NovelToon NovelToon
Aku Dia Dan Dirimu

Aku Dia Dan Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Aku tidak pernah memaksa siapapun untuk mencintai ku, dan jika pun cinta segitiga ini tetap harus berlanjut maka aku akan pastikan bahwa aku akan menjadi pemenang nya. apapun yang terjadi nantinya." ucap Daisy yang sudah putus asa karena tidak bisa melepaskan diri dari cinta yang terus membelenggu nya.

Dengan luka dan tetes air mata gadis cantik itu melanjutkan langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Honey mau sampai kapan kamu terus menghindari ku! Lima tahun itu bukan waktu sebentar untuk menunggu dan mencari keberadaan mu!"ujar Aksa yang tidak kini membuat Daisy melirik kearah Faris.

"Kamu duluan saja, saya ada perlu sebentar."ucap Daisy yang merasa tidak enak hati.

"Baiklah Dok, saya duluan hati-hati di jalan ya,"ujar Faris.

"Kamu juga."ucap Daisy yang kini menatap kepergian Faris.

"Ikut aku."ucap Aksa yang kini menarik Daisy memasuki pintu lift.

"Dimana kamu tinggal selama ini honey, kenapa aku tidak bisa menemukan mu padahal aku sudah mencari mu selama bertahun-tahun lamanya?"ujar Aksa yang kini menatap lekat wajah cantik itu dengan tatapan mata penuh kerinduan sekaligus rasa sakit.

"Tuan pertama saya bukan siapa-siapa Anda, dan kedua kita sudah memiliki kehidupan masing-masing dan ketiga selain karena anda keluarga pasien jadi tolong jaga sikap anda."ucap Daisy yang kini membuat Aksa murka.

Aksa bahkan hampir menarik tengkuk Daisy jika saja pintu lift tidak terbuka dengan cepat.

"Maaf saya harus pergi."ucap Daisy tegas sambil berbalik dan melangkah pergi tapi baru tiga langkah Daisy berjalan Aksa langsung menarik nya membawanya tanpa ampun sambil berkata.

"Aku berjanji akan menghancurkan karir mu jika kamu terus menjauhi ku."ucap Aksa dengan tegas.

"Anda mengancam tuan?"ucap Daisy yang kini menolak memasuki mobil Aksa.

"Terserah kamu mau menganggap itu sebagai ancaman atau peringatan yang jelas aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku."ucap Aksa tegas.

"Ayo masuk."ucap Aksa lagi.

"Tidak saya harus segera pulang putra saya menunggu di rumah."ucap Daisy tanpa ragu.

"Putra?"ulang Aksa dengan tatapan menyelidik.

"Ya putra saya."ucap Daisy dengan sengaja mengulang kata tersebut.

"Jangan bilang kalau kamu sudah menikah honey, kamu mengkhianati ku?"ucap Aksa yang kini justru malah menatap tajam kearah Daisy dan tidak lupa dengan cengkraman tangan nya yang terasa menyakitkan bagi Daisy yang kini menggigit bibir bawahnya sambil menundukkan pandangannya.

"Saya sudah menikah, jadi tolong lepaskan tangan anda."ucap Daisy tegas.

"You lied to me! You don't have a husband or any other partner tell me honestly or I will publish our relationship. You think I don't have proof of our togetherness, remember honey I Even have photos and videos of us together in your private bedroom and when we spend time together! "ujar Aksa sambil menatap tajam kearah Daisy yang akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa.

Aksa pun langsung menariknya dan memaksanya untuk masuk kedalam mobil nya."Anda tidak bisa lakukan ini tuan saya sudah berkeluarga, dan anda juga begitu. Lalu bagaimana jika istri anda tau?"ucap Daisy.

"Aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini, aku terpaksa menikah dengan nya karena aku sudah tidak bisa lagi menemukan mu, dan juga daddy yang sedang sangat kritis membuat ku tidak bisa menolak keinginan nya.

"Cinta atau tidak, menginginkan pernikahan itu atau tidak nyatanya anda sudah menikah dan hidup bahagia dengan istri dan anak anda, jadi tidak ada alasan bagi anda untuk mempertahankan hubungan anda dengan masalalu anda."ucap Daisy tegas.

"Aku tidak peduli dengan apapun yang kamu katakan honey, yang jelas aku tidak akan pernah melepaskan mu dan aku akan menghabisi laki-laki yang berani merebut mu dariku."ucap Aksa tegas.

Sementara Daisy langsung memalingkan wajahnya bagaimana dia bisa dekat dengan pria lain sementara pria yang saat ini ada disampingnya selalu berada di dalam hati dan pikirannya hingga membuat Daisy tidak bisa memberikan tempat bagi pria lain yang selama ini juga selalu mengejar cintanya.

"Honey katakan padaku siapa laki-laki itu?" ujar Aksa lagi.

"Saya tidak punya kewajiban untuk memberitahu anda?"ucap Daisy.

"Daisy jangan menguji kesabaran ku!"ujar Aksa yang kini mengerem mendadak hingga membuat Daisy kaget dan mengusap dadanya berulang kali.

"Tuan apa saya salah jika saya tidak mau memberitahu anda siapa suami saya?"ujar Daisy yang kini menatap kearah Aksa.

"Mommy!" teriak Adam saat Daisy melakukan video call dengan putra nya itu.

"Sayang mommy lagi apa? Apa sudah makan, maaf ya mommy datang sedikit terlambat, tadi ada pasien yang baru datang dari negara Jerman."ucap Daisy yang kini mengabaikan Aksa yang terlihat begitu marah saat ini hingga dia langsung membuka pintu dan pergi ke luar dari dalam mobil nya itu.

"Ahh!! bajingan aku akan membunuhmu!" teriak Aksa yang kini merasa di khianati.

Beruntung jalanan sepi dan Daisy baru kali ini melewati jalan tersebut.

"Adam sayang mommy mungkin akan terlambat pulang, tapi kamu jangan khawatir sebentar lagi mommy akan meminta Aunty Tiana pulang cepat agar bisa menemani mu dirumah sebelum mommy kembali."ucap Daisy sambil melirik Aksa yang kini terlihat sedang meninju pohon yang ada di tepi jalan itu dengan tangan kosong.

"Sayang sudah dulu ya mommy ada perlu dulu."ucap Daisy yang buru-buru mengakhiri panggilan nya karena ingin menghentikan Aksa.

Daisy pun buru-buru keluar dari dalam mobil dan bergegas menghampiri Aksa."Jangan menyakiti pohon itu, dia tidak bersalah padamu jika ada yang ingin anda salahkan maka salahkan takdir hidup ini. Karena takdir yang tidak pernah berpihak pada kita."ucap Daisy yang kini berdiri di samping Aksa yang tangan nya sudah bercucuran darah karena punggung tangan nya terluka.

Daisy pun perlahan meraih tangan Aksa yang kini langsung dijauhkan oleh Aksa karena tidak ingin disentuh Daisy yang sudah membuat hatinya begitu terluka saat tau bahwa Daisy sudah memiliki anak dan suami.

"Pergi,"ucap Aksa yang kini berbalik menatap tajam kearah Daisy.

"Saya akan pergi setelah tangan anda diobati."ucap Daisy dengan lembut.

"Kau pikir kau ini siapa?! Kau pikir setelah menyakiti ku kau bisa menyembuhkan luka di hati ini! Kau pikir hanya kau dokter hebat yang ada di dunia ini hingga kau bisa berbangga diri dan melakukan semuanya sesuka hati!"Aksa yang terus berteriak pada Daisy yang kini hanya bisa menunduk dengan tetes air mata yang semakin lama semakin deras.

"Saya tidak merasa begitu, bahkan saya tidak pernah mengenalkan diri saya sebagai dokter terbaik, saya hanya manusia biasa yang punya mimpi untuk menolong sesama agar mama saya bahagia di alam sana karena keberhasilan saya meskipun beliau tidak bisa diselamatkan."ucap Daisy yang akhirnya pergi meninggalkan Aksa yang kini menatap kepergian nya kearah mobilnya.

Saat Daisy hendak meraih tas dan barang-barang pribadi nya Aksa langsung menahan pergerakan nya dan langsung meminta nya untuk masuk kembali kedalam mobil.

...*****...

Disinilah Daisy, di rumah pribadi Aksa yang sampai saat ini masih kosong karena dia tidak pernah membawa siapapun masuk kedalam rumah tersebut karena rumah itu memang dia beli untuk dia tempati bersama dengan Daisy.

Daisy baru saja selesai membalut luka ditangan Aksa yang kini masih menatap lekat wajah cantik itu.

"Sebentar lagi putramu tiba, kita akan makan malam bersama setelah itu kamu bisa putuskan untuk pulang atau tetap disini."ucap Aksa pelan.

Daisy pun hanya bisa mengangguk pasrah, saat itu juga Aksa melangkah pergi meninggalkan Daisy yang kini masih mematung di tempatnya.

"Mommy!!" teriak Adam yang kini membuat lamunan Daisy buyar.

"Boy kamu tiba, maaf ya mommy tidak langsung menjemput mu."ucap Daisy yang memeluk erat Adam yang juga memeluk Daisy.

"Dimana kak Aksa?"ujar Tiana yang kini berdiri di samping Kris.

"Mungkin di ruang lainnya, tangannya terluka dan aku baru saja selesai mengobati nya.

"Oh so sweet..."ucap Tiana.

"Itu adalah kewajiban ku Tia, aku seorang dokter dan aku akan mengobati siapa saja yang membutuhkan pertolongan ku, jadi jangan dilebih-lebihkan, ingat dia sudah punya pasangan jangan sampai ada masalah dengan itu hanya karena candaan mu itu." ucap Daisy yang kini terlihat begitu serius.

"Iya... sayang aku tau jangan terlalu serius begitu,"ucap Tiana yang kini membuat Daisy menggelengkan kepalanya pelan.

"Mom Daddy mana?"ujar Adam yang kini membuat Tiana garuk-garuk tengkuk padahal tidak gatal, hanya saja ia yang kini menjadi korban kemarahan Daisy yang kini hendak bangkit dan pergi dengan barang-barang nya ditangannya.

Tapi hal tak terduga pun terjadi saat Daisy hendak meraih tangan Adam dengan sebelah tangannya."Daddy I Miss you so much!"teriak Adam saat dia melihat Aksa yang baru saja keluar dari ruang baca.

Sementara yang kini dipanggil dan dipeluk erat oleh bocah laki-laki yang kini memeluk kaki jenjangnya pun hanya terdiam mematung karena bingung sampai tatapan mata nya tertuju pada Daisy, sementara tangan nya mengusap lembut puncak kepala bocah laki-laki itu hingga saat Daisy mengatupkan kedua tangannya memohon maaf barulah Aksa melepaskan pelukan anak itu dan dia pun berjongkok di hadapan Adam.

"Apa kabar mu anak ma?"ucapan Aksa terhenti saat melihat wajah tampan Adam yang begitu mirip dengan nya.

Aksa masih mematung sampai saat Adam memanggil nya."Daddy?"ujar Adam yang kini membuat Aksa tersadar.

"Saya tidak salah kan tuan, putra dokter Daisy begitu mirip dengan anda, jangan-jangan dia putra anda dan pihak rumah sakit salah mengenali bayi yang telah meninggal dunia tersebut.

"Apa yang ada maksud, dia putra saya dari mendiang teman saya yang kini sudah tiada. Jangan sembarangan mengklaim nya! Saya sudah tiga tahun membesarkan dia secara langsung dengan tangan saya sendiri."ucap Daisy yang kini terlihat tidak terima.

Tanpa sadar Daisy telah mengakui apa yang tadi ia coba sembunyikan."Honey dimana kamu mengadopsi nya?"ujar Aksa yang kini menggendong Adam yang masih memeluk nya erat.

"Dia adalah anak sahabat saya, keduanya telah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan dan dia berhasil diselamatkan."ucap Daisy.

"Di rumah sakit mana dia lahir?"pertanyaan itu membuat Daisy terdiam karena dia sendiri tidak tahu pasti rumah sakitnya dimana yang jelas seseorang mengantar Adam dengan surat wasiat terakhir dari sahabatnya yang memang benar telah meninggal dunia dalam kecelakaan dan Daisy pun datang ke pemakaman nya saat itu.

"Saya tidak tau pasti, tapi yang jelas mereka mengalami kecelakaan saat sedang berbulan madu sekaligus merayakan kehamilan nya yang sudah besar."ujar Daisy tanpa ragu.

"Kris segera lakukan tes DNA untuk mengetahui kebenaran nya."ujar Aksa dengan tegas.

"Tidak, anda tidak bisa sembarangan memutuskan saya ibunya, saya tidak mengijinkan siapapun untuk melakukan itu."ucap Daisy dengan tegas.

"Honey aku tidak akan merebutnya jika pun benar bahwa dia adalah putra ku. Kita bisa membesarkan nya bersama-sama."ucap Aksa dengan lembut.

"Tidak dia putraku dan hanya milikku."ujar Daisy yang kini menghampiri Aksa dan hendak merebut Adam dari gendongannya.

"Honey please tenang dulu, kita bicara baik-baik ok?"ujar Aksa yang kini menahan tangan Daisy.

"Tidak, tolong berikan Adam padaku dia hanya milikku."ucap Daisy yang kini terlihat ketakutan, lebih tepatnya takut kehilangan.

"Aku tidak akan merebutnya honey, aku hanya ingin tau tentang kebenaran nya. Jika pun ia dia putraku aku akan sangat berterimakasih padamu dan kita akan tetap membesarkan nya bersama-sama.

"Lebih baik jangan lakukan itu, atau aku akan membenci mu sampai aku mati tuan." ujar Daisy yang kini membuat semua orang terdiam termasuk Adam yang kini melirik kearah nya.

"Honey."lirih Aksa.

"Ah dimana kita akan makan malam kak, aku sudah kelaparan sejak siang."ucap Tiana dengan sengaja untuk mencairkan suasana.

"Berikan putraku,"ucap Daisy pelan.

"Honey dia sebaiknya kamu bersiap kita akan segera makan malam."ucap Aksa.

"Tidak tuan saya akan pulang dengan Adam."ucap Daisy.

"Mom aku ingin disini dengan daddy."ucap Adam yang kini membuat Daisy naik darah.

"Adam dengarkan mommy dia bukan daddy mu, daddy mu sudah

"Cukup Dy jangan buat dia sedih karena ego mu itu! Biarkan dia bersama kak Aksa."ujar Tiana yang akhirnya tidak sabar melihat perdebatan itu.

"Tapi Tia dia bukan ayah dari putraku! Semua ini karena kamu yang suka seenaknya berbicara tidak jelas padanya, jika sudah begini apa yang bisa kamu lakukan heh?!"ujar Daisy yang kini berbalik marah pada Tiana.

"Aku hanya tidak tega melihat dan mendengar dia terus-terusan menanyakan dimana ayah nya dan siapa dia, jadi apa salahnya jika aku membohongi nya bahwa kak Aksa adalah ayahnya dan lihat bukan mereka juga sangat cocok satu sama lainnya bahkan wajah mereka begitu mirip."ucap Tiana.

"Tapi tidak dia Tia, dia sudah beristri dan bagaimana jika istrinya salah faham aku tidak ingin terjadi sesuatu pada putraku itulah kenapa aku tidak pernah bilang bahwa bapak nya ada di negara ini agar dia tidak kecewa, tapi apa yang kamu lakukan?"ujar Daisy.

"Honey tenangkan dirimu, Adam sedang tidur."ucap Aksa dan benar-benar saja dengkuran halus itu terdengar begitu pelan oleh keempat orang dewasa.

"Sebaiknya anda bersih-bersih setelah itu kita makan bersama.

1
Rosdiana Rosdiana
msh ada lanjutannyakh tor?
Erny Su: Tentunya ditunggu ya 🙏
total 1 replies
Syamsiar Samude
bingung ceritaxthor knpa Aksa dibikin jatuh hati sama daesy pdhl sdh mw brtunangan malas rasax lanjut baca bila sll bikn greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!