NovelToon NovelToon
Kembali Dengamu

Kembali Dengamu

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:97.6k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Seandainya waktu bisa diulang kembali.

Penyesalan Mark Theodor dalam hidupnya, adalah mengabaikan istrinya demi keluarga kandungnya, hingga istrinya meninggal saat hamil muda.

Di saat ia sudah menua dan sakit-sakitan, keluarga kandung yang sangat ia sanjung, tidak satupun menaruh rasa kasihan pada keadaannya.

Mark hanya bisa menangisi dirinya yang malang, sampai akhirnya ia menutup mata untuk selamanya.

Tapi, tiba-tiba ia membuka matanya, dan terbangun dari tidurnya.

Ia mendapati dirinya kembali ke tahun 1973, di saat usianya masih dua puluh delapan tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22.

Sesampainya mereka di pelabuhan TPI, ternyata hasil tangkap laut masih ada yang bisa mereka beli, untuk dijadikan menu restoran kaki lima mereka.

Mark tersenyum senang melihat kerang, udang, cumi-cumi, dan ikan laut lainnya pada lapak seorang nelayan di antara nelayan lainnya.

"Lihat! itu! untung masih ada yang tersisa!!" kata Mark kepada Berwyn menunjuk ke salah satu lapak TPI tersebut.

Dengan langkah bersemangat Mark menghampiri lapak nelayan yang ia tunjuk pada Berwyn.

"Paman! aku mau udang, dan... !!"

"Aku mau semuanya, bungkus!!"

Tiba-tiba seseorang telah berdiri di samping Mark, dengan nada kencang menginginkan apa yang ingin dibeli Mark.

"Eh! tunggu dulu! aku yang lebih dahulu datang! anda tidak sopan, ya?!!" sentak Mark pada pembeli, yang tiba-tiba mendahuluinya membeli apa yang diinginkannya.

"Iya, benar! kami yang terlebih dahulu membeli, anda harus mengantri!!" kata Berwyn mendorong bahu pria tersebut.

Pria yang memotong antrian Mark, menoleh memandang Mark, dan matanya kemudian membulat melihat wajah Mark.

Begitu juga dengan Mark dan Berwyn, mata mereka tidak kalah membulat melihat tampang pria itu.

"Robert?? ternyata kamu!!" kata Mark dan Berwyn bersamaan.

"Mark?! kenapa kamu disini?!!" tanya Robert tidak percaya melihat sosok Mark, pagi-pagi sudah berada di pelabuhan TPI.

"Kenapa aku disini? tentu saja mau beli ikan laut! kamu pikir di sini tempat berjudi?!" kata Mark dengan nada dingin.

"Apa?!" Robert perlahan mulai tersenyum.

Senyuman yang terlihat merasa lucu mendengar apa yang dikatakan Mark.

Lalu kemudian senyumannya berganti dengan suara tawa mengejek, "Ha ha ha, Mark! ada apa denganmu? apakah matahari terbit dari barat? Mark yang pemalas, hanya punya kemampuan jadi pelayan Ayahnya saja berdagang sayur di pasar! sejak kapan keluarga Theodor beralih jadi pedagang ikan laut?!"

"Kenapa memangnya? apakah kamu tidak senang melihat ku berada di sini?!" tanya Mark ikut tersenyum mendengar kata-kata sindiran Robert.

Robert sepupu Mark, dari pihak Ibunya, yang juga selalu memprovokasi keluarga Theodor.

Bibinya, Ibu kandung Robert, selalu menghasut Melina membicarakan hal yang tidak baik tentang dirinya.

Dan juga, Bibinya selalu memprovokasi keluarganya, untuk membuat ia semakin tidak perduli dengan Ivana.

Saat ia telah kehilangan Ivana, barulah ia tahu, kalau Robert pernah memiliki perasaan suka pada Ivana, tapi Ivana lebih memilih dirinya dari pada Robert.

"Mark, terserah apa katamu! aku yang lebih dahulu memesan semuanya ini! jadi, sudah tidak ada lagi untukmu!!" kata Robert merentang kan tangannya.

Ia menghalangi Mark untuk mengambil hasil laut yang baru saja ia inginkan.

Mark mendorong bahu Robert, "Ehh.. !! tidak bisa begitu! enak saja kamu! aku yang lebih dahulu menginginkan semuanya!!" kata Mark tidak senang.

"Anak muda, sudah jangan saling berebut! saya masih memiliki hasil laut lainnya!!" sahut Nelayan pemilik ikan laut tersebut.

"Lihat! ini untuk anda!!"

Nelayan itu memperlihatkan hasil laut miliknya yang lain.

Ia membuka penutup tong papan ikan di samping meja lelangnya.

"Apa?!" mata Robert membulat melihat ke dalam tong papan ikan.

Ikan terlihat lebih segar dalam tong papan ikan, dari pada yang diatas meja.

"Paman! anda curang! yang ada dalam tong ini lebih segar, dari pada yang diatas meja! kalau begitu, aku juga mau yang ini juga!!" kata Robert menunjuk tong papan ikan.

"Apa katamu?! kamu sudah memilih yang di atas meja! ini punyaku!!" mata Mark melotot marah memandang Robert tidak senang.

"Memangnya kamu punya uang untuk membeli semua itu?!" tanya Robert tidak mau mengalah.

"Paman! berapa kamu lelang semua yang ada dalam tong ini?!" tanya Mark.

"Semuanya tujuh ratus perak!" jawab pemilik ikan.

"Nih! aku bayar!!"

Mark meletakkan uang tujuh ratus perak ke atas meja lelang.

Mata Robert membulat melihat uang yang diletakkan Mark ke atas meja.

Dan ia pun seketika berpikiran negatif, dengan uang yang dimiliki Mark tersebut.

"Mark! kamu mencuri uang dari mana? kenapa uangmu begitu banyak?!" tanya Robert dengan nada curiga pada Mark.

Mark tidak memperdulikan pertanyaan Robert, ia memberi kode kepada Berwyn, untuk bersama-sama memasukkan ikan laut mereka ke dalam gerobak mereka.

"Minggir! jangan menghalangi jalan!!" mata Mark tajam memandang Robert.

"Mark! itu terlalu banyak untuk mu! bagi untuk ku sedikit!!" Robert tidak mendengarkan Mark.

Ia semakin menghalangi jalan Mark dan Berwyn, untuk membawa ikan mereka ke dalam gerobak barang.

Mata Mark semakin tajam memandang Robert, "Menyingkir kataku! kalau kamu tersenggol dan jatuh aku tidak tanggung jawab, ya?!"

Berwyn pun ikut memperingati Robert, "Robert! lebih baik kamu urus ikan-ikan mu itu! kalau kamu masih saja mengurusi kami, tong ini bisa menabrakmu kalau masih terus menghalangi kami!!"

Melihat Robert tidak juga bergerak untuk menyingkir, tangan Mark melepaskan kembali tong ikan, yang akan ia angkat bersama Berwyn.

"Robert! kamu keras kepala, ya! jangan menangis dan mengadu pada Ibumu, kalau aku menindasmu, ya?! aku sudah memperingati mu untuk menyingkir!!"

Mark kembali mengangkat tong papan ikan bersama Berwyn.

Karena tong cukup berat, langkah mereka harus extra cepat membawa tong itu ke gerobak barang mereka.

Duk!!

Tubuh Robert tersenggol tong papan ikan, dan tubuhnya pun seketika oleng ke samping.

Mark dan Berwyn tersenyum melihat Robert yang nyaris terjatuh.

"Kalian sengaja, ya?!!" teriak Robert tidak senang sembari mengacungkan jari telunjuknya ke arah Mark dan Berwyn.

"Aku kan sudah bilang menyingkir! kamu yang tidak mau dengar! rasakanlah akibat dari keras kepalamu itu!!" jawab Mark dengan tersenyum senang melihat Robert yang kesakitan.

"Berwyn! Ayo kita pulang!!" kata Mark kemudian menarik gerobak barangnya.

"Ayo!!" jawab Berwyn ikut tersenyum senang, lalu membantu Mark dengan mendorong gerobak.

Robert mengepalkan tangannya dengan erat melihat Mark, yang berhasil membawa ikan yang lebih segar dari pada pilihannya.

Sementara Mark dan Berwyn menuju pasar membeli sayuran, untuk menambah menu restoran mereka malam nanti.

Mereka pulang dengan hasil memuaskan, telah mendapatkan semua apa yang mereka butuhkan untuk usaha restoran kaki lima mereka.

Jam delapan mereka telah kembali pulang ke kediaman mereka.

Setelah menyimpan hasil belanjaan mereka dengan baik, Mark langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.

Saat ia membuka pintu kamar, tampak Ivana sedang menjahit pakaian yang robek.

"Sayang" panggil Mark.

"Kamu sudah pulang?" Ivana mengangkat wajahnya memandang Mark.

"He-em" jawab Mark menganggukkan kepalanya.

"Nah, minumlah!"

Ivana mengambil cangkir teh dari atas meja kecil, di samping tempat tidur sederhana mereka.

"Terimakasih" ucap Mark menerima cangkir teh itu.

Ivana kembali lanjut menjahit pakaiannya yang robek.

"Sayang" panggil Mark, meletakkan bokongnya duduk di samping Ivana.

"Ya!" jawab Ivana mengangkat wajahnya dari melihat jahitan, yang sedang ia jahit.

Cup!

Dengan lembut Mark mengecup pipi Ivana.

Wajah Ivana seketika merona, dengan tubuh yang juga seketika membeku.

Bersambung.......

1
Rita Juwita
luar biasa...
dwi'x
Luar biasa
Alaina Sulifa Kaplale
ia.. terlalu lemah si ivana ini/Right Bah!/
Alaina Sulifa Kaplale
kesel.. kenapa masih mau tinggal ti kandang singa
YunaD
asalkan tukang nya bekerja keras dan asalkan dana untuk bangunannya enggak dikorupsi. maka membangun sesuatu akan lancar , kokoh,dan bagus😄
YunaD
ketagihan nya bang🤣
YunaD
jangan terlalu lemah invana,semua di masukin ke dalam hati
YunaD
haduh, aku sedih
YunaD
cuma tamparan aja? cowok kok lembek😑
Ari Peny
mkch ceritanya bagus simple gk bertele2👍👍👍
Ari Peny
hayo yg tegas mark jgn bodoh lg
Ari Peny
knp gk pergi langsung berdua knp kmbl k rmh
Travel Diaryska
bagus ✨
Suherni 123
terimakasih untuk cerita nya kak
Mita Paramita
siap Thor ditunggu karya baru ny 👍
Suherni 123
tuh kan keliatan semua aslinya,, Alice yg notabene nya anak kandung berani ngebentak orang tua
vania larasati
lanjut
Mita Paramita
Thor..makin kesini makin bosen alur ceritanya.. sebetulnya siapa musuh utama mark dan ivana ? kn keluarga tiri Mark udh ketangkap polisi 🙂
panjul man09
seharusnya bab2 berikutnya mark banyak berinteraksi dgn orangtua kandungnya dan lingkungan keluarga kandungnya
panjul man09
kenapa ganti gambar sampulnya , padahal yg dulu sudah pas dgn latar belakang luar negi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!