NovelToon NovelToon
Immortal Legacy

Immortal Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Era Keruntuhan Surga, langit terbelah dan hujan darah mengubah dunia fana menjadi neraka. Para dewa telah kehilangan keseimbangan, melepaskan Bencana yang meruntuhkan sekte-sekte agung dan melahirkan Yao Aberasi pembawa maut.

Zeng Niu adalah seorang bocah desa dengan akar spiritual sampah. Ia tidak memiliki guru yang bijaksana, tidak ada klan besar yang melindunginya, dan takdir tidak memberinya keajaiban. Ketika hujan darah membasahi desanya dan mengubah segalanya menjadi monster buas, Zeng Niu harus menyaksikan seluruh penduduk desa, termasuk orang tuanya, dikoyak hingga tak bersisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Sutra Langkah Hantu

Paviliun Penegak Hukum tidak memiliki siang hari. Ngarai sempit yang mengurung bangunan-bangunan batu obsidian itu selalu diselimuti bayangan abadi. Di tempat ini, waktu tidak diukur dengan perputaran matahari, melainkan dengan tetesan air di jam air perunggu yang berdetak.

Zeng Niu kini mengenakan seragam baru: jubah hitam pekat yang dirancang khusus untuk menyerap cahaya. Kainnya terbuat dari sutra Laba-laba Malam, ringan namun sekuat zirah kulit tingkat menengah. Belati berburunya yang hancur telah dibuang, digantikan oleh dua bilah pisau melengkung berwarna abu-abu kusam yang diberikan oleh Tetua Mo Yin: Taring Bayangan. Pisau ini tidak memantulkan cahaya dan telah dilapisi racun peredam Qi.

Di sebuah aula batu yang diterangi satu lampion redup, Tetua Mo Yin duduk bersila, melayang beberapa inci di atas lantai.

"Ototmu terbiasa meledak untuk menghasilkan kekuatan," suara Mo Yin bergema tanpa pantulan di dinding batu. "Itu bagus untuk pertarungan lansung layaknya anjing gila. Tapi sebagai bilah dalam kegelapan, kau harus menjadi air. Kekuatanmu tidak boleh bocor keluar dari pori-porimu sebelum senjatamu merobek daging target."

Mo Yin menjentikkan jarinya. Sebuah kepingan giok hitam melesat dan ditangkap dengan mudah oleh Zeng Niu.

"Itu adalah Sutra Langkah Hantu tingkat menengah," jelas Mo Yin. "Teknik ini mengajarkan cara menarik seluruh Qi dan hawa panas tubuhmu ke dalam sumsum tulang, membuatmu sedingin mayat. Saat dipadukan dengan teknik pernapasan Gua Kehampaan, kau bisa melangkah menembus kerumunan tanpa ada satu pun mata fana atau persepsi roh yang menyadarimu."

Zeng Niu menempelkan giok hitam itu ke keningnya. Aksara-aksara kuno langsung mengalir ke dalam pikirannya, menjabarkan rute perputaran Qi yang sangat rumit dan menyakitkan. Teknik ini memaksa Qi berjalan melawan arus meridian normal, menciptakan semacam pusaran di sekitar tubuh pengguna.

Di dalam Lautan Kesadarannya, Lei Ling yang sedang bersandar di atas takhta petir menguap bosan.

“Teknik pembunuh fana yang menggelikan,” cemooh roh pedang dewi itu sambil memutar seuntai petir ungu di jarinya. “Mereka hanya tahu cara menyembunyikan diri, tapi mengorbankan kecepatan. Saat kau mengunci Qi-mu ke dalam tulang, kakimu akan terasa seberat timah, bukan? Jika kau ingin kecepatan absolut, potong rute Qi di meridian kakimu, dan gantikan dengan setitik elemen gunturku. Itu akan membakar urat sarafmu, tapi kau akan melesat lebih cepat dari bayanganmu sendiri.”

Zeng Niu membuka matanya. Ia merenungkan cemoohan Lei Ling. Mo Yin mengajarkan keheningan mutlak, sementara Lei Ling menawarkan kecepatan mematikan dengan bayaran rasa sakit ekstrem. Sebagai seseorang yang tubuh fisiknya telah ditempa oleh racun dan mutasi, rasa sakit adalah hal yang paling tidak ia takuti.

"Aku akan menggunakan keduanya," batin Zeng Niu datar. Ia mulai mengalirkan Qi merah kehitamannya sesuai dengan Sutra Langkah Hantu, menarik segala hawa keberadaannya ke dalam tulang. Seketika, suhu di sekitar Zeng Niu anjlok, dan tubuhnya seolah memudar ke dalam keremangan aula.

Mata hitam Mo Yin menyipit melihat kecepatan pemahaman murid barunya. Pemahaman Dao yang mengerikan, batin sang Tetua, tidak mengetahui bahwa Zeng Niu mendapat "bimbingan" langsung dari sebuah artefak dimensi lain.

"Cukup latihannya," potong Mo Yin, menurunkan kakinya ke lantai batu. "Kau sudah berlatih selama sepuluh hari. Pisau yang hanya diasah tanpa pernah meminum darah pada akhirnya akan berkarat."

Mo Yin melemparkan sebuah perkamen kecil yang digulung dengan pita merah.

"Misi pertamamu sebagai algojo akademi," desis Mo Yin, suaranya kini dipenuhi racun pembunuh yang murni. "Targetmu adalah Ma Dong, Murid Dalam dari Paviliun Pedang. Pengumpulan Qi Tahap 9. Kami punya bukti bahwa cecunguk itu diam-diam menjual peta rute patroli perbatasan akademi kepada mata-mata Aliansi Dagang untuk ditukar dengan pil penambah umur."

Zeng Niu membaca perkamen itu. "Jika buktinya jelas, mengapa tidak ditangkap dan dieksekusi secara publik?"

Mo Yin tersenyum sinis. "Paviliun Pedang dipimpin oleh Tetua Jian Kuang dan faksi-faksi kolot yang sangat menjunjung 'kehormatan'. Jika Penegak Hukum menyeret murid mereka, itu akan memicu perang internal antar paviliun. Kita tidak butuh keadilan publik. Kita hanya butuh hama itu lenyap."

"Paham," jawab Zeng Niu sambil menyimpan perkamen itu ke dalam jubahnya. "Apakah ada syarat kematiannya?"

"Buat seolah-olah dia terbunuh oleh Kultivator Liar dari luar akademi yang mencoba merampoknya di Hutan Bambu Malam, tempat ia biasa bertransaksi," perintah Mo Yin. "Gagal, dan aku akan menguliti wajahmu sendiri."

Zeng Niu hanya mengangguk pelan, lalu berbalik dan melebur ke dalam bayangan pintu keluar.

Di area pinggiran ngarai Paviliun Penegak Hukum, terdapat kompleks asrama batu yang dingin dan lembab. Di sinilah para pelayan fana dan murid tingkat rendah dari divisi pembunuh tinggal. Tidak ada obrolan, tidak ada tawa. Semua orang berjalan dengan kepala menunduk.

Di salah satu kamar batu, Bao Tuo sedang duduk bersila sambil mengunyah roti keras, sementara Lin Xiaoyu sedang menggambar sesuatu di atas meja kayu dengan arang.

Pintu kamar terbuka tanpa suara.

Bao Tuo nyaris tersedak rotinya saat melihat bayangan Zeng Niu tiba-tiba sudah berdiri di tengah ruangan. Pemuda itu tidak mengeluarkan suara langkah atau derit pintu sedikit pun!

"Dewa Langit! Saudara Niu, bisakah kau mengetuk?! Jantung fana-ku ini tidak dirancang untuk kejutan harian!" rengek Bao Tuo sambil menepuk-nepuk dadanya.

Zeng Niu mengabaikan rengekan si gendut dan menoleh ke arah Xiaoyu. Gadis penipu itu tampak jauh lebih serius daripada saat mereka berada di jalanan Kota Debu. Ia menyodorkan perkamen yang baru saja ia gambar.

"Sesuai perintahmu, Tuan Pembunuh. Aku menggunakan ilusi penyamar dan menyelinap ke dekat Area Paviliun Pedang selama tiga hari terakhir," lapor Xiaoyu dengan bangga, memamerkan kemampuannya yang sesungguhnya dalam hal spionase. "Ini adalah peta Hutan Bambu Malam. Ma Dong, targetmu, akan berada di Paviliun Angin Musim Gugur di tengah hutan itu malam ini."

Xiaoyu menunjuk sebuah titik merah di peta. "Tapi waspadalah. Sebagai Murid Dalam Tahap 9, dia tidak bodoh. Dia menyewa dua pengawal dari Faksi Harimau Putih yang berada di Tahap 7 untuk berjaga di luar paviliun. Dan... kabarnya dia memiliki sebuah jimat pertahanan tingkat Foundation Establishment pemberian kakeknya."

"Tahap 9, dua pengawal Tahap 7, dan perlindungan Foundation Establishment," gumam Bao Tuo berkeringat dingin. "Saudara Niu, kultivasimu baru Tahap 2... kekuatan fisikmu mungkin sebanding dengan Tahap 5, tapi ini... ini melompat ke sarang naga beracun!"

"Ranah adalah omong kosong di depan tenggorokan yang terpotong," balas Zeng Niu datar. Matanya menyapu peta itu, menghafal setiap jalur pelarian, titik buta, dan arah angin dalam waktu kurang dari lima tarikan napas.

Ia menoleh menatap kedua pelayannya. "Bao Tuo, gunakan lima puluh Poin Kontribusi yang tersisa untuk membeli sebanyak mungkin Serbuk Fosfor Pembakar dari pasar bawah tanah. Xiaoyu, siapkan formasi pengacak persepsi roh di batas utara hutan itu dalam dua jam."

"Kita mau membakar hutannya?!" mata Xiaoyu terbelalak.

"Kita akan membuat kekacauan yang terlihat seperti serangan gerombolan perampok, sesuai pesanan Tetua," jawab Zeng Niu dingin. "Bersiaplah. Malam ini, pedang fana-ku akan meminum darah Murid Dalam."

Bulan merah menyinari ujung pepohonan Hutan Bambu Malam. Angin berhembus, membuat daun-daun bambu bergesekan menciptakan suara mendesis seperti ribuan ular yang sedang berbisik.

Di tengah hutan, sebuah paviliun kayu kecil berdiri kokoh. Di depannya, dua pengawal Tahap 7 berdiri tegap, mata mereka mengawasi setiap pergerakan bayangan.

Di dalam paviliun, Ma Dong pemuda beralis tebal dengan tatapan licik sedang menyesap teh spiritual. Ia tidak tahu bahwa kontrak kematiannya telah ditandatangani oleh Paviliun Penegak Hukum. Ia hanya menunggu agen Aliansi Dagang untuk menyerahkan salinan peta rahasia yang terselip di balik bajunya.

Lima ratus tombak dari paviliun itu, di atas dahan pohon bambu yang bergoyang tertiup angin, Zeng Niu berjongkok seperti gargoyle pemakan mayat.

Ia memejamkan matanya, mengaktifkan Sutra Langkah Hantu. Suhu tubuhnya anjlok. Detak jantungnya melambat hingga satu detak per menit. Qi merah kehitaman dari Dantiannya ditarik seluruhnya ke dalam sumsum tulangnya, membuat tubuhnya benar-benar terasa seperti ruang hampa.

“Sekarang, alirkan kekuatanku ke meridian kakimu,” bisik Lei Ling di dalam kesadarannya, memancarkan sedikit energi petir ungu dari pusarannya.

Zeng Niu memandu percikan petir Dewa itu ke otot betisnya.

ZRAAASH!

Rasa sakit yang luar biasa membakar saraf kakinya, seolah ribuan jarum panas ditusukkan tepat ke dalam sumsumnya. Namun, rasa sakit itu membawa ledakan tenaga yang merobek batas hukum alam.

Mata Zeng Niu terbuka. Kegelapan dan kehampaan di sekitarnya menyatu dengan insting pembunuhnya.

Dalam satu kedipan mata, wujudnya lenyap dari dahan bambu tanpa meninggalkan hembusan angin sedikit pun.

1
eka suci
baca disini tuh banyak tahan nafas🤭 seru deg" n eh nama MC sama dgn kembaran Zhao xuan ya🤭
eka suci
ngajarin predator buat bunuh kamu tetua mo😄
saniscara patriawuha.
cepat ambil pedang yang kabur dari mang zhao xuan,,,
.
absen Thor
Sang_Imajinasi: siap lanjutkan
total 1 replies
eka suci
si gendut SDN gadis ilusi di ajak ngga🤔
eka suci
paling brutal woy🤭
Xiao Bar
lnjut
Xiao Bar
ada kaitan nya kah ini? pedang Zhao xuan
Xiao Bar
ngeri 💪
eka suci
ini perpaduan Shen yu yg merangkak dari nol juga Zhao xuan yg di yg di hinggapi jiwa licik dan arogan 👍
eka suci
Lei Ling kau itu nasibnya ngga lebih baik dari kakek gu yg dulu bersemayam di Zhao xuan😄
saniscara patriawuha.
lanjutttt keunnnnn....
i
jangan kendor
i
gas niu
k
gasss
k
lanjut thor😍
p
lanjut thor👍
1
lanjut kan thor👍
eka suci
MC mu semuanya di luar nurul😄 lanjutkan 💪
p: kwkwk
total 1 replies
eka suci
pedang nya masuk cincin kah🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!