NovelToon NovelToon
MENIKAHI TUAN MUDA ARROGANT

MENIKAHI TUAN MUDA ARROGANT

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:7.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: renita april

Follow IG : renitaria7796
Zivana adalah seorang pelayan di Rumah besar keluarga Pradipta. Karena memiliki wajah yang sangat cantik, Zivana sengaja menyembunyikan kecantikan wajahnya. Dia tidak mau menjadi pusat perhatian laki-laki.

Suatu hari karena sebuah insiden, Zivana di kejar oleh seorang penjahat. Zivana di tolong oleh pemuda tampan bernama Sean Pradipta. Zivana tidak mengetahui jika Sean adalah majikannya.

Sean Pradipta mempunyai calon istri bernama Rissa. karena suatu insiden Rissa tidak hadir di acara pernikahannya bersama Sean. Untuk membantu agar reputasi Sean tidak hancur, Ziva lalu mengantikan Rissa menjadi istri dari Sean.

Namun Zivana tidak mengetahui ada rahasia besar yang telah di sembunyikan oleh Sean. Lalu bagaimana nasib pernikahan Sean dan Zivana di saat kehidupan masa lalu Sean dan Ziva muncul menghadang?

Season 2

Menceritakan kisah Angel anak dari Sean Pradipta. Angel menyukai Jimi sang asisten orangtuanya. Namun Jimi mempunyai kekasih dan akan segera menikah.

Bagaimana cara Angel menaklukkan hati Jimi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon renita april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Ziva menghentikan angkutan umum untuk membawanya pulang ke rumah sewa. Hari ini dia akan jalan-jalan. Dia akan menikmati kebebasan dirinya seperti dulu.

Angkutan berhenti di halte berikutnya. Ziva turun dari angkutan umum bersama penumpang lainya. Dia lalu berjalan menuju rumah yang dulu dia tempati.

Ada banyak orang yang menyapanya. Mereka juga bertanya-tanya kemana Ziva selama ini. Ziva pergi ke rumah pemilik kontrakan. Dia ingin membayar uang sewa yang sempat tertunda.

"Permisi ... ibu Rani," panggil Ziva.

Ibu Rani keluar dari dalam rumah. "Oh Ziva ... masuk dulu yuk!"

Ziva masuk ke dalam rumah ibu Rani. "Ibu ... Ziva ingin membayar uang sewa yang sempat menunggak."

Ziva mengeluarkan uang dari dalam sakunya. Dia lalu menyerahkan uang itu pada ibu Rani. Ibu Rani mengambil uang itu dari tangan Ziva.

"Ziva ... kamu tinggal di mana sekarang?" tanyanya.

"Saya tinggal di tempat majikan," jawab Ziva.

Saat Ziva dan ibu Rani berbicara. Seorang pria datang ke rumahnya.

"Permisi ... apa ini rumah pemilik kontrakan?" tanyanya.

Ibu Rani mengangguk. "Benar ... silakan masuk, Nak."

Pria itu masuk ke dalam rumah. Dia duduk berhadapan dengan Ziva. Pria itu menatap jijik Ziva. Siapa yang tidak ilfil melihat Ziva yang buluk itu. Ziva acuh saja akan tatapan pria di depanya itu.

"Kamu ingin menyewa rumah?" tanya Ibu Rani.

Pria itu mengangguk. "Betul ... kenalkan, saya Daniel. Saya ingin menyewa rumah untuk beberapa bulan ke depan."

"Kebetulan ada rumah yang kosong. Kamu bisa menempatinya sekarang juga," ujar Ibu Rani.

"Bu ... Ziva pamit pulang dulu," ucap Ziva.

"Kenapa cepat sekali?" tanya Bu Rani.

"Ziva ada urusan yang lain," jawab Ziva.

"Baiklah ... kalau begitu," kata Bu Rani.

Ziva sebenarnya tidak ingin menganggu ibu Rani dan pria yang bernama Daniel itu. Maka dari itu, Ziva mengundurkan diri dari sana. Kali ini tujuan Ziva adalah pasar tradisional. Dia ingin berbelanja di sana.

Daniel sudah mendapat rumah yang akan dia tempati. Rumah itu adalah bekas rumah yang telah di tempati Ziva. Daniel untuk sementara harus bersembunyi dulu dari kejaran orang-orang Sean.

Ini demi kekasihnya Rissa. Daniel akan melakukan apa pun agar kekasihnya itu bahagia. Daniel rela meninggalkan apartemen mewahnya dan harus tinggal di daerah pinggiran kota.

...****************...

Ziva sudah sampai di pasar tradisional. Dia berbelanja pakaian murah untuk dirinya. Ziva juga membeli benang dan jarum untuk menyulam. Ziva ingin membuatkan sebuah syal untuk suaminya.

Semua barang yang Ziva butuhkan sudah dia beli. Di tanganya penuh dengan kantong belanjaan. Ziva merasa sudah lelah dan juga haus. Dia mencari penjual minuman di sekitar pasar.

Ziva duduk di kursi pinggir jalan dengan segelas es di tanganya. Dia benar-benar kelelahan. Ziva membayar es yang telah dia minum. Hari sudah petang dan dia harus segera pulang.

Ziva menunggu angkutan umum di halte. Hari sudah mulai gelap. Tampaknya sebentar lagi akan turun hujan. Ziva terlihat gelisah menunggu. Angkutan umum sedari tadi belum juga lewat.

Ziva memutuskan untuk berjalan kaki saja. Dia akan menunggu di halte berikutnya. Ziva berjalan menyusuri jalanan raya. Kakinya sudah sangat lelah. Ziva lalu duduk sebentar di pohon jalan.

"Capek banget ... mudahan saja angkutan umumnya cepat lewat," lirih Ziva.

Pandangan mata Ziva melihat sebuah mobil yang kelihatanya sedang mogok. Ziva memicingkan mata melihat pria yang tengah kesal lantaran mobilnya mogok di tengah jalan.

Ziva merasa pernah bertemu dengan pria iti sebelumnya. Ziva mengosok matanya untuk melihat jelas pria itu.

"Bukannya itu Tuan Richard," gumam Ziva.

Ziva segera menghampiri Richard yang tampak kesusahan. Seketika Ziva menghentikan langkah kakinya. Dia lupa kalau sekarang wajahnya berbeda.

Ziva lalu melangkah untuk kembali ke pohon besar tempat dia duduk. Hari sudah mendung. Jalanan seolah menjadi sepi.

"Nona ... kemari sebentar," panggil Richard.

Ziva menghentikan langkah kakinya. Yang tadinya ingin menghindar malah sekarang Richard memanggil namanya. Richard menghampiri Ziva.

"Nona ... apa di sini ada bengkel terdekat?" tanya Richard.

Ziva gugup menatap wajah Richard. "A-ada ... tetapi cukup jauh dari sini."

Richard menghela. "Ban mobilnya kempes. Dia juga tidak membawa ban cadangan. Baterai ponselnya juga mati. Taksi juga belum ada yang lewat."

Richard menatap wajah Ziva. "Kamu juga menunggu angkutan umum?"

Ziva mengangguk. "Iya ... dari tadi belum ada yang lewat."

"Kita tunggu saja bersama," ajak Richard.

"Ti-tidak usah, Tuan. Saya ingin jalan kaki saja," ucap Ziva.

"Saya tidak punya teman. Kita tunggu sama-sama saja taksinya," ajak Richard.

"Baiklah ... kita tunggu sama-sama," sahut Ziva.

Ziva dan Richard duduk di dekat mobil. Mereka menunggu taksi yang akan lewat. Rintik hujan mulai turun. Ziva gelagapan, dia takut bubuk hitam di wajahnya akan luntur.

Ziva celingak-celinguk mencari tempat untuk berteduh. "Tuan ... hujannya turun. Kita cari tempat berteduh saja."

"Kita masuk ke dalam mobil. Di tengah jalan begini tidak ada tempat berteduh," ajak Richard.

Ziva mengangguk mengiyakan ajakan Richard. Mereka memang berada di tengah jalan. Tidak ada tempat untuk berteduh. Yang ada hanya pohon-pohon besar.

Ziva dan Richard masuk ke dalam mobil. Hujan telah turun dengan derasnya. Mereka hanya bisa duduk di dalam menunggu hujan reda.

Sudah 30 menit berlalu tetapi hujan belum juga reda. Suasana semakin sepi saja. Ziva khawatir kalau Sean akan mencarinya.

"Nona ... siapa namamu?" tanya Richard.

Ziva kaget akan pertanyaan Richard. "Saya Zizi."

Richard tersenyum. "Nama yang bagus, aku Richard."

Di tengah hujan deras jendela kaca mobil di ketuk oleh seseorang. Ziva dan Richard tampak kaget. Ziva sudah takut karena di sisi kanan dan kiri di kepung oleh para pria berjas.

"Mereka siapa, Tuan?" tanya Ziva.

"Kamu jangan takut, aku akan melindungi kamu," ucap Richard.

Richard menurunkan kaca mobilnya. Dia kaget melihat pria yang mengetuk kaca mobilnya. "Jimi ... kamu asisten Sean, kan?"

"Buka pintu mobilnya!" kata Jimi.

Ziva senang melihat Jimi datang menjemputnya. "Jim ... kamu datang untuk menjemputku?"

"Iya Nona, ayo kita pulang ke rumah," ujar Jimi.

"Jim ... tolonglah Tuan Richard. Mobilnya mogok, antar dia sampai di rumah," kata Ziva.

"Baiklah ... jangan khawatir. Anak buahku akan mengantar Richard pulang," kata Jimi.

Jimi memutar arah menuju pintu mobil sebelah Ziva. Richard semakin bingung akan apa yang terjadi. Wanita hitam buluk ini mengenal seorang Jimi.

"Tuan ... terima kasih banyak tumpanganya," ucap Ziva.

Richard hanya menganguk. Jimi membuka pintu mobil untuk Ziva. Jimi lalu mengiring Ziva untuk masuk ke dalam mobilnya. Sedang Richard juga masuk ke dalam mobil lainya. Richard akan di antar ke rumahnya oleh anak buah Jimi.

Jimi melajukan mobilnya menuju kediaman Sean. Ziva merasa lega akhirnya dia bisa pulang. Kalau Jimi tidak datang, entah sampai jam berapa dia akan sampai di rumah.

Jimi memang di suruh untuk menjemput Ziva oleh Sean. Pria yang di suruh mengawasi Ziva memberi laporan pada Sean, bahwa Ziva terjebak hujan dan bersama Richard.

Mendengar hal itu langsung saja Sean memerintahkan Jimi untuk menjemput istrinya. Dia tidak mau terjadi apa-apa dengan Ziva. Apa lagi bareng Richard yang kata Sean seorang jomblo. Sean takut Richard jatuh cinta pada istrinya.

Tbc

Dukung Author dengan vote, like dan juga koment.

1
Rini Yusnani
dasar keplek
Rini Yusnani
opolah mang sean iki,ke tabrak bibir malah di emut sekalian..🤦
Maulita Amelia
/Heart//Good/
Cha cha
cerita yang selau di ulang" sampai sekarang,dan sering ngechek takut cerita ken bakal ada lanjutan nya.🤭
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
saat thor bukan sangat. bnyk bgt typonya sll dg kata yg sama
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
ortu mreka kmn ya?
Rere
seperti cerita film India di ANTV
Almun: masak
total 2 replies
Nofriyanti Vivi
kecewa...kasian ziva dpt yg sdh bersuami..ehh plus tua
V
alur ceritanya kurang bagus
winarti 151
mampir kak 🥰
Nicky Andong
insaflah Jim..,
Nicky Andong
rasain si Jimmy, kena kuwalat loo....😂😂😂😂😂😂
Nicky Andong
rasain kau Clara, udh tau Jimmy punya angel masih mau nempel terus
Nicky Andong
lanjut.....👍💪
wulan dini
Luar biasa
Nora♡~
Bagus...lah ceritanya...
YA&NO
𝚜𝚎𝚊𝚗 bucin😁
Hanifah NM
Kecewa
Hanifah NM
Buruk
Yanti Yanti
seru juga ceritanya
top lah 👍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!