Karena retaknya hubungan antara papa dan mamanya membuat seorang gadis kecil harus berjuang untuk hidupnya dan mamanya yang sakit.
Disaat umurnya yang seharusnya berbahagia bersama keluarga yang penuh kasih sayang malahan membuatnya harus bekerja dikeluarga yang sangat baik bahkan menerima dan menyanginya seperti Putri sendiri.
Sepeninggal mamanya akhirnya dia berjumpa dengan pria anak keluarga tempat dia bekerja dulu itu, dan menjalin hubungan sehingga sampai jenjang pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ermina Elisabet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22.Baiklah
Siang hari setelah membereskan barang-barang, Clara keluar dari ruangannya,ia mau membawa Caca kekantor suaminya,sengaja dia tidak menelepon supaya di jemput, karena ingin memberikan kejutan kepada suaminya.
Dengan memesan taxi, segera menjemput Caca dari rumah, lalu dengan taxi yang sama menuju ke kampus milik suaminya.
Sampai di depan kampus ia menggendong Caca dan mereka langsung masuk ruangan,di dalam ruangan tidak ada siapapun, jadi mereka berdua duduk untuk menunggu suaminya.
Karena terlalu lama akhirnya mereka berdua ketiduran di sofa.
Oktav yang baru masuk terkejut melihat Claranya dan anaknya tertidur pulas.
Kok bisa mereka masuk? sedangkan pintu aku kunci, dan sejak kapan mereka di sini?
Berbagai pertanyaan muncul di benaknya.Iapun mendekati Clara dan membangunkan dengan lembut.
Clara yang merasakannya langsung membuka matanya dan berusaha untuk duduk.
Sudah lama?
Jam berapa ini?
Kamu ya ditanya malah balik bertanya, ucap Oktav.
Ya kalau aku tidak tahu jam berapa sekarang,mana kutahu sudah berapa lama disini.
tadi kami kesini setengah satu, ujar Clara.
Apa? dan sekarang sudah jam lima ucap Oktav.
berarti Kami tidurnya sudah tiga jam?
kenapa kesini tidak nelpon dulu yang, tadi itu aku ada rapat diluar, dengan pihak perusahaan yang mau menyumbang dana terutama masalah beasiswa.
I ya deh, maafkan aku, rencana mau memberikan kejutan eh.. malahan ketiduran.
Tidak apa-apa sayang,aku senang kamu mau datang kesini.Aku pikir setelah kamu selesai kuliah tidak mau lagi datang ke sini.
Biasanya kamu paling ke kantor papa.
Ya'maaf, ucap Clara memelasnya.
Melihat Clara yang memelas membuat Oktav tertawa,ia melihat mimik istrinya sangat lucu.
Kalian sudah makan? tanya suaminya dengan curiga bahwa istrinya belum makan siang.
belum ujarnya sambil tersenyum.
Ya'sudah Yo kita pergi untuk makan! tapi bagaimana dengan pekerjaanmu suyaku.
Hemmmm, sekarang yang terpenting kalian,buat apa aku bekerja mati-matian kalau akhirnya kalian sakit?
Oktav pun segera membangunkan Caca, dengan lembut mencium pipi Caca yang imut.
Aduh anak ayah sudah bangun,Yo ayah' gendong, kita makan dulu ya.
Kamipun segera menuju mobil dan sepeda menuju cafe miliknya.
Sesampai kami disana, kami langsung duduk di tempat khusus keluarga besar kami.
Tidak berapa lama makanan sudah tertata dengan baik.
Anaknya ayah'ada pesanan khusus?ujar Oktav kepada Caca.
Tidak ayah, makanan ini sudah baik dan enak semuanya.
Tapi kalau eskrim boleh kah ayah?
Oktav terkekeh mendengar kata Caca.Boleh sayang, khusus sore ini milik Caca, nanti setelah kita makan kita pergi main ya?mau gak.
Iya dong ayah, aku mau.
Ya sudah cepat-cepat habiskan makanannya biar kita berangkat.
Selesai makan mereka langsung bergegas menuju ke tempat permainan anak.
Melihat Caca yang sangat bahagia, Suyaku tidak hentinya tersenyum.Rasanya hatiku sangat bahagia melihat mereka berdua.
Tanpa terasa rupanya sudah malam, kamipun segera pulang ke rumah kami, sesampai di rumah kami langsung membersihkan diri, dan Caca ku, Yang kemudian di susul oleh suyaku.
setelah mandi, Caca datang menghampiri kami, trimakasih ya bunda,ayah.Aku sangat bahagia , dan trimakasih atas kasih sayang bunda dan ayah.
Sama-sama sayangku, ayah dan bunda juga sangat bahagia, jika Caca bahagia.Kami mencium pipi Caca aku dari kanan sementara ayahnya dari kiri.
Caca boleh tidur disini? Oktav langsung menatap wajah istrinya,aku tersenyum melihat wajah suyaku, tanpa menunggu lama aku menjawab pertanyaan Caca, boleh sayang ucap masih dengan senyum.
Aku melihat wajah suyaku, yang menampakkan rasa kecewa.
Aku merebahkan Caca di sampingku lalu menggarut, punggung Caca dan tanpa menunggu lama Cacapun langsung tertidur pulas.
Suyaku datang menghampiri aku, sudah tidur dia? sudah jawabku singkat.
Aku pikir tadi,malam ini aku akan puasa, bisiknya di telingaku.
Tapi sepertinya memang ia loh, lihat Caca, bagaimana kalau dia bangun lalu menangis? mau lagi pas puncaknya tertunda?ya jawabnya malas'.
Tapi aku gak tahan yang, jadi bagaimana dong? masak kamu tega yang.
Dia baru tidur kan? berarti dia tidak langsung bangun, sekarang Saja ya yang, ucapnya sudah menjalahi wajah ku.
Akhirnya kami bereaksi secepatnya.
Setelah kami mencapai puncak *******, dia berbisik, ternyata terburu-buru tidak enak yang, sepertinya kita sedang mencuri ya.
Memang kita lagi mencuri suyaku, mencuri dari anak supaya tidak ketahuan.
Baiklah sayang, aku nurut apa katamu, tapi kalau bisa besok Caca di kamarnya saja, soalnya biar kita bebas buat adeknya.
Aku tersenyum untuk menjawab, kata-kata suyaku.
Sayang aku keruang kerja ya, masih ada yang harus kulakukan.
Perlu bantuan?
sangat sayang, soalnya mau ngoreksi tugas anak-anak.
Iya sudah bawakan kesini aja, biarkan aku membantu, soalnya kalau diruang kerja, takut Caca bangun.ucapku Pada suyaku.
Ok sayangku,lalu Oktav segera berlalu untuk mengambil tugasnya, karena sebenarnya ia sangat senang sekali, karena sang vitaminnya menemaninya.
Setelah Oktav datang menghampiri aku, kami langsung mengoreksi tugas anak-anak, dan tanpa terasa sudah hampir tengah malam.
Akupun sudah mulai melebarkan mulut berkali-kali,
kamu duluan tidur saja sayang, ucap suyaku.Gak ah tanggung jawab ku, tadi aku yang menawarkan diri jadi tidak enak kalau tidak sampai selesai.
Tapi kamu tidak lagi dihukum sayang ujarnya yang spontan membuat kami tertawa mengingat kejadian ketika aku masih kuliah, jika aku ada kesalahan pasti di hukum dengan memeriksa tugas mahasiswa yang lain, dan itu harus selesai.
O...ya suyaku, memang sekarang tidak ada mahasiswa yang mau terlambat? kenapa gak suruh mereka?
Beda dong sayang, kamu spesial makanya bebas masuk ke dalam ruangan khusus ku.
Memang selama kamu kuliah pernah ada yang masuk,selain kamu?
aku menggelengkan kepalaku, ya itulah yang membuat yang lain tidak suka melihat aku, karena bebas masuk ruangan dosen, apalagi sebagai pemilik kampus, ucapku sambil tersenyum mengingat kembali masa lalu dimana aku diperlakukan dengan istimewa.Jika anak yang lain salah pastinya akan dihukum dengan kegiatan yang berhubungan dengan kampus, bukan hanya sekedar membantu dosen.
Ya ialah massak sama hukuman calonnya nyonya dengan mahasiswa lain ujarnya sambil menarik ujung hidungku.
Karena sudah selesai sekarang mari kita istirahat, dan trimakasih ya sayang, akhirnya selesai semuanya.
Ok suyaku, ucapku dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu merebahkan diri di ranjang.
Keesokan harinya kami bangun dengan tenaga yang baru dan semangat yang baru, seperti kebiasaan kami sebelumnya, kami selalu mengadakan doa Pagi bersama untuk bersyukur atas malam yang indah dan memulai hari yang baru dan semoga Juga akan berjalan dengan indah.
Siang itu aku sengaja mengajak Caca untuk mengunjungi ibu di toko bunga dan studio lukisannya.
Dengan diantara oleh Deo kami pun sudah sampai.
Siang ibuku sayang, lagi sibuk banget nampaknya,ujarku sambil mencium pipi ibu.
Gak kok nak, ucap ibu sambil merapikan alat-alatnya.
Hai cucuku sayang, tambah cantik saja nih, kata Ibu dan langsung menggendong Caca.
Itulah kebiasaan aku berkeliling setiap siang jika aku merasa jenuh, dan yang pasti, salah satu pengawal pribadi harus selalu siap untuk mengantarkan dan menjemput kami.
Nenek apa tante belum pulang? ya tanya Caca.
Belum sayang mungkin sebentar lagi sambung ibu lalu menggendong Caca.
Kenapa?bosan?ujarku karena melihat perubahan
wajah Caca yang mulai bosan.
He...he...bunda tahu saja,ujar Caca tertawa.
Lagi Caca tertawa Ronal dan
Reni masuk.
Hai cantiknya Tante, senang'banget nampaknya?
I ya dong tante Caca kan selalu senang apalagi jika tante nemani Caca main, ucap Caca dengan suara gemas dan manjanya.
Cie... kecil-kecil sudah pandai merayu ni, kamu belajar dari mana hemmm?
Yang pasti dari tante dong.
ops kapan tante gitu?
kalau tante lagi ngrayu om besar.
he...he... anak kecil pandai amat ya.
Ya sudah tante ganti pakaian ya biar kita makan lalu main ok cantik.
ok tante cantik, ucap Caca sambil mengacungkan jari jempolnya.
Beberapa jam kemudian kami pulang ke rumah, karena Caca harus istirahat.
Setelah menemani Caca aku menjumpai nenek Caca yang lagi istirahat,sore ibu Sudah baikan? tanya ku sambil menghampiri nenek Caca.
ibu harus tetap semangat, kasihan Caca sedih, jika melihat neneknya sakit.
I ya nak Ibu tahu, tapi sekarang ibu sudah ikhlas bila ibu dijemput, karena sudah ada yang jaga Caca.
Berjanjilah pada ibu nak untuk terus menyayangi Caca sampai kapan pun.
Apa Ibu ragu dengan aku?
gak nak, justru ibu sangat yakin.
Tapi jangan pernah berkata seperti itu ya bu!!
Sekarang ibu istirahat lagi jangan banyak pikiran.
Setelah bicara dengan ibu aku keluar untuk menyiram tanaman yang ada di belakang rumah, ya'biasanya kalau aku ada waktu,tugas ini milikku, tapi jika aku sibuk jadinya di ganti oleh bapak tukang kebun.
Bagiku hidup dengan kebun bunga sangat menyenangkan, karena membawa aura kebahagiaan tersendiri.
jika hatiku sedang lelah, atau punya beban, segera akan hilang,aura keindahan yang dipancarkan sungguh luar biasa.
Belum aku selesai menyiram tanaman aku dikejutkan dengan teriakan bibi.
Ada apa bu ujarku ikut panik.
i..tu..itu..anu.. ucap bibi terpotong-potong.
Ya itu bi Ucapku lagi.
Neneknya Ca.. belum selesai bibi meneruskan ucapannya aku langsung menuju kamar ibu.
Aku melihat ibu sudah dalam pelukan Caca,ada apa sayang ucapku.
Nenek kok diam bunda,aku menggoyang tubuhnya tapi sudah tidak ada reaksinya.
Bibi yang melihat kami sudah menangis sejadi-hadinya ikut bingung dan menangis'.
Bi tolong panggil dokter ucapku,dan tolong segera hubungi ayah'Caca.
Aku tahu bahwa ibu sudah tidak ada, tapi aku tidak mau membuat Caca sedih dan merasakan bahwa neneknya tidak diobati biarlah dokter yang mengatakan sendiri.
Aku tahu bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang kita cintai.
Bersambung
mohon dukungan dan komentarnya ya.Trimakasih.
Kalau ada waktu mampir juga yah ke novel ku.
di tunggu mampir nya.
Terimakasih 🙏
bdw mampir juga ya kak di novel ku judulnya cinta segi tiga
semangat dan sukses untuk karyanya
Jangan lupa mampir yuk ke ceritaku
"pernikahan bisnis dengan cinta pertama ku"
Terimakasih
Sukses selalu 👍
Dapat salam dari "Raja dan Ratu" &
"Mengejar cinta di masa lalu"
Salam kenal 🤝
Btw makasih kalo mau mampir, love you all..
Buat author semangat 🔥🔥
suksesk kak untuk karyanya
jangan lupa mampir di karyaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏