NovelToon NovelToon
Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesakit Itu

Perlahan Arjuna membuka matanya. Ia menemukan dirinya ada di sebuah kamar yang serba putih. Ada selang oksigen yang masuk ke hidungnya dan ada selang infus di tangannya.

Pintu ruangan terbuka. Nampak Jelita dan Tita masuk.

"Juna, kamu sudah sadar?" tanya Tita dengan wajah yang terlihat lega.

Arjuna menarik selang infus itu.

"Jangan bangun, Juna. Kamu mengalami luka yang hampir infeksi. Selama 3 hari kamu demam tinggi. Kami bahkan mengira kalau kamu akan mati." Tita menahan tangan Arjuna karena lelaki itu hendak mencabut selang infusnya.

"Aku di mana?" tanya Arjuna.

"Kamu di klinik pacarku. Kami terpaksa menyembunyikan kamu di sini. Sebenarnya klinik ini belum selesai namun tak ada tempat yang aman untukmu karena kamu adalah burunan kerajaan."

Arjuna bersandar di kepala ranjang. Ia merasa pusing.

"Kesehatanmu belum pulih. Bersabarlah sebentar. Nanti kalau kamu sudah benar-benar pulih maka aku akan mengantarkan mu ke makam Fiana."

Air mata Arjuna mengalir. "Mengapa Fiana harus mengambil jalan pintas? Mengapa Fiana harus meninggalkan aku?"

Jelita dan Tita saling berpandangan. Ada ketakutan dalam diri Jelita jika seandainya Arjuna akan tahu bahwa dirinyalah yang menyarankan untuk minum obat dari dokter Edgar.

"Yang kuat, ya ...." Tita menepuk pundak Arjuna. Seorang perawat masuk lalu menyuntikan obat penenang kepada Arjuna.

"Bagaimana ini, Ta? Apa yang harus aku katakan? Bodohnya aku yang percaya dengan dokter Edgar." Jelita menepuk kepalanya sendiri.

"Sudahlah. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah diam." Tita memeluk sahabatnya. Keduanya menangis bersama atas nasib yang menimpa sahabat mereka.

**********

Tangan Arjuna bergetar saat meremas gundukan tanah yang ada di hadapannya. Kuburan bagi seseorang yang meninggal karena bunuh diri di negara ini tidak boleh dibuat seperti kuburan pada umumnya. Baru nisannya pun hanya yang biasa.

"Kenapa sayang ......, kenapa kamu lakukan ini padaku? Kenapa? Kamu tahu apa artinya jika kamu tak ada? Aku juga tak mau hidup, sayang. Apa artinya dunia ini tanpa adanya dirimu?" teriak pilu Arjuna.

Tita dan Jelita hanya mengantar Arjuna lalu mereka segera diusir pergi oleh Arjuna karena lelaki itu tak ingin Tita dan Jelita mendapat masalah karena kedapatan bersamanya. Cukuplah sudah mereka sudah merawatnya selama 1 minggu ini.

Arjuna menangis sangat kuat sambil tangannya mengusap batu nisan Fiana. "Mengapa kamu harus putus asa, sayang? Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu akan menungguku? Kamu kan belum akan menikah dengan Jeremi. Apakah Jeremi memaksakan sesuatu yang tidak baik kepadamu, sayang?" Arjuna merasakan dadanya sangat sesak. Pikirannya sudah benar-benar butuh.

Perlahan Arjuna mengeluarkan pisau bedah yang diambilnya dari klinik tempatnya dirawat. Pisau yang sangat tajam.

Hujan pun perlahan mulai turun. Arjuna mendongakkan kepalanya. Menatap langit hitam yang sudah menurunkan air. Kilat dan guntur saling bersahutan. Seakan menandakan sesuatu yang buruk bakal terjadi.

"Aku tahu ini dosa. Tapi aku tak bisa tanpa kekasihku. Aku tahu bahwa tiada maaf bagi dosa yang akan ku lakukan ini. Maafkan aku Tuhan. Maafkan aku." Arjuna siap menghunuskan pisau ke dada kirinya. Namun sebuah tangan tua menahannya.

"Jangan......! Bunuh diri bukan jawaban atas semua kesulitan hidupmu."

Arjuna menatap lelaki tua itu. "Kamu tidak tahu apa yang aku alami, pak."

"Aku tahu. Aku mendengar semua teriakanmu. Jangan menyerah. Ayo ikut denganku." ajak bapak tua itu.

Arjuna nampak ragu. "Tapi.....!"

"Ikutlah denganku, nak. Jangan ikuti kata hatimu yang ingin mengakhiri segalanya. Ingat, Tuhan. Kamu boleh merasa sangat kehilangan. Tapi jangan sampai kehilangan imanmu."

Arjuna menangis kembali. Lelaki tua itu mengajaknya untuk segera pergi karena hujan yang semakin deras.

Keduanya berjalan sampai akhirnya mereka memasuki sebuah rumah sederhana yang tidak jauh dari makam.

"Aku tinggal di sini. Sebentar ku ambilkan handuk." kata pak tua itu kaku segera ke kamarnya. Ia membawakan sebuah handuk bersih. "Keringkan badanmu, nak. Nanti kamu sakit. Ini ada baju ganti. Badanmu sepertinya sama dengan anakku. Pakailah. Jangan takut karena semua baju ini bersih." pak tua itu menunjukan letak kamar mandi.

Arjuna pun segera menuju ke sana. Kamar mandinya kecil tapi sangat bersih. Rumah ini pun nampak sangat bersih.

Setelah mandi dan ganti pakaian, Arjuna segera kembali ke ruang tengah. Ia diberikan sepasang sandal karena sepatunya sudah basah.

"Anakku usianya 30 tahun. Dia seorang tentara dan sedang bertugas di daerah perbatasan. Istriku sudah lama meninggal. Aku ditugaskan oleh kerajaan untuk menjaga Kompleks lembah hitam ini. Namaku Roman. Mereka biasa memanggilku uncle Roman."

Arjuna menatap pria di depannya. "Kenapa uncle mau menolongku? Aku ini adalah seorang buronan. Biarkan aku mati saja. Dari pada harus berada di dunia ini tanpa kekasihku."

"Namamu Arjuna Pekins kan? Kamu sedang viral sekarang ini. Kamu tahu jika melarikan diri dari tahanan maka kamu akhirnya akan ditembak mati?"

"Aku tak peduli."

"Nak, aku juga pernah kehilangan orang yang aku cintai. Aku juga saat itu ingin pergi ke alam baka. Namun aku akhirnya sadar, masing-masing kita sudah ditentukan batas kehidupannya. Mungkin kalian memang tak ditakdirkan untuk bersatu."

Air mata Arjuna kembali mengalir. "Dia bunuh diri karena dipaksa menikah dengan raja. Pasti dia sangat tersiksa karena tak bisa bersama ku."

"Seharusnya kamu jangan lari dari tempat pengasingan itu."

"Aku bertahan di sana karena kekasihku. Sekarang dia sudah tak ada, untuk apa lagi aku di sana?"

"Belajarlah untuk kuat sehingga kamu bisa menerima semua kenyataan ini. Sekarang, istirahatlah. Aku akan bantu kamu untuk melarikan diri dari sini. Oh ya, tunggu sebentar." Roman berdiri lalu mengambil sesuatu dari dalam sebuah kotak. Ini meletakan barang yang diambilnya di atas meja, tepat di depan Arjuna. Lelaki itu terkejut.

"Cincin pernikahan Fiana? Mengapa ada padamu, paman?"

"Setiap jenasah yang akan dikuburkan di lembah hitam ini, dilarang untuk menggunakan perhiasan apapun. Aku mengambilnya untuk dikembalikan padamu. Aku pikir jika kamu sudah bebas nanti, cincin ini pasti akan sangat berharga untukmu."

Arjuna menggenggam cincin itu dengan tangan yang bergetar. "Hanya ini yang tersisa dari kisah kami yang tak begitu panjang." Arjuna membuka kalung yang dipakainya. Ia memasukan cincin Fiana di sana. Seperti juga cincinnya ada di sana.

"Istirahatlah. Semoga hati esok badai akan berlalu."

Arjuna mengangguk. Ia membaringkan tubuhnya di sofa yang ada di sana. Ia tak mau tidur di kamar anak paman Roman. Arjuna menangis dalam diam. Ia sangat merindukan Fiana.

************

Deissy menatap anak buahnya. "Kalian tidak tahu di mana keberadaan Arjuna? Apakah kalian tidak menjaganya di lembah hitam? Dia pasti di sana."

"Maaf, nona. Kami sudah menunggunya selama 3 hari di sana. Namun ia tak pernah muncul. Lagi pula tempat itu sangat menyeramkan. Tak mungkin Arjuna Pekins akan ke sana sendirian sementara ia tahu bahwa sekarang dia adalah burunan."

"Sial! Kemana kamu Arjuna? Mengapa juga kamu harus lari dari sana? Begitu cintakah kamu pada gadis yang sudah menjadi mayat itu?" Deissy menatap kembali anak buahnya. "Apakah kalian sudah mengawasi teman-teman Fiana?"

"Ya. Mereka juga tak terlihat bersama Arjuna. Hampir setiap hari mereka ke lembah hitam untuk sekedar membawa bunga. Namun sudah 2 hari ini mereka tidak pergi. Nona Jelita sibuk dengan kuliahnya sedangkan nona Tita sudah kembali bekerja di kantor pengacara."

"Baiklah. Kalian boleh pergi. Kembali berjaga di lembah hitam karena aku yakin kalau Arjuna pasti akan ke sana jika situasi sudah aman." Deissy kemudian meneguk minuman beralkohol yang ada dalam gelas. Ia begitu menyukai Arjuna.

Beberapa waktu yang lalu, Deissy memang mengetahui rencana Fiana dan teman-temannya. Dokter Edgar dulunya adalah pacar rahasia Deissy. Ia tau sifat dokter Edgar yang materialistis. Akhirnya ia bisa membayar dokter itu uang yang banyak dan tidur semalam dengannya untuk bisa membuat Fiana mati beneran.

Deissy sangat senang karena akhirnya rencananya berhasil. Namun ia tak pernah menyangka kalau Arjuna akan melarikan diri dari tempat pengasingan.

Deissy harus menemukan Arjuna untuk menikahi lelaki itu. Ia juga akan meminta pengampunan dari raja.

************

"Lembah hitam ini sangat jarang diawasi karena dianggap tempat terkutuk. Di bagian Utara hutan ini, ada sungai yang menjadi perbatasan kedua negara. Anakku ada di sana. Aku sudah meneleponnya dan mengatakan bahwa kamu akan menyeberangi sungai itu. Kamu memang harus berjalan kaki kurang lebih 6 jam. Jangan pernah berhenti karena hutan itu banyak binatang buasnya jika malam hari."

Arjuna menatap Roman. "Biar saja aku ditembak mati."

"Nak, aku yakin jika Fiana masih bisa bicara, dia akan memintamu untuk tidak mengikuti jalannya. Mulailah kehidupan mu di sana. Tempat itu memang kecil tapi penduduknya sangat ramah. Kamu akan dijemput oleh adikku. Jika 3 tahun telah berlalu, datanglah kembali ke kerajaan ini. Hukuman mu pasti sudah berlalu."

Arjuna memeluk pak tua itu. "Terima kasih."

"Pergilah, nak. Ingat, jangan putus asa."

Arjuna membawa tas yang berisi makanan dan minuman yang akan menjadi bekalnya dalam perjalanan. Ia pun segera berjalan kaki mengikuti hutan di belakang rumah itu. Arjuna sebenarnya ingin berpamitan di makam Fiana namun pak tua tak mengijinkan karena ia tahu ada beberapa lelaki yang sering mengawasi tempat itu.

Ya Tuhan, tolong aku....batin Arjuna sebelum meninggalkan tempat itu.

*************

Bagaimana kehidupan Arjuna selanjutnya?

1
Liina Anjani Malick
ada apa ya aku jg bingung bang juna😔🤣
Liina Anjani Malick
makin ke sini makin k sono🤣 jd fiana udh meninggal bnrn😤
Syavira Vira
gemessss
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
oh ternyata Edgar dendam dgn orang tua Fiana karena Jordy menikung Edgar🤔 ehh si Juna candu🤭
tintiin21
semakin seru semakin penuh teka teki ini.... 😁😁😁😁
momAriqa
terlove love kak author ❤❤ lanjut kak 🤗🤗
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
Gia Nasgia
Ihhh kak Hen ternyata kisahnya Arjuna and Fiana penuh teka teki🤭tetap cemungut 🫶💪
Gia Nasgia
Lah giliran Juna yg takut dgn Fiana ehh Diana😂
tintiin21
Dokter edgar masih tanda tanya bgt.. 🤔🤔🤔
tintiin21
ini namanya kado terindah Jun... 😁😁😁
Liina Anjani Malick
jadi gmn moms... 😤teka teki nya bnym syekali... aku udh pusing mikirin kehidupan ku eh jd ikut mikirin idup fiana... astagfirullah🤣
Enny Olivia: makasi tetap membacanya walaupun sudah pusing 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Maria Kibtiyah
si edgar punya dendam ma siapa si
Syavira Vira
🥰🥰♥️♥️
Syavira Vira
semangat kak dilanjut 🙏💪👍🏻♥️
Liina Anjani Malick
diana = fiana ya moms😔
Syavira Vira
👍🏻👍🏻💪💪👍🏻♥️♥️♥️
Syavira Vira
lanjuttttt
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
Sepertinya Edgar punya rencana lain meskipun menerima rencana Dessy🤔berarti fix Fiana ,itu Diana🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!