Kisah perjalanan cinta gadis tomboy yang di jodohkan dengan seorang pria yang ternyata seorang ketua mafia bernama Leonathan Nugroho. Dia adalah putra pertama dari pasangan Shandy Nugroho dan Merlin Syafira. Nathan itu terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam. Bahkan dia juga sering di juluki dengan sebutan king dragon.
Gadis tomboy itu bernama Seinara horison dia adalah anak kedua dari Ardi horison dan Adelia Rasya. Seinara mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Abraham horison. Abraham lebih memilih untuk membangun bisnisnya sendiri di luar negeri. Sehingga dia jarang punya waktu untuk keluarganya, namun dia sangat menyayangi adik semata wayangnya yaitu Seinara. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan sang adik, sepeti saat mendengar Seinara akan di jodohkan. Abraham adalah orang pertama yang menentang keras rencana tersebut. Namun apalah dayanya, dia tidak bisa mengubah keputusan kedua orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berita heboh
Sampai di kampus Seinara bingung melihat suasana kampus yang kacau. Banyak mahasiswi yang menangis histeris.
"Kenapa mereka menangis? Sebenarnya apa yang telah terjadi sama mereka?" lirih Seinara bertanya pada dirinya sendiri.
Seinara pun berjalan menuju ke arah kelasnya, namun belum sampai di kelasnya, dia melihat ketiga sahabatnya yang sedang duduk di depan kelas mereka. Seinara juga melihat Firly yang sedang menangis histeris.
"Halo girls...!" sapa Seinara pada ketiga sahabatnya.
"Udah dong Fir, masa dari tadi loe nangis terus sih" ucap Valen membujuk Firly yang sedang menangis.
"Eh Sein, loe baru datang?" tanya Jessy saat melihat Seinara.
"Iya gue baru aja sampai. Firly kenapa?" Jawab dan tanya Seinara.
"Hari ini kampus kita ada dua berita heboh Sein" jawab Jessy.
"Dua berita heboh apa?" tanya Seinara yang langsung penasaran.
"Yang pertama, Bianca di keluarkan dari jabatannya. Dan yang kedua ada pak Arjuna yang dipindah tugaskan ke kampus di luar kota" jawab Valen.
"What's...! Loe serius? Pak Arjuna dipindah tugaskan ke kampus lain!" seru Seinara yang terkejut.
"Seriuslah, kalau kita bohong, ngapain gue dan banyak mahasiswi lain menangis sekarang!" bentak Firly kesal sambil menangis.
"Ya... Kan gue nggak tau, memang siapa yang membuat pak Juna dipindah?" tanya Seinara penasaran.
"Siapa lagi kalau bukan pemilik kampus, dan rektor tertinggi di universitas ini!" jawab Firly lagi.
"Siapa itu?" tanya Seinara semakin penasaran.
"Masa loe nggak tau sih Sein? Rektor tertinggi sekaligus pemilik kampus kita!" tanya Jessy heran.
"Lah emang gue nggak tau, orang gue kesini tuh buat kuliah menuntut ilmu. Bukan seperti kalian yang mengejar hal yang nggak penting kayak gini!" jawab Seinara jujur.
"Iiiiih... Loe nyebelin banget sih Sein!" kesal Firly.
"Udah... Udah... Kan Sein memang seperti itu orangnya. Ngapain sih loe kesal begitu Fir?" ucap Valen mencoba melerai sahabatnya.
"Emang siapa sih orang itu?" tanya Seinara yang masih penasaran.
"Orang itu pak Nathan Sein!" jawab Jessy.
"Apa pak Nathan?! Tunggu... Tunggu... Maksud kalian Leonathan Nugroho?!" tanya Seinara terkejut.
"Iya dia! Pak Nathan adalah orang yang membuat pak Juna dipindah tugaskan!" jawab Firly semakin kesal.
"Ooooh... Jadi kampus ini milik keluarga Nugroho. Pantes aja dulu mama sama papa sangat mendukung gue, saat memilih kampus ini" lirih Seinara.
"Sein, loe harus bantuin gue" pinta Firly pada Seinara.
"Bantuin loe? Gimana caranya gue bantuin loe?" tanya Seinara bingung.
"Ya... Bantuin gue ngomong sama pak Nathan dong, tolong bujukin dia agar pak Juna tetap mengajar di kampus ini" jawab Firly.
"Loe nggak salah minta tolong sama gue? Emang gue siapanya pak Nathan? Gila aja loe!" tanya Seinara kesal.
"Kan loe yang paling jago ngomong Sein, pliss... Tolong bantuin gue dong" jawab Firly memohon pada Seinara.
"Nggak...! Gue nggak bisa! Gue ada kuliah pagi ini, jadi sorry gue nggak bisa bantuin loe!" jawab Seinara tegas.
"Udah yuk, mending kita jalan sekarang. Percuma juga ngajak Sein, dia nggak bakalan mau ikut" ajak Jessy dengan nada kesal.
"Eeeeh... Kalian mau pergi kemana?!" tanya Seinara sambil menghentikan langkah ketiga sahabatnya.
"Kita dan para mahasiswi di kampus ini akan pergi ke perusahaan pak Nathan! Kenapa, bukannya loe nggak mau ikut?!" jawab dan tanya Firly tegas.
"Gila, mereka beneran nekat banget" lirih Seinara dalam hati.
"Kalian nggak salah ingin demo ke kantor pak Nathan?" tanya seinara memastikan.
"Nggaklah! Kita semua ingin memperjuangkan pak Juna agar tetap mengajar di kampus ini!" jawab Firly tegas.
"Iya, gue juga setuju!" tambah Jessy.
"Kan loe tau Sein, kalau pak Juna itu dosen favorit para mahasiswi di kampus kita. Jadi otomatis mereka akan berjuang, untuk pak Arjuna.
"Ya... Ya... Terserah kalian aja. Gue Nggak mau ikut campur urusan kalian, silahkan perjuangkan dosen favorit kalian" ucap Seinara mempersilahkan.
Kemudian mereka pun berpisah, Seinara berjalan menuju ke ruang kelasnya. Sedangkan ketiga sahabatnya berjalan menuju ke tempat parkir untuk bergabung bersama demonstran yang lain. Sambil berjalan menuju kelasnya, Seinara mencoba mengirimkan pesan pada sang suami.
Massage
Assalamu'alaikum...
Kak, hati-hati para mahasiswi dari universitas bintang, sedang menuju ke kantor kamu. Mereka akan melakukan demonstrasi, gara-gara kamu memindahkan dosen kesayangan mereka!
Send
Di sebuah perusahaan, Nathan sedang sibuk dengan tumpukan dokumen di depannya. Tiba-tiba perhatiannya teralihkan oleh notifikasi dari handphonenya. Notifikasi dari orang yang tak biasa, karena ini merupakan pesan pertama yang dikirim oleh Seinara.
"Tumben banget dia kirim pesan sama aku?" lirih Nathan yang langsung membuka pesan tersebut.
Nathan langsung mengulas senyum setelah membaca pesan yang dikirim oleh Seinara. Lalu dia pun segera membalas pesan itu.
massage
Kamu ikut nggak?! (Nathan)
Send
Nggak...!! saya masih ada kuliah pagi. Jadi nggak ikut! Lagian itu bukan urusan saya! (Seinara)
"Oooh... Saya pikir kamu juga ikut. nanti sekalian saya umumkan pernikahan kita (Nathan)
Dibilangin saya nggak ikut kok! Udah ah saya udah didalam kelas
Assalamu'alaikum...(Seinara)
Nathan pun tersenyum melihat jawaban dari sang istri.