NovelToon NovelToon
MANTAN ISTRI SATU MILIAR

MANTAN ISTRI SATU MILIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Aliya mencintai Ibas dengan tulus, namun Ibas membalasnya dengan luka. Demi kekasihnya, Nadia, Ibas menceraikan Aliya secara rahasia. Ia kemudian membayar Aliya satu miliar rupiah agar tetap tinggal serumah demi menipu keluarga besar mereka.
​Namun, sandiwara itu justru membuat Ibas terjebak dalam rasa yang tak semestinya. Saat kebenaran terungkap dan Aliya memilih pergi selamanya, Ibas baru menyadari bahwa ia telah membuang permata demi kerikil.
​Kini, Ibas harus berjuang mengejar maaf Aliya. Sialnya, ia bukan lagi satu-satunya pria yang menunggu. Ada Aufar, sepupunya sendiri, yang sudah lama menyiapkan hati untuk melindungi Aliya.
​Siapakah yang akan Aliya pilih? Pria yang menghancurkannya, atau pria yang menyembuhkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpisahan

Ibas berdiri ragu di depan pintu kamar Aliya. Tangannya tampak menggantung di udara. Hatinya ragu. Haruskah mengetuk atau justru berbalik pergi begitu saja?

Jam baru menunjukkan pukul empat pagi. Di jam segini, Ibas sudah siap dengan seragam lengkap, bersiap untuk berangkat dinas ke luar kota bersama atasannya.

Setidaknya, sebelum dia pergi, dia ingin melihat Aliya sekali lagi. Setidaknya, sebelum dia pergi, dia ingin mengatakan kepada Aliya untuk menunggunya kembali.

"Ibas..." panggil sang Ayah.

Ibas pun menoleh. Tangan yang semula mengambang di udara reflek dia turunkan kembali.

"Ya, Ayah?" sahut Ibas.

"Aliya-nya nggak usah diganggu! Kasihan," kata sang Ayah.

Ibas memandangi pintu dihadapannya dengan perasaan campur aduk. Mungkin, sang Ayah ada benarnya. Sebaiknya, dia tidak mengganggu istirahat Aliya.

"Oke," angguk Ibas patuh. Dia akhirnya memutuskan untuk mengikuti langkah sang Ayah untuk turun ke lantai bawah.

"Yah, Ibas titip Aliya, ya," tukas Ibas.

Sang Ayah tertegun sejenak. Didetik berikutnya, dia mengangguk dengan senyuman ganjil yang tidak disadari Ibas sama sekali.

"Sudah jam empat lewat. Sebaiknya, kamu jemput Bu Inggar sekarang buat ke bandara! Perjalanan dari rumah Bu Inggar ke bandara lumayan jauh loh, Bas," titah sang Ayah kemudian.

"Iya, Yah. Aku berangkat sekarang. Assalamualaikum!" pamit Ibas sambil mencium punggung tangan Ayahnya.

Sambil menggeret koper, Ibas berjalan keluar rumah. Langkahnya terasa berat. Separuh hatinya terus merasakan firasat tak enak. Seolah-olah, Ibas akan kehilangan sesuatu yang amat berharga dalam hidupnya.

"Aku kenapa, ya? Kok, firasatku nggak enak terus kayak gini?" gumam Ibas dalam hati.

Namun, dia berusaha mengabaikan perasaan itu. Demi memulihkan kepercayaan kedua orangtuanya, Ibas harus bisa menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya.

........

Saat cahaya matahari sudah mulai mengintip malu-malu lewat tirai jendela yang tertiup angin, Aliya sudah selesai bersiap. Wajahnya tampak jauh lebih baik.

Sambil menyibak tirai jendela itu, dia tersenyum. Ya, hari ini... hari baru akan dimulai.

Barang-barangnya sudah selesai dibereskan. Kini, dia tinggal menunggu kondisi Saraswati benar-benar sehat lalu dia akan pergi meninggalkan rumah itu.

"Aliya..." panggil Saraswati.

Perempuan paruh baya itu berdiri diambang pintu kamar Aliya yang tidak tertutup sambil ditopang oleh sang suami.

"Bunda, Ayah... Ayo masuk!" ajak Aliya dengan antusias.

Sepasang suami-istri paruh baya itu kompak mengangguk. Mereka melangkah masuk lalu duduk di sofa panjang yang ada diujung tempat tidur.

"Aliya, Ibas sudah berangkat ke luar kota subuh tadi," kata Ikhsan.

"Aku tahu," sahut Aliya.

Sejujurnya, saat Ibas sedang berdiri di depan pintu kamarnya, Aliya juga melakukan hal yang sama. Dia juga berdiri dibalik pintu yang tertutup. Perasaannya campur aduk. Gugup dan bimbang menjadi satu.

Haruskah dia keluar dan mengucap perpisahan, atau biarkan saja semuanya berlalu begitu saja seolah tak pernah terjadi?

"Soal perceraian kalian, Ayah yang akan mengurus semuanya. Setelah akta cerai kalian jadi, Ayah akan langsung kabari kamu supaya mengambilnya sendiri di pengadilan," lanjut Ikhsan.

"Terimakasih banyak, Ayah," sahut Aliya.

Ikhsan mengangguk.

"Aliya..." Kini, giliran Saraswati yang buka suara. "...apa barang-barang kamu sudah siap semua, Nak?"

Dan, Aliya pun menjawab, "Iya. Sudah, Bun."

Tampak, Saraswati mengusap sudut matanya yang mulai basah. Dia menghela napas dalam-dalam sebelum melanjutkan, "kalau begitu, berangkatlah nanti siang! Jangan ditunda-tunda lagi."

Aliya tersentak kaget. Nanti siang? Mendadak sekali.

"Tapi, kondisi Bunda masih belum terlalu sehat. Kalau aku pergi sekarang, nanti siapa yang akan rawat Bunda?"

"Soal itu, kamu nggak perlu khawatir! Ayah yang akan urus segalanya."

Ikhsan tersenyum. Dia meyakinkan Aliya bahwa semuanya akan baik-baik saja meski Aliya pergi.

"Ayah... Bunda... Terimakasih, ya!" lirih Aliya dengan mata berkaca-kaca. "Terimakasih karena sudah menyayangi Aliya dengan cara sehebat ini. Kalian nggak cuma sayang sama Aliya. Tapi, kalian juga memperlakukan Aliya persis seperti anak kandung kalian sendiri."

Saraswati memeluk mantan menantunya. Air matanya tumpah dan membasahi bahu Aliya.

"Aliya... Sampai kapanpun, kamu akan selalu jadi anak Bunda dan Ayah. Kalau kamu butuh bantuan... Jangan sungkan hubungi kami."

1
Ariany Sudjana
kenapa kamu harus marah dengan kepergian Alya? bukannya ini semua keinginan kamu?
Ilfa Yarni
mampus syukurin nangis Bombay deh km bas km jahat sih rasain alya udah pergi keinginan km udah terpenuhi km kan maunya nadia ya sudah nikah sono sama nadia
RaDja
terima kasih
Kar Genjreng
mantan mertua sangat bijak mana orang tua yang tega anak perempuan di sakiti oleh laki laki yang menamakan suami,,,maka walupun hanya anak menantu ada ko mertua yang baik.jadi mau menang sendiri untuk melepas wanita yang pernah menjadi menantu,,,karena memang baik si
Ilfa Yarni
kemana Alta pergi ya semoga kedepannya km bahagia ya alya
Ilfa Yarni
bagus
mariammarife
pergilah Aliya carilah kebahagiaan mu sendiri
Aidil Kenzie Zie
Jalang tetiak jalang
pelacur teriak pelacur
Kar Genjreng
jadi mau kejar Aliya sampai ke ujung Dunia Bas. nah coba sadar dari bulan bulan yang lalu sebelum memberi talak malah selalu memanas manasin dengan nadia coba lihat beruntung orang tua Lo masih ada Semua,,,dan coba orang tua mu ga mau punya menantu tukang tipu alias ngibul. yang hanya menginginkan uangnya Ibas saja,,,jangan jangan sengaja ayah pindahin Ibas kerja di luar kota ,,,sedangkan Aliya masih di rumah orang tua Ibas

👍
Ilfa Yarni
dbagualah km cepat sadar berarti kmrn2 km salah orang mengira pacar osetama km nadia tp ternyata naqiya atau alya ya udah km hrs semangat kejar alya lg
Ilfa Yarni
mah lo iBas ternyata aliya perempuan yg km cinta knp ingatan lama banget kembalinya
Kar Genjreng
kejang Lo basss!!! ternyata Ibas pernah kecelakaan dan ketika SMA justru naksir nya Aliya tetapi ga tau nya salah ejaan huruf
mariammarife
lebih baik kalian cerei aku lebih setuju Aliya sama Aufar
Kar Genjreng
nadia juga takut kehilangan ATM berjalan' nya ,,,,kan itu cita cita Nadia bersedia jadi kekasihmu bas ,,,bahkan rela kencan buta perempuan ,L**<***** nat itu baru calon istri idaman Ibas berkelas orang kota ga taunya kotak kotak otaknya ,,,,mana ada calon menantu memaki calonertua h
Ilfa Yarni
perempuan seperti itu yg ibad cinta lihat apa yg dia lakukan pd orang tuamu kolabs kam
Kar Genjreng
jadi Aufar tau siapa Aliya yang telah menolong Ibas,,,Ibas pernah. Oneng kah ahemm ya 😁 kasian Aliya sekarang pergi jauh biar Ibas sadar sesadar nya,,,, sekarang baru rasa tu kekasihl Lo yang mulutnya jahat juga yang berpura pura naik manis tetapi manis ya gula biang jadi semu pait,,,dan bila sampai Mama mu tau Aliya kabur dan membawa luka tak berdarah alamat. menjadi anak yang di buang oleh orang tua Lo bas
Ilfa Yarni
semakin penasaran dgn ceritanya lanjut thor
Kar Genjreng
Aufar kenal Aliya berarti teman nya juga kah ketika SMA kayanya di masa lalu sudah menaruh hati terhadap gadis cantik Aliya cuma belum ada kesempatan mungkin ya,,,,semoga Aufar berbeda dari yang lain,, suka menghina dan membully
dan bukan grup penggemar kelompok bnyinyir 🥺
Ilfa Yarni
kokaufar kaget iBas sebut nama aliya siapa aufar
Kar Genjreng
Afar ahhh pria yang baik ya beda sama yang lain suka ngebully dan suka menghina orang kampung,,,,justru orang kota malah kampungan Ibas nyawamu di ujung jari Aliya ya Lo juga harus maklum dengan teman Lo bas,,,, karena mereka kan didikan lo semua kan bermuka dari lo
coba dari awal Lo sikapnya biasa saja bila ga suka ha usah menghina atau berbuat
jahat ya sekarang Lo bermasud baik tetapi
sahabat lonsudah menghinanya,,,orang kota katanya sopan santun lah ini brandal cewek. sundel bolong lebih kampungan
matre dan . menjijikan Nadia tukang velap celup mirip teh sarinande,,,preeeettt,,🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!