Mengisahkan hyunjin yang terobsesi pada wanita bernama eunbi, wanita yang mungkin tidak akan mencintainya karena kesalahan yang ia perbuat, ia menahan eunbi di bawah kuasanya hingga membuat gadis itu menjadi pemberontak seiring berjalan nya waktu.
Kisahnya semakin rumit saat eunbi dengan sengaja menyeret Seo-joon seorang pegulat handal namun miskin ke dalam kisah cinta mereka, mampukah eunbi terlepas dari jeratan hyunjin? dan apakah Seo-joon bisa menyelamatkan-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 12 : Kilasan masalalu
"Aku tidak menghindari mu" Sangkal seo-joon.
"Lalu kenapa tidak menetap saja di sini, kita bisa minum kopi sambil melihat pemandangan" Tawarnya
"Maaf aku tidak bisa" Tolaknya.
"Apa kau menyukai ku?" Tanya eunbi tanpa berbasa-basi.
Seo-joon tampak sangat heran dengan sikap eunbi yang cenderung tak berfikir panjang.
"Bagaimana kau bisa sangat percaya diri?" Tanya seo-joon.
"Pertama karena kau selalu memperhatikan ku kedua karena aku cantik, apa aku benar?"
Seo-joon terdiam, apakah eunbi menyadari bahwa selama ini ia memperhatikan nya secara diam diam, apakah sikap nya terlalu ketara?
"Kau salah paham, begitulah caraku melihat orang" balas seo-joon.
"Begitu ya? tak masalah mungkin saat kita dekat kau bisa menyukai ku lain kali"
"Tapi aku tidak ingin dekat, tuan muda bisa marah"
"Apa kau juga tidak ingin membantuku? misalnya jika aku kesulitan? jangan salah paham, apa aku terlihat menggodamu?"
"Aku tidak berfikir demikian" Jawab seo-joon seadanya.
"Maksudku di sini aku sendirian, hyunjin juga selalu datang dan pergi, jika aku mengalami kesulitan aku berharap kau bisa membantuku" Katanya.
Seo-joon menatap eunbi dalam diam, ia memperhatikan sebuah bercak merah pada leher sang lawan bicara, eunbi yang menyadari kemana arah mata seo-joon pergi langsung menutup bekasnya dengan berpura pura memegang leher.
"Aku akan melakukan nya" Seo-joon mengangguk paham.
"Apa kau mau minum kopi, sebenarnya aku merasa jenuh karena tak memiliki tempat bercerita, aku akan meminta 2 cangkir kopi pada pembantu, apa kau mau?" Eunbi meraih tangan seo-joon dengan harapan lelaki itu menyetujui ajakan nya.
Sementara seo-joon terpaku pada pesona eunbi, hatinya berdesir dengan perasaan yang sulit di jelaskan, selama hidupnya ia tak pernah merasa sesenang ini.
"B-baiklah" Jawabnya.
...****************...
"Setelah ini kita akan kemana?" Tanya kyungmin pada hyunjin.
"Aku ingin membeli perhiasan untuk eunbi, sebuah kalung mungkin" Katanya.
"Ahhh begitu, baiklah aku akan menemanimu"
"Ngomong ngomong apakah ayahku berhasil menemukan sangho?" Tanyanya.
"Belum, dia menduga mungkin laki laki itu meminta perlindungan pada tuan han, dan ayahmu akan lebih berhati hati"
Hyunjin terdiam sejenak, ia menatap jalanan yang melewati pepohonan rindang.
"Jika itu terjadi maka sebentar lagi rival ayah itu akan menemukan dimana gedung kita, dan mungkin mereka akan melakukan penyerangan"
"Kau benar, itu kabar yang sangat buruk, itulah kenapa ayahmu sangat terobsesi untuk menangkap paman eunbi mu itu" Balas kyungmin.
"Dia mungkin akan menjadi satu satunya keluarga yang eunbi miliki"
"Apa eunbi peduli padanya?"
"Entahlah, aku tidak tau dengan jelas bagaimana hubungan mereka"
"Lebih baik jangan katakan apapun tentangnya"
"Ck! aku tidak sudi menghabiskan waktu ku membahas orang lain dengan nya, bagaimana saat kau menjaganya?"
"Dia selalu mengumpat, kurasa dia memang bukan eunbi yang kau kenal dulu, bicaranya sangat lain" Kata kyungmin.
Hyunjin tersenyum samar ketika mengingat pertemuan pertamanya dengan eunbi.
3 tahun yang lalu....
Hyunjin bersama dengan sang ayah mendatangi salah satu keluarga yang resmi menjadi rekan bisnis nya sejak beberapa minggu yang lalu, ini adalah kali pertama mereka mengunjungi keluarga lee.
"Putramu sangat tampan" Puji Lee Hee soo, ayah eunbi.
"Ibunya sangat cantik, dia mirip dengan ibunya" Balas tuan hwang.
Hyunjin terdiam kala ayahnya membahas tentang sang ibu yang sudah wafat sejak ia masih kecil.
"Ah benarkah? anda pasti sangat beruntung" Ucap Ibu eunbi, Lee yoo jung.
"Ya begitulah, pria yang tampan pasti berasal dari orang tua yang memiliki paras cantik" Kata tuan hwang sambil bercanda.
Obrolan tersebut mengalir sangat baik seolah mereka memiliki hubungan yang erat.
"Dimana putrimu?" Tanya tuan hwang.
"Dia akan sampai sebentar lagi, dia bilang dia sedang mengerjakan tugas kuliah dengan teman nya tadi" Ungkap yoo jung.
"Apa dia anak yang pintar?" Tanya tuan hwang.
"Dia termasuk dalam jajaran prestasi" Balas hee soo.
"Bagaimana kalau kita menjodohkan nya dengan hyunjin?" Tawar tuan hwang.
Hee soo dan yoo jung sama sama tertawa mendengar nya, mereka terlihat bahagia dengan ucapan hwang tua itu, sementara hyunjin hanya diam membisu, ia merasa tak harus melakukan apapun.
"Ide bagus!"
"Eun byeol aku pulang!" Sebuah teriakan mengalihkan perbincangan dua keluarga tersebut.
Seorang gadis cantik yang sedang membawa buku di tangan nya mendekati ruang tamu.
"Eunbi perkenalkan ini hyunjin dan ayahnya, tuan hwang" Hee soo memperkenalkan.
"Selamat malam" Sapa eunbi ramah.
sementara hyunjin tertegun, ia berdiri tanpa sadar, begitupun dengan eunbi yang langsung teralih pada pria tinggi yang berdiri tak jauh darinya.
Hyunjin terpesona, ia bahkan seolah lupa dimana ia sekarang, gadis cantik di depan nya itu mengalihkan semua dunianya.
"Lihatlah putraku tertarik padanya" Tuan hwang memecah lamunan hyunjin.
Hyunjin tersenyum canggung di iringi oleh tawa ketiga orang lain nya, sementara eunbi tampak tertunduk malu, jujur saja hyunjin juga terlihat tampan di matanya.
"Hwang hyunjin" Hyunjin mengulurkan tangan nya meminta jabatan.
"Lee eunbi" Balas eunbi dengan menjabat tangan hyunjin.
"Hyunjin shi, eunbi ini adalah anak yang pendiam, dia irit bicara dan berbicara sangat pelan, kau tidak akan bisa membedakan saat dia sedih atau marah karena dia akan selalu menangis, hatinya selembut sutra" Kata yoo jung.
"Ibu!" Eunbi berprotes.
"Aku suka itu" Jawab hyunjin tanpa ragu.
"Lihatlah!" Hee soo tertawa terbahak saat melihat reaksi hyunjin yang seperti nya sedang jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Putraku jatuh cinta" Tambah tuan hwang.
"Eunbi, dia anak rekan bisnis ayah, jangan takut" Ujar sang ayah.
Eunbi mengangguk dan tersenyum, ia semakin merasa malu dan canggung, pertemuan ini mungkin akan ia ingat sepanjang hidupnya.
"Jadilah teman dulu, jika kalian sudah menyukai satu sama lain kami tak masalah" Kata yoo jung.
"Terimakasih bibi" Ucap hyunjin.
Sejak saat pertemuan itu hubungan keduanya menjadi dekat, hyunjin sering menjemputnya dari kuliah, ia juga sering datang ke rumah bahkan saat eunbi berhasil menyelesaikan gelar sarjana nya hyunjin selalu setia menemani, pria itu bahkan ikut andil dalam pembukaan toko bunga milik eunbi.
"Kenapa?" Tanya eunbi.
"Apanya?"
"Kenapa kau selalu marah jika ada orang lain yang mendekatiku?" Tanya eunbi polos.
"Aku mecintai mu tentu saja aku melakukan itu"
"Aku tau, lagipula kau sudah bilang berkali kali, tapi kita tidak memiliki hubungan apapun, kau tidak memintaku menjadi pacarmu" Balas eunbi.
"Apa itu penting?"
"Entahlah, mungkin kita hanya berbeda cara berfikir"
"Bagiku kau adalah milik ku eunbi, aku tidak segan segan melukai orang lain untuk mempertahankan mu, semua orang harus tau itu"
Eunbi menatap laki laki didepan nya ini, terlepas dari sikapnya yang pencemburu hyunjin sebenarnya memperlakukan nya dengan sangat baik.
"Aku mencintaimu juga, hyunjin-ah"