NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergok

Pagi ini sebelum dinas masing-masing, Najwa janjian sama Hasan bertemu di sebuah caffe untuk membahas sesuatu, dan disinilah mereka berdua saat ini, Najwa menceritakan semua masalahnya pada Hasan.

"Terus bagaimana rencanamu? apa kamu sudah yakin akan berpisah dengannya?" tanya Hasan.

"Tentu saja aku yakin, perempuan mana yang mau dan sudi di khianati, memang dalam ajaran agama kita poligami di izinkan, tapi harus ada syaratnya, jika poligami diawali dengan sebuah penghianatan seperti ini, siapa yang Sudi?" jawab Najwa.

Hasan manggut manggut faham, dia akan berusaha membantu teman kuliahnya yang sempat jadi crush nya itu sebisa mungkin, pengacara besar yang selalu memenangkan masalah dari perusahaan itu akan dimintanya untuk membantu Najwa, tentunya setelah dapat izin dari bos nya yaitu Fadli.

kemudian mereka sarapan bersama, Najwa yang tak selera hanya minum kopi dan se slice sandwich, begitu juga dengan Hasan cukup setangkup roti isi selai kacang dan kopi, ketika mereka sedang menikmati sarapannya sebelum melakukan aktifitas selanjutnya, seseorang datang dengan muka merah padam.

"Oh jadi semalam kamu tidak pulang nginep bersama pria ini Najwa, keterlaluan kamu sudah selingkuh dari aku?" tuduhnya tanpa alasan hanya melihat sekilas dia sudah bisa menyimpulkan kecurigaannya sendiri.

Najwa tersentak, roti yang dia kunyah seperti berhenti di tenggorokan, pagi begini di labrak laki laki yang masih suaminya di depan umum disaksikan banyak orang, siapa yang tidak malu setengah mati.

"Semua tidak seperti yang kamu tuduhkan Kemal, jangan memutar balik kan fakta, jika semua orang tahu siapa yang selingkuh sebenarnya kamu akan malu sendiri". jawab Najwa.

"Hei bukti sudah nyata kamu sudah ketangkap basah masih mau mengelak ha?" Kemal beralibi.

Najwa merah padam menahan malu dan amarah, dia mengancam akan menyebarkan dan memperlihatkan vidio yang dikirim oleh gundik nya semalam, dengan mengambil handphonenya dia segera mengirim balik vidio tersebut, ketika Najwa masih sibuk membuka aplikasi kemal malah ganti menyerang Hasan.

"Dan kamu laki laki mokondo, kamu pasti simpanan Najwa, pagi pagi bukannya kerja malah mesra mesra an dengan istri orang, laki-laki itu kerja bukan morotin wanita". Teriaknya meledek dengan sesukanya.

Hasan berdiri seketika, tadinya dia yang tidak begitu perduli dengan masalah Najwa dan tak mau ikut campur kini menjadi berang setengah mati ketika harga diri nya diinjak injak, Hasan reflek berdiri, kemal yang tak tahu keahlian Hasan dalam ilmu bela diri langsung saja berusaha menyerang Hasan, dan sudah pasti meleset, tinjuan kemal meninju udara karena Hasan berkelit, sekali dua kali tak kena sasaran, dokter yang tak selayaknya di sebut dokter itu terus menyerang membabi buta dan Hasan tetap santai berkelit ke kiri ke kanan dan ke belakang, dan ketika ada sedikit kesempatan dan peluang Hasan dengan sekuat tenaga menendang selangkangan Kemal tiada ampun, seketika Kemal tumbang meringkuk kesakitan dengan memegang asetnya, dua telurnya pasti sudah pecah.

"Awas kamu, aku bisa menuntut mu wahai perebut bini orang, dan kamu Najwa jika masih mau berlutut dan mohon maaf padaku, aku masih akan memaafkan mu dan membiarkanmu pulang kerumah, tapi jika kau merasa tidak bersalah dengan kelakuanmu maka aku tak akan mengampuni mu selamanya". Teriak Kemal sambil meringis menahan nyeri yang tak terhingga, bahkan seakan merambat ke seluruh pembuluh darahnya.

"Mimpi saja kamu, lihat vidio yang sudah di kirim oleh gundikmu, apa perlu aku sebar biar viral?, dan jangan kamu tuduh aku dan Hasan pasangan selingkuh, kami tak seburuk itu perlu kamu tahu dia bukan mokondo, bahkan kekayaannya tidak ada seujung jarimu, kami lagi membahas sesuatu". Najwa menjelaskan siapa Hasan dan tak ingin lelaki itu terlibat dengan masalahnya.

Kemal terduduk sambil memandang istrinya dengan tatapan penuh emosi, Hasan yang baru saja membayar makanan nya di kasir, langsung mengajak Najwa pergi, sebelum pergi Hasan melemparkan kartu ke muka Kemal.

"Itu di dalamnya ada sepuluh juta, pakai untuk ke dokter, aku bukannya manusia yang tak bertanggung jawab dengan perbuatanku, dan kalian semua aku Hasan Ishak, tangan kanan Fadli Aslan dari Aslan group, jangan video kan kami, dengan berita yang tidak tidak, jika sampai aku tahu ada vidio di platform, maka akan ku cari siapa kalian dan ku obrak abrik bisnis kalian". Ancam Hasan membuat semua orang yang tadi menonton dan memvideokan jadi gemetar dengan ancaman pria menjelang tiga puluhan itu.

Hasan berlalu dan mempersilahkan Najwa jalan duluan, dia ikuti dari belakang kemudian mereka berpisah di parkiran karena membawa mobil sendiri ².

" Hasan maafkan aku ya, niatnya minta bantuan dan kamu malah dapat getahnya?" ucap Najwa penuh penyesalan.

"Nggak apa apa kita kan teman, aku akan bantu kamu selesaikan masalah ini sampai tuntas, jengkel sekali aku sama calon mantan suamimu, mencari kambing hitam siapa yang selingkuh malah nuduh orang". Jawab Hasan, se pendiam apapun seorang pria jika harga dirinya di injak dia pasti melawan, Hasan juga manusia bukan malaikat.

"Lalu tentang kartu itu, itu beneran?" tanya Najwa penasaran.

"Ya benarlah, aku tak mau membuat orang rugi karena ulahku, setidaknya ke dokter pasti habis puluhan juta, apa lagi aku menendang asetnya sedemikian kuat, iya kalau sembuh jika impoten selamanya, kan kasihan dia tak bisa lagi berfungsi sebagai laki-laki". Jelasnya, dan Najwa yang bingung dengan jawaban dari Hasan melongo tak faham antara baik hati atau polos bahkan bodoh, orang berkelahi malah di kasih biaya ke dokter.

"Jadi ingat si Luna, sifatmu mirip dia, semalam dia di keroyok preman setelah pulang dari rumah boss mu, karena si preman istrinya akan melahirkan setelah si preman dihajar malah di kasih uang untuk biaya lahiran istrinya". Cerita Najwa berniat membandingkan sikap antara Hasan dan Luna.

"Di keroyok, dimana?" tanya Hasan dan Najwa tak tahu karena Luna tak menjelaskan secara detail, ini membuat Hasan penasaran dan akan melaporkan nya pada si bos, harus di tuntaskan karena Luna dapat musuh baru ketika berurusan dengan bos nya.

Mereka akhirnya berjalan sendiri² dengan mobilnya masing masing, sementara di pintu parkir Kemal melihat kejadian itu, jadi mereka sendiri sendiri, berarti asumsinya salah mereka tidak selingkuh hanya membahas sesuatu, dengan jalannya yang ngangkang seperti anak habis sunat Kemal menuju mobilnya dan mencium kartu berwarna biru itu, "jika benar isinya sepuluh juta, aku masih untung, sebagai seorang dokter aku bisa mengobatinya sendiri atau enggak minta bantuan sesama teman, masih dapat untung". Ucapnya sungguh tak tahu malu, laki-laki seperti ini kok sempatnya di gilai oleh seorang dokter cantik bernama Najwa, lelaki tak punya muka.

@@&@@

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!