itu untuk pergi kembali ke kakaknya, dia juga menunjuk ke lengan Ziva yang tengah menggenggam inti monster.

Ziva menyaksikan Rifana menggerakkan jarinya dalam diam, dia awalnya menggaruk kepalanya namun setelah Rifana menunjuk benda di tangannya dia akhirnya mengerti.

Dengan itu Ziva pergi ke sisi lain dimana Adam tertidur.

Pria ini sepertinya pingsan karena kelelahan, ditambah dengan luka besar di dadanya tentunya itu menyakitkan.

Namun saat mendekat, bulu kuduk Ziva tiba-tiba menegang.

Dia tak tahu apa yang terjadi, namun dengan cepat dia berusaha merangkul kakaknya dan membawanya pergi terlebih dahulu.

Ziva terburu-buru karena dia juga perlu membantu Rifana untuk pergi ke tempat aman, setidaknya di dalam rumah yang memiliki tembok dan atap di atasnya lebih baik daripada terekspos dengan jelas di tengah jalan.

Dengan sekuat tenaga, Ziva menopang Adam dan merangkulnya di pundak.

Dia dipaksa berpikir dengan cepat, mereka tak mungkin pergi kembali ke rumah Rifana jika dalam kondisi ini.

Jaraknya cukup jauh, alhasil Ziva berakhir menyusuri rumah di sisi jalan satu persatu.

Dengan keberadaan Adam, kecepatannya sedikit lambat.

Beruntungnya, di rumah ketiga yang Ziva cek tak dikunci, dia akhirnya masuk dan membaringkan Kakaknya di sofa ruang tamu.

Ziva kemudian berlari kembali ke tempat sebelumnya, dia sangat terburu-buru taku sesuatu yang buruk terjadi pada temannya. Ditambah rasa ngeri selalu menyelimutinya setiap saat.

Dan setelah berlari cukup cepat, dia akhirnya kembali ke tempat pertarungan itu terjadi.

Banyak goresan di tanah dengan darah dicipratkan ke segala tempat, Ziva menghela nafas lega.

Rifana masih dalam posisinya, tak bergerak, menatap langit dengan penasaran.

Tep.. Tep.. Tep..

Mendengar suara langkah kaki yang mendekat Rifana melihat melihat ke sumber suara, Ziva datang mendekatinya sangat terburu-buru.

'Ini orang kenapa? Abis liat setan kah?' Pikir Rifana, dia tak tahu apa yang terjadi. Ziva terlihat berkeringat dingin dengan wajahnya memucat.

Gadis itu tak mengatakan apapun dan dengan cepat membantu Rifana berdiri, dia membantunya berjalan pergi ke rumah yang ditemukannya sebelumnya.

Dan setelah berjalan beberapa menit, mereka sampai.

Ziva membuka pintu dan membantingnya tertutup setelah mereka masuk, meski wajahnya sedikit lebih hidup dari sebelumnya ekspresi gadis itu tetap khawatir.

'Hilang?' Ziva terengah-engah setelah sampai, dia duduk di sofa bersama dengan Rifana. Ziva terlalu kelelahan untuk melakukan apapun, nafasnya habis.

Sebelumnya, dia merasa sangat ketakutan tanpa alasan yang jelas. Namun Ziva tahu kalau ada sesuatu yang salah, seakan dia sedang diamati.

Itulah mengapa dia sangat terburu-buru hingga saat ini.

Namun, tepat setelah mereka berdua masuk.

Perasaan itu telah hilang sepenuhnya, membawa kelegaan ke hati kecilnya.

Ha.. Ha.. Nafasnya masih kacau, dunia berputar dalam visi Ziva, dia terlalu lelah.

Rifana menatap Ziva yang duduk di sampingnya "Zi, lu gapapa?" Tanyanya singkat, namun gadis itu tak menjawab "Hei Zi! Ziva!" masih tak ada respon.

Tanpa sadar Rifana sedikit kahwatir, dia berusaha bergerak namun.

Siapa sangka.

Kepala gadis itu jatuh di bahu Rifana, dia tertidur.

'...Bikin panik aja' Rifana menghela nafas lega, dia khawatir gadis ini terlalu memaksakan dirinya, yah dia benar-benar kelelahan sampai tertidur.

Rifana kembali bersandar ke sofa 'Gua juga harus istirahat' Kelelahan mentalnya juga telah mencapai batasnya, dia mengambil posisi nyaman di sandarannya dan menutup mata.

Adam yang tertidur di sofa lain, dan Ziva tertidur menyandarkan kepalanya ke bahu Rifana.

Dan kini.

Mereka bertiga tertidur.

...

Jauh di timur, di sebuah danau besar.

Sebuah struktur aneh melayang di tengah danau, sebuah monolit batu dengan ukiran kuno yang aneh dipahat di permukaanya.

Struktur itu memancarkan cahaya biru halus dengan halo aneh yang menyelimutinya.

Jauh dibawah air, sosok besar berenang di kedalaman.

Ikan-ikan kecil berhamburan berusaha kabur darinya, namun makhluk ini mengabaikan mereka semua seakan tak ada.

Itu berenang sangat cepat dengan keempat kakinya, gerakannya sangat gesit di dalam air. Meskipun ukuranya sangat besar, kecepatannya sepertinya sama sekali tak berkurang.

Di sekitarnya, pusaran air kecil tercipta di setiap gerakan yang dibuatnya. Tubuhnya memiliki bintik-bintik cahaya hijau di berbagai tempat, itu berdenyut di saat yang bersamaan.

Makhluk itu terus berenang di kedalaman danau, hingga akhirnya sampai di suatu tempat.

Jauh di dasar, sebuah gua yang sangat besar ditempatkan dalam diam.

Makhluk itu berenang masuk kedalamnya, mengabaikan semua mahluk kecil di sekitarnya.

Namun tiba-tiba.

Kepalanya menoleh, pandangannya terkunci dalam keheningan selama beberapa menit.

Makhluk itu tak bergeming sedikitpun.

Ia menatap tajam ke suatu tempat yang jauh di luar.

Tubuhnya hendak berbalik keluar dari gua, tetapi langkahnya terhenti.

Pandangannya kembali, namun semuanya sudah terasa hilang.

Apa yang terjadi? Makhluk itu bingung, instingnya mengatakan kalau salah satu keturunannya telah dibunuh oleh seseorang dan dia daoat merasakan sang pembunuh.

Makhluk ini berniat pergi ke permukaan untuk membalas dendam, namun di tengah langkahnya.

Setelah beberapa saat.

Rasa itu hilang.

Keberadaan pembunuh keturunannya telah menghilang.

Seolah keberadaannya telah ditelan oleh bumi itu sendiri.

Dan pada akhirnya tatapannya dilepaskan.

Makhluk itu berenang kembali ke kedalaman gua.

Tempat itu dipenuhi dengan bebatuan biru bersinar yang asing, cahayanya sudah cukup membantu jika ada manusia yang tersesat di dalamnya.

Namun makhluk itu terus melanjutkan perjalanannya, kakinya bergerak secara bergantian menciptakan gaya dorong yang kuat.

Hingga pada akhinya.

Makhluk itu, menghilang kedalam kegelapan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!