NovelToon NovelToon
Setelah Kita Berpisah

Setelah Kita Berpisah

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kebangkitan pecundang / Cerai / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Ariel tak menyangka pernikahannya dengan Luna, wanita yang sangat dicintainya, hanya seumur jagung.

Segalanya berubah kala Luna mengetahui bahwa adiknya dipersunting oleh pria kaya raya. Sejak saat itu ia menjelma menjadi sosok yang penuh tuntutan, abai pada kemampuan Ariel.

Rasa iri dengki dan tak mau tersaingi seolah membutakan hati Luna. Ariel lelah, cinta terkikis oleh materialisme. Rumah tangga yang diimpikan retak, tergerus ambisi Luna.

Mampukah Ariel bertahan ataukah perpisahan menjadi jalan terbaik bagi mereka?

Ikuti kisah mereka hanya di sini;👇

"Setelah Kita Berpisah" karya Moms TZ bukan yang lain.

WARNING!!!
cerita ini buat yang mau-mau aja ya, gaes.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22#. Pagi yang tak terduga

Gosip tentang Ariel, akhirnya sampai juga pada orangtuanya. Bu Endang begitu marah karena gosip yang beredar telah mencemarkan nama baik putranya.

"Nah, lihat, kan! Ibu bilang juga apa? Pada akhirnya Ariel pasti tidak akan sanggup hidup bersama dengan perempuan matre itu!" seru Bu Endang dengan nada kemenangan. Ia mondar-mandir di ruang keluarga, dadanya naik turun menahan amarah sekaligus kegembiraan.

"Tapi bagus lah, kalau memang Ariel menjalin hubungan dengan wanita lain. Dengan begitu kita bisa menekannya untuk segera menceraikan istrinya."

Pak Herman mencoba menenangkan istrinya. "Bu, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Kita belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, jangan langsung menghakimi Luna."

"Menghakimi bagaimana sih, maksud, Bapak?" Bu Endang bersikeras. Baginya, ini adalah kesempatan emas untuk mewujudkan keinginannya sejak lama, yaitu menyingkirkan Luna dari kehidupan putranya.

"Akhirnya Ariel yang sadar sendiri kok, dan ibu akan mendukungnya jika dia akan menceraikan si Luna itu." kata Bu Endang dengan mata berbinar.

"Iya, bapak paham, Bu. Tapi, sebaiknya kita tidak usah ikut campur urusan mereka," tambahnya.

"Ah, bapak ini, tidak tahu saja bagaimana kelakuan menantumu itu!" kesal Bu Endang.

"Dia sangat keterlaluan memperlakukan Ariel, meminta ini itu nggak lihat kemampuan suaminya. Istri seperti itu, apa iya masih mau dipertahankan? Kalau ibu sih, ogah ya, Pak!" pungkasnya dengan ketus.

"Sudah, sudah. Sebaiknya kita datangi Ariel saja. Bapak yakin dia butuh kita untuk mendampinginya," kata Pak Herman. "Bapak tidak ingin dia menghadapi masalah besar sendirian."

Mata Bu Endang berbinar cerah, mendengar ucapan suaminya. Ia pun mengangguk setuju dan langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah Ariel.

*

Pagi yang cerah, Ariel mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor tempatnya bekerja. Namun, ada yang berbeda ketika langkah kakinya memasuki lobi kantor. Semua mata menatapnya dengan pandangan... entahlah. Akan tetapi, Ariel tidak peduli dan memilih untuk tetap melangkah menuju ruangannya.

Baru dia duduk di kursi kerjanya, Andre menghampirinya. Wajahnya tampak serius. "Riel, apa benar gosip yang beredar itu?"

"Ya, nggaklah. Itu semua kerjaan Luna, karena rasa cemburunya berlebihan," jawab Ariel lesu. "Dia bahkan sudah ngajuin gugatan cerai?"

"What...! Gila bener bini kamu itu, Riel! Aku nggak habis pikir, dah," komentar Andre sembari menggelengkan kepala.

"Terus kamu gimana? Apa kamu akan mengabulkan gugatannya?" tanyanya lebih lanjut.

"Mungkin iya. Rasanya sudah capek aku menghadapi dia dengan segala dramanya itu. Aku merasa pengorbananku selama ini nggak berharga baginya."

Andre menepuk pundak Ariel, mencoba memberikan semangat. "Aku ngerti perasaanmu, Riel. Kalau memang kamu sudah yakin dengan keputusanmu, semoga ini yang terbaik buat kalian."

"Makasih, Ndre. Kamu sudah mau mendengarkan keluhanku selama ini." Ariel tersenyum hambar.

"Kamu ini ngomong apa, sih. Kita ini sahabatan bukan setahun dua tahun, Riel," kata Andre.

"Mungkin jika aku di posisimu, maka kamulah orang pertama yang aku cari untuk menceritakan masalahku," lanjutnya sambil menepuk lengan Ariel, lalu keduanya tertawa bersama.

Tiba-tiba, seorang staff menghampiri mereka dengan wajah cemas. "Pak Ariel, ada panggilan dari Pak Raymond. Beliau meminta Bapak segera ke ruangannya."

Ariel dan Andre saling bertukar pandang. Firasat buruk mulai menghantui mereka. Ada apa gerangan sampai Pak Raymond memanggil Ariel pagi-pagi begini? Apakah ini ada hubungannya dengan gosip yang beredar?

"Sudah, sana temui Pak Raymond. Semoga saja bukan kabar buruk yang akan disampaikan," kata Andre.

Ariel mengangguk. "Baik, Mbak. Saya akan segera menemui beliau," sahutnya pada staff tersebut, lalu bangkit dari duduknya.

Dengan langkah berat, Ariel meninggalkan ruangannya dan menuju ruangan Pak Raymond. Dia tidak tahu apa yang menantinya di sana. Yang jelas, dia merasa pagi ini akan menjadi pagi yang tak terduga dan melelahkan baginya.

Sesampainya di depan ruangan Pak Raymond, Ariel menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Dia mengetuk pintu dengan perlahan.

"Masuk," sahut suara berat dari dalam.

Ariel membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam ruangan Pak Raymond yang mewah dan berkelas. Pak Raymond duduk di kursi kerjanya dengan wajah serius, menatap Ariel dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Silakan duduk, Ariel," ucap Pak Raymond tanpa basa-basi.

Ariel duduk di kursi yang ada di depan meja Pak Raymond. Suasana di dalam ruangan itu terasa begitu tegang dan mencekam.

"Saya sudah mendengar berita tentang kamu yang beredar luas di media sosial," kata Pak Raymond membuka pembicaraan.

Ariel terdiam dengan kepala tertunduk, tidak tahu harus berkata apa.

"Saya tidak ingin mencampuri urusan pribadi kamu, Ariel," lanjut Pak Raymond dengan nada tegas. "Saya harap kamu bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya, agar tidak berdampak buruk pada reputasi perusahaan."

"Saya tidak mau klien membatalkan kerjasama hanya karena berita tentang dirimu yang akan merugikan perusahaan ini," ucapnya lagi seraya menatap Ariel dengan tajam.

Ariel mengangguk pelan. "Baik, Pak. Saya mengerti dan akan berusaha secepatnya menyelesaikan masalah ini."

"Saya percaya kamu bisa, Ariel. Kamu adalah salah satu karyawan terbaik di perusahaan ini. Saya tidak ingin kehilangan kamu hanya karena masalah pribadi," kata Pak Raymond sambil menepuk pundak Ariel. "Saya harap kamu bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk diri kamu dan juga buat perusahaan."

Ariel menghela napas lega. Setidaknya, Pak Raymond masih memberikan kepercayaan kepadanya. Dia berjanji dalam hati akan segera menyelesaikan masalahnya dengan Luna, agar tidak mengecewakan Pak Raymond dan perusahaan.

1
Sunaryati
Semoga penjara membuat sadar dan jera untuk berbuat salah
ora
Semangat selalu untuk cerita satunya ibu💪💪
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tengkyu🫰🫶
total 1 replies
ora
Udah tamat aja.
Padahal Ariel nya masih jadi duda😭😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gak papa, gak harus semua cerita hapy ending🤭
total 1 replies
Kasih Bonda
cepat sekali tamatnya
Kasih Bonda
next Thor semangat
Aditya hp/ bunda Lia
weeh, ... tamat yah kirain masih lanjut dengan kisah cinta Ariel dan Dian ... 🤭
tapi Ariel dan Dian emang cuma partner kerja kan yah ... makasih Moms kita fokus ke Darrel dan anak kembarnya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 💪💪💪💪💪
total 3 replies
Nar Sih
kok udah end momz ,😭pdhl blm puas bca nya ,tpi ending yg bagus 👍💪🥰momz
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dipaksakan tamat🤭
total 1 replies
Esther Lestari
lho sudah tamat.
aku pikir akan ada cerita Ariel dan Dian menemukan pasangan hidup atau malah mereka berdua jadi pasangan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sudah gak ada ide lagi, ini pun dipaksakan jd ditamatkan saja, sudah garing🤭
total 1 replies
Darmawansah
terima kasih atas ksryamu ini thor ...wassalam 🙏🙏🙏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih udah mau baca cerita abal abal ini🫰
total 1 replies
Darmawansah
tapi jujur thor klu babnya yang di lihat karyamu pendek.tpi klu dibaca setiap bab agak panjang
Darmawansah
yang aku tunggu itu ariel dan Dian memiliki pasangan masing2
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kelamaan, ibu mau fokus sm cerita darrel nancy
total 1 replies
Darmawansah
aduh...kenapa cepat sekali tamat..👍👍👍
harusnya Luna tau klu Ariel dan Dian tdk ada hubungan selain partner kerja.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kenapa dilama lamain, wong cuma dpt hikmahnya doang ini, pembaca dikit, retensipun ambyar, boro boro dpt bonus🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
Luar biasa.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin 🤲🤲🤲
total 5 replies
〈⎳ FT. Zira
eeehhh... tamat ... ciyussss😳😳😳
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: apaan itu?
total 9 replies
ora
Yakin sadar kah dia/CoolGuy/
ora
Keadilan apa?😳😳
Kalau anakmu bebas, itu sangat nggak adil buat Ariel dan Dian lah ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
ora
Memang nggak ada manusia yang sempurna, bu. Tapi apa yang telah Luna perbuat keterlaluan. Andai posisinya di balik dan Luna yang di fitnah begiti, ibu yakin akan diam aja?😌
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: enggaklah
total 1 replies
JasmineA
udah jelas2 si luna bilang dia bersalah ehh buk yeni bilang keadilan buat Luna😂 lucu ya bu...keadilan dari mana bu? anakmu itu ngak tau diri...waktu Masih jadi istri aja baik sm suami Karna ada maunya...udah jadi mantan ngak nerima mantan nya lebih dri dia....Salah sendiri nabur fitnah ehh emaknya mau cari keadilan...lebih baik doa buk biar hukuman nya kurang...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, namanya juga orangtua pasti prngin yang terbaik untuk anaknya
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
dah kesna duluann🤭
Nar Sih
siaapp momz👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!