Berkali-kali Velly Alexander (26 tahun) mengungkapkan perasaannya pada seorang pria. Velly tergila-gila, pada pesona seorang David Stuart (33 tahun). Yang tak lain adalah sahabat kakaknya sendiri. Berkali-kali juga, David tak peduli dengan apa, yang dikatakan Velly.
Namun seiring berjalannya waktu, Velly yang tak pernah bosan mengejar cinta David, membuat David pun semakin dekat dengan Velly. Tentu saja, awal yang indah bagi Velly. Perhatian David membuat Velly akhirnya, menganggap hubungan mereka, seperti sepasang kekasih. Sementara David, tak pernah menyatakan, bahwa hubungan mereka lebih dari teman. Pada akhirnya, entah mengapa David berusaha menghindari Velly. Membuat Velly merasakan kekecewaan lagi dan lagi. Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah memang David, tak memiliki perasaan apapun pada Velly selama ini? Di kisah ini, masa lalu David dan Velly akan hadir. Apakah mereka sebenarnya berjodoh? Yuk kepoin novel ku yang kedua ini guys. Jangan lupa like dan komen nya ya. Love you readers🌷
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Octa_since, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#22
Juna langsung menoleh ke arah David. Dia menaikkan satu alisnya, karena pertanyaan sahabatnya itu. Lalu Juna mengangguk pelan, menatap lurus ke depan.
“ Aku ga tau! Aku sebagai kakaknya, akan welcome dengan pria pilihannya. Asal..” ucapan Juna terpotong dan membuat David semakin penasaran.
“ Asal?” David langsung menyahuti perkataan Juna yang terpotong. Lalu Juna pun tersenyum..
“ Asal aku tak mengenalnya, apalagi kalau pria itu adalah orang yang ku kenal, maka aku akan menolak!” kata Juna sedikit tertawa. Bagaimana David yang mendengar itu? Oh tentu saja, dia mendadak sesak. Wajahnya berubah menjadi tegang, dan kaku. Apakah Juna sengaja? Atau Juna sudah tau? Tentu tidak! Juna sama sekali tak tahu, kedekatan Velly dan David. Dia hanya mengucapkan itu dengan spontan. Ya, akan lebih baik bagi Juna, calon adik iparnya adalah orang yang tidak di kenalnya.
“ Sayang, kok kamu gitu sih?” kata Lidya yang heran dengan pemikiran suaminya.
“ Hmm, kalau aku mengenal pria itu, aku akan sulit berinteraksi sayang. Sebaiknya adikku menikah, dengan pria yang belum pernah ku kenal!” tegas Juna. Dan Lidya pun hanya menggelengkan kepalanya. Mau apalagi? Juna punya hak, karena Velly adalah adik kandungnya.
Sementara David menjadi diam, dia menampakkan wajah yang datar. Dia tersenyum miring, ya setidaknya dia tahu apa yang di maksud Juna. Gery melihat bosnya itu, dan dia tahu hati David sedang dalam tidak baik-baik saja.
“ Kau kakak yang turut andil dalam keputusan adik mu?” tanya David pada Juna tiba-tiba.
“ Tentu saja! Aku hanya punya satu adik perempuan. Dan aku ingin yang terbaik untuknya.” jawab Juna santai.
“ Kalau kau mengenal, pria yang di sukai adik mu? Apa kau akan menolak?” tanya David sekali lagi, dengan dada yang bergemuruh. Juna melihat David, lalu dia menaikkan satu alisnya. Sebenarnya dia heran, kenapa David gencar sekali memberi pertanyaan tentang adiknya.
“ Ah ya! Pasti aku orang yang pertama yang akan menolak! Kalau aku kenal, aku sudah pasti tau watak nya!” tegas Juna membuat David pun mengepalkan tangannya.
Pembicaraan mereka menjadi serius, tentang Velly. Sebenarnya Lidya juga heran, kenapa David sangat serius memberi pertanyaan itu.
“ Memangnya kenapa kak David? Apa ada yang salah dengan pemikiran suamiku?” tanya Lidya mengerutkan keningnya melihat David.
“ Ah ga Lidya! Aku cuma ingin tau, sebagai sesama pria. Karena aku kan anak tunggal,” kata David pura-pura tertawa.
“ Oh begitu? Aku kirain kenapa! Habis kita jadi serius banget, membicarakan Velly,” kata Lidya lagi tersenyum.
“ Sayang, kamu tau? Aku sangat menyayangi Velly. Dia adalah adikku yang selalu memberi dukungan, ketika aku dalam keadaan terpuruk. Hanya saja, aku memang suka menjahilinya. Namun sebenarnya, aku sangat menyayanginya. Dia juga turut andil, menyatukan kita berdua lagi sayang. Apapun akan kulakukan untuknya, tak akan pernah kubiarkan pria manapun menyakitinya,” terang Juna mengenggam tangan istrinya. Lidya pun tersenyum, dia juga menyayangi Velly. Dia bangga pada suaminya, yang ingin melindungi adiknya.
“ Aku bangga padamu sayang, kamu kakak yang baik dan tentu saja, suamiku yang pengertian,” kata Lidya memuji suaminya itu.
“ Thank you my love, i love you so much,” ucap Juna lembut mencium telepak tangan istrinya.
Jangan tanya, bagaimana perasaan David saat ini! Dadanya bergemuruh hebat, hati dan mulutnya tak sama. Ketika Juna menjelaskan bagaimana Velly, dia semakin merindukan, wanita yang selama ini di hindarinya. Tapi, kenyataannya dia menyadari, bahwa dia memang harus melupakan Velly. Perlu di ingat, saat ini pun David pun belum mengetahui perasaannya pada Velly. Melihat kemesraan Juna dan Lidya, dia tak kuat untuk berlama-lama disana.
“ Juna, aku permisi dulu! Aku ada urusan lain,” kata David tiba-tiba.
“ Baiklah! Oh ya jangan lupa! 2 minggu lagi, aku akan mengadakan acara di rumah baruku. Kau harus datang! Bila perlu kau bawa gandengan,” kata Juna pada sahabatnya itu.
“ Ya.. ya baiklah my bro!” kata David pura-pura tertawa dan Juna pun mengangguk.
“ Aku permisi Juna, Lidya,” kata David. Lalu Juna dan Lidya pun mengangguk bersama. David dan Gery pun segera berlalu.
David dan Gery berjalan keluar dari perusahaan Praja Group. Wajah David terlihat suram, dan benar-benar dingin. Lalu mereka masuk bersama ke dalam mobil mewah David.
“ Kita ke perusahaan sekarang!” perintah David pada asistennya.
“ Siap tuan,” patuh Gery lalu menjalankan mobil mewah itu. David diam, dia tampak memikirkan sesuatu.
“ Tolong pergilah dari otakku Velly!” batin David memejamkan matanya. David memijit pelipisnya, dia benar-benar pusing saat ini. Gery melihat bosnya dan menghela nafasnya.
“ Tuan.. tuan! Masih saja membohongi perasaan. Nanti kalau sudah menyesal, tak ada gunanya lagi!” batin Gery yang sebenarnya tau, kalau bosnya itu sudah mulai jatuh cinta dengan Velly. Tapi, tetap saja bosnya itu mengatakan tidak.
“ Semoga tuan, tak menyesal suatu hari nanti! Yang ku takutkan, seandainya suatu saat, tuan David telah meyadari perasaannya, mungkin kesempatan itu tak ada lagi,” batin Gery lagi dan menggelengkan kepalanya.
*
Sementara, di Bandara…
Seorang wanita, dengan tubuh yang sangat proposional, turun dari pesawat. wanita itu, menggunakan masker dan memakai kaca mata hitam. Rambutnya lurus, panjang sebahu dan bewarna hitam. Kulitnya sangat mulus, dan berpakaian sexy. Dia berjalan dengan anggun, dan membawa kopernya. Walaupun dia menggunakan masker, akan tetapi kaum adam tetap terpesona dengannya.
“ Selamat datang di Indonesia! Aku kembali,” batinnya memandang sekeliling bandara dengan tersenyum.
“ David Stuart.. kita akan kembali bersama! Aku yakin kau masih mencintaiku,” batinnya yakin, yup dialah wanita yang di masa lalu meninggalkan David, tanpa alasan yang jelas. Dan sekarang, dia ingin memiliki David kembali. Apakah dia tulus? Tentu tidak! Dia mau kembali, karena dia tahu perusahaan David semakin maju dan tentunya, David salah satu pengusaha muda yang sukses.
“ Kau belum menikah sampai saat ini?” ucapnya pelan tersenyum miring.
🌿🌿🌿