Penyesalan datangnya selalu diakhir.
Kalau diawal namanya pendaftaran.
Baik buruknya setiap perbuatan,pasti akan mendapat balasan.Percayalah,,karma itu ada
Tuhan maha adil,dalam membagi luka dan kebahagian.
Suka dan Duka akan mewarnai kehidupan manusia.
Apa yang kita tanam,itulah yang akan kita tuai.Jadi berbuat baiklah sebelum penyesalan itu datang.
Yang gak suka sama cerita ini, tinggalkan, jangan dibaca😊 gak usah komentar yang aneh-aneh, apalagi ngebanding-bandingkan dengan cerita lain. Karena beda author beda juga cara mereka bercerita, dan juga beda ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom's chaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Sabtu pagi dirumah Abimanyu.
Jam 7 pagi, Abimanyu turun dari kamarnya, berniat akan sarapan.Tapi ternyata Alya belum menyiapkan sarapan pagi. Dia heran, tidak biasanya Alya telat menyiapkan sarapan.
Apa dia masih tidur?. Batin Abimanyu
Abimanyu mengetuk pintu kamar Alya.Tapi tidak juga dibuka. Dia mencoba membuka pintunya, tapi dikunci dari dalam. Abimanyu kembali mengetuk pintu beberapa kali, hingga Alya pun membukanya. Dan memang sepertinya Alya baru bangun.
"Kamu kenapa Alya? Kamu sakit?."Tanya Abimanyu.
"Enggak apa-apa mas, saya baik -baik aja. Maaf mas, saya kesiangan.Tadi malam saya minum obat alergi, jadi tidurnya nyenyak banget, sampai kesiangan." Jawab Alya.
"Kenapa kamu minum obat alergi?" Tanya Abimanyu
"Badan saya gatal semua. Sepertinya alergi saya kambuh."
Abimanyu menatap Alya, dia melihat wajah Alya yang terlihat ruam dan merah. Dia juga melihat ada bentol-bentol ditangannya. Mata Alya bahkan sedikit bengkak.
"Kalau gitu, kita ke dokter sekarang." Seru Abimanyu
"Enggak usah mas. Saya sudah minum obat. Nanti saya akan berjemur biar gatal dan merahnya cepet hilang." Jawab Alya
"Jangan menolak. Sekarang juga kamu siap-siap. Kita ke dokter." Titah Abimanyu.
Alya lalu pergi mandi, dan bersiap-siap. Dia membawa tiga paper bag, ditangannya.
Rencananya Alya akan pergi kerumah ibu Monika setelah dari dokter. Ia ingin menyerahkan oleh-oleh yang ia beli dari Jogja waktu itu.
Mereka pergi ke dokter yang letaknya tidak jauh, dari tempat Alya bekerja. Alya diperiksa dan diberikan obat. Alya memang memiliki riwayat alergi pada makanan tertentu. Namun sejak keluar SMP alerginya tidak pernah kambuh.
Mereka pun pulang. Saat dalam perjalanan Alya mengajak Abimanyu untuk membeli sarapan. "Mas Abi, kita sarapan dulu. Mas Abi kan belum sarapan." Ajak Alya
"Sarapan apa?" Tanya Abimanyu
"Gimana kalau kita sarapan bubur ayam saja?.Saya tahu dimana bubur ayam yang enak." Sahut Alya
"Ya udah kita kesana."
Nah gitu dong nurut sekali-sekali. Kata Alya dalam hati.
Alya meminta Abimanyu menghentikan mobilnya, karena mereka sudah sampai ditempat tujuan mereka. Abimanyu menanyakan dimana tempat bubur ayam itu.
Alya menunjukan jarinya ke salah satu pedagang kaki lima yang ada disana. Abimanyu mengernyitkan dahinya, setelah tahu kalau Alya mengajaknya makan bubur dipinggir jalan.
"Kenapa? Mas Abi nggak mau? Tenang mas, tempatnya bersih kok. Buburnya enak lagi.
Pak Rama juga semua karyawannya suka makan bubur disini kok." Ujar Alya.
"Siapa bilang aku nggak mau? Aku mau kok."
Jawab Abimanyu. Walaupun sebenarnya tadi dia tidak mau.Tapi setelah Alya mengatakan Rama juga suka makan bubur disana, dia memaksakan dirinya, karena tidak mau merasa kalah dari Rama.
"Eh neng Alya. Kamana wae neng? Meni Sono mang Asep." (Eh neng Alya kemana saja neng? Kangen banget mang Asep). Sapa mang Asep.
"Aya we mang, teu kamana-mana. Abi oge sono ka mang Asep, makanya datang kesini.
Saminggu nya abi teu kadieu?." (Ada aja mang, nggak kemana-mana. Saya juga kangen sama mang Asep, makanya datang kesini. Seminggu ya saya nggak kesini?)
"Muhun neng."(Iya neng).
"Biasa nya mang, bubur ayam spesial na." (Biasa ya mang, bubur ayam spesialnya)."
"Siap neng. Saberiji?." (Siap neng. Berapa banyak?)
"Mas Abi mau?." Tanya Alya.
"Kamu aja dulu, nanti aku belakangan." Jawab Abimanyu.
"Hiji we mang." (Satu aja mang.) Jawab Alya.
Alya dan mang Asep mengobrol menggunakan bahasa sunda, karena mereka memang orang sunda. Abimanyu hanya mendengarkan, walau ia terlihat kebingungan, karena tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
"Saha eta neng? Kabogoh neng? Meni kasep pisan." (Siapa itu neng? Pacar neng?. Ganteng banget?) Tanya mang Asep.
"Sanes mang. Kabogoh batur ieu mah." (Bukan mang. Pacar orang ini mah.) Jawab Alya.
"Ah si neng mah, maenya kabogoh batur babarengan jeung neng ?" (Ah si neng mah. Masa pacar orang, tapi pergi bersama neng?)
"Nya da kumaha atuh mang, si aa ieu na nunutur abi wae. Padahal manehna tos gaduh kabogoh, geulis jaba kabogohna teh.Tapi geugeut pisan jigana ka abi teh." (Ya gimana lagi mang. Si aa (abang, mas) ini ngikutin saya terus. Padahal dia sudah punya pacar, cantik lagi pacarnya. Tapi kayaknya cinta banget ke saya)." Canda Alya sambil terkekeh. Sementara Abimanyu masih terlihat bengong.
Bubur pesanan Alya pun datang. Dia langsung menyantap bubur itu.
"Mas Abi yakin nggak mau? Ini enak lho. Mau nyoba? Ini....aaa'." Tawar Alya sambil mengarahkan sendok yang berisi bubur ke mulut Abimanyu.
Abimanyu dan Alya saling pandang. Alya lupa kalau orang yang sedang ia ajak bercanda adalah suami sekaligus tuannya.
Dia sadar dan langsung menarik tangannya dari mulut Abimanyu. Tapi Abimanyu memegang tangan Alya, dan memasukan sendok berisi bubur itu ke mulutnya.
Alya langsung membuang mukanya. Dia tidak suka melihat tatapan Abimanyu. Dia tidak suka melihat wajah Abimanyu yang terlihat sangat tampan tepat didepan matanya. Dia tidak mau sampai jatuh cinta padanya.
Abimanyu kembali menyendok kan bubur ke mulutnya. "Kamu bener Alya, buburnya enak. Aku mau. Pesankan ya satu buat aku ." Ucap Abimanyu.
"Mang Asep. Bubur na hiji deui mang." (Mang Asep. Buburnya satu lagi mang)"
"Siap neng Alya." Jawab mang Asep.
Tak lama kemudian mang Asep pun menyerahkan bubur itu.
"Ini neng."
"Nuhun mang." (Makasih mang).
"Kanggo si aa kasep ieu bubur na nya?."(Buat si aa ganteng ini buburnya ya?)
"Tong di puji wae mang, bisi pangambung na ngapung." (jangan dipuji terus mang, nanti hidungnya terbang)." Ucap Alya.
Alya sudah menghabiskan buburnya. Dan sekarang dia sedang menunggu Abimanyu.
Disana hanya ada mereka berdua saat itu. Kemudian datanglah dua orang laki-laki, yang usianya tidak jauh dari Alya .
Mereka berdua terus mencuri pandang kepada Alya, dan Abimanyu melihatnya. Sementara Alya sibuk dengan ponselnya. Dia sedang melayani customernya, yang memesan baju dan kerudung.
Abimanyu segera menghabiskan buburnya, dan mengajak Alya pulang. Dia tidak suka kedua pemuda itu memandangi Alya. Dia tahu mereka mengagumi Alya, dan dia merasa cemburu.
Apa cemburu?Tidak ...tidak mungkin aku cemburu. Batin Abimanyu.
kasian karakter nya dibuat kayak lelaki bodoh pengemis cinta ditolak dan disakiti hatinya berkali tapi tetap saja dibuat kayak pengemis
coba kau diposisi abimayu thor, kau pernah melakukan kesalahan kau sudah menyesal dan menebunya dan kau ditolak berkali2, dengan kata2 yang menyakiti hati, apakah author masih mau mengejar dan kayak pengemis apakah adil author rasa kalau diposisi abimayu
miris